
Di sudut ruangan kelas terlihat elkan yang masih terduduk memikirkan sesuatu. saat itu marel dan nando datang menghampiri elkan yang masih termangu.
"woe.. diem-diem bae lu el. ngapain si?"nando menepuk pundak elkan.
"emm gue cuman mikirin kesehatan nyokap gue"
elkan tanpa sadar ia terus memperhatikan setiap tingkah dari nando ketika nando tiba-tiba keluar kelas untuk menghentikan langkah kaki floella yang sedang berjalan dengan kedua sahabatnya.
elkan terus melihat ke arah nando yang asik berbicara dengan floella yang saat itu berencana untuk mengikuti raja-ratu sekolah tahun ini, begitupun dengan nando yang ingin mengikuti kompetisi tersebut.
marel yang menyadari hal itu, ia tersenyum tipis, di pikirannya ia menduga saat ini elkan tengah cemburu melihat kedekatan nando dengan floella.
"lebih baik lo jujur sama perasaan lo el" ucap marel dan kini kembali berkutat dengan buku-bukunya.
sedangkan elkan masih bersikap seakan tidak paham dengan ucapan marel. kini elkan memutuskan untuk keluar kelas dan saat itu, ia hanya melewati floella dan teman-temannya begitu saja tanpa menyapanya.
"el.. lo mau kemana, lo gak mau ikut daftar ni sama kita-kita.." nando begitu bersemangat untuk mengikuti raja-ratu sekolah tahun ini.
floella pun hanya memperhatikan elkan dengan wajah innocentnya. sementara elkan tetap melanjutkan langkahnya ke arah keluar.
saat floella ingin melangkahkan kakinya mengikuti elkan, ia akhirnya mengurungkan niatannya ketika ingatan saat di rumah sakit kembali muncul tentang apa yang di lakukan oleh joana dan ibu elkan.
"lo kenapa floe tiba-tiba diem kaya patung, mana sedih lagi sekarang." seru zara.
"jangan-jangan setelah liat elkan, lo inget kejadian kemarin?" sahut indah.
floella memang menceritakan hal apapun kepada kedua sahabatnya itu, hingga kejadian kemarinpun zara dan indah mengetahuinya.
"emang ada apa kemarin?" nando begitu penasaran dengan ucapan indah. namun saat indah akan mengatakannya, floella lebih dulu memberi isyarat untuk tidak memberi tahukan kepada nando.
"ih apa kepo.." dengan cepat indah langsung mengubah apa yang akan ia katakan terhadap nando.
"udah ah keburu masuk, yuk kita ke kelas." zara segera menarik indah dan floella, agar nando tidak lebih banyak bertanya.
Selama pelajaran di mulai floella berpikir tentang perkataan dari edgar, untuk membuktikan dirinya terhadap orang yang meremehkannya. ia pun bertekad untuk memenangkan kompetisi kali ini, namun seakan kenyataan berbanding terbalik dengan tekadnya yang akhirnya menurunkan semangatnya saat ia mengingat lagi-lagi saingan beratnya adalah joana yang menjuarai raja-ratu tahun lalu dengan elkan.
tring....
bell istirahat berdering, kali ini floella memilih untuk duduk di bawah pohon tanpa bergabung dengan teman-temannya untuk pergi ke kantin.
"terlalu banyak melamun itu gak baik!" ucapan seseorang yang baru datang cukup membuat floella terkejut dan saat itu hampir membuatnya terjengkang karena tangan yang menumpunya terpeleset. dan dengan sigap orang yang berbicara tadi menangkapnya, namun malah ikut terjatuh.
__ADS_1
sehingga hal itu membuat floella dan edgar tertawa bersama. ya, orang itu adalah edgar guru olah raga sekaligus kakak dari lelaki yang ia taksir sejak pertama melihatnya.
floella bangkit lebih dulu, iapun mengulurkan tangannya untuk membantu edgar yang masih dalam posisinya terduduk di tanah, namun karena posisinya yang belum seimbang, floella malah terjatuh di pangkuan edgar.
"sejak kapan kalian pacaran??"
ke dua pasang mata itu tercengang melihat posisi floella dengan edgar saat ini. dan hal itu membuat edgar dan floella segera bangkit.
"pacaran itu cuman buat anak ingusan!" ucap edgar dan berlalu pergi meninggalkan elkan dan marel bersama floella dengan senyum smirknya.
sejak dulu memang edgar tidak pernah menyukai soal apapun tentang pacaran, karna ia sudah pernah mengatakan ia akan menyatakan perasaannya kepada seseorang yang ia sukai jika ia sudah siap untuk menikahinya. jadi tidak heran jika saat ini ia meremehkan kata pacaran, karna saat ini ia tidak merasakan jatuh cinta.
edgar berasumsi pacaran itu hanya membuang waktu di masa mudanya. ia menganggap seseorang yang pacaran itu akan merugi. karna apa? karena masa bebasnya akan di kekang oleh pasangannya. oleh karena itu ia sangat tidak menyukai pacaran. karna hal yang harus di rasakan setelah menikah, kenapa harus ia rasakan di masa mudanya. seperti di cemburui, dilarang ini itu dan ia di batasi untuk berdekatan dengan lawan jenis oleh pasangannya.
