Fool Love

Fool Love
Sok Jagoan


__ADS_3

Floella sampai lebih awal di sekolah, karena merasa bosan ia memilih berjalan-jalan di belakang ruang kelas. namun tanpa ia sangka disana ia melihat Indah yang tengah bercanda denga seorang siswa laki-laki yang berperawakan tinggi.


"itu beneran Indah kan? siapa cowo itu pakek nyubit-nyubit idung segala, mereka sedeket itu?"


"kalian pacaran?"


seketika Indah terlonjak kaget saat Floella sudah berada di depannya yang saat itu tengah bercanda ria dengan Marel.


"jadi lo pacaran sama Marel, Ndah?"


dengan cepat telapak tangan Indah menutup bibir Floella dan mengajaknya duduk.


"jangan kenceng-kenceng dong Floe, nanti kalo anak-anak tau kan bisa kacau!"


Floella menarik nafas panjang dan menatap Indah dengan Marel secara bergantian. "gue gak perduli kalo anak-anak tau Ndah, yang gue khawatirin gimana sama perasaan Zara yang dari dulu naksir sama Marel."


"itu juga yang gue takutin Floe, makanya please rahasiain ini ya?"


"gue gak bisa khianatin persahabatan kita Indah" Floella memijat keningnya yang terasa pening. "tapi gue juga gak bisa liyat Zara hancur!"Floella berada di dalam dilema.


"gue janji gue bakal kasih tau Zara sendiri tentang hubungan gue sama Marel Floe, tapi please untuk saat ini tolong rahasiain dari anak-anak khususnya Zara!"


Indah berusaha meyakinkan Floella, sementara itu Marel hanya terdiam memperhatikan keduanya.


"okey gue gak akan bilang dulu sama Zara. dan untuk lo Rel, kenapa si lo harus nembak Indah? padahal lo tau kan Zara naksir lo dari dulu!"


"cinta itu gak bisa milih untuk siapa Floe, dan gue gak mau jadian sama Zara cuman karna alasan kasihan. gue gak mau Zara ngerasain sama seperti yang lo rasain dulu!" Marel pun angkat bicara.


"gue tau Rel, tapi seenggaknya kalian harus jujur. kalo kaya gini, sama aja kalian nusuk Zara dari belakang! tapi gue gak bisa menghakimi kalian, ini hidup kalian." Floella pun berlalu pergi. di saat Floella ingin kembali ke kelasnya, ia tidak sengaja berpapasan dengan Elkan yang saat itu tengah berdiri di hadapannya.


namun tanpa menyapa, Floella hanya melewati Elkan. entah kenapa lagi-lagi Elkan mencekal pergelangan tangan Floella dan menghentikan langkah Floella. Elkan kemudian mengangkat tangan Floella dan kemudian ia mengamati jari manis Floella.


"apaan si El, balikin gak?" Floella berusaha meraih cincin pertunangannya yang dilepas oleh Elkan.


Floella berjinjit untuk meraihnya, namun karna tinggi badannya terlampau jauh dari Elkan sehingga ia terpaksa harus melompat hingga,


brugh


karena kehilangan keseimbangan akibat lompatannya membuat tubuhnya menimpa Elkan. saat itu Floella memejamkan matanya karna takut membentur tanah, berbeda dengan Elkan yang justru memperhatikan tiap inci dari wajah Floella yang berada di atas wajahnya. cukup lama Floella memejamkan matanya, hingga Elkan begitu leluasa memperhatikannya.


"apa-apaan ini!"


Floella pun membuka matanya dan melihat dari sumber suara yang baru saja mengagetkannya. sementara Elkan, dia hanya menatap datar seseorang yang begitu terlihat kesal.


seseoramg tersebut segera membantu Floella bangkit. "kamu gak papa Floe?"


"iya pak Edgar, aku baik-baik saja."


"lagian kenapa bisa kalian berposisi seperti itu?"

__ADS_1


"aku hanya terpeleset dan tidak sengaja menimpa Elkan pak Edgar, tolong jangan salah paham!" Floella sengaja tidak memberitahu masalah cincin yang di ambil oleh Elkan, ia takut Edgar akan berkelahi dengan Elkan jika mengetahui cincin tersebut lepas dari jarinya karna Elkan.


"ya sudah mari ke kelas pak, pelajaran akan segera dimulai." Floella pun menarik Edgar untuk pergi ke kelas bersama tanpa memperdulikan Elkan yang masih berdiri di tempat itu dan terus memperhatikan Floella yang mulai menjauh bersama Edgar.


"gue benci dengan keadaan ini,sejak kapan Floella lupain masalah cincin! kenapa dia malah nutupin semua dari bang Edgar?"


meninggalakan Elkan yang masih mematung, Floella masuk kedalam ruang kelas bersama dengan Edgar. saat itu Zara dan Indah sudah ada di dalam, Zara terlihat sangat antusias ketika menceritakan perasaannya terhadap Marel. namun berbeda dengan Indah yang terlihat canggung saat melihat kedatangan Floella.


"Floella.." panggil Zara yang melambaikan tangannya.


"oke semuanya, kita akan mulai pelajaran hari ini. karna di luar mulai hujan, kita hanya belajar teori saja"ujar Edgar.


pelajaran pun berjalan seperti biasa, tanpa terasa bel berdering menandakan pelajaran telah usai dan berganti dengan mata pelajaran yang lain


kini Floella dan teman sekelasnya pun segera bergegas pergi ke laboratorium untuk praktek.


awalnya semua berjalan lancar hingga salah satu siswa menjatuhkan cairan dan menyebabkan kebakaran. seisi ruangan pun panik, semuanya lari kesana kemari untuk menyelamatkan diri. tanpa ada yang berusaha untuk memadamkan api.


