Fool Love

Fool Love
Canggung


__ADS_3

Hari ini floella lebih memilih untuk tetap di rumah. sebenarnya hari ini zara dan indah mengajaknya untuk hangout, namun karena merasa tak enak badan floella mengurungkan niatnya untuk sekedar berjalan-jalan dengan kedua sahabatnya.


"sayang.. ada apa dengan dahi kamu, kenapa mama baru melihatnya?"


Pukulan yang di lakukan oleh perampok tempo hari meninggalkan luka memar yang cukup parah, mungkin karna luka itu juga floella merasa tidak enak badan.


"oh ini, ini cuman di getok sama perampok ma!"


"perampok? siapa yang kerampokan sayang?" bu sekar begitu syok mendengar kata rampok sehingga membuatnya sedikit pusing.


"ma, mama sekarang lebih baik istirahat okey. floella gak mau loh kalo asam lambung mama naik gara-gara panik!"


"tapi jelasin ke mama, gimana bisa kamu ketemu perampok sayang.."


"panjang ma ceritanya.. mama tau kan kebiasaan aku. di mata batin aku itu, mama temen aku di lukai sama perampok ma. jadi aku mutusin ke rumah temen aku buat nyelamatin mamanya temen aku ma.."


bu sekar lalu mencium puncuk kepala floella. dan mengusap lembut rambut floella dengan penuh kasih sayang.


"sayang..." bu sekar menatap dalam putrinya dengan mata yang berkaca-kaca. "kamu boleh perduli sama orang lain, tapi kamu juga harus perhatiin keselamatan kamu. mama gak mau terjadi apa-apa sama anak mama"


floella mengukir senyum di wajahnya lalu memeluk ibunya dengan hangat. "tenang ma. asalakan kita berbuat baik, tuhan pasti selalu ada buat kita. mama yakin itu! ya udah mama istirahat ya floella mau cari angin di depan"


floella begitu menikmati udara di siang itu, ia berharap udara sejuk bisa membuat badannya lebih fit. namun tiba-tiba seseorang menutup matanya dari belakang, sebelum floella berontak orang itu sudah lebih dulu melepas tangannya. "floe.. lo sakit?"


floella berbalik dan melihat seseorang yang ada di belakangnya orang itu tak lain adalah nando dan juga elkan yang datang bersama.


"nando, elkan! kalian sejak kapan ada disini?"


"baru aja floe, tapi lo kenapa di luar. lo demam floe kening lo panas banget" seru nando.


karena merasa penasaran saat itu elkan menyentuh kening floella mengecek suhu tubuh floella yang memang saat itu benar-benar demam.


"udahlah gue gak papa! kalian ada perlu apa kemari, dan lo ndo gue lagi marah sama lo. jadi lo gak perlu sok perduli sama gue."


"iya sorry floe gue gak bermaksud, gue cuman penasaran gimana bisa kebetulan lo bisa tau mami gue ada di gudang di sekap sama perampok? dan lo bilang lo gak tau apa-apa, ya terpaksa gue bilang kalo lo jadian sama gue"


"jadi kalian gak bener jadian, dan perampok? perampok apa?" ucapan elkan membuat nando tersadar saat itu dia tidak hanya berdua dengan floella.


"iya el, kemaren itu floella ngotot ke rumah gue dan tiba-tiba dia nanyain gudang. dan lo tau? di gudang itu ada perampok yang lagi nyekap nyokap gue!"

__ADS_1


"jadi itu benar floe?"


elkan memastikan kepada floella.


"iya bener, tapi itu cuma kebetulan!"


lagi-lagi floella berkata kebetulan, dan hal itu semakin membuat elkan penasaran. saat itu elkan ingin medekat ke arah floella, namun dering ponselnya membuatnya mengurungkan niat dan memilih untuk mengangkat panggilan di telfonnya.


saat melihat kesempatan untuk bertanya, nando pun segera mengajak floella ke taman belakang rumah.


"kenapa tarik gue kesini si ndo, ada apa?" floella sudah merasa ada yang akan di tanyakan oleh nando kepadanya.


"jawab jujur pertanyaan gue floe, gue gak suka sama orang yang nutupin kebenaran. terlebih ini menyangkut keluarga gue floe."


mendengar ucapan dari nando, mau tidak mau floella harus mengatakan yang sejujurnya kepada elkan. terlebih floella memang sudah terlanjur percaya bahwa nando itu orang yang tepat untuk ia menceritakan rahasianya meskipun nando terkadang seperti anak kecil.


