Fool Love

Fool Love
Kita Searah


__ADS_3

Floella berjalan sendirian di Koridor Sekolah. saat itu ia merasa seseorang mengawasinya, namun ketika ia mengedarkan pandangannya, ia tidak mendapati ada orang yang memperhatikannya.


Akhirnya Floella meneruskan langkahnya untuk pergi ke kelasnya. namun ketika Floella hampir sampai di kelasnya, tiba-tiba sebuah tangan menariknya dan membawa mengekangnya dengan dinding.


"Garvan? lo ngapain tarik-tarik gue kesini? "


"emang salah narik pacar sendiri?"


mendengar ucapan Garvan, Floella memutar bola matanya malas. ia benar-benar muak dengan ucapan Garvan yang selalau menyebutnya sebagai kekasihnya.


"denger ya Garvan, gue bukan cewek lo. dan lebih baik lo gak gangguin gue. gue males harus dapet musuh gegara mereka ngirain kalo gue bener-bener cewek lo! " Floella lalu mendorong Garvan dan segera masuk kedalam kelasnya.


"lihat aja Floella, lo bakal ngejar-ngejar gue! seorang Garvan pewaris dari keluarga Bagaskara gak akan pernah bisa ditolak sama gadis manapun"


Bell sekolah pun berdering,


Kini semua siswanya sudah didalam kelas masing-masing. Raka yang berada disebelah Floella melihat raut kekesalan di wajah Floella. saat itulah Raka sadar penyebab dari kekesalan Floella bukan lain adalah temannya sendiri yaitu, Garvan.


Hingga bell istirahat berdering, Floella masih saja menekuk wajahnya. ia lalu berinisiatif untuk pergi ke Gor Akuatik.


"hari ini kan anak-anak gak ada jadwal buat latihan renang karena ini hati jumat, lebih baik gue tenangin pikiran gue."


Floella melepas sepatunya dan merendam kakinya disana. namun tanpa ia sadari kakinya tiba-tiba ditarik dari dalam air hingga Floella tercebur kedalam air.


byur


"hap.. "


Floella keluar dari dalam air dan meraih wajahnya yang basah. "sshhh.. jadi basah gini. tapi siapa yang narik gue tadi? "


"gue"


"Aaa.. "


"ssstttt, ini gue Raka"


"Raka, lo kok narik gue si? gue basah ni jadinya" omel Floella.


mendengar Floella mengomel, Raka justru terkekeh sehingga membuat Floella menghentikan ocehannya.


"lo nggak ada gitu ngerasa bersalah sama gue Rak? "

__ADS_1


Raka justru menarik sebelah ujung bibirnya membentuk senyum smirk. "gue cuman mau pikiran lo itu adem, dan muka lo gak tegang terus. jadi gue masukin lo ke dalam air biar lo fresh"


"ternyata lo juga reseh ya Rak, kenapa semua anggota geng Omorfos itu pada nyebelin? gak ketuanya, gak yang lain, semuanya nyebelin"


"jadi lo mau apa sekarang? "


"emm gue mau tenggelemin lo"


Saat itu Floella langsung menekan pundak Raka hingga Raka masuk kedasar kolam. tetapi Raka tidak tinggal diam, ia justru ikut menarik Floella kedalam air hinga Floella pun ikut tenggelam. didalam air cukup lama memang sudah terbiasa untuk Raka, namun untuk Floella ini adalah sebuah kerja keras hingga ia hampir kehabisan nafas.


Raka yang menyadari kondisi Floella didalam air segera memegang pinggang Floella dan mengangkatnya keatas permukaan air. Raka yang berada lebih rendah, ia mendongak dan terkena tetesan air dari rambut Floella yang basah membuat ia mengerjap beberapa kali. dan disaat ia benar-benar bisa membuka ke dua matanya, saat itulah penadangannya bertemu dengan pandangan mata Floella.


Deru nafas yang tidak stabil membuat Raka segera membawa Floella tepi dan mendudukannya ditepian Kolam.


"Gila lo Rak, lo mau bikin gue jadi ganti dikolam renang ini?" gerutu Floella yang masih duduk ditepi kolam, sementara Raka masih didalam air dengan tangannya diatas tepian kolam.


