Fool Love

Fool Love
Pernah Diposisi Itu


__ADS_3

Acara peetunanganpun segera dimulai. Floella yang saat itu didampingi orangtunya, ia menatap beberapa temannya yang terlihat begitu terkejut mengetahui calon tunangannya adalah Edgar.


Kini Edgar dan Floella bertukar cincin, kemudian acara berlanjut dengan acara dansa. Floella berdansa dengan Edgar dan kedua sahabatnya pun berdansa dengan Nando dan Marel.


namun berbeda dengan Floella yang berdansa dengan pasangannya, justru Marel harus berdansa dengan Zara sedangkan Indah dengan Nando.


setelah berlangsung beberapa menit, akhirnya dansa pun usai. acara telah selesai.


"Floe, kita balik ya.. semoga lo bahagia sama keputusan lo" Indah dan Zara memeluk erat sahabatnya itu.


_


Indah dan Zara berdiri dipinghir jalan menunggu taksi yang mereka pesan. namun saat itu Marel menghentikan mobilnya didekat Zara dan Indah.


"mau balik bareng?" ucap Marel dari balik kaca jendela mobil yang ia buka.


"emm boleh-boleh.." Zara pun segera masuk dan duduk dikursi sampinh kemudi.


mendapati Indah yang tak kunjung masuk, akhirnya Marel turun untuk menjemput Indah.


"kenapa gak masuk, tu zara malah udah duduk didepan!" ucap Marel


Indah melihat Zara dan saat itu Zara tersenyu sambil melambai dari dalam mobil. "emm Rel, lo jangan bilang sama siapa-siapa kalo kita tadi udah jadian ya" lirih Indah, sedangkan Marel mengangkat sebelah alisnya.


"iya karna gue tau kalo Zara itu naksir lo dari dulu, gue gak mau dia kecewa walauoun gue gak tau sekarang apa perasaannya sama lo masih sama kaya dulu?!"


"tapi gue gak suka sama Zara, Indah!"


"iya kita beckstreet aja dulu sampek gue bilang sejujurnya keZara, please.."


Marel menghela nafas panjang "okey, tapi kita gak boleh backstreed lama-lama Ndah.!"


"iya gue janji!"


"hei kalian ngobrolin apa si lama banget! emang kalian gak mai pulang?" ucap Zara sedikit berteriak dari dalam mobil.


tin tin

__ADS_1


suara klakson mobil membuatbMarel dan Indah menghentikan obrolan mereka.


"Indah ayo pulang bareng gue, kita kan satu arah! biar Marel yang nganterin Zara, mereka kan juga satu arah" tawar Nando dan hal itupun disetujui oleh Indah.


keesokan harinya seperti biasa Indah datang dengan Zara dan bertemu dengan Floella di area parkir. namun kali ini Marel sudah menunggu Indah di dekat kelasnya.


"girls,gue samperin Marel dulu ya" ucap Zara seraya berjalan lebih cepat kearah Marel.


"hai Rel.."


Marel hanya tersenyum sembari menatap Indah yang melewati dirinya bersama dengan Floella masuk kedalam kelasnya dan hanya tersenyum seperti biasa tanpa menyapanya.


dan saat itu pula Zara menggerakkan telapak tangannya dihadapan Marel dan membuat Marel sadar dari lamunannya.


"emm ada apa Rel, tumben lo pagi-pagi dateng ke kelas gue?"


"nggak ada Ra, gue ke kelas duluan." Marel pun segera berjalan menuju kelasnya, sementara itu Zara menyusul Floella dan Indah yang tengah mengobrol di dalam kelas.


"lo kenapa Zara senyum-senyum sendiri?" selorohan Floella membuat Indah mengerutkan dahinya.


"nggak pa-pa kok Floe, gue cuman lagi seneng aja!"


"ya seneng aja Marel tadi kesini pasti mau liyat gue! tapi dia malu ngakuin itu, gue yakin sebentar lagi dia nembak gue!"


"idih ni anak gak pernah move on ya.. lo tau dari mana kalo Marel kesini mau liyatin lo Zara?" sahut Floella.