"ternyata banyak kemajuan ya floe setelah gue putusin lo! kenapa lo kadi murahan sekarang?" floella terperangah mendengar ucapan itu keluar dari mulut seorang elkan yang ia puja sejak dulu.
"apa lo bilang el? lo pikir gue serendah itu?" floella meneriaki elkan yang juga pergi setelah menuduhnya dan berkata kasar seperti itu. matanya memanas menahan air mata yang ingin keluar.
floella lalu menatap marel yang masih berdiri di hadapannya.
"gue kira lo itu beda sama cewe-cewe lain floe, ternyata lo selangkah lebih cepet dari cewe-cewe yang ngejar-ngejar cowo cakep di luar sana" marelpun pergi dengan tuduhan yang sama.
_
"hih gedek banget gue sama elkan, gue kan udah bilang sama lo floe buat lupain elkan. lo si bebal kalo di bilangin, udah cukup dia ngerendahin lo floe.. harusnya dia dengerin dong penjelasan lo, eh ini malah main nuduh lo dan ngatain lo ini itu mana sama pak edgar lagi"zara meremas kertas yang ada di tangannya.
"udah lebih baik lo lupain soal tadi, biarin aja mereka beranggapan seperti apa. toh walaupun lo bersikap baikpun elkan gak pernah ngehargain lo, sekarang lo fokus aja persiapin diri buat kompetisi raja-ratu. okey.." indah mengusap air mata yang mengalir di wajah floella.
"kalian emang sahabat terbaik gue, gue sayang sama kalian"floella menatap nanar kedua sahabatnya.
merekapun saling berpelukan dan sesekali mengusap air mata floella.
▪▪▪▪
weekend pun tiba, floella memutuskan untuk berjalan-jalan pagi sekedar melepas rasa jengah sendiri di rumahnya. pasalnya floella memang sering di tinggal oleh orang tuanya untuk mengurus beberapa bisnis milik keluarganya.
brugh...
"aw.." floella terjatuh karena menolong anak kecil yang hampir tertabrak oleh pengendara motor yang tidak berhati-hati hingga lutut kirinya berdarah.
"kamu gak papa kan dek?"
__ADS_1
"gak papa kak" anak itupun membantu floella untuk bangkit.
floella mengedarkan pandangannya mencari akan seseorang yang seharusnya bersama anak itu.
"kamu disini sama siapa dek?"
"tadi sama mama kak, tapi tadi mama naik angkot. dan karna orangnya ramai mama gak tau kalo aku ketinggalan" anak berperawakan sedikit berisi itu kehilangan ibunya saat bejalan pagi.
"ya udah sekarang kamu kaka anter pulang ya, kamu tau kan alamat rumah kamu?" gadis kecil itupun mengangguki ucapan floella, dan sekuta 15 menit floella berhasil mengantar gadis kecil itu ke rumahnya dengan selamat. orang tua anak itu begitu berterima kasih akan kebaikan floella, dan tanpa floella sadari saat itu elkan ada di sekitar rumah itu, karena kebetulan komplek perumahan itu juga di tempati oleh elkan.
elkan menghampiri floella yang saat itu tengah menunggu taxi online pesananya. "lo ngapain di daerah sini, lo nyari abang gue?"
"dengar ya elkan, walaupun lo itu orang yang paling gue suka. dan sebucin-bucinnya gue sama lo, tapi gue gak terima lo tuduh sembarangan kaya kemaren."
"emang apa salahnya ucaoan gue, emang benerkan lo itu cewe-"
floella menutup mulut elkan dengan jemarinya, dan seketika membuat elkan terdiam. "stop, jangan rusak mood gue el. gue gak mau berdebat okey.." ketika floella berjalan meninggalkan elkan. tiba-tiba elkan menghentikan floella dan mendudukannya di tepi jalan.
"lo tunggu bentar disini" selang beberapa saat elkan kembali dengan obat di tangannya.
elkan mulai membersihkan luka floella "walaupun kita lagi gak akur, tapi gue gak sekejam itu ketika gue lihat lutut lo berdarah" elkan dengan telaten mengobati floella hingga suatu ketika pandangan mereka bertemu.
'kenapa floella mendadak jadi cakep? apa emang bener kata orang. setelah seseorang itu milik orang lain, dia bakal kelihatan lebih menarik di mata kita' seketika elkan menggeleng menepis pemikirannya itu.
namun lagi-lagi ia tidak bisa berpaling dari floella yang sejak tadi terus memandangnya.
dan saat itu pula edaran mata elkan berhenti di bibir ranum milik floella, tanpa ia sadari ia begitu bersusah payah menelan salivanya.
'ini bener-bener gila. gue gak suka sama floella. kalo masalah bibir, ini wajarkan buat semua cowo yang sesaat tergoda sama lawan jenis?'
saat ini perasaan elkan mendadak tak karuan saat floella tiba-tiba mengusap keringat di wajahnya sehingga membuat posisinya semakin dekat dengan elkan.
deg...
'perasaan apa ini? inget el, dia itu sekarang sama abang lo sendiri!'
.
.
.bersambung
__ADS_1
.