
Setelah makan bersama, Elkan mengantarkan Floella pulang dengan motor, karena hari ini ia tidak membawa mobilnya.
"bentar El, gue harus lihat HP gue. pasti dari tadi nyokap udah telfonin gue karna gue belom balik"
Floella yang masih memeriksa ponselnya terhenyak ketika Elkan memasangkan Helm untukknya. sontak pandangannya terus tak henti memperhatikan Elkan yang fokus memasangkan helm.
'please El, kalo lo kaya gini terus ke gue, bisa-bisa gue gak bisa move on dari lo. dan gue gak mau kalo sampek gue bucin kayak dulu. karna gue tau, lo pasti gak akan seneng sama gue kayak dulu lagi'
karena mereka masih didekat parkiran seseorang hampir menyenggol Floella hingga Elkan menariknya dan membuat Floella seolah-olah ia peluk.
Deru nafas Floella terasa hangat di ceruk leher Elkan. dan hal itu membuat Elkan segera menormalkan posisi mereka kembali.
"emm sorry Floella, tadi ada yang.. "
"iya El, malah gue yang makasih sama lo udah nyelametin gue. kalo enggak mungkin gue udah keseret sama motor anak tadi" potong Floella saat Elkan belum selesai dengan ucapannya.
"ya udah ayok"
Floella menaiki jok belakang dan enggak berpegangan pada Elkan. namun Elkan segera menarik tangan Floella yang ia lingkaran pada pada perutnya.
"pegangan Floella, kalo lo jatuh nanti gue yang repot"
"hehe iya El" Floella menyengir kuda. dan tanpa ia sadari seseorang mengulas senyum tipis melihat Floella dari kaca spionnya.
Sementara itu dari kejauhan Garvan masih terus mengikuti Elkan dan Floella hingga sampai di rumahnya. disana Sekar sudah menunggu anaknya diluar rumah sembari menikmati teh buatannya.
"malam tante Sekar, maaf Elkan baru nganterin Floella pulang"
"ya. yasudah Floella, ayok masuk sayang, mama udah masak buat kamu"
"iya ma, bentar ma"
Sekar masuk lebih dulu dan Floella menghampiri Elkan yang masih ada didepan.
"Sorry ya El, gue gak ngajak lo mampir. gak tau kenapa hari ini mama cuekin lo! "
"gak papa kok Floella, gue yakin tante Sekar masih sakit hati karena bang Edgar batalin gitu aja pertunangan kalian" ucap Edgar dengan senyum tipis diwajahnya.
__ADS_1
"dan gue yakin tante Sekar orang baik kok, dia gak akan lama bersikap kayak gini ke gue" Floella tersenyum dan mengangguki ucapan Elkan.
"ya udah ya Floe, gue balik"
"Hati-hati El"
_
Sementara itu di tempat lain, Lagi-lagi kencan Indah dan Marel harus gagal karena lagi-lagi mereka melihat Raka di serang oleh beberapa orang. bahkan kali ini lebih dari lima orang sudah mengepungnya.
perkelahian pun tak terelakan dan Raka harus terkena baru yang dilempar oleh salah satu orang yang menghadangnya hingga hampir pingsan. untung saja saat itu Marel segera menghubungi Nando sehingga Nando membawa beberapa orangnya untuk mengatasi orang jahat yang menghadang Raka.
"awas lo, kita bakal bikin lo leny*p" teriak salah satu penjahat.
"woe mulut lo itu minta gua b*kar Ha, lawan orang-orang gua aja lo gak sanggup pakek sesumbat lo pada."
"Tenang Nando, mereka udah pada pergi kok"Zara berusaha menenangkan Nando yang masih di kuasai oleh emosi.
Akhir-akhir ini Zara memang sering di anatar oleh Nando karena Edgar yang biasa menjemputnya harus mengurus sesuatu di luar kota untuk hubungan antar sekolah.
