Fool Love

Fool Love
PDKT


__ADS_3

Hari ini floella sudah mulai masuk sekolah seperti biasa, namun dokter menyarankan untuk tidak beraktifitas berlebihan karena floella saat ini dalam masa pemulihan.


dan entah kenapa, semenjak ia di rawat di rumah sakit. kini teman-temannya begitu perhatian terlebih elkan dan nando.


"pagi pak edgar.." sapa salah satu siswi yang berpapasan dengan edgar, hal itupun di angguki oleh edgar yang berjalan menuju ruang guru. seperti biasa edgar selalu jadi pusat perhatian tatkala ia berjalan di tengah-tengah muridnya. aura ketampanan ya g ia suguhkan menjadi candu tersendiri dari para siswi yang ia ajar.


"floella.."


suara edgar berhasil membuat seseorang yang ia panggil menghentikan langkahnya.


"kok cuma floella si pak, disini juga ada kita lo.." sahut zara dengan senyum jahilnya.


edgar pun membalas dengan senyuman yang sontak membuat zara dan indah terpanah.


"astaga ndah.. ni guru makannya apaan ya kok cakep bener!" zara berbisik kepada indah yang tepat di sebelahnya.


"ada apa ya pak?" floella menimpali panggilan dari edgar.


"bagaimana dengan kondisimu saat ini apa kau benar-benar sudah membaik?"


semua siswi yang ada di sekitaran floella pun mulai mencibir meskipun suara mereka tak sampai di telinga floella. mereka menganggap bahwa floella mencari perhatian dari guru favorite mereka dan berusaha mendapatkannya setelah tidak bisa mendapatkan elkan. ya, itulah asumsi dari beberapa siswi yang tak menyukai floella.


saat itu, lagi-lagi floella mendapat penglihatan tentang kejadian yang akan menimpa edgar, dan.


prank...


"floella..."


edgar ingin mengejar dua orang yang melempar botol tersebut, namun melihat keadaan floella, edhar memilih untuk membawa floella ke ruang uks.


dengan langkah cepat edgar membopong floella dan di ikuti oleh zara dan indah di belakangnya. raut kecemasan pun menghiasi wajah ketiganya. setelah beberapa saat edgar merebahkan floella di ranjang uks. karena masih terlalu pagi, dokter sekolah pun belum sampai.


"tunggu sebentar, okey.." edgar berlari ke arah obat-obatan, saat itu yang ia cari adalah kotak p3k. setelah ia mendapatkannya, edgar segera membersihkan kaki floella yang terkena pecahan botol yang tadi di lempar orang dua orang pengendara motor yang berpenampilan seperti berandal.


di seberang ranjang, dua orang hanya terkesima melihat edgar yang begitu cekatan merawat luka floella.


"ssshh.." edgar menatap floella yang meringis kesakitan.


"tahan, ini sebentar lagi selesai" ucap edgar yang masih fokus membalut luka floella .


stelah selesai edgar harus ke kelas zara dan indah , pasalnya saat ini edgar harus mengisi pelajaran. namun karna floella merasa sudah baik ia memutuskan untuk ikut ke kelas dengan berjalan di bantu oleh zara dan indah.


namun saat itu edgar langsung kembali mengangkat tubuh floella, dan ia membopong floella hingga ke kelasnya.


"pak, turunin saya.."bisik floella yang saat ini tepat di depan kelas elkan. saat itu elkan menyadari ketika edgar menggendong floella.


melihat pemandangan yang tidak biasa elkan dan beberapa temannya menghampiri edgar dan floella di depan kelas.


"pak edgar, kenapa bapak menggendong floella?" tanya nando yang sangat penasaran, hal itu sebenarnya sudah ada di benak elkan. namun seorang elkan tetap memilih diam karena sifatnya yang tak ingin di anggap kepo.

__ADS_1


"kaki floella terluka, dan hal itu karna saya. jadi saya harus bertanggung jawab" ucap edgar dengan tenang.


tanpa menunggu balasan apapun lagi, edgar segera membawa floella ke dalam kelasnya. dan saat bersamaan..


"wah fans lo hebat ya el?! lo nya gak dapet, abangnya juga mau di samber" sahut joana yang baru datang dan kini bersedekap di hadapan elkan di temani oleh giselle.


"joana, floella itu luka makanya di gendong sama pak edgar!" jelas nando


mengingat apa yang di tunjukkan oleh elkan, marel saat itu tiba-tiba mendekati joana yang masih sama posisinya.


"tangan lo kenapa jo? lo ada masalah, atau preman yang gangguin lo?" marel meraih lengan joana yang memar hingga kehitaman saking parahnya.


"apaan si rel gak penting banget pertanyaan lo!" joana mengibaskan lengannya.


"gue sahabat lo jo, jadi gue khawatir." tukas marel.


"emm makasih lo khawatir sama gue, tapi gue baik-baik aja kok" joana lalu melirik ke arah giselle yang masih mematung "ayo giselle ke kelas, lo mau verdiri di sini sampek gurunya dateng?"


giselle lalu menyusul joana yang langsung pergi ke kelas, entah kenapa marel merasa joana saat ini berusaha menghindar setelah di tanyai soal memar yang ada di lengannya.


marel lalu menatap elkan dan juga nando, seakan tau maksud tatapan itu.. "lo urus dulu itu rel, gue mau cek keadaan floella" ucap nando dan berlalu pergi menyusul floella ke kelasnya.


setelah kepergian nando, marel menatap ke arah elkan. "lo gak sekalian lihat keadaan floella el?"


