
Nando berlari mencari keberadaan Elkan, namun ia tak kunjung menemukan Elkan. ia justru melihat beberapa kerumunan, dan akhirnya Nando memastikan apa yang tengah ramai, bukanlah yang ia lihat juga.
"hapus foto-foto itu, atau kalian mau gue bikin keluar dari sekolahan"
"iya.. iya.. galak banget si Nando" ucao salah satunya.
"gue gak mau tau, kalo kalian mau tetep sekolah disini suruh temen-temen kalian hapus semuanya"
setelah memperingatkan teman-teman nya, Nando kembali mencari keberadaan Elkan. sementara itu seseorang yang melihat kecemasan Nando justru tersenyum licik.
"Nando.. Nando, walaupun mereka hapus, tapi martabatnya sudah tercoreng. dan itu akan tetap berada diingatan semuanya. lagi pula lo nggak tau siapa. yang nyebarin, jadi gak mungkin lo bisa nutupin berita ini!"
"Joana, lo ngapain disini senyum-senyum sendiri?"tanya Giselle yang baru datang.
" nggak ada, mood gue lagi bagus aja Sell" jawabnya dan setelah itu pergi meninggalkan Giselle yang masih berdiri menatap kepergian Joana.
"kayak ada yang gak beres deh" pandangan Giselle lalu tersita oleh siswa-siswi yang berkumpul. saat itulah Giselle melihat apa yang membuat teman-teman nya berkumpul.
"eh kalian lihat apa sih? "Giselle lalu mencoba melihatnya.
" astaga "
"udah ya, ini mau gue hapus, soalnya Nando ngancem kalo yang gak hapus foto ini, Nando bakal bikin kita di keluarin"
Akhirnya Giselle mencari keberadaan Indah. dan saat itu Giselle melihat Indah yang sedang berjalan bersama dengan Zara menuju kelasnya.
"Indah tunggu" Giselle menghampiri Indah dan Zara dengan nafas yang terengah, saat itu Indah Dan Zara. mengernyitkan dahinya.
"coba lo lihat ini deh Ndah"
Indah segera melihat apa yang ditunjukan oleh Giselle, dan saat itu kedua mata Indah membulat sempurna.
"ini benaran Floella, tapi.. gue yakin ini kejadian aslinya gak kek gini" ucap Indah.
Zara yang mendengar ucapan I dah pun menjadi penasaran. "eh apaan si, gue bisa lihat. gak ada yang cerita ni sama gue? "
"akhirnya gue ketemu sama kalian." ucap Nando yang terengah sama halnya dengan Giselle.
"apa kalian udah lihat foto-foto itu? "
"udah Nando, dan gue gak percaya kalo Floella kayak gitu! "
"kita omongin itu nanti, sekarang gue mau samperin El. kalian ada yang lihat El nggak?"
"tadi waktu gue berangkat sama Zara, Elkan kayaknya lagi boncengan sama Floella deh Nando."
__ADS_1
"terus Marel dimana Ndah?"
"tadi masih di parkiran Nando"
"ya udah thanks, gue mau nyamperin dia dulu."
tanpa menunggu jawaban dari Indah dan lainnya, Nando langsung bergegas ke area parkir untuk menemui Marel. dimana disana Nando melihat Marel yang tengah mengotak atik motornya.
"coba lo buka chat grup deh Rel"
"buat apa si Ndo, gak ada yang penting juga. gue lagi liyat keadaan motor gue ni"
"ya udah lo gak perlu buka, lo lihat aja di hapus gue" Marel langsung memperhatikan foto yang ditunjukkan oleh Nando.
"lebih baik kita susul Elkan di SMA Noesantara deh Ndo, tadi waktu gue di belakang mobil Indah sama Zara, gue lihat Elkan nganterin Floella"
_
Floella di tarik oleh Garvan, dan saat itu kejadian itu tepat didepan mata Elkan. sontak melihat Garvan yang sedikit kasar membuat Elkan meradang.
"jaga sikap lo" Elkan menarik tangan Garvan agar tidak mencekal Floella dengan erat.