" Nando.. lo denger gue kan? " Zara menunggu balasan Nando namun Nando hanya diam memperhatikannya di tengah nafasnya yang terengah karena amarahnya.
"enggak kok Zara, Nando ada di depan lo" balas Zara.
dengan spontan Zara menggerakkan tangannya dan tangannya menyentuh tepat di wajah Nando sebelah kiri yang kini mensejajarkan tinggi badannya dengan posisi Zara sehingga Nando sedikit menunduk.
"lo baik-baik aja kan Nando?" raut kecemasan masih menghiasi wajah Zara yang saat ini begitu dekat dengan Nando.
dag dug dag dug
'ada apa sama gue? masa iya gue deg-degan deket sama Zara kayak gini? "
"ehem, gue baik-baik aja Zara bawel" ucap Nando sembari mengacak rambut Zara.
Semuanya terkekeh melihat raut wajah Zara yang berubah kesal dengan mengeruvutkan bibirnya karena Nando membuat rambutnya acak-acakan.
"yaudah lebih baik lo ikut mobil kita aja Rak, gak aman kalo lo harus pakek motor. biar motor lo dibawa sama orangnya Nando"
__ADS_1
Awalnya Raka hendak menolaknya, namun kondisinya saat ini tidak memungkinkan untuknya mengendarai motornya.
setelah menempuh waktu sekitar lima belas menit, mereka sampai di tempat biasa mereka berkumpul. disana Indah mulai mengobati dahi Raka yang terkena lemparan batu hingga mengeluarkan darah.
"tahan ini akan sedikit sakit, tapi kalo gak di obatin bisa infeksi luka lo" Indah begitu telaten mengurus luka Raka. hingga saat itu Nando yang melihatnya segera mengajak Marel untuk berbicara di luar.
"Rel, gue saranin sama lo, jangan terlalu ngebiatin siapa pun terlalu deket sama cewek lo."
Marel yang mendengar ucapan dari Nando menautkan kedua alisnya dan menatap Nando penuh tanya. "maksud lo gimana si Ndo? "
"gue yakin lo gak goblok kan setelah pacaran Rel? liat aja tatapan si Raka ke cewek lo! "
Marel sedikit menyembuhkan kepalanya untuk melihat kedalam disaat indah mengobati Raka.
"biasa aja lah menurut gue. tapi thanks lo udah ngingetin gue Ndo"
"emm Ngomong-ngomong lo ada hubungan apa sama Zara? "
"gue? temen satu kelas, sama juga kayak lo" Nando kemudian melenggang pergi dengan senyum diwajahnya meninggalkan Marel yang saat itu terkekeh atas jawaban yang diberikan oleh Nando.
Sementara itu di tempat lain yaitu di basecamp geng Omorfos, Garvan terus memetik senar gitar hingga ujung hatinya tersayat oleh senar gitar.
"sshhh.. berengs*k ni gitar."
"apaan lo nyalahin gitar segala Van? lo nya yang kurang hati-hati" ucap Angga yang meraih gitar yang Garvan lempar karena melukai jarinya.
"Lagian lo kenapa si Van uring-uringan aja semenjak lo balik dari sekolah tadi? pakek ngilang segala, lo kemana si tadi sebelum kesini? " Andrew pun ikut menimpali.
"cari angin gue, malah dijalan tadi gak sengaja lihat si Elkan lagi berduaan sama Floella! "
"ohhh gue tau, lo jealous sama Elkan kan Van? gue ini pakarnya cinta, jadi gue tau kalo sebenernya lo itu udah mulai suka kan dmaa Floella walaupun lo bilang mau ngerjain dia? "
brak
Garvan membanting gitar yang ada ditangannya. sontak hal itu membuat Andrew dan Angga tersentak dengan respon Garvan yang bahkan dulu dia tidak rela siapa pun menyentuh gitar kesayangannya itu.
.
__ADS_1
. bersambung