
Garvan mendudukkan Floella dibawah pohon yang ada ditepi jalan. ia meninggalkan Floella sejenak dan kembali lagi dengan air mineral yang ia dapatkan dari Minimarket terdekat.
"minum ini dulu"
dengan perlahan Floella menenggak air mineral yang dibawakan oleh Garvan. setelah rasa takut Floella yang berkurang, kini Garvan ikut duduk disebelah Floella.
"apa sudah lebih baik, hmm? "
"lumayan" Floella lalu menatap Garvan yang sudah sejak tadi menatapnya. "makasih karna lo udah selametin gue"
"gak gratis"
seketika Floella menautkan kedua alisnya. ia melihat Garvan yang tidak sedikitpun ada raut bercanda dengannya.
"maksudnya lo minta gue bayar? "
"ya, of course"
"baiklah, sebentar"
Garvan menahan tangan Floella yang meraih tasnya untuk mengambil sesuatu dari dalam sana.
"gue mau lo jadi pacar gue"
"no, gue gak mau jadi pacar lo! "
"oke, kalo gitu nanti malam lo dinner sama gue. buat bayaran karena gue udah selamatin lo"
Floella masih belum menyetujui penawaran dari Garvan. namun setelah ia mengingat kejadian yang baru saja menimpanya, akhirnya Floella mengiyakan ajakan makan malam oleh Garvan.
"okey, gue setuju. "
"tapi ada syaratnya. lo harus pakek baju yang nanti gue kirim ke rumah lo"
"disini yang butuh itu lo, bukan gue. jadi satu gue. mau pakek baju apapun itu! "
"boleh aja si, tapi lo harus siap nerima isu yang beredar besok! "
"maksud lo? "
"lo tau kan ada orang yang fitnah gue kalo gue udah lecehin dia, jadi gampang gue tinggal bikin isu bareng lo biar semua orang nyangka kalo lo udah gue.. "
"stop, okey gue bakal pakek baju yang lo kirim"
Floella akhirnya memilih untuk langsung pergi setelah taksi yang dipesan oleh Garvan tiba.
sesampainya di rumah, ia dikejutkan dengan keberadaan Nando dan juga Elkan yang sudah menunggunya. disana terlihat Nando dan Elkan yang tengah membantu ibunya menanam bunga dihalaman samping rumahnya.
"kalian, kalian kenapa ada dirumah gue? "
"ini Floella, kita itu khawatir sama lo, jadi kita mutusin buat datang ke rumah lo" ucap Nando.
"iya Floella, lo udah bener-bener baikan? " kini Elkan pun angkat bicara.
"seperti yang lo lihat El, gue udah baikan. Oh ya tumben kalian gak sama Marel? "
__ADS_1
"Marel lagi sama Indah, gak tau tu anak dia pacaran mulu kerjaannya" sahut Nando.
"anak-anak ini minumannya udah jadi, tante juga udah bikinin kalian cemilan loh.. eh anak mama udah pulang"
"iya nih mah, ya udah Floella mau ganti baju dulu ya" Floella bergegas pergi ke dalam kamarnya yang berada dilantai dia.
"tante gak usah repot-repot, ini kita cuman bantu sedikit kok" ucap Elkan.
"iya tan gak usah repot-repot, kalo ada semua dikeluarin juga boleh" tawa pun pecah mendengar perkataan Nando.
ketika keduanya tengah asik membantu Sekar untuk memindahkan beberapa tanaman, seorang petugas kurir mendatangi kediaman Floella.
"paket"
"oh ya pak, atas nama siapa ya pak? "
"ini atas nama Floella"
"oh baiklah, itu nama anak saya"
"silahkan tanda tangan disini bu"
setelah kurir tersebut pergi, Floella sudah kuar dengan pakaian santainya dimana pagi-lagi Floella mengenakan hotpants dengan atasan kaos oversize yang membuat Elkan lagi-lagi terpesona. gaya pakaian Floella inilah yang sangat disukai oleh Elkan.
tak tak tak
Nando memetik jarinya beberapa kali untuk mengembalikan kesadaran Elkan yang terus memperhatikan Floella.
