Fool Love

Fool Love
Air Pel


__ADS_3

Hari ini Floella membawa Rama ke tempat tinggal baru mereka yang terletak tidak jauh dari sekolahan Floella. saat itu Rama bingung ketika putrinya membawanya ke rumah yang tidak ia kenal. rumah yang jauh lebih kecil di banding rumahnya dulu yang begitu besar.


Floella dengan hati-hati mendorong kursi roda Rama untuk memasuki rumah barunya yang ia sewa hingga beberapa bulan kedepan.


"Pa, ini rumah baru kita" ucapnya ragu.


"Rumah baru? tapi rumah kita sebelumnya? "


Floella menarik nafasnya dalam, ia mengumpulkan keberanian untuk memberitahu Rama tentang apa yang menimpanya saat ini.


"sebenarnya karena papa koma, mereka memutuskan untuk mencopot jabatan papa. dan aset-aset milik papa udah di kuasai sama om Bagaskara Pa. om bagas mengkhianati papa"


"apa? " Rama terperangah mendengar apa yang di sampaikan oleh Floella. raut kekecewaan terlihat jelas mengetahui sahabatnya sendiri justru yang menjatuhkannya.


"papa udah kehilangan mama kamu sayang, dan sekarang papa kehilangan sahabat papa. papa benar-benar merasa kalo papa mungkin di kehidupan dulu papa orang yang jahat, sehingga saat ini papa mengalami ini semua"


"papa, papa jangan ngomong gitu. ada Floella pa, Floella pasti bisa bikin papa bangga"


Floella memeluk Rama dengan sangat erat. kedua anak dan ayah itu menangis dalam diam. keduanya tidak membiarkan satu sama lain tau jika mereka menangis. sebelum melepas pelukannya, Floella menyeka air matanya kasar begitupun Rama.


" ya udah pa, kita langsung masuk aja ya, Floella harus siap-siap buat ke sekolah. nanti Papa di rumah sendiri nggak pa-pa ya pa?"


"iya sayang, maafkan papa ya sayang. papa nggak bisa bahagiain kamu"


"pa, papa nggak boleh ngomong gitu. selama ini papa sama mama udah ngelakuin yang terbaik buat Floella. dan sekarang Floella janji, Floella akan bikin papa bahagia. Floella juga bakal bikin mama bangga disana Pa"


Setelah bersiap dan sudah menyiapkan makanan untuk Rama, Floella berangkat ke sekolahnya dengan menggunakan kendaraan umum. seperti biasa, Floella hendak pergi ke ruang kelasnya, namun di ketika ia membuka pintu kelas, ia tersiram oleh air bekal untuk mengepel yang sengaja di pasang oleh teman-temannya untuk mengerjainya.


Mulut Floella terbuka ketika melihat keadaannya yang benar-benar kotor.


"hahaha, itu cocok buat cewek mur*han kayak lo" ucap salah satu siswi.


"iya mur*han banget. waktu itu ngejar Garvan, abis itu Raka, dan semalem? semalem sama temen sekolahnya dulu. issh kayaknya kita harus musnahin cewek kayak gitu deh dari sekolahan kita" tambah siswi lainnya.

__ADS_1


"emang gue salah apa si sama kalian? gue gak pernah cari masalah sama kalian, tapi ini kalianalah mulai duluan. jangan salahin gue kalo lain kali gue nggak sopan sama kalian! "


Garvan yang berdiri lumayan jauh bersama dengan Andrew dan juga Angga merasa kesal karena harapannya di hancurkan oleh Floella.


'gue pikir Floella bakal marah-marah, atau bakal nangis. tapi ini kenapa malah dia kelihatan tenang kayak gitu?' batin Garvan.


Kekesalannya verlipat ganda ketika melihat Raka yang mendatangi Floella dengan membawakan Floella seragam olah raga.


"sorry ya Floella, gue cuman ada ini di loker."


