
Meskipun perasaannya sendiri merasa menyesal, namun ego memang di atas segalanya. Garvan enggan mengakui penyesalannya itu dan justru pergi setelah mendengar ucapan Raka.
Garvan melajukan motornya, sudah tidak di ragukan lagi kemampuannya dalam mengendalikan sang kuda besi. Karena memang sesuai dengan posisinya sebagai ketua geng Omorfos, yang terkenal dengan kepiawaiannya menguasai aspal hitam.
Karena merasa kesal dengan dirinya sendiri, saat itu Garvan terus menarik pedal gasnya hingga melewati semua kendaraan yang ada di depannya. Hingga akhirnya ia menghentikan laju kendaraanya di depan sebuah rumah kecil sederhana.
Garvan melihat seorang lelaki yang terduduk di atas kursi roda yang tengah berbincang dengan anak perempuannya. Ya, orang itu adalah Rama. Siang itu Rama mengajak Floella untuk berbincang di teras rumahnya.
"Pa, papa yang hati-hati ya di rumah. Mulai hari ini Floella bakal sering pergi ninggalin papa, karena kebetulan Floella udah dapet kerja pa"
Saat itu Garvan melihat adegan hari, dimana Rama memanggil anaknya dan memeluknya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf sayang, selain appa tidak bisa menjaga mama kamu. Papa juga tidak bisa memberi kebahagiaan yang seharusnya untukmu, papa justru merep-"
"Pa... " Floella menghentikan perkataan Rama dan menatapnya lekat dan kembali memeluknya dengan erat.
"Selama ini papa gak kurang kok ngurusin Floella sama mama, papa udah ngebahagiain Floella. Dan sekarang saatnya Floella yang berusaha buak keluarga kecil kita pa"
'Justru Floella yang gak becus ngejagain kalian. Floella gak bisa nyelamatin kalian meskipun Floella punya kemampuan dimana biasanya Floella bisa ngebantu orang karena penglihatan itu pa, maafin Floella pa'
Melihat putrinya yang melamun, membuat Rama tau apa jalan pikiran dari anak perempuannya itu. Ia tau meskipun dibibir Floella begitu menguatkannya, tetapi jauh didalam sanubarinya Floella lebih rapuh dan butuh dukungan.
"Dengar sayang, jangan salahkan dirimu sendiri"
Mendengar ucapan dari Rama membuat Floella terhenyak, kenapa ayahnya bisa mengetahui apa yang ia pikirkan.
"Apaan si pa, Floella nggak nyalahin diri Floella sendiri kok"
__ADS_1
"Papa sudah mengenalmu lebih baik dari kamu sendiri sayang. Dan jangan pikir kalau kamu nggak bisa ngelakuin papaun tentang penglihatan kamu"
"Papa tau darimana kalau Floella dapet penglihatan tentang itu pa?"
"Floella, papa yakin ku sudah melakukan yang terbaik. Tapi ini adalah takdir sayang"
Mereka kembali berpelukan, dan Garvan pun masih setia memperhatikan putri dan ayah yang ada di hadapannya saat itu. Garvan pun turut mengikuti Floella yang hendak pergi ke tempat kerjanya yang berjarak sekitar dua kilo dari rumah Floella.
Sesampainya Floella di tempat kerjanya, bukannya segera melakukan aktifitas sebagai seorang waiters, Floella justru kembali ke luar dengan wajah sendu.
Terduduk tubuh mungil di bawah pohon yang ada di tepi jalan yang tak jauh dari tempat kerjanya. Dibuangnya nafas berat dengan raut wajah keputus asaan.
Kedua alis Garvan bertaut melihat kenapa Floella tidak bekerja setelah apa yang ia katakan kepada Rama tentang pekerjaan barunya.
"Apa yang lo lakuin Floella?" Tanyanya yang tidak terdengar oleh Floella, karena memang Garvan tidak berniat untuk membuat Floella mendengar ucapannya.
Melihat Floella yang kembali bangkit, membuat Garvan kembali melajukan motor yang ia naiki secara perlahan. Garvan melihat pandangan Floella yang kesana kesini seperti mencari sesuatu.