"okey gue cerita satu rahasia sama lo, tapi please jangan ceritain ini kesiapa pun!"nando menatap lekat floella yang saat ini begitu dekat dengannya.


floella menarik nafas panjang dan hendak menceritakam rahasianya. "sebenarnya dari kecil gue punya sixth sense bisa tau kejadian yang akan datang, tapi... hal itu bukan kemauan gue, melainkan penglihatan gue itu datangnya secara tiba-tiba kaya waktu lo hampir kena batu dan juga nyokap lo yang di sekap sama rampok ndo"


nando termangu mendengar ucapan floella, namun setelah beberapa detik nando tertawa terbahak-bahak. "lo itu bisa ngelawak juga ya floe.."


"kalian dari mana?" tanya elkan mengintrogasi.


"mojoklah.." sahut nando di belakang floella.


"gak usah ngaco deh lo nando, gue sentil lo tau rasa" floella terlihat kesal kepada nando. dan saat itu nando tiba-tiba terdiam melihat floella yang kesal terhadap dirinya.


"mending kalian pulang deh sekarang, gue mau isti-" belum selesai dengan ucapannya, floella sudah lebih dulu ambruk. seketika elkan langsung menggendong tubuh floella dan ia bawa ke dalam rumah.


"floe bangun..." elkan berusaha membanginkan floella.


sedangkan nando mencari air putih untuk membuat floella sadar. "ini, mending di cipratin aja pakek ini el"


karena mendapat cipratan air,akhirnya floella bangun dari pingsannya. elkan lalu membantu floella bangkit dari posisinya untuk duduk.


saat itu pandangan mata elkan berhenti di sudut kening floella yang terlibat memar. "memar lo parah floe, apa ini juga ada sangkutannya sama perampok di rumah nando" floella hanya mengangguki ucapan elkan. seketika elkan langsung mengompres memar di kening floella.


elkan begitu perhatian dengan floella. seketika hal itu membuat nando merasa tidak suka.

__ADS_1


namun saat itu tiba-tiba floella mendapat penglihatan kalau ibu nando akan kembali di serang. floella lalu mengetikkan sesuatu dan ia kirim kepada nando.


â–ªTerserah lo percaya apa enggak, sekarang lo harus pulang. nyokap lo dalam bahaya. di penglihatan gue 15 menit lagi ada seseorang yang mau celakai nyokap lo.


ting...


nando lalu memeriksa ponselnya yang berdenting, saat ia mengecek isi pesannya sebenarnya ia ingin tertawa. tapi karena ini menyangkut ibunya, nando segera pergi dari rumah fleolla.


"el gue harus pergi dulu" tanpa menunggu balasan dari elkan, nando langsung pergi dari rumah floella. dan kini hanya tinggal elkan berdua dengan floella.


"emm floe... lo udah makan belum?" floella hanya menggeleng.


"kalo gitu tunggu bentar" elkan pergi selama beberapa menit dan ketika ia kembali, sudah ada beberapa kantung makanan yang ada di tangannya.


"maaf lama ya floe.." elkan lalu menyiapkan makanan untuk floella.


"Aa...gue suapin"


"biar gue makan sendiri el"


"udah lo nurut aja" floella lalu membuka mulutnya dan mulai menikmati suapan demi suapan dari elkan.


"jangan kaya gini dong el, kalo lo kaya gini ini namanya lo PHP in gue. terus gimana caranya gue move on dari lo coba"


elkan lalu terkekeh mendengar ucapan floella. "floella..floella.. kenapa lo terus terang banget si sama gue. lo gak tengsin gitu ketauan suka banget sama gue?" elkan masih terus menyuapi floella.


"enggaklah kenapa gue tengsin? kalo gue suka ya suka gak bisa di ganggu gugat. mau lo nganggep gue bucin atau apalah, ya itu emang kenyataannya gue gak bisa bohongin diri gue sendiri."


Elkan tertawa dan mencubit hidung floella. " floella.. floella.. lo itu emang unik ya.."


"unik doang gak bisa bikin lo cinta sama gue el"


seketika elkan berhenti dari tertawanya dan suasananya pun menjadi canggung.


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2