"lo gak perlu ikut campur, Floella itu cewek gue"
meninggalkan Elkan yang masih meradang, kini Garvan kembali mendekat ke arah Floella. "jadi lo gak mau jadi cewek gue, tapi lo maunya sama Raka? gitu? bagus ya, liyat aja setelah ini lo bakal dapet sesuatu yang istimewa di sekolahan ini Floella. inget kata-kata gue"
Itulah Garvan, memang seorang Garvan terkenal sangat kejam jika ia tidak menyukai seseorang. dan itu sudah ia lakukan dari awal ia masuk sekolahan tersebut. namun ketampanannya selama ini menutupi kekejamannya dan tetap menjadi idola bagi para siswi-siswi nya.
"Floe, lo yang tenang. lo nggak usah takut sama orang kaya dia."
Elkan lalu mengajak Floella untuk duduk, saat itu ia melihat Floella yang tertekan semabri membersihkan sisa tomat yang menempel di wajahnya. "lo bisa ceritain sama gue Floella"
Floella yang menunduk kini menatap lekat wajah Elkan. "apa lo masih percaya sama ucapan gue El? "
"gue ini udah lama kenal sama lo Floe, jadi gue yakin kali ini lo nggak bener-bener kayak gitu kan? "
Setelah mendengar ucapan Elkan, kini Floella mulai menceritakan semua yang ia alami sehingga ia harus pergi ke Gor akuatik. namun apa yang ia sangka jika Kolam itu kosong, ternyata salah. disitu ternyata terdapat Raka yang tengah berenang didalamnya dan menarik Floella agar tidak terlalu tegang.
"udah, sekarang lebih baik lo gue anter ke toilet buat bersihin itu ya"
"gak papa El, gue bisa sendiri. lo disini aja"
"lo yakin? "
Floella mengangguki ucapan Elkan dan segera bergegas ke toilet.
__ADS_1
selang beberapa saat Nando dan Marel datang dan langsung menghampiri Elkan yang tengah menunggu Floella yang masih didalam toilet.
"El, lo udah-"
"gue udah liyat, bahkan tadi anak-anak sini langsung ngebully Floella. mereka nganggep kalo Floella nyelingkuhin Garvan"
"terus sekarang Floella kemana? "kini Nando yang angkat bicara.
"ada di toilet"
"gini El, lebih baik lo nyusulin Floella, dan gue mau hubungin orang bokap gue biar ngelacak siapa yang nyebarin foto itu. sementara lo harus bikin foto ini berhenti kesebar Rel"
"oke" sahut Marel dan Elkan bersamaan.
Elkan segera berlari untuk menyusul Floella, namun di Koridor ia berpapasan dengan Raka.
"bukannya lo yang di foto sama Floella kan? lo Raka kan? "
"foto? foto apa maksud lo?"
Raka memang belum melihat foto viralnya dengan Floella, dimana foto itu menampakkan dirinya yang tengah mengangkat pinggang Floella ketika didalam air dan terlihat sangat mesra. hingga ia hanya berjalan santai menuju ke Gor Akuatik untuk berlatih berenang.
"lo lihat ini" Elkan memberikan foto yang sudah lecek yang sedari tadi ia genggam.
"Damn, ini bener-bener gak bisa dibiarin"
Saat ini Elkan tidak memperdulikan Raka yang tengah kesal, namun ia segera melanjutkan untuk mencari Floella di toilet.
Dan tanpa mengucapkan apapun Raka kini mengikuti Elkan. dan disaat itu Elkan tiba-tiba berhenti ketika melihat Floella yang sudah menangis dengan melangkah kedua kakinya di sudut kamar mandi.
"Floella"
"El.. " Floella menghambur kedalam pelukan Elkan, dan saat itu Floella terisak dalam tangisnya.
"siapa yang lakuin ini sama lo Floe? " Floella masih menangis, dan saat itu Elkan melihat rambut Floella yang sebelah kiri di potong hingga sebatas leher.
"ini benar-benar keterlaluan!"
"sepertinya gue tau siapa pelakunya" ucap Raka yang menatap iba kepada Floella.
.
.
. bersambung
__ADS_1