"sayang ini ada paket atas nama kamu"
"tapi ini nama kamu sayang"
"jangan-jangan itu isinya bom lagi" celetukan Nando berhasil membuat ibu dan juga Floor panik.
"terus ini gimana dong, gue belum nikah gue gak mauati secepet ini! " rengekan Floella berhasil membuat Nando dan juga Elkan terkekeh. terlebih wajah Floella terlihat merah karena takut.
"biar aku yang periksa tante"
"oh iya ini nak Elkan"
perlahan Elkan membuka bingkisan yang terdapat pita diluarnya. dan ketika ia membukanya, sebuah gaun yang tidak terlalu glamour dengan sedikit aksen dan terkesan anggun berwarna biru langit terlihat rapih didalamnya.
"ini gaun! "
"ada suratnya nggak El? " tanya Nando seraya mendekat dan memeriksa didalam kitak. dan benar saja terdapat surat.
...gaun cantik untuk nona Floella yang cantik. aku jemput nanti malam baby ~Garvan...
"kamu nanti malam mau pergi sama Garvan ketua geng motor awuran itu Floella? " tanya Nando sedikit berteriak.
"itu.. gue.. "
"itu bagus sayang, lagian Garvan itu anaknya baik kok. papa juga sangat kenal sama orang tuanya"
Floella hanya menyengir kuda ketika ayahnya mendadak menyahuti obrolannya.
__ADS_1
"apa mereka emang udah sedeket itu El? " bisik Nando, sedangkan Elkan hanya menggerakan pundaknya keatas.
"kalo gitu nanti malam kita ikutin aja mereka. gue gak tenang kalo Floella deket sama cecunguk satu itu"
"enggak, kalo lo mau ngikutin ya udah lo aja yang ngikutin mereka. biar jadi obat nyamuk"
waktu pun sudah semakin malam, Saat ini Garvan menjemput Floella untuk makan malam romantis disebuah restoran bintang lima.
ia menunggu Floella di depan gerbang rumahnya sembari duduk di atas kap mobil dengan ponsel ditangannya. sementara menunggu Floella, Garvan memilih untuk menyelesaikan kasus fitnah yang dibuat oleh Agnes.
tap tap tap
"jadi berangkat nggak? "
mendengar suara Floella, Garvan langsung mencari sumber suara. seketika mulutnya terbuka dengan mata yang mebelalak.
"so pretty"
perlahan Garvan turun dari mobil dan meraih tangan Floella dan mengecupnya sekilas.
plak
Floella dengan entengnya menepuk bibir Garvan.
"auh.. sakit Floella"
"siapa suruh gak sopan"
"okey.. sorry"
disepanjang perjalanan, netra Garvan tidak pernah lepas dari Floella. malam ini Floella memang terlihat begitu berbeda dengan dandanannya. setelah tiga puluh menit, akhirnya Garvan sampai di tempat tujuan.
"malam cantik.. " ucap Andrew
"loh Van, katanya lo mau ajakin Floella! kok yang lo bawa beda? "
ketika kedua sahabatnya begitu penasaran, justru Raka hanya menyesap minuman yang ada ditangannya sembari berbincang dengan seseorang yang akan memainkan musik untuk Garvan dan juga Floella.
"ini Floella kali, kenapa? cantik? "
"gila.. ini si bukan cantik, tapi cantik buanget" itulah Andrew, seorang playboy kelas kakap.
sementara Raka yang awalnya acuhpun segera menoleh ketika Andrew mengatakan hal itu. dan apa yang ia dapat, sebuah keindahan nyata didepan mata.
"cantik" lirih Raka. namun Raka akan tetap terlihat tenang meskipun ia mengagumi seseorang.
"wah.. gue harus kesana. gue gak Terima kalo sampek tu anak mainin Floella" ucap Nando yang kini berada dibalik tanaman pagar didekat restoran tersebut.
"jangan bodoh Nando, kita awasi saja mereka. kalau sampai mereka berani macam-macam, aku sendiri yang akan memetahkan kekurangan ajaran mereka! " Elkan terlihat sungguh-sungguh ketika mengatakan hal itu.
.
.
. bersambung
__ADS_1