
Pagi itu Andrew dan dan Angga berangkat lebih awal dari Garvan. mereka berdua melihat Raka yang datang dengan perban di dahinya.
"Rak, jidat lo kenapa? "
"biasa, saingan bokap gue! " ucapnya dan berlalu untuk pergi kolam renang.
"kayaknya kali ini serius deh Rak, apa gak sebaiknya lo bilang sama bokap nyokap lo. ya bisa jadi nanti lo di kasih body guard biar lo aman gitu" Angga turun dari motornya dan menghampiri Raka.
Dan hal itu diikuti oleh Andrew yang juga menghampiri Raka. "Rak,lebih baik lo balik ke Omorfos. gak asik tau Rak kalo Omorfos kurang member nya" ucap Andrew.
"gue kan gak keluar dari Omorfos, tapi Garvan yang gak mau gue gabung di geng kita. jadi gue gak akan balik, karna geng ini dulu Garvan yang ngebentuk. jadi semua keputusan Garvan, ya itu udah final"
"ya itu emang bener si Rak. tapi lo sama Floella gak ada apa-apa kan Rak? "
"menurut lo? " kini bergantian Raka yang bertanya kepada Angga dan Andrew. dengan bersamaan keduanya menggeleng.
"kalo dari kacamata gue, kayaknya kalian gak ada apa-apa kok" ucap Angga.
"mana lo nggak pakek kacamata gitu"
"astaga Andrew, gak usah bikin gue kesel napa? "
"canda Ngga" Andrew memang sangat suka menguji kesabaran para sahabatnya.
Vroom Vroom
mendengar suara motor Garvan yang hampir tiba, Raka segera bergegas pergi. ia tidak ingin melihat Angga dan Andrew mendapat omelan dari Garvan karena mengajak bicara dirinya.
"kalian baru dateng? ngapain. asih disini? "
"ya kita nungguin lo lah Van! " balas Angga.
Dan selang beberapa saat Floella datang dengan menaiki angkot yang biasa ia tumpangi. saat di belakang Floella terlihat seorang ibu-ibu yang turun dari mobil dan berjalan kedalam halaman sekolah.
Ibu paruh baya tersebut melewati Floella dan langsung menghampiri putra semata wayangnya.
"mami? ngapain mami ke sekolah Garvan? "
"mam-" ucapannya terhenti ketika melihat Floella melintas di sampingnya. dengan segera Ibu Garvan mencekal lengan Floella.
"kamu.. yang kemarin itu nolongin tante yang mau dibelakang orang kan? "
__ADS_1
"huh? " saat itu Floella berusaha mengingat dan benar saja ia ingat ketika ibu Garvan tidak sengaja menyentuh luka sayatan yang ada di tangannya.
"iya benar kamu anak itu, kamu yang nyelamatin tante. ini luka kamu waktu orang itu hampir nyelakain tante, dan kamu justru menghalaunya sampai tangan kamu terkena pisau dari orang itu"
"oh iya, tante baik-baik aja kan?"
"iya tante baik, tapi luka kamu sepertinya masih parah nak"
"tidak tante, ini juga akan membaik. emm ya sudah tante, aku ke kelas dulu."
Floella lalu meninggalkan ibu Garvan, sementara Garvan dan kedua sahabatnya hanya saling pandang melihat ibu Garvan yang sangat manis berbicara dengan Fleolla.
"Tante Ana, jadi Fleolla nyelamatin tante? " tanya Andrew.
"oh jadi gadis baik itu namanya Fleolla? tapi kenapa tante baru lihat dia disini? "
"dia murid pindahan tante, makanya tante nggak pernah lihat Floella" sahut Angga.
Saat itu Garvan mendekat dan memeluk ibunya. seperti biasa, Garvan akan langsung tersentuh jika itu mengenai ibunya. Garvan sangat menyayangi ibunya, bahkan ia pernah langsung memutuskan kekasihnya karena ibunya dikatakan merepotkan Garvan yang saat itu ingin di ajak kencan, kencannya harus gagal karena Garvan menemani ibunya ke dokter. karena bagi Garvan ibunya Segalanya.
"mami, kenapa mami gak bilang sama Garvan kalo mami hampir dicelakai sama orang? "
"iya ini makanya mami kesini sayang, karena kemarin mami kemarin menjemput papi kamu. dan hanya hari ini mami bisa berbicara sama kamu sayang."
"besok mami harus ikut papi kamu ke Paris sayang, mami harus menemani papi kamu yang akan menemui koleganya disana"
"tapi mi, apa bener Floella nyelametin mami sampek terluka? "
"iya bener sayang, mami juga gak tau Floella tiba-tiba ada di samping mami dan menghalau orang itu yang hampir nusuk mami sayang"
Setelah mendengar cerita dari Ibunya, Garvan mengingat saat dirinya berusaha mengerjai Fleolla.
Hari sudah siang, saatnya jam pulang sekolah tiba. saat itu Garvan sudah berada di atas motornya didepan gerbang sekolah. melihat Fleolla yang baru keluar, ia segera menarik tangan Floella.
"auh.. "
Floella meringis kesakitan karena Garvan tidak sengaja menyentuh tangan Floella yang terluka. dengan segera Garvan melepaskan tangannya dari lengan Fleolla.
"kenapa si? "
"gue mau ngomong sama lo" Garvan membawa Floella ke samping pagar sekolah agar tidak terlihat siapapun.
__ADS_1
"lepasin gue, gue mau pulang. itu angkot gue udah dateng" Floella ingin melewati Garvan namun Garvan tidak membiarkan hal itu.
Garvan menatap lekat Floella yang saat ini menatapnya dengan kesal. tetapi Garvan tidak memperdulikan kekesalan yang ada di mata Floella.
"lo sengajakan nyelamatin nyokap gue supaya lo bisa gue hargain? "
"apaan si, kko gak ada yang penting lebih baik. lo lepasin tangan gue. gue mau balik" tugas Fleolla.
"jawab pertanyaan gue tadi" Garvan. menekankan ucapannya. "lo sengaja nyelamatin nyokap gue karang lo tau nyokap gue orang kaya sekaligus nyokap gue kan? kalo lo kenapa-napa kaya gini kan lo bisa minta duit sma nyokap gue kan? "
Ucapan Garvan kali ini benar-benar membuat Floella tidak habis pikir. selain suka menindas ternyata Garvan juga sangat menyombongkan dengan apa yang dimiliki oleh keluarganya.
"kalo lo gak kenal gue, lebih baik lo gak usah ngomong apa-apa soal gue. karna omongan yang gak sesuai sama kenyataan itu sampah!" Floella mendorong Garvan hingga membuat Garvan sedikit terpental. namun sekarang Garvan justru menarik Floella dan mendukungnya dengan dinding.
"terus kenapa lo datang tiba-tiba nyelamatin nyokap gue? padahal waktu itu lo pingsan kan? "
"dan gue pingsan gara-gara lo sama temen-temen lo!" potong Floella.
"maka dari itu, lo udah gue bikin pingsan. kenapa lo masih nyelamatin nyokap gue kalo lo gak punya maksud lain? "
"huh, lo pikir semua orang picik kayak lo? dan lo pikir lo sepenting itu di hidup gue, sampek-sampek gue harus tau kalo ibu-ibu yang gue tolong itu nyokap lo? "
Floella menggeleng dengan raut wajah yang tidak habis pikir dengan ucapan Garvan. "apa yang lo pikir tentang gue itu terserah lo. dan kenapa gue langsung tau nyokap lo hampir celaka, itu biar gue yang tau. tapi yang penting niat gue gak sama dengan apa yang lo pikir!"
Kali ini Floella mendorong Garvan lebih kuat hingga membuat Garvan terpental.
dan saat itu kebetulan Raka dan juga Angga bersama dengan Andrew melihat Floella keluar dari sebelah dinding pagar dan diikuti Garvan dibelakangnya.
"Floella sama Garvan? apa Garvan ngejar Floella lagi gara-gara dia tau kalo tante Ana diselamatin sama Floella kemarin? " celetukan Andrew membuat Raka mengingat sosok perempuan oaruh baya yang diselamatkan oleh Floella.
"jadi ibu-ibu kemarin itu tante Ana? "
"jadi lo kemarin juga lihat Floella nyelamatin tante Ana? "
"iya gue gak lihat karna gue datang, tante Ana udah pergi dan gue cuman liat tante Ana dari belakang! "
"ya mungkin aja karena itu Garvan mulai ngejar Floella lagi" kali ini Angga yang angkat bicara.
"apa? ngejar Floella lagi? " Raka terkejut mendengar ucapan dari Kedua sahabatnya itu.
.
__ADS_1
. bersambung