Fool Love

Fool Love
Nafas Buatan


__ADS_3

Pukuk 6:30 pagi Nando sudah berada didepan rumah Zara untuk menjemput Zara ke sekolah.


"Pagi tante.."sapa Nando


"Pagi Nando.." ibu Zara menoleh kedalam, ia masih menatap putrinya yang tengah merapikan pakaiannya.


Ibu Zara lalu menatap Nando. Nando yang melihat raut wajah ibu Zara menjadi sulit diartikan.


"Kamu tau Nando, baru hari ini tante lihat Zara punya semangat lagi setelah kecelakaan itu." Air mata ibu Zara sudah diujung pelupuk mata, dengan cepat ibu Zara menyekanya dan kemudian mendatangi Zara yang saat itu tengah bersama ayahnya.


"Pa, mama bawa Zaranya ya. Mama mau nganterin dia kedepan, didepan Zara udah di jemput sama temennya."


Ayah Zara lalu bangkit dari duduknya dan mengecup puncuk kepala Zara dengan mata yang memerah.


"Zara, kamu jaga diri ya disekolahan kamu. Inget, kamu harus tetep jadi Zara nya papa yang kuat dan selalu semangat."


"Pasti pa"


Setelah menempuh perjalan sekitar 30 menit, Nando dan Zara sudah sampai di sekolahan. Dimana disana sudah ada sahabat-sahabatnya yang menunggunya di area parkir.


"Pagi Zara"


Itulah suara yang terdengar pertama kali ketika Zara turun dari mobil Nando. Langkah kakinya terhenti, perasaannya meradang. Zara belum bisa mengatasi emosinya ketika mendengar suara tersebut.


"Nando, anter gue ke ruangan Uci. Tadi mama udah ngobrol lewat telfon dan gue harus nemuin bu Uci bagi ini"


"Zara tunggu.. ini gue Indah. Gue mau minta maaf sama lo"


"Jadi lo nyebutin nama lo karna lo mau memperjelas kalo gue buta, iya kan?!"


"Nggak gitu Zara, gue cuman-"


"Nando Anterin gue"


Nando meminta Indah untuk tidak menghentikan Zara dengan isyarat. Dan saat itu Indah merasa sangat kecewa, bukan dengan Zara. Namun ia kecewa dengan dirinya sendiri.


Nando sesegera mungkin menenangkan Zara agar Zara tidak down dengan keadaan psikologinya saat ini.


"Lo beneran mau ke ruang bu Uci, Ra?"


Zara hanya menggeleng, dan ia terduduk di lantai. Nando yang melihat itupun segera membantu Zara untuk bangkit dan mengajaknya duduk di bangku taman samping sekolahan.


"Lo kenapa si Ra bersikap kaya gitu ke Indah hemm?"


"Lo masih tanya itu Nando? Gue kira lo satu-satunya temen yang dukung gue, tapi nyatanya nggak!"


Nando mengacak rambutnya kasar, ia lalu menatap wajah Zara yang terlihat kacau.

__ADS_1


Nando menarik nafas dan membuangnya kasar.


"Seharusnya lo itu berpikir secara logika Zara."


"Apa yang lo maksud Nando?"


"Kita ingat kembali, apa Marel pernah bilang cinta sama lo?" Zara menggeleng perlahan.


"Apa Perasaan cinta lo sama Marel itu udah lo setting?" Lagi-lagi Zara menggeleng.


"Itu yang seharusnya bikin lo gak berpikir congkak"


"Gue gak ngerti sama omongan lo Nando"


"Siapapun orang itu, dia gak pernah nyeting perasaannya harus suka sama siapa, harus cinta sama siapa. Bahkan seorang musuh bisa saling jatuh cinta Zara. Dan coba lo pikir sekali lagi, seseorang yang berkhianat itu jika orang itu menjalin hubungan dengan satu cewe dan menjalin hubungan dibelakang sama cewe lain. Apa Marel udah nembak lo? Enggak kan? Dan apa perasaan Indah juga bisa diatur sesuai kemauan?"


Mendengar perkataan Nando, perlahan mata Zara mulai memerah. Perlahan Zara menitikkan airmata.