"ya tadi lo si yang Nenggelemin gue duluan, ya udah gue gak mau tenggelem sendiri dong. eh gak taunya pernapasan lo buruk banget didalam air."


"astaga lo pikir gue atlet renang apa? ya gue mana pernah kayak gitu didalam air, ente kadang-kadang ente.."


keduanya kini saling terkekeh, terlebih Floella menggunakan kata-kata yang sering muncul di video pendek yang ada di aplikasi Toktok.


"nah gitu dong ketawa"


sesampainya diruang ganti Floella segera mengganti pakaiannya dengan seragam ilah raga yang ia simpan di loker miliknya.


Seperti biasa Floella ingin pulang menggunakan kendaraan umum. namun saat itu Garvan yang tiba-tiba muncul menyuruh supir angkot tersebut pergi.


"lo gimana si Garvan, kenapa lo malah ngusir supir angkotnya? " suasana hati Floella yang baru membaik, kini menjadi kesal kembali karena tingkah Garvan. dan saat itu Floella melihat Raka yang melintas segera menghentikan Raka.


"lo kenapa si malah naik di motor gue? "


"udah jalan aja"


Raka saat itu melihat Garvan yang terlihat kesal. rahangnya mengeras dengan garis wajah tegas membuat siapapun akan menciut. 'Kalo gue gak nurutin Floella, Garvan pasti bakal maksa Floella buat naik motornya. dan dia bisa ngelakuin cara apapun buat ngelancarin rencananya. dan gue gak akan bikin Garvan menyesal sama langkahnya nanti. Sorry Van, gue harus lakuin ini supaya lo berhenti maintain cewek lagi.'


Akhirnya Raka menuruti ucapan Floella. namun setelah Floella merasa ia sudah jauh dari sekolahan, ia meminta Raka untuk memberhentikan laju motornya.


"kenapa lo turun? tadi lo yang maksa gue nganterin lo, giliran gue anter lo malah turun! "


"iya tadi gue cuman ngehindar dari temen lo. ya udah gue makasih karna lo udah ngasih tumpangan gue sampek sini."

__ADS_1


ketika melihat Angkot yang melintas, Floella tidal melewatkan kesempatan itu untuk segera menaiki nya dan meninggalkan Raka sendirian ditepi jalan.


Keesokan harinya seperti biasa Floella menunggu Angkot di tepi jalan untuk pergi kesekolah, namun saat itu Elkan sudah menunggunya dan menagajaknya untuk oergi kesekolah bersama.


"pagi Floella.." sapa Elkan yang membuat Floella sedikit tertegun.


"Elkan, lo udah sembuh? "


"seperti yang lo lihat, ya udah kita berangkat bereng "


"tapi kita beda sekolah El"


"tapi kita searah Floella, buruan gue anter"


"okey, tapi gratiskan"


"iya"


Floella berangkat kesekolah dengan diantar oleh Elkan. dan tanpa Elkan sadari ketika Floella duduk dibelekangnya dengan sikap Elkan yang tiba-tiba meletakkan tangan Floella melingkar dipertanyakan membuat jantung Floella bekerja keras dengan berdetak lebih cepat.


kini Elkan melajukan motornya dalam kecepatan sedang. "Floella, lo baik-baik aja kan? "


"iya gue baik! "


'tapi walaupun Floella mengatakan baik-baik saja, kenapa aku tetap gelisah seperti ini? rasanya aku ingin tetap menemani Floella.' batin Elkan.


Mereka terus berbincang hingga tanpa mereka sadari saat ini mereka tengah sampai disekolahan Neosantara.


Floella pun segera turun dari motor Elkan dan hendak memasuki gerbang.


dug


"auh... "


Floella memegangi dahinya yang terkena oleh lemparan tomat dari beberapa gadis yang bersekolah di tempat itu.


"hei kalian sengaja ya?" ucap Elkan sembari menuruni motor yang ia naiki.


"itu yang pantes buat cewek sok cantik yang berani-beraninya ngekhianatin Garvan cuman gara-gara Raka. dasar cewek mura*han"


Floella dan Elkan membulatkan matanya ketika melihat kertas yang dilemoar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2