Fool Love

Fool Love
Potong Rambut


__ADS_3

"astaga, gue nggak bisa biarin ini!" Nando segera mengemasi bukunya dan ingin segera pergi.


Saat itu semuanya masih didalam kelas, karena memang pelajaran baru saja selesai. dan tingkah Nando yang terburu-buru membuat semua temannya heran.


"ada apa Nando? kenapa lo buru-buru? " tanya Marel


"gue harus kesekolahan Neosantara. Agnes bikin live dimana Floella motong rambutnya sendiri"


"apa? "


Elkan bangkit dan menatao Garvan dengan sangat serius. "apa yang lo maksud Nando? "


"kenapa El? apa lo masih perduli sama Floella? "tanya Nando dengan wajah datarnya.


Mendengar pertanyaan Nando, raut wajah Elkan berubah menjadi datar setelah sebelumnya terlihat serius.


"ya udah nggak usah lo jawab, gak penting buat gue! " balasnya dan hendak meninggalkan kelas.


"Nando, lo bilang tadi Floella motong rambutnya sendiri kan? kenapa? "


"gue belum tau pasti Rel. yang jelas disana ada si Garvan. dan feeling gue gak enak"


"ya udah kita kesana sekarang"


Saat itu Nando bersama dengan Marel segera keluar dari kelas. Karena terburu-buru, Nando menabrak Zara yang saat itu berjalan bersama dengan Indah.


"Aduh siapa yang nabrak gue?"keluh Zara sembari memegangi tangannya.


"Sorry Zara, gue tadi gak liat lo" Ucap Nando


"Nando.. Nando.. Yang buta itu Zara, kenapa lo yang gak bisa liat? " Ejek Joana yang berjalan di depan Giselle.


Saat ini Joana dan Giselle memang belum berbaikan. Giselle memang memutuskan untuk tidak mendukung Joana yang sering membuli Floella dan teman-temannya, hingga ia harus rela menjauhi Joana.


"Please Joana, jangan ngajak gue ribut. Gue buru-buru, gue nggak ada waktu buat ngeladenin lo! " Sahut Nando sembari memberikan buku Zara yang terjatuh.


"Bilang aja lo kayak gini gara-gara Floella kan? Huh, dasar bucin! "


"Diem lo Joan! Gue kayak gini bukan karena gue bucin. tapi Gue perduli sama sahabat gue! Ah iya gue tau, lo itu cuma perduli sama diri lo sendiri, mana bisa lo ngehargain yang namanya persahabatan!"


Karena kesal dengan ucapan Nando, Jona pergi begitu saja dengan raut wajah yang masam.


"Nando, tadi Joana bahas soal Floella. Emang ada apa sama Floella?"Tanya Indah.


"Iya Nando, ada apa sama Floella?" Zara pun ikut menimpali.


"Tadi gue liat live Agnes, dan disitu Floella lagi motong rambutnya sendiri. Dan gue mau kesana sekarang! "

__ADS_1


"Apa? Kalo gitu gue ikut! " Ucap Indah


"Gue juga! " Sahut Zara.


"Ya udah kalian berdua ikut mobil gue, biar Nando bisa cepet kesana sama motornya" Sahut Marel.


Dengan segera Marel dan yang lainnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat itu mereka hanya melewati Elkan tanpa mengajak Elkan.


_


"Floella, kenapa lo potong rambut lo? "


Floella melihat kedatangan Raka yang benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Floella saat ini yang menggunting rambutnya sendiri. meskipun Raka datang, Floella tidak menghiraukannya dan terus memotong rambutnya hingga selesai. dan kini panjang rambutnya hanya sebatas leher.


"rambut gue nggak lebih berharga dari harga diri gue Raka. dan asal lo tau Rak, tadi rambut gue udah disentuh sama tangan orang yang bener-bener gue nggak suka. jadi buat apa gue panjangin rambut yang udah terkontaminasi"


Floella membuat gunting yang ada ditangannya ke sembarang arah. dan beranjak untuk pergi. namun tangannya di cekal oleh Garvan yang sudah terlihat sangat marah.


"apa maksud lo terkontaminasi? lo ngatain gue kotor? "


"lo ngerasa? "


Floella melepas cekalan tangan dari Garvan dan melanjutkan langkahnya. namun saat itu tiba-tiba segerombol siswi menghadang Floella dan melempar beberapa telur busuk ke arah Floella. bahkan ada yang melempari Floella dengan batu hingga mengenai kepalanya.