"denger ya girls, dari kemarin-kemarin gue gak sengaja liyat Marel tu diem-diem perhatiin gue. dia juga senyum kalo ketemu gue, jadi gue yakin dia mulai sadar akan kehadiran gue!" Zara terus mengembangkan senyum diwajah manisnya.


'astaga.. apa yang bakal Zara pikirin soal gue kalo dia tau gue udah jadian sama Marel? gue yakin dia bakal kecewa banget, tapi gue gak bisa bohongin perasaan gue!' Indah terlihat gusar saat ia tau perasaan sahabatnya belum juga pudar terhadap Marel, justru saat ini Zara lebih berharap terhadap Marel.


"apa gue tembak aja Marel ya, sekarang kan lagi tren cewe nembak cowo lebih dulu!" entah kenapa pikiran itu tiba-tiba muncul di benak Zara.


"eits, lebih baik jangan deh Ra. jangan sampek nasib lo kaya Floella, kita gak tau kan nanti siapa tau Marel terima lo karna kasihan sama lo kaya waktu Elkan jadian sama Floella waktu itu" mendadak Indah mencegah Zara.


"lo kenapa si Ndah jatuhin mental gue! padahal biasanya lo kan yang paling semangat dukung gue buat deketin Marel?"


"bukannya gitu Zara, gue cuman peduli sama lo"

__ADS_1


"iya Zara, apa yang di ucapin Indah itu emang ada benernya. dan asal lo tau Ra, jadian karna kasian itu sakit banget karna gue pernah diposisi itu." tiba-tiba saja Floella teringat akan perjuanganya untuk mendapatkan Elkan.


"emm sorry Floe, gara-gara gue lo jadi inget sama Elkan!" ucap Indah penuh penyesalan.


"udah-udah jangan bahas masalalu dan jangan bahas soal kegagalan okey? sekarang lebih baik kalian kasih ide gue gimana cara nembak Marel"


mendengar kegigihan Zara, Indah hanya merauo wajahnya perlahan. ia hanya khawatir dengan persahabatannya dengan Zara dan juga keadaan Zara nantinya.


-


sang itu jam istirahat sekolah ketika Floella berjalan menuju perpustakaan Elkan menghentikan langkah kaki Floella dan menariknya kebelakang sekolah.


"Elkan, lo kenapa tarik-tarik gue?"


Elkan menatap tajam kearah Floella yang saat itu berdiri dihadapannya. sementara itu Floella masih bingung karna tiba-tiba saja Elkan membawanya ke belakang sekolah tanpa mengatakan apapun.


"kalo lo cuma mau diem, gue mau keperpus!" Floella hendak berjalan meninggalkan Elkan, namun Elkan sudah lebih dulu mencekal pergelangan tangannya sehingga membuat Floella kembali menhadap ke arahnya.


"gue mau lo batalin pertunangan lo sama abang gue!"


"apa-apaan si El, gue gak mau bercanda. dan gue harus ke perpus sekarang." Floella berusaha melepas cekalan dari Elkan, namun nyatanya tenaganya tak lebih kuat dari Elkan dan hal itu hanya membuat pergelangan tangannya memerah.


"gue gak bercanda, gue gak mau tau lo harus batalin atau gue yang akan bikin batal pertuangan kalian!"


Floella menautkan kedua alisnya dan menatap tajam kedalam mata Elkan yang hanya berjarao beberapa senti saja darinya.


"sebenarnya apa mau lo Elkan, gue udah gak ngejar-ngejar lo kan? kenaoa lo masih gangguin gue?"


Elkan lalu tersenyum menyeringai "itu balasan buat lo yang dulu selalu gangguin gue, dan sekarang itu juga yang akan gue lakuin sama lo. enak aja lo mau nikahin abang gue!"


"lo bener-bener keterlaluan ya El!" Floella pun segera mendorong Elkan dan berlari menjauh dari Elkan.


sementara itu Elkan hanya menatap kepergian Floella tanpa berusaha mengejarnya. 'sorry Floe, bukan maksud gue buat balas dendam. tapi gue gak suka liyat lo tunangan sama bang Edgar!'


.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2