Fool Love

Fool Love
Gagal Jadi Sahabat


__ADS_3

Edgar berlari menyusuri rumah sakit, ia begitu khawatir dengan keadaan Floella saat ini. saat itu Elkan juga mengikuti Edgar yang terlihat sangat cemas.


hingga akhirnya Edgar beehenti di satu ruangan.


ceklek


"Floella.." Edgar melihat Floella yang saat ini di pasang oleh banyak alat medis termasuk alat bantu pernapasan.


Edgar terdiam sesaat ia memanggil nama Floella yang tentu saja Floella tidak bisa menjawab panggilan dari Edgar.


"kenapa si bang lari-lari" ucap Elkan yang baru saja memasuki ruang tersebut.


"Floella, ada apa sama Floella bang?"


"Floella kecelakaan! dari yang abang denger, dia nyelamatin seseorang yang hampir tertabrak"


"dan orang itu gue El" seseorang yang baru datang mengejutkan Edgar dan kuga Elkan.


"nando?"


"iya El, Floella nyelamatin gue. gue yakin dia yang tiba-tiba datang, itu karna sixth sense yang dia punya!"


"apa yang kamu bicarakan Nando, sixth sense? sejak kapan kamu tau tentang itu?" Edgar menatap nanar Nando.


"udah lumayan lama bang, Floella bahkan sweing nyelamatin orang setelah penglihatan itu muncul, termasuk saat dia nolongin nyokap kalian!"


Nando mendekat ke arah ranjang Floella sembari memandangi wajah Floella yang terlihat sangat pucat. "dan sekarang, sekarang Floella harus di rawat seperti ini itu gara-gara gue!"


"ini bukan salah kamu Nando, tapi Elkan yang harