Fool Love

Fool Love
Semakin Menarik


__ADS_3

pandangan mata Garvan tak lekang dari Floella. seperti makan malam romantis pada umumnya, Garvan menyuruh sahabatnya untuk mengatur melodi untuk ia berdansa dengan Floella.


Garvan menengadahkan tangannya dengan satu lutut menyentuh lantai seperti pangeran yang hendak mengajak seorang putri untuk berdansa.


tapi bukannya menerima uluran tangan Garvan dengan anggun, Floella justru menepuk kepala Garvan dan membuat Garvan membuka mulutnya.


'astaga ini cewek, biasanya cewek-cewek langsung rangkul pinggang gue. lah ini kepala gue malah ditepuk. makin menarik ni cewek!'


"lo ngajakin gue kesini mau makan kan? jadi gak perlu dansa-dansa segala. ini udah malem, nyokap gue udah telfon ni" Floella menunjukkan ponselnya yang memang saat itu ibunya tengah menghubunginya.


dengan cepat Garvan marahnya dan mengangkat telfonnya.


"halo tante sekar, ini Garvan"


"..."


"iya tante, bolehkan Garvan ajakin makan malam soalnya pengen nambah temen aja tan"


"... "


"iya pasti tante, oke bye.. see you tan"


klik


Garvan mengakhiri sambungan dan mengembalikan ponsel kepada sang pemiliknya.


"gak sopan banget si, pakek ngobrol-ngobrol segala lagi sama mama. dasar sok kenal sok dekat" racau Floella sembari memasukkan ponselnya kedalam tas yang ia bawa.


setelah acara makan malam selesai, ditengah perjalanan pulang Floella mendapat sebuah penglihatan dimana sewaktu Garvan pulang mengantarnya mendapat tusukan dari perampok.


tak


seketika keringat dingin mulai keluar, dan hal itu disadari oleh Garvan.


"lo kenapa Floe, lo sakit?" Garvan menempelkan punggung tangannya didahi Floella.


"hih apaan si" Floella mengibaskan tangan Garvan. namun Garvan tetap menempelkan tangannya memeriksa suhu badan Floella.


'gimana caranya biar cowok nyebelin ini gak diserang sama perampok itu ya? aduh gue harus cari ide.'


ketika mobil Garvan hampir sampai dimana tempat itu terlihat jelas dipenglihatan Floella, Floella segera meminta Garvan untuk memutar balik. "emm.. gue mau ke mini market, jadi putar balik ya. kita lewat jalan yang satunya aja"


"ah gue tau, lo pasti mau lama-lama barengan sama gue kan? tapi it's okey, gue suka kok deket sama lo terus."


jujur saja siapapun yang melihat senyum Garvan saat ini akan langsung jatuh hati. karena salah satu senjata andalannya untuk meluluh lantakkan hati seorang gadis adalah senyumnya yang penuh karisma.


"ya udah buru, gue kan minta puter balik"


"siap cantik"

__ADS_1


dengan segera Garvan memutar mobilnya menuju mini market yang dimaksud Floella. dan ketika Garvan menghentikan mobilnya, Floella segera keluar dari dalam mobil.


"astaga, itu bini gue main ngeloyor aja gue ditinggal? isshh.. " Garvan berlari sembari melepas jas yang ia kenakan. karena Floella sudah masuk lebih dulu, dengan cepat Garvan memeluk Floella dari belakang.


"Garvan, apaan si lo" Floella berusaha berontak, namun Garvan memeluknya dengan erat dan dengan cepat menggeser tubuh Floella keluar bersama dengannya.


dan ketika mereka sampai diluar mini market, Garvan melepas pelukannya.


plak


"lo kurang ajar banget si jadi cowok"


selain Floella yang marah, Elkan pun marah melihat apa yang baru saja Garvan lakukan terhadap Floella. wajahnya memerah tangannya yang mengepal bersiap untuk memberi sebuah bogeman.


"jangan El, kita disini itu jadi detektif bukan jadi brandalan! "


"iya El jangan gegabah"


"gue gak suka cowok itu main meluk-meluk Floella gitu aja. kalian juga lihatkan Floella semarah apa? dia sampek nampar tu orang! "


rasa gelisah semakin membuncah, jika saja saat itu Elkan hanya sendiri, mungkin saja ia sudah menghajar Garvan dengan tangannya. untung saja kedua sahabatnya masih bisa menenangkannya.


"tunggu-tunggu, lo semarah ini karna lo jatuh cinta sama Floella kan El? ngaku aja!"


dengan cepat Marel meraup wajah Nando.


"lo lupa Ndo, iya emang Elkan cinta sama Floella. masih ditanya lagi" sahut Marel, sementara Elkan tidak menyahuti sama sekali. karena memang yang dikatakan kedua sahabatnya itu benar adanya.


"ya udah buru kita balik ke mobil, kita ikutin mereka lagi" usul Nando.


dan ketika mereka tengah sampai di perempatan, seperti yang dilihat Floella, saat itu mobil yang ia tumpangi bersama dengan Garvan diminta paksa oleh beberapa perampok sehingga Garvan melawan orang-orang tersebut.


'astaga, ternyata yang gue lihat tadi itu jalanan ini, bukan yang tadi? Floella lo cerobih banget si'


"Floella kunci pintu mobilnya" teriak Garvan.


awalnya Floella ingin membantu Garvan melawan para perampok, namun karena keadaannya saat ini, ia tidak bisa melakukannya.


perkelahian pun tak terelakan. seperti yang ada didalam penglihatan nya, salah seorang perampok hendak menikam Garvan dari belakang. saat itu Floella hendak keluar mobil, namun.


brak


bug


bug


Elkan, Nando, dan juga Marel datang membantu Garvan melawan para perampok hingga perampok itu lari terbirit-birit. karena Elkan datang agak terlambat, wajah Garvan sudah menjadi sasaran empuk para perampok.


Floella pun turun dari mobil, ia melihat Elkan yang berdarah disudut bibirnya. Floella pun segera mengusapnya dengan saputangan miliknya.

__ADS_1


"sorry El, apa sakit? oh iya, kalian darimana kok bisa lewat sini?"


bukannya menjawab pertanyaan dari Floella, Elkan dan kedua sahabatnya itu justru begitu terhipnotis dengan tampilan Floella saat ini.


"auh.. My pretty girl lihat wajah gue juga babak belur ni" ujar Garvan yang berusaha mencari perhatian dari Floella.


tidak sekedar mencari perhatian, memang wajah Garvan terdapat beberapa lebam dan sedikit darah di pangkal hidung dan juga sudut bibirnya.


"ya udah ini lo lap aja pakek tisu"


melihat sikap jutek dari Floella kepada Garvan membuat Nando terkekeh. berbeda dari Nando yang terang-terangan menertawakan Garvan, Marel berusaha menahannya.


"iya ini kita cuman abis dari basecam terus muter-muter aja Floe" balas Marel.


sementara Elkan, ia justru masih terhipnotis oleh kecantikan Floella malam ini.


"ya udah ayok pulang Floe, nanti tante sekar marah kalo gue gak nganterin lo tepat waktu. tadi lo denger kan waktu gue telfonan sama tante Sekar? "


"iya.. iya.. bawel banget si" Floella lalu hendak masuk kedalam mobil, namun sebelum itu ia kembali mendatangi Elkan.


"El, ini buat lo aja buat ngrlapin darah di sudut bibir lo. Nando, Marel, gue balik dulu ya.. bye"


"Hati-hati Floe, kalo ada yang kurang ajar langsung telfon gue." tawar Nando


"siap pahlawan" sperti biasa Nando langsung mencubit hidung Floella ketika Floella memanggilnya pahlawan.


-


Floella dan Garvan tengah sampai dirumah Floella. saat itu Sekar sudah menunggunya diteras rumahnya.


"malam tante"


"malam kak Garvan, loh wajah kamu kenapa?"


"tadi kita dicegat sama perampok ma, makanya Garvan jadi kaya gini"


"ya udah kamu obatin dong sayang, ayok masuk nak Garvan biar Floella obatin luka kamu"


"baik tante"


"bentar ma, Floella harus kekamar ganti baju bentar"


Floella berlari kekamarnya. didalam sana ia begitu merutukki dirinya sendiri. ia merasa sangat malu atas kejadian ketika ia di mini market bersama Garvan.


"isshh.. malu-maluin banget si gue! "


.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2