
Cukup lama floella di dalam sana dengan beberapa perawat dan dokter yang menanganinya. elkan masih setia menunggu floella di ruang tunggu, sedangkan edgar terua mengawasi pintu ruangan floella.
setelah 2 jam dokterpun keluar dari ruangan floella, sontak edgar dan elkan pun datang ke arah dokter tersebut.
"keluarga pasien?" ucao seorang dokter yang baru keluar
"maaf dok, tadi kai sudah menghubungi rumahnya. dan ternyata orangtua floella sedang berada si luar negeri dok jadi kami perwakilannya dok." jelas edgar.
"maaf tapi anda.."
"saya guru di sekolahnya" potong edgar yang tau arah dari ucapan dokter.
"baiklah.. pasien sudah lewat dari masa kritisnya. untung saja kalian tepat waktu membawanya kesini, karena jika telat beberapa detik saja pasien bisa lebih buruk."
"kami boleh lihat keadaan floella dok?" sahut elkat yang sangat tidak sabar untuk melihat floella.
"oh silahkan.. kalau begitu saya permisi"
elkan dan edgar pun segera melihat floella yanh masih terbasirng di atas ranjang rumah sakit. saat ini wajahnya terlihat pucat pasi.
▪▪▪▪▪
"ndah, gimana ya sama keadaan floella. gue pengen cepet nyusul ke rumah sakit deh" ucap zara yang saat itu sedang di depan kelas bersama indah yang mencemaskan keadaan floella.
"ada apa sama floella?" nando yang baru datang pun mengejutkan indah dan zara.
"iya ada apa sama floella, bukannya tadi dia baik-baik aja" sahut marel.
zara dan indah mencari sumber auara yang sedari tadi menyela obrolan mereka berdua.
saat itu zara yang masih membawa beberapa buku di tangannya, ia lalu meletakkan buku-buku itu terlebih dulu. dan kini zara berjalan di hadapan nando.
"tadi zara dikurung didalam gudang, dan ketika floella sampai di depan kelas dia tiba-tiba pingsan. dan ternyata setelah pak edgar ngecek keadaannya, floella itu di patok sama uler ndo"
"apa? gue harus nyusul mereka ke rumah sakit" ucap nando yang terlihat cemas.
__ADS_1
dan ketika ia hendak pergi, marel menahannya.
"tunggu ndo, lo tau floella di rawat dimana?" seketika nando menggeleng.
"lebih baik kita nunggu pulang sekolah, dan setelah itu, kita nanya bang edgar alamat rumah sakitnya" tutur marel yang terdengar sangat bijak di telinga zara.
"gue setuju sama saran marel, lebih baik kita nunggu sampe jam pulang sekolah" indah ikut menimpali ucapan marel.
disisi lain joana sangat takut ketika mngetahui floella harus dilarikan kerumah sakit. memang bukan joana yang membuat ular mematuk floella, namun joanalah yang mengunci floella di gudang sekolahan.
"terus gimana dong sell kalo ada yang tau kalo gue yang ngunciin floella!" joana berkeringat dingin di belakang kelas di temani oleh giselle.
"gue kan udah bilang sama lo jo, lo jangan bersikap kaya gitu. tapi lo masih kekeh buat lakuin itu kan?!" bahkan giselle tak habis pikir dengan tindakan yang di lakukan joana.
Pasalnya giselle tau joana oramg seperti apa. joana adalah orang yang suportif sejak dulu, bahkan dia adalah primadona di sekolahan perkasa. namun entah kenapa akhir-akhir ini banyak hal-hal yang di lakukan oleh joana untuk mendapatkan elkan.
memang hanya elkan yang selama ini berani menolak joana. sejauh ini setiap siswa yang di sukai oleh joana, dia pasti sangat mudah untuk ia dapatkan. namun berbeda halnya dengan elkan yang secara terang-terangan menolaknya.
