
sudah satu minggu sejak kejadian floella tersiram air panas, luka yang belum sembuh total sesikit mengganggu pergerakan tangannya.
dering ponsel mengawali pagi dari floella. hari itu zara menghubunginya memberitau tentang kemajuan jadwal kompetisi yang di majukan dua hari lagi, yang seharusnya masih satu pekan lagi.
mau tidak mau mereka harua berlatih lebih keras.
"iya oke ra ini gue di jalan, lo tunggu aja di kelas sama indah."
laju mobil yang floella kendarai memang cukup cepat sehingga hanya membutuhkan 15 menit untuk sampai di sekolah. ketika floella sampai, ia sudah di tunggu oleh kedua sahabatnya di area parkir.
"loh kalian kok disini?tadi gue bilang tunggu di kelas ga papa kan"
"gak papa kali floe, di kelas kita juga bosen" sahut indah.
"oh iya kayaknya kita harus latihan lebih banyak deh, kompetisi dance nya di majuin dua hari lagi. tapi..." begitu menggantung ucapan dari zara membuat floella dan indah menunggu.
"tapi gimana sama fisik lo floe, lo kan belum pulih bener kan" tambah zara.
"udahlah kalian gak perlu khawatir, ni ni udah baek kan" floella menggerak-gerakkan tangannya.
dengan canda tawa mereka pun memutuskan untuk pergi ke kelas namun ketika mereka berada di koridor, giselle dan joana menghentikan langkah mereka.
"hai flo.."ucapam giselle di balas dengan senyuman oleh floella.
"makasih ya floe,gue denger lo nyelametin elkan"
joana berdiri di hadapan floella sembari dengan tangan yang bersedekap.
"kenapa lo yang terimakasih jo?" sahut indah
"ya iyalah, gue kan sahabatnya elkan jadi gue makasih karna mantan pacarnya masih perduli sama elkan."
joana lalu memutati badan floella dan sesekali me ye tuh pundak floella.
"lo ngapain si pakek kaya gitu sma floella" seru zara.
"ya gue cuman khawatir aja, bisa nggak ya kalian kalahin gue di kompetisi kalo keadaan sahabat kalian kaya sekarang. secara, gue sama giselle itu juara bertahan di kompetisi tahunan ini"
saat zara ingin maju menjawab perkataan joana, floella sudah me ghentikannya dengan jawaban yang ia berikan.
"kita lihat di kompetisi nanti ya jo, cuman juri yang bisa tentuin bukan kita ataupun kalian!"
floella dan sahabatnya pun berlalu meninggalkan joanana yag masih berdiri dengan raut wajah kesal karena jawaban dari floella yang terkesan tidak memperdulikan ucapannya yang merendahkan floella dan kedua sahabatnya.
-
__ADS_1
bel pulang sekolahpun berdering, hari itu floella, indah dan zara berlatih di rooftop sekolah karena tidak mendapat ruang untuk berlatih karena sudah di pakai oleh joana giselle dan beberapa anak lainnya6. sebenarnya saat itu zara mengajak latihan di tempat lain, tapi karna tidak ingin menyita waktu akhirnya mereka memutuskan untuk berlatih di sekolah.
tap tap tap bentak kaki mulai mengikuti irama musik, seperti biasa floella memang sangat lincah namun daat ini ia sedikit terganggu akibat luka yang belum pulih sepenuhnya.
"akh..."
sontak indah dan zara melihat floella yag merasa kesakitan.
"ini kenapa, kenapa floella kesakitan?" tanya marel yang baru sana tiba dan di susul oleh nando yang membawakan mereka minuman dingin.
"ini rel, kayaknya floella kesakitan karna lukanya waktu itu."sahut zara
marel menatap floella yang masih merasa sakit dengan bahunya. entah kenapa marel merasa cemas.
"mending lo gak udah ikut floe, ini bisa bikin luka lo tabah parah" marel menuntun floella ke tempat duduk yang ada di rooftop .
"mending lo minum dulu flo" nando membeei salah satu minuman dingin yang ia bawa, kemudia ia berpindah memberikan untuk indah dan juga zara
"makasih ndo." setelah berterimakasih floella menatap ke arah marel "gue gak akan mundur sebelum mencobanya rel. lo lihatkan mereka, mereka juga capek tapi mereka masih semangat. jadi gak ada alasan untuk gue mundur."
"lo emang keras kepala ya floe" marel mengunggingkan senyumnya.
"eh eh tumben elkan gak sama kalian" selorohan indah membuat floella dan zara mengedarkan pendangan mencari keberadaan elkan ya g tak kunjung terlihat.