"nggak pa-pa Rak, gue malah Terima kasih lo udah baik sama gue. gue malah terimakasih banget karena lo udah pinjemin seragam olah raga lo buat gue"


"ya udah cepet ganti nanti masuk angin" ucap Raka


Setelah Floella pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya, Raka melihat dengan tatapan tajam dan membuat beberapa siswi yang berkumpul untuk mengejek Floella menciut dan segera pergi dari hadapan Raka.


Selang beberapa saat, Floella masuk ke kelasnya dengan mengenakan seragam olahraga. sontak hal itu menjadi bahan tertawaan oleh teman sekelasnya.


"elah, emang asalnya dari sekolahan kampungan. jadi nggak tau kedisiplinan di sekolahan kita yak mentemen? " ucap salah satu siswa.


hal itupun memancing kekesalan teman yang mengejeknya hingga melempar kertas kepada Floella, dan hal itupun di ikuti oleh siswa-siswi lainnya hingga membuat banyak sampah di meja milik Floella. tidak hanya itu, beberapa siswi justru menumpahkan makanan di atas meja hingga mengenai tangan Floella.


Setelah mejanya penuh dengan sampah, Floella pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya yang terkena tumpahan makanan.


begitu sampai di toilet, Floella mengunvi pintunya. didalam sana Floella membuang nafasnya berat. ia memukul-mukuk dadanya pelan.


"kenapa setelah gue kehilangan nyokap dan harta gue, sekarang gue kehilangan teman-teman yang respek hanya karena video yang nggak bener itu? gue bener-bener ngerasa sendiri disini"


Setelah mengeluarkan keluh kesahnya, Floella segera keluar dari toilet.


plok


plok

__ADS_1


plok


"Selamat Floella, selamat karena lo udah ngerasa ke siksa sekarang! " ucap Garvan yang bersedekah di hadapan Floella.


"lo kenapa si Van? gue salah apa sama lo? apa nggak cukup setelah papa lo khianatin bokap gue, dan sekarang lo ngehina gue? "


"belum" Garvan mengangkat kedua alisnya sembari tersenyum mengejek.


"ya udah terserah lo, yang jelas gue nggak ada masalah sama lo. kalo nganggep kita punya masalah, itu berarti lo sendiri yang bermasalah"


Floella meninggalkan Garvan yang berdiri mematung di depan toilet.


Jam pulang sekolah pun tiba. Floella memutuskan untuk langsung pulang karena ia ingat jika Rama pasti belum makan siang. namun ketika sampai di rumahnya, ia mendapati teman-temannya dari sekolah perkasa sudah datang dan tengah berbincang dengan Rama di ruang tamu, kecuali Elkan yang tidak ikut.


"kalian, kian tau gue tinggal disini? "


"Nando udah cerita semuanya Floella" ucap Indah dan menghambur kedalam pelukan Floella.


"kalian pasti pelukan ya? kok gue nggak di ajak? " protes Zara yang duduk di sofa. dengan segera Floella dan Indah menghampiri Zara dan mereka sling memeluk.


"gue nggak di ajak pelukan ni? " tanya Nando yang baru saja dari kamar mandi.


"eits, enak aja lo Ndo" Marel menarik kerah belakang baju Nando seperti anak kucing sehingga membuat teman-temannya tertawa.


"loh Floella, ini baju lo kenapa? kok kotor kayak gini? " tanya Indah yang meraih kantung plastik yang berisi baju kotor Floella.


"iya sayang, kenapa sama baju kamu? " tanya Ramq yang terlihat cemas.


"apa ada yang tidak baik denganmu Floella? tanya Edgar dan melihat baju milik Floella. "ini seperti air deterjen? " tambahnya lagi.


"sayang, ngomong sama papa. siapa yang melakukan ini?"


' gue gak mungkin ngomongin ini sama papa, nanti papa malah drop. dan mereka? mereka pasti bakalan ribut kalo gue bilang Garvan sama temen-temen yang lain bully gue! '

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2