
Elkan memeluk Floella dengan erat. hatinya merasa sangat sakit melihat keadaan Floella saat ini. Floella yang bisanya selalu ceria, kini benar-benar kacau di dalam kamarnya.
'lihat aja, kalo sampek gue nemuin siapa pelakunya. kalian bakal nyesel udah bikin Floella kayak gini!' batin Elkan dengan jiwa kemarahannya menguasai tubuhnya.
tidak hanya Elkan, saat itu Nando juga sangat marah ketika ia melihat Floella di dekat toilet disekolah barunya yang sudah seperti orang gila dengan rambut yang dipotong sebelah pendek, juga pakaiannya yang di gunting-gunting.
ting
ponsel Elkan berdenting, saat itu terlihat Edgar mengirimkan sesuatu terhadap Elkan. seketika kedua mata Elkan membulat sempurna.
saat itu Elkan mengirimkan apa yang dikirim oleh Edgar kepada Maret dan juga Nando.
Elkan mengendurkan pelukannya dan menangkup ragu Floella hingga Floella menatapnya dengan Mata sembabnya.
"gue punya cerita buat lo Floella, lo harus denger ini"
Saat itu belum ada respon selain air mata yang keluar dari mata Floella. "okey, gue cerita ya" Elkan mulai menarik nafasnya dalam. "gue dulu punya seseorang yang sayang banget sama gue. dia itu cewek yang penuh semangat, dia juga gak pantang menyerah. dulu gue risih di ikutin sama dia, tapi lama-lama gue itu suka kangen sama dia. soalnya semangatnya itu selalu bikin orang lain ikutan semangat"
Elkan kembali membuat Floella menatapnya. "dan gue gak pernah liyat dia lemah, tapi sayangnya sekarang dia kayak gak punya semangat cuman gara-gara orang yang nggak punya hati. padahal dia dulu paling gak suka kalo ada penindasan. tapi, sekarang gue liyat dia itu mau ngebiarin bullying itu menang. padahal dia bisa lo nunjukin dmaa orang yang ngebully dia kalo dia itu baik-baik aja dan lebih kuat. bahkan bila perlu dia harusnya bikin pelajaran buat si tukang bully. dengan begitu gue yakin si tukang bully itu bakalan kena batunya."
__ADS_1
Elkan terus mengatakan hal-hal yang mengingatkan Floella menjadi gadis yang kuat seperti dulu ketika dia masih mengejar Elkan tanpa menyerah.
"jadi mau kan besok masuk sekolah, bareng gue? "
Floella menatap Elkan dan menggeleng perlahan. Elkan membuang nafasnya kasar. dan karena dia cukup lama dirumah Floella, akhirnya Elkan segera pergi.
keesokan paginya Elkan kembali datang bersama dengan kedua sahabatnya dan juga Edgar yang itu ke rumah Floella.
namun setelah ia memasuki gerbang, sesaat setelah itu Elkan keluar tanpa adanya Floella yang keluar bersamanya.
"mana Floella El? tanya Edgar? "
"eh coba kalian lihat hp lo pada, cek IG kalian" ucap Nando dan segera dilakukan oleh Elkan dan yang lainnya.
Senyum lebar terukir di wajah Semuanya, dan kini Semuanya bukannya pergi ke sekolah mereka, justru semuanya bersama-sama mendatangi SMA Neosantara.
disana mereka melihat Floella dengan rambut barunya dan juga dengan semangat baru. disana terlihat ia tengah berdiri di halaman dengan berpidato menggunakan toa untuk mengajak semuanya memberantas semua tidak bullying.
"eh tapi kalian sadar gak si kalo semuanya itu dukung Floella? padahal kemaren-kemaren mereka ngehujat Floella kan? " ucap Marel.
__ADS_1
"biar gue tanyakan sama anak itu" Nando memasuki halaman sekolahan Floella dan bertanya dengan salah satu siswanya, setelah mendapat jawaban, Nando kemabli mengirimkan teman-teman nya.
"kalian tau, semua ini karena Raka, sudah membereskannya. sehingga semuanya sudah tau apa yang sebenarnya.
sementara itu di tempat lain kini Garvan bersama dengan Yang lainnya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Floella.
"mungkin yang lain percaya sama ucapan lo Rak, tapi gue gak sebodoh itu." ucap Garvan.
"itu terserah lo Van, karena kenyataannya gue sama Floella gak ada hubungan apapun!"
"udah-udah lebih baik kita ke kelas" ucap Angga.
"iyalah mendingan kita ke kelas" Andrew pun ikut menimpali.
berbeda dengan yang lainnya, Garvan saat ini justru masih enggan mempercayai apa yang dikatakan oleh Raka.
'gue tetep akan kasih pelajaran sama Floella. dia gak bisa bersikap kayak gitu terhadap Garvan Bagaskara. ketua geng Omorfos' batinnya dengan tegas.
bersambung
__ADS_1