"aw.. " Floella meringis kesakitan ketika dahinya mengeluarkan darah. hingga saat itu Raka menghentikan aksi brutal para siswi.


"denger Raka, telur itu pantes buat dia. sama-sama busuk"


"kalian nggak berhak bilang kayak gitu. dan lihat perbuatan kalian udah ngelupain Floella. kalo kalian terus kayak gini, gue bakal laporin kalian atas penganiayaan"


"jangan Raka, gue cuman belain Garvan, lagi pula tadi Garvan kok yang nyuruh kita-kita buat ngerjain Floella! "


"sshhh" Garvan berdecak kesal karena siswi SMK siswi tersebut mengungkapkan bahwa itu adalah rencananya.


"yang lempar mereka? ngapain lo nyalahin gue?"


Ketika mereka berdebat, saat itulah Nando dan yang lain tengah sampai. Nando berlari dan menghampiri Floella yang memegangi kepalanya.


"Apa-apaan ini, kenapa kalian lakuin ini sama Floella? "


Nando melihat darah yang mengalir dari dahi Floella. dengan segera Nando mengeluarkan slayer miliknya untuk menutupi luka Floella. sorot matanya terlihat sangat mencemaskan Floella.


"lo tunggu disini Floe"


Nando mendatangi Garvan dan menarik kerah bajunya hingga membuat Garvan berjinjit. namun dengan segera Garvan menghempaskan tangan Nando dan berganti menarik kerah bajunya.


"brengs*k lo! beraninya lo bikin Floella kayak gini! "

__ADS_1


"gue kira lo cuman ngejar cowok modelan Elkan, ternyata lo juga mau sama cowok nggak berkelas kayak Nando ya? " ucap Garvan.


"tapi emang cocok si, playboy sama cewek murah*n kayak lo" sindir Garvan.


"anjir lo"


bug bug bug


Karena kesal mendengar ucapan Garvan, Nando menghajar Garvan hingga babak belur. dan Garvan juga menghajar Nando hingga keduanya babak belur. namun melihat hal itu Floella segera mencegahnya agar keduanya tidak semakin parah.


"stop"


Namun keduanya tidak. mengindahkam. larangan dari Floella dan terus berkelahi. hingga akhirnya benar-benar terjadi sesuatu.


brugh


Floella jatuh pingsan dan membuat Nando dan juga Garvan menghentikan perkelahian mereka.


"Floella, bangun Floe"


karena panik saat itu justru Garvan yang mengangkat tubuh Floella untuk dia bawa ke rumah sakit.


Dan dengan segera semua temannya mengikuti ke rumah sakit saat itu dokter menjelaskan bahwa selain luka di dahinya, Floella juga terluka secara psikis.


"puas lo Garvan? setelah lo usir Floella dari rumahnya karena perbuatan licik bokap lo, sekarang lo juga yang nyebabin psikis Floella nggak baik. kalo sampek terjadi sesuatu gue bakal bikin perhitungan sama lo Garvan bagaskara yang terhormat"


"dasar cowok saiko" Idah pun mencaci Garvan sementara itu Zara juga mencaci Garvan.


Namun saat itu Garvan hanya terdiam ketika mendengar penjelasan dari dokter.


"gue bilang juga apa Van, harusnya lo nggak lakuin itu kan? " lirih Angga di sebelah Garvan.


"dan buat lo sama lo, tolong kalian ajarin sahabat lo supaya bisa lebih waras" tegas Nando.


"udah Nando, lo jangan emosi kayak gini. lebih baik kita lihat keadaan Floella didalam" Marel berusaha melerai keributan yang hampir terjadi. dan saat itu Nando segera melihat Floella yang masih belum sadsrkan diri dengan dahinya yang di perban.


"lo itu orang baik Floe, tapi kenapa lo selalu ketemu sama Cowok yang salah. gue janji gue akan selalu ada buat ngejaga dan lindungin lo Floe." Nando menggenggam tangan Floella.


Sementara itu Garvan berjalan keluar rumah sakit. hingga di depan lobi rumah sakit seseorang datang dan memukulnya hingga Garvan terjatuh.


Garvan mendongak sembari mengusap darah yang ada di sudut bibirnya, yang sebelumnya sudah di hajar oleh Nando.


"elo? "


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2