
Elkan perlahan mendudukkan Floella di tempat duduknya, namun setelah itu Elkan segera pergi dan kembali dengan kursi roda milik Floella.
"kalo lo mau ke bawah, lo harus panggil gue ya Floe. gue yang akan bantu lo, itu janji gue!"
"tidak perlu seperti ini, gue tetep akan minta pindah kelas. dan jika pihak sekolah tetap tidak mengizinkan, maka gue akan cari sekolah lain yang bisa bikin gue nyaman! dan sekarang, lebih baik lo kembali ke kelas lo el!"
Elkan tidak menyangka dengan apa yang di katakan oleh Floella. Elkan merasa ini bukan Floella, dimana Floella yang selalu berkata manis dengan Elkan. dan yang ada di hadapannya saat ini justru seseorang yang terlihat sangat membencinya.
"jangan Floe, lo gak perlu pindah kelas ataupun pindah sekolah. ada gue disini yang bakal bantu lo Floe. gua akan bertanggung jawab karna lo kaya gini itu karna gue kan?"
saat Floella berbincang dengan Elkan, beberapa temannya hanya memperhatikan dari luar kelas. pasalnya mereka merasa berasalah karna sempat meragukan Floella. dan justru saat ini hal itulah yang menyebabkan Floella tidak bisa berjalan.
-
siang itu di kantin sekolah, Zara, Indah dan yang lainnya membahas tentang Floella. masing-masing duduk dengan meja yang kosong tanpa pesanan.
"gue ngerasa bersalah banget deh guys" ucap Zara yang memulai obrolan di meja kantin.
"gue juga Ra, bahkan sekarang Floella minta pindah kelas! dan kalau pihak sekolah gak ngizinin, dia bilang juga mau pindah sekolah"sahut Indah dengan wajah sendunya.
"gue gak akan tinggal diam, gue akan berusaha bikin Floella tetep sekolah disini!" kini Nando yang angkat bicara.
"tapi gimana caranya ndo?" saat ini Marel menatap Nando dengan menautkan alisnya.
"kalian tenang aja, ini pasti akan berhasil" nando menyunggingkan senyumnya, sementara itu teman-temannya hanya menatapnya heran.
setelah berujar seperti itu, nando segera menemui Floella yang saat ini tengah duduk di atas kursi rodanya menghadap ke sebuah jendela. yang saat ini ia hanya memperhatikan sesuatu di luar tanpa senyum yang terukir di wajahnya.
"hai Floe, gue bawain ini buat lo" Nando menyodorkan cokelat kesukaan Floella.
"lo bisa simpen itu buat lo ndo, gue lagi gak pengen makan!" masih dengan tatapan keluar jendela.
__ADS_1
"apa lo marah sama gue Floe? lo kecewa karna kita semua curiga sama lo dan pak Edgar?"
saat itu Floella hanya terdiam, ia masih enggan menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Nando.
"gue minta maaf Floe, awalnya gue nolak mencurigai lo sama pak Edgar. tapi setelah gue ngikutin lo sama pak Edgar, gue jadi ragu. karna saat itu pak Edgar bahas soal cari solusi. dan karna itu gue jadi ikut mencurigai lo setelah mendengar beberapa argumen dari temen-temen" Nando lalu berlutut di hadapan Floella, dan kini ia meraih kedua telapak tangan Floella.
"maafin gue Floe, gue salah. salah banget sama lo! tapi gue lakuin itu karna gue sebenernya gak terima kalo lo sampai dimiliki sama pak Edgar, makanya gue cari tau tentang kecurigaan itu Floe!"
"maksud lo apa?"
mendengar pertanyaan Floella, kini Nando menatap lekat kedua manik mata Floella dengan dalam. ia lalu mencium punggung tangan Floella, dan.. "gue suka sama lo Floe, bahkan mungkin sekarang gue mulai Cinta sama lo!"
sontak Floella membukatkan kedua maganya dan menarik tangannya dari genggaman Nando.
"gue tau lo kaget gue bilang kaya gini kan Floe? itulah yang bikin gue enggan ngomongin perasaan gue sama lo. lo pasti nganggep gue playboylah ini itu lah!"
"please Floe maafin kita yang sempet raguin lo, karna gua bener-bener sayang sama lo!" sambung Nando yang kini kembali meraih tangan Floella.
"maaf Nando gue belum bisa menerima semua ini! apa lo tau, gue sama pak Edgar susah-susah cari solusi supaya bebas dari mama gue! tapi gue gak nyangka kalo kalian semua malah nganggep gue seperti itu. itu bener-bener sakit buat gue Ndo. dan untuk perasaan lo, lo taukan Ndo dari dulu perasaan gue gak berubah."
Floella menggeleng pelan dan menatap Nando dengan sorot mata yang sulit di artikan sehingga membuat Nando mengerutkan dahinya.
"mungkin gue akan tetep dengan perasaan gue, tapi gue gak akan kejar Elkan lagi. karna gue tau Elkan bukanlah seseorang yang bisa menghargai perasaan gue!"
"tapi ini akan nyiksa lo Floe, dengan lo gak buka hati kesiapapun tapi lo gak mau ngejar cinta Elkan, itu sama aja lo nyiksa diri lo. apa lagi sekarang lo akan sering ketemu sama Ekan, karna dia udah bilang mau bantuin lo setiap lo naik turun tangga kan?"
Floella tersebyum getir lalu kembali menatap Nando "gue akan tetep minta pindah kelas Nando!"
"kalo gak di izinin?" Nando mengangkat sebelah alisnya.
"gue akan pindah sekolah! meskipun alasan gue dapat masalah sama pak Edgar itu awalnya karna gue gak mau pindah sekolah tapi gue sekarang rela buat pindah sekolah."
__ADS_1
"lo gak boleh pindah Floe, karna gue cinta sama lo"
"nando gue kan udah bilang sama lo gu-"
"oke, soal perasaan gue lo bisa lupain itu. tapi gue mohon lo tetep disini Floe, karna gue gak bisa lo jauh dari gue!"
"gue harus pindah Nando jika pihak sekolah tetep gak mindahin kelas gue!"
Nando lalu memeluk erat tubuh Floella, dan kini ia mula mengetakan sesuatu yang berhasil membuat Fleolla membulatkan kedua matanya.
▪▪▪▪
"ada apa denganku? kenapa rasanya aku gak rela melihat Floella di oeluk oleh Nando! dan kenapa dadaku sesak saat aku dengar Floella gak bisa lupain Elkan!"
saat ini Edgar berbicara dengan dirinya sendiri didalam kamarnya. ia merasa sesuatu yang bahkan ingin ia tolak.
"gak, ini gak bener. cinta itu gak guna, aku gak boleh suka dengan Floella. bahkan cewe itu terang-terangan ngejar adikku kan?" Edgar mengacak rambutnya frustasi.
Hingga beberapa hari Edgar terus bermonolog dengan dirinya sendiri. ia berusaha menolak perasaannya yang kini tertuju dengan gadis yang selalu mengharapkan cinta daei adiknya.
Edgar lalu bangkit dari tidurnya dan keluar kamar dengan jaket di tangannya, ia berjalan denga cepat menuju keluar rumah. namun saat itu ia tidak sengaja menabrak Elkan yang baru saja masuk.
"bang mau kemana"
"ada urusan yang harus aku selesaikan!" sahut Edgar yang kemudian melajukan motornya dalam kecepatan tinggi. sedangkan Elkan, ia hanya melihat dengan bingung kepergian Edgar yang terkesan buru-buru.
"apa ada yang serius?"
.
.
__ADS_1
bersambung
.