Seorang pemilik warung makan yang lumayan ramai yang berusia dia tas lima puluh tahunan, dengan senang hati menerima Floella hingga membuat seulas senyum lolos dari bibir Floella yang semula hanya membentuk kesedihan diwajahnya.
Saat itu Floella terlihat begitu lelah setelah menjalani pekerjaannya di tempat itu. Selain melayani para pengunjung yang datang, Floella juga harus mencuci piring dan juga membersihkan warung tersebut sebelum para pengunjung kembali datang dan akan membuat pekerjaannya semakin banyak.
Tetapi ketika Garvan melihat Floella tengah menyapu didepan warung makan tersebut, pemilik warung memberi upah untuk Floella dan mengusirnya tanpa membiarkan Floella makan terlebih dulu di sore hari.
Entah kenapa, seorang Garvan rela. Berjam-jam menunggu Floella yang tengah bekerja.
"Tapi bu, bukannya ibu sudah menerimaku sebagai pegawai ibu buat bersih-bersih dan jga pelayan disini bu? Tapi kenapa ibu memberiku upah sekarang? Harusnya masih satu bulan yang akan datangkan bu?"
__ADS_1
Floella begitu bingung kenapa pemilik warung itu sudah memberikannya upah dan menyuruhnya pergi. Pasalnya tadi mereka sudah bersepakat untuk memperkerjakan Floella.
"Itu sebelum aku tau kamu siapa nak. Dan maaf, tidak ada tempat untuk gadis kecil yang na*al sepetimu di tempat ini"
Floella terperangah mendengar alasan yang di lontarkan oleh sang pemilik warung makan tersebut.
"Apa maksud ibu? Aku bukan gadis seperti itu bu"
"Apa ini bukan kamu? Bukannya ini memang kamu! " Tegas. Ya sembari memperlihatkan sebuah video yang ada di ponsel pintarnya, diakan video itu sama persis dengan video yang membuat teman-temannya menghujatnya.
"Itu memang benar aku, tapi video itu sudah di edit bu. Kejadiannya tidak benar-benar seperti itu"
"Sudahlah itu urusanmu, Lebih baik kamu pergi sekarang. Aku tidak mau pelanggan pergi karena kamu ada di warung makanku" Tegas sang pemilik warung dan berjalan kedalam meninggalkan Floella yang tertegun mendapat perlakuan seperti itu.
Garvan merasa begitu kesal, tetapi ia tidak akan membuat keributan di tempat itu dan memilih untuk pergi.
Setelah menyusuri jalanan, Floella kembali duduk karena merasakan pegal di kakinya yang sudah berjalan beberapa kilo untuk mencari pekerjaan baru. Tetapi semuanya menolak meskipun awalnya sudah memperkerjakannya beberapa menit lalu memecatnya karena sudah melihat video viral tersebut.
"Lo pikir gue bakal bikin hidup lo mudah setelah lo ngerebut Elkan dari gue Floella? Gue akan bikin hidup lo lebih buruk" Ternyata saat itu Joana lah yang membuat Floella terus kehilangan pekerjaannya. Dimana Joana akan berpura-pura sebagai pengunjung dengan penyamarannya. Dan setelah Floella tak memperhatikan, ia akan langsung menunjukkan Video tersebut kepada sang pemilik tempat Floella bekerja.
Joana memang sudah berniat menghancurkan kehidupan Floella. Ia taj keadaan ekonomi Floella saat ini memang sulit. Sehingga hal pertama yang ia lakukan setwlah menyebarkan video tersebut, Joana akan membuat Floella untuk. Tidak mendapatakan pekerjaan apapun dengan mengikutinya mencari pekerjaan, dan ia akan terus menggagalkamnya.
Sementara itu di tempat lain Garvan berpikir keras siapa yang membuat Floella kehilangan semua pekerjaan yang sudah Floella dapatkan dengan susah payah.
"Nggak mungkin orang tua kayak pemilik warung makan itu main sosmedkan, jadi darimana dia bisa atau video itu? siapa dalangnya? "
Ucapan Garvan pun berhasil membuat temannya yang bersamanya di basecamp juga merasa bingung, termasuk Raka yang terus datang ke basecamp meskipun hubungannya dengan Garvan saat ini tidak terlalu baik.
__ADS_1
.
. Bersambung