"oh elkan.. elkan lagi lihat giselle sama joan latihan kayaknya."sahut nando
ucapan zara membuat floella teringat saat elkan memeluknya, floella berpikir apa arti dari pelukan itu yang sempat membuatnya yakin bahwa elakan mulai menyukainya. namun sekarang ketika mendengar ucapan nando, ia kembali teraadar bahwa elkan memang hanya mempermainkannya dan tak pernah ingin serius dengan floella.
"floe, lo baik-baik aja?" ucapan marel membuyarlan lamunan floella.
"emm iya rel, oh ya girls gue mau ke toilet bentar." floella lalu turun untuk segera ke toilet, namun di tengah perjalanan ia berpapasan dengan elkan.
saat ia ingin berusaha tidak perduli, saat itu elkan menghentikannya. "floe.."
"ya..."
"lo lihat nando atau marel gitu?".
"oh mereka... ada di rooftop bareng sama indah zara" floella lalu ingin melanjutkan perjalannya dan sekali lagi elkan menghentikannya.
"tunggu floe.. lo mau kemana?"
"gue.. gue mau ke toilet el. ya udah ge ke toilet dulu el"
" gue anter floe ini udah agak gelepkan"
__ADS_1
"emm okey.. kalo gak keberatan gak papa boleh"
di sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam hingga akhirnya elkan memberanikan diri untuk memulai percakapan.
"floe.. please kalo lo masih ada perasaan sama gue, gue harap lo bisa hilangin itu" ucapan elkan menghentikan langkah kaki dari floella.
floella menatap lekat mata elkan, saat itu mereka berdiri berhadapan menatap satu sama lain. bukannya membalas ucapan elkan, floella kembali melangkahkan kakinya begitupun dengan elkan.
"dan satu lagi, lo gak perlu korbanin diri lo biat nuelametin gue floe. gue jadi gak enak sama lo!"
saat itu floella kembali berdiri di hadapan elkan yang menatap lekat dirinya.
"gue cinta sama lo el, dan kalaupun lo nyuruh gue buat gak cinta sama lo itu bukan perkara yang mudah! perasaan gue ke elo udah lama jadi gak secepat ini gue buat lupain lo."
floella sempatmenutup wajahnya sekilas dan kembali menatap elkan yang masih dengan sangat intens menatapnya.
"dan perasaan gue bertambah ketika lo mulai perhatian sama meskipun itu cuma permainan buat lo! dan lo tenang aja walaupun gue gak bisa hapus perasaan gue, gue gak minta lo buat balas perasaan gue kok! dan untuk tolong menolong itu bagi gue bukan cuma buat orang yang gue cinta, kalaupun itu terjadi sama yang lain pasti gue juga tolongin" floella lalu berbalik dan ingin meninggalkan elkan.
namun di selah langkah kakinya ia kembali berbalik menatap elkan "dan satu lagi el walaupun lo nolak gue, gue tetep dukung apapun kegiatan lo. dan gue sebisa mungkin gak akan ganggu lo dengan gue gak muncul di hadapan lo kecuali itu menyangkut kegiatan sekolah."
elkan hanya termangu melihat kepergian floella, dan saat itu entah kenapa elkan begitu merasa perih ketika melihat floella yang menyeka air di sudut matanya yang memerah.
sedangkan tanpa mereka ketaui nando mengikuti kepergian mereka. dan ketika floella berbelok tiba-tiba nando menarikanya.
"nando..." floella menatap lekat nando dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"kenapa lo bisa disi-" belum selesai dengan ucapannya, nando sudah menarik floella le dalam pelukannya.
"menangislah fleo, gue temen lo. lo gak perlu tutupin kesedihan lo."
di saat nando memeluk floella yang kini tengah menumpahkan airmatanya, elkan tak sengaja melihat mereka.
deg..
elkan lalu memundurkan langkahnya dan berdiri di balil dinding, saat itu ia memegangi dadanya yang secara tiba-tiba berdenyut.
"ada apa sama gue, mungkin gue hanya terkejut melihat mereka berpelukan. gue yakin ini bukan karna cemburu melainkan hanya keterkejutan." elkan kembali melihat nando yang saat itu menghapus air mata floella.
"hah.. pantesan banyak cewe yang suka sama lo ndo. untung gue inget kalo lo itu playboy, hampir aja gue khilaf" floella merapikan wajahnya dan ia pun terkekeh begitupun dengan nando.
mendengar ucapan dari floella nando berpikir ada yang lain dari diri floella, entah kenapa ucapan floella mampu membuat hati nando bergetar.
dan dari elkan pun terus mengawasi nando dan floella yang kini mulai berjalan ke arah rooftop.
.
__ADS_1
.bersambung
.