"hah, gak perlu. " elkan lalu berjalan menuju kelasnya dengan wajah datarnya. namun..


'ada apa sama floella, kenapa dia luka kaya gitu. dan apa yang bang edgar katakan, dia luka karna bang edgar?' elkan mengusap kasar wajahnya memikirkan banyak pertanyaan di beaknya yang sama sekali tak ada niatan untuknya mengutarakannya.


malam itu elkan melihat edgar yang sudah tampil rapi bersiap untuk pergi. karena penasaran elkan pun memutuskan untuk menanyakannya.


"mai kemana bang, rapi bener?"


"mau ke rumah floella, abang takut lukanya tambah parah. mau ikut?"


"gaklah, ga ada kepentingan gue! lagian emang gimana si bang kok bisa gara9gara abang dia luka?"


"tadi ada dua orang nglempat botol ke arah abang, tapo floella dorong abang dan akhirnya dia yang kena!" jelas edgar


"ya itu berarti bukan salah abanglah, orang dia sendiri yang mau terluka"


"serah lu deh el, gue pamit berangkat jengukin floelle."


elkan ahanya melambaikan tangannya kebelakang, karena saat itu posisinya yang sudau memunggungi edgar dan menuju kamarnya.


elkan merebahkan tubuhnya ke ranjangnya, dan kini ia menatap langit-langit kamrnya dengan penerangan yang tak terlalu terang.


"emang ada hubungan apa si floella sama bang edgar? kok segitunya banget abang gue!" kini elkan kembali berkecamuk dengan dengan pikirannya sendiri di dalam kamarnya.


"apa bener yang di katakan joan, karna dia gue putusin dia berusaha deketin gue lagi dengan pdkt sama bang edgar? cih!" lagi-lagi elkan berpikir negatif tentang floella.

__ADS_1


"tunggu dulu.."elkan lalu bangkit dari posisinya yang tadi terlentang sekarang duduk di atas ranjang. "kalo loe bertujuan seperti itu gak akan mempan floe. lo gak bisa naklukin abang gue! abang gue emang bilang pacaran itu ga ada guna, padahal itu cuma nutupin kalo dia gagal move on dari cewek itu kan"


lagi-lagi elkan terkekeh dengan pembicaraannya sendiri. "jadi gak mungkin lo bisa deketin gue lewat bang edgar floela..." elkan menggeleng dengan senyum yang terukir.


disisi lain edgar kini menemani floella yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya .


"emm gimana keadaan floella tan? apa keadaannya semakin buruk? kalo seperti itu saya bisa bawa floella ke rumah dakit tan, floella seperti ini kan juga karna saya!" tutur elkan yang kini memperhatikan floella yang tengah tertidur.


"keadaannya sudah baikan nak, kamu tidak perlu merasa tidak enak" sahut bu sekar yang kini bangkit dari duduknya "emm.. tante sudah di dengar dari floella. kemarin waktu tante gak ada di deket floella, kamu dan teman-temannya bergantian mengurus dia di rumah sakit!"


"oh itu tante, karena saya gurunya. jadi saya juga harus menjaga murid saya apabila memang di perlukan tante"


"iya tante tau,tapi tante berterimakasih banget sama kamu" ucap bu sekar ramah.


"tante suka kalo kami deket sama floella, biar floella gak ngejar-ngejar nak elkan lagi. dia gak bisa menghargai perasaan anak tante, tante sampek gak tega lihat dia tiap hari yang di omongin cuma elkan. tante yakin elkan itu bukan anak baik, karena dia sudah menyia-nyiakan anak tante"


edgar hanya tersenyum menanggapi ucapan bu sekar. pasalnya floella memang tidak memberitau bu sekar bahwa edgar adalah kakak dari elkan, sehingga dia mengucapkan apa yang memang ia rasakan.


"mama.." saat itu pula ternyata floella terbangun dan mendengar ucapan dsri ibunya.


"jadi kamu udah bangun syaang, ya sudah mama ke dapur dulu ya. kamu ajak ngobrol dulu nak edgarnya ya.." ucap bu sekar dan berlalu pergi.


dan saat pandangan edgar beryemu dengan floella, floella hanya menyengir kuda.


"maaf pak, mama saya gak maksud berkata seperti itu tentang elkan"


"gak papa, lagian presepsi orang kan memang beda. dan aku tau ibu kamu berkata demikan pasti karna sesuatu kan" tutur edgar yang terdengan bijaksana.


di saat itu edgar tiba-tiba baru menyadari bahwa dinding kamar floella di penuhi dengan foto elkan. dan ekor mata floella pun mengikuti arah pandangan dari edgar.


dan tiba-tiba edgar membaca sebuah note yang ada di cermin rias floella yang bertulis tentang dirinya yang memiliki sixth sense. ya, memang floella menempel di tempat itu hanya untuk membuatnya ingat bahwa ia mempunyai sixth sense dan jangan sampai orang lain mengetahuinya.


karena kurang jelas, edgar berjalan mendekati cermin. sedangkan floela sesegera mungkin ingin menutupinya, namun.


brugh..


kini posisinya berada di atas edgar dengan kepalanya membentur dada bidang edgar. dan saat floella ingin bangkit, pandangannya kembali bertemu dengan edgar.


dag dug dag dug


"floella..."


bu sekar berteriak ketika floella masih sama dengan posisinya menindih edgar.


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2