
Kedatangan elkan ke rumah Floella membuat floella sedikit heran. pasalnya menurut yang ia ketahui hari ini joana mengajaknya untuk pergi kencan.
"silahkan masuk el"
elkan pun duduk di sebuah sofa yang berhadapan dengan tempat duduk floella.
elkan masih terdiam, sedangkan floella belum tau apa tujuan elkan datang kerumahnya malam ini, yang seharusnya malam untuk dia berkencan dengan joana kekasih baru elkan menurut floella.
"sebentar ya el gue mau kedalam, silahkan lo cicipin makanan buatan nyokap gue"
"iya floe.."
selama floella di dalam floella bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, apa tujuan dari laki-laki yang sangat ia sukai datang. pasalnya hubungan mereka sudah usai semenjak elkan memutuskan untuk mengakhirinya.
selang beberapa menit, floella pun kembali ke ruang tamu untuk menemani elkan.
"emm...floe." floella menatap elkan serius "gimana sama luka lo yang waktu itu, sepertinya saat kompetisi itu masih cukup mengganggu pergerakan lengan lo?"
elkan begitu memperhatikan floella.. sehingga membuat floella tersenyum.
"gue udah baikan el.. jadi lo kesini cuman mau nanyain keadaan gue?" floella lalu menuangkan teh untuk elkan, elkan pun segera meminumnya. " ati-ati lo el kalo lo sering ngawatirin gue, gue takut lo jatuh cinta sama gue.." sontak ucapan floella membuat elkan terperangah dan gugup.
"ya kalo dulu si gue seneng banget kalo lo bisa cinta sama gue, tapi ceritanya sekarang beda. lo udah punya cewe, dan gue gak maulah jadian sama cowok orang. meskipun gue cinta sama orang itu"
susana pun menjadi sedikit hening, kemudian suara tawa floella memecah keheningan. "gue becanda el, gue tau lo gak bakal suka sama gue!!"
"tapi floe, lo beneran udah sembuh"
"ya benerlah el, gue ini cewe strong. jadi kalo gue sakit pasti langsung sembuh. bakterinya takut sama gue" mendengar ucapan floella membuat elkan sedikit terkekeh.
"oh iya floe, nyokap lo dimana?"
"ada udah tidur, kayaknya nyokap gue kecapean ngurusin taneman seharian" elkan hanya mengangguki ucapan floella.
"el.."
"hem.."
"bukannya seharusnya lo malam ini ada janji sama joan? kok lo malah kesini?" tanya floella penuh selidik.
"gak papa floe, gue cuman belom pengen keluar malem ini"
"boong, buktinya lo keluar terus datang ke rumah gue" lagi-lagi ucapan floella membuat elkan terkekeh.
malam itu menjadi malam yang cukup panjang untuk floella dan elkan hanya untuk sekedar berbincang.
▪▪▪▪▪
"kenapa si floe, lo diem aja dari tadi?" ucapan zara mengagetkan floella.
"ehmm.. ga ada, masa iya si dari tadi gue diem?!"
"ih iya kok, iyakan ndah" indah menganggukan kepalanya sembari menyantap snack kesukaanya.
"sebenarnya gue mikirin elkan tau girls"..
"astaga floella, kenapa si lo mikirin elkan terus? move on dong, dia itu cuman mainin lo okey. masih banyak laki-laki yang lebih baik dari dia, tapi... kalo lebih ganteng si kayaknya susah nyarinya" ucap indah membuat floella dan dan zara bergidik mendengar kalimat terakhirnya.
"bukan masalah move on ndah..masalahnya semalem elkan itu datang kerumah gue" floella menatap indah dan zara bergantian.
__ADS_1
"hah.. ngapain tu anak datang ke rumah lo floe?" tanya zara.
"ya cuman mau nanyain luka gue udah sembuh apa belom" jawab floella apa adanya.
"masuk akal si yang di bilang elkan.."
"tapi.." ucapan floella pun membuat zara dan indah penasaran.
"tapi apa lagi floe.." ucap indah dan zara bersamaan.
"tapi semalem kan harusnya elkan ngedate sama joana, terus dia batalin gitu aja. padahal mereka kan baru jadian!!"
sontak ucapan floella di tertawakan oleh kedua sahabatnya itu hingga terpingkal-pingkal.
"lo mimpi floe?" sahut indah sembari terkekeh.
sedangkan floella masih bingung dengan pertanyaan indah.
"gini ya floe, waktu joana nembak elkan itu kan lo pergi jadi lo gak tau jawaban dari elkan. makanya ni, lo jadi salah sangka kan?"
"salah sangka? maksudnya?" floella menautkan kedua alisnya yang mulai berpikir keras.
"ya iyalah lo salah paham.. jadi gini"
____flashback on____
"denger semua..." joana memberi tau semua untuk mendengar pengumuman yang akan ia katakan.
"gue bakal nyatain perasaan gue sama elkan, el gue suka sama lo sejak lama. dan gue mau lo jadi pacar gue!"
saat itu elkan mengulurkan tangannya meraih tangan joana, dan ketika itu elkan menyuruh beberapa anak untuk pergi dan tersisa zara, indah dan giselle.
"lo emang cewe baik jo, lo udah gue anggap sahabat gue dari lama. lo juga sel" elkan menatap giselle yang berdiri di belakang joana.