"Apa yang lo bilang emang bener Nando, gue yang gak tau diri. Jelas-jelas Marel udah nolak gue dari dulu, tapi gue terus-terusan ngejar dia. Sementara Indah, gue malah nyalahin dia? Gue emang bodoh, makanya Marel gak bisa suka sama gue!"


"Sstt.. bukan itu maksud dari omongan gue Zara. Intinya lo itu harus tau kalo bukan sepenuhnya salah Marel Indah sama Floella. Lo itu cantik jadi gak usah melulu nangisin Marel, lanjutin hidup lo. Dan buktiin bukan Zara yang ngejar-ngejar cowo, tapi bakal ada cowo-cowo yang ngejar Zara." Nando terus menyemangati Zara meskipun ia memakai cara yang berbeda dari yang lainnya.


" Mereka juga kelihatan nyesel banget udah sembunyiin semuanya dari lo. Bahkan sampe Floella harus pindah sekolah Zara."


"Apa? Floella pindah sekolah?"


_


Disana terlihat Floella yang sibuk menata berbagai dekorasi. Belum sampai lima belas menit, ia mendapat penglihatan dimana dirinya merasa susah bernapas.


Tak


"Huh.. apa yang barusan gue lihat? Kenapa gue kaya susah nafas?"


"Floella.. kalo dekor cepetan dong nanti acaranya gak keburu" ucap Agnes.


Dengan segera Floella kembali melanjutkan aktifitasnya.


"Guys.. nanti kalian harus totalitas kalo dandan, soalnya ada siswa siswi dari SMA Perkasa lo. Sekolahan kita ngundang sekolahan Perkasa buat acara ulang tahun sekolah kita" ucap salah satu panitia penyelenggara.


Seketika semuanya menjadi riuh, terlebih dengan siswi-siswinya. Namun ada satu siswi yang yang tidak histeris, siapa lagi kalau bukan Floella. Ia justru semakin fokus untuk mendekor.


Waktu berjalan cukup singkat, hinhga tiba saat acara ulang tahun sekolah. Para siswa siswi nya mulai berdatangan begitupun dengan murid dari sekolahan Perkasa.


Saat itu Elkan Marel Indah datang bersama dengan Edgar sebagai guru wakil dari sekolahan Perkasa. Sementara Nando juga datang bersama dengan Zara yang terus ia gandeng.


Sambutan dari pihak SMA Neosantara pun dimulai. Acara berjalan dengan cukup lancar, hingga saat itu Floella menghampiri Zara.

__ADS_1


"Zara..gue kangen sama lo" Floella memeluk Zara dengan erat.


"Gue juga Floe.. gue kangen sama kebersamaan kita, gue minta maaf karna gue udah bersikap kekanakan!"


"Oh ya Floe, dimana Indah?"


"Gue disini Zara"


Seketika mereka bertiga saling berpelukan. "Gue lega, sekarang kita baik-baik aja"


"Kita baru tau dari sekolah Perkasa ada murid yang kerjaannya nyusahin ya.." sindir Agnes


"Jaga ucapan lo ya, jangan mentang-mentang ini sekolahan lo, lo hisa seenaknya ngejek kita" Indah meradang mendengar sindiran dari Agnes yang ditujukan kepada Zara.


"Lo ngajak ribut ya"


Saat itu Agnes memulai pertengkaran dengan Indah hingga terjadi adu jambak. Floella tidak tinggal diam, ia segera melerai. Namun kibasan dari tangan Agnes membuat Floella kehilangan keseimbangan.


Byur


"Floella" teriak sahabat Floella bersamaan.


"Hab.."


" tolong.. kaki gue kram"


Byur..


Byur..


Bukamnya membuat Floella segera diangkat dari kolam renang, justru Floella menjadi rebutan didalam air.


'Ini kenapa gue ditarik-tarik? Nafas gue..'


Perlahan Floella terpejam, dan saat itulah Elkan melepaskan Floella dan membiarkan Raka yang mengangkatnya.


"Floella.. sadar dong Floe.."


Elkan terlihat sangat panik, sudah cukup lama Floella tidak sadarkan diri.


Elkan yerus melakukan CVR untuk Floella.


"Ah kelamaan"


Semua mata membulat ketika Raka memberi Floella sebuah nafas buatan.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2