"terus gue harus gimana sekarang giselle? gue gak mau di salahin atas kejadian yang nimoa floella!" joana menggigiti kukunya untuk meredam rasa paniknya. hal itu memang biasa ia lakukan setiap merasa paik ataupun nervous.
"udah, yang penting lo jangan panik sekarang. dan selagi gaj ada yang tau soal itu, lo pasti aman kok jo" perbuatan joana memang salah, namun joana adalah sahabat giselle. sehingha giselle tidak tega jika joana akan di salahkan tentang peristiwa yang di alami oleh floella.
-
"bang, kok floella belum sadar si bang. coba abang panggil dokter buat cek keadaan floella." mendengar ucapan elkan, edgar oun hendak memanggil dokter. namun dalam beberaoa detik floella mulai tersadar.
"tunggu el, itu kayaknya floella sadar"
pandangan elkan yang sedari tadi menunduk sembari menggenggam tangan floellapun kini beredar menatap mata sayu floella yang batu saja sadar namun masih sangat lemah.
"floe, lo gak papakan?" tanya elkan
"gue kenapa bisa ada disini?" ucap floella yang memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"kami tadi di patok ular floella, dan kami membawa kamu kesini" sahut edgar.
__ADS_1
"di patok ular?" ucap floella dengan suara yang masih sangat lemah.
"elkan, ngapain lo disini? lebih baik lo pergi dari sini" entah sejak kapan floella bersiakap seperti ini terhadap elkan yang selama ini ia puja-puja.
"gue juga gak mau disini lama-lama kok, gue cuma kasian kalo lo sampe ngerepotin abang gue!" buka itu ya g ingin di katakan oleh elkan, namun entah kenapa mulutnya begitu saja mengucapkan hal seperti itu.
"makasih bapak sudah mengantar saya ke rumah sakit, bapak sekarang bisa pulang dengan adik bapak. saya tidak ingin merepotkan bapak"
"udah, please sekarang kalian diam. inilah yang saya tidak sukai dari pacaran atau semacamnya. kalian bertengkar setelah hubungan kalian putus"
"ini gak ada hubungannya dengan pacaran pak. saya cuma tidak suka dengan seseorang yang kasar! saya tau perasaan saya terhadap adim bapak tidak pernah berkurang sama sekali hingga detik ini. tapi, saya tetap gak suka dengan sikap kasarnya" balas floella yanh entah dari mana mendapat tenaga untuk menjawab ucapan dari edgar.
"gue kasar karna lo udah fitnah gue floella!" sahut elkam yang merasa tidak terima dengan ucapan floella.
"gue gak pernah fitnah lo sama se-"
klek...
belum selesai dengan ucapannya, kini nando dan beberapa teman mereka sudah masuk ke ruangan floella. dan saat itu floella langsung memeluk floella dengan erat di hadapan teman-temannya termasuk juga di hadapan gurunya, yaitu edgar.
setelah cukup lama memeluk floella, kini nando memeriksa wajah fleolla "syukurlah sekarang lo baik-baik aja floe.."
"iya nando makasih lo udah khawatirin gue, tapi gak harus sedeket ini kan ndo.. gak enak di lihat.."
seketika zara menarik tubuh nando "harusnya kita yang meluk floela nando bukannya lo, iyakan ndah" zara menatap ke arah indah.
"iya bener ra.. oh iya floe, kita khawatir banget sama lo. lo sekarang baik-baik ajakan?"
"iya gue baik kok, kalian jangan terlalu cemas"
"tapi floe, ngomong-ngomong lo gak lihat tu siapa yang ngunciin lo di gudang" sahut marel, dan saat itu pula kini semuanya tengah memikirkan tentang hal itu.
sementara yang lain berpikir, floella langsung mengatakan bahwa dirinya tidak sempat melihat sosok yang mengurungnya kedalam gudang. kini seperti misteri seseorang yang berusaha menyakiti floella.
kini hanya wajah bertanya-tanya di antara mereka semua dan menimbulkan tanda tanya besar.
__ADS_1
.
.bersambung