"tapi kita gak bisa pacaran jo, gue ga ada perasaan apapun selain rasa seorang sahabat sama lo, sorry jo" elkan lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan joana.
____flashback off____
"jadi gitu ceritanya floe, mereka itu gak jadian. lo si keburu pergi" indah mencubit pipi floella.
"tapi kenapa waktu gue ngasih selamat ke elkan, elkan gak bantah kalo dia gak jadian sama joan?"
"emang lo ketemu elkan dimana floe?" tanya indah.
"kemaren waktu joan nembak elkan, gue pergi ke kafe sebelah. di situ gue ketemu elkan"
"tunggu-tunggu, lo sama elkan duluan mana tu ke kafenya?"
"ya duluan gue lah ndah, lo kan tau gue pergi waktu elkan masih sama joan."
"oh astaga... itu sih fiks"
"napa lu ra, tau-tau heboh aja" sahut floella.
"iya napa si lo ra?" tambah indah.
"ya itu artinya, elkan itu udah mulai ada rasa sama lo floe.. buktinya dia nyusulin lo di kafe. itu tandanya dia khawatir sama lo"
"hahaha... jangan bikin gue GR zara kalila. gue lagi berusaha nata hati gue ni" seru floella.
"tapi apa yang di bilang zara itu ada benernya kali floe".. indah pun setuju dengan apa yang di katakan oleh zara.
__ADS_1
sedangkan floella memilih pergi, floella tidak ingin membuat dirinya terlalu percaya diri lagi dan lagi.
"mau kemana floe.." zara dan indah meneriaki floela yang berlari keluar.
di lorong sekolah floella pun tidak sengaja bertemu dengan nando yang saat itu sedang mojok dengan salah satu siswi di sekolah itu. namun karena ia melihat floella nando pun memilih menyusul floella dari pada siswi yang sedang bersamanya.
nando berjalan mensejajarkan dirinya dengan floella.
"sorry ndo gue gak bermaksud ganggu lo tadi"
"ngomong apa si lo floe, dia bukan siapa-siapa gue" nando berdalih menyangkal hubungannya dengan siswi yang bersamanya saat di lorong.
"kasian tau ndo, masa cewe lo sendiri gak lo akuin si!" mendengar ucapan floella, nando pun berjalan mundur di hadapan floella.
"gue jomblo tau floe.. gue kan lagi suka sama cewe"
"cewe mana lagi ernando felix, lo tu ya.. gak kasian gitu sama cewe-cewe lo! sekedar nasehat buat lo ya ndo. jangan sampe lo nyia-nyiain cewe yang beneran tulus sama lo, nanti lo yang bakalan nyesel"
"kalo gue yang di sia-siain gimana floe?" entah terkena angin apa saat itu nando mendadak berhenti dan mengubah ekspresi wajahnya yang biasa tengil sekarang berubah menjadi serius.
"mana ada cewe yang nyia-nyian lo ndo selama ini kan lo yang sering ngasih harapan palsu ke cewe-cewe!"
"gue pernah serius sama cewe floe, tapi lo tau yang terjadi sama gue? cewe itu selingkuh sama orang lain" nando menatap dalam floella dan tanpa ia sadari ia mencengkeram lengan floella hingga memerah.
floella menahan apa yang ia rasakan, dan saat melihat wajah floella yang kesakitan nando sadar ia menyakiti floella.
"sorry floe gue.. gue gak bermaksud nyakitin lo"
'baru kali ino gue melihat nando merasa benar-benar terluka, gue bisa lihat itu dari sorot matanya'
"floe.. lo denger gue kan floe.. gue minta ma-" floella menutup mulut nando dengan telapak tangannya.
"lo gak perlu minta maaf nando, gue tau apa yang lo rasain. tapi menurut gue lo harus bersikap bijak, jangan sama ratakan semua perempuan ndo. gue khawatir suatu saat lo akan menyakiti wanita yang salah, wanita yang benar-benar tulus sama lo!" floella menatap dalam-dalam mata nando begitupun nando yang tidak bisa berpaling dari floella.
deg..
entah kenapa ucapan floella membuat nando merasa ada sesuatu yang berbeda yang dimiliki oleh floella.
"akh..."
"kenapa floe?"
"emm gak papa ndo, gue cuman sedikit pusing" nando pun menemani flolla kembali ke kelas.
sedangkan floella masih saja menatap nando dan hal itu di sadari oleh nando.
"ada apa floe?"
"sebaiknya pulang sekolah lo jangan kemana-mana ya ndo, lo harus di rumah"
"emang kenapa si floe.. atau jangan-jangan lo bilang kaya gini biar gue gak ketemu cewe-cewe ya.."
'gue gak mungkin bilang kalo nanti di rumah lo ada rampok dan membuat nyokap lo terluka nando'
"iya, emang kenapa. oh kalo gitu gue nanti ikut ke rumah lo okey. gue gak nerima penolakan, bye gue mau ke kelas"
nando tersenyum melihat tingkah konyol dari floella. sedangkan saat itu marel dan elkan melihat dan mengetahui ketika floella akan datang ke rumah nando.
marel dan elkan pun saling menatap, seakan mereka bertanya untuk apa floella pergi ke rumah nando.
.
__ADS_1
.bersambung
.