"semuanya keluar selamatkan diri kalian" guru pemandupun memerintahakan semua untuk menyelamatkan diri karena api semakin besar.


"Zara, Indah ayo cepetan keluar" ucap Floella yang menarik kedua sagmhabatnya keluar. namun tepat setelah mereka berhasil menyelamatkan diri, Floella melihat salah satu siswa tertinggal.


"sebentar girls gue harus bantuin Nindy" Floella pun kembali masuk.


"Floella jangan,bahaya.." Indah berteriak.


saat semuanya panik akan keselamatan Fleolla, Elkan Marel Nando dan Edgar pun datang.


"dia masuk buat bantuin Nindy pak" sahut Zara. "nah itu Nindy"sambungnya lagi.


"Nin, mana Floella?" Nando pun mencari keberadaan Floella berharap ada dibelakang Nindy, namun tidak ia temui sama sekali.


Nindy yang terlihat sesak nafas pun pingsan sebelum menjawab pertanyaan Nando, sementara itu Elkan langsung menerjang api yang mulai menutupi jalan masuk dan saat Edgar hendak menyusul beberapa guru datang dan melarangnya.


"pak Edgar, jangan masuk pak. api sudah membesar, itu berbahaya. sebentar lagi pemadam kebakaran datang pak!"ucap salah satu guru.


"iya pak lebih baik kita tunggu disini dari pada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sahut Marel."


"gue mau masuk" ucap Nando


"iya saya juga harus masuk karna Floella masih didalam bersama Elkan!" sahut Edgar.


"gak bisa kalian harus tetap disini" ucap Marel dan yang lainnya sembari memegangi keduanya.


"aduh tapi Floella gimana dong, gue gak mau ya kalo Floella sampek kenapa-napa!"


saat semuanya riuh di luar ruangan, Elkan didalam mencari keberadaan Floella. dan benar saja saat ia menemukan Floella, ia mendapati Floella disudut ruangan.


"awas Elkan jangan kesini bahaya" teriaknya dari sudut ruangan.

__ADS_1


tanpa memperdulikan ucapan Floella, Elkan langsung melompati kobaran api yang sudah mengurung Floella.


"lo kenapa si Floe sok jagoan pakek nolongin orang lain? dan apa hasilnya, dia bisa keluar dan lo masih disini?" Elkan terlihat begitu mencemaskan Floella meskipun kata-katanya terkesan kasar.


"ya gimana dong El waktu gue mau keluar sama Nindy, tadi apinya udah nutupin jalannya." ucap Floella sembari menutup hidungnya agar tidak terlalu banyak menghirup asap. "dan lo kenapa pakek masuk segala? bahaya El!"


"itu maksud gue Floe! ini bahaya kenapa lo pakek masuk lagi, udah sekarang ayo kita keluar dari pada kita kepanggang!"


Elkan menggandeng Floella dan hendak berlari keluar, namun rak yang sudah terbakar tiba-tiba roboh di depan mereka hingga membuat keduanya mundur.


"udah lebih baik lo keluar El, gak usah perduliin gue! selamatin diri lo!" Floella menyuruh Elkan untuk keluar, namun Elkan menolaknya.


karena asap yang semakin tebal, oksigenpun berkurang dan membuat Floella sesak nafas dan tumbang. saat itu Elkan membawa Floella kedalam pelukannya, dan untung saja Elkan sudah membasahi sebuah sapu tangan miliknya dan ia segera memberikannya untuk Floella menutup hidungnya.


"pakek ini Floella!" saat itu Floella sudah memejamkan matanya dan pingsan.


"Floella please bertahan! gue gak mau kehilangan lo Floe!"


Elkan mengangkat tubuh Floella dan berusaha untuk melewati api, namun karena api terlalu besar, justru tangannya terkena oleh api dan melukainya.


"arrgghh, gue gak akan nyerah! gue akan selamatin lo Floe. jadi please bertahan buat gue Floe!" Elkan terlihat cemas, bahkan ia berulang kali memberi Floella nafas buatan, hingga ketika pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, Floella sudah sadar berada di dalam pelukan Elkan.


"Elkan.." Floella sempat membuka matanya namun kembali pingsan.


"minggir, biar aku yang membawa Floella!" tukas Edgar yang menggantikan Elkan dan membawa Floella keluar.


"lo gak pa-pa kan El?" Nando dan Marel bersama-sama membantu Elkan ke UKS dengan Zara dan Indah yang sudah mengikuti Floella.


sesampai di dalam UKS setelah Edgar menyerahkan Floella kepada petugas medis, ia berjalan kearah Elkan.


bug


Edgar melayangkan pukulan keras kesudut bibir Elkan hingga berdarah.


"gila ya kamu El, kamu manfaatin keadaan buat cium calon instriku!"


"bang Edgar yang gila! abang nuduh aku manfaatin keadaan? itu aku kasih nafas buatan bang bukan buat nyium Floella!"


"udah dong kalian jangan berantem disini!" Indah menengahi perdebatan antara kakak adik tersebut.


"diam kamu!" bentak Edgar


"pak Edgar!" Marel berteriak "gak usah kasar sama Indah, bapak jangan bikin keributan dan bentak-bentak Indah! Elkan itu gak salah pak, justru karna Elkan, Floella bisa selamat.


'apa Marel akan berani bentak guru kalo diposisi Indah itu gue? dan kenapa Marel begitu emosi? ah gue yakin Marel juga akan lakuin itu kesiapapun, karna gue tau Marel paling gak bisa kalo liyat orang lain diperlakuakan kaya gitu!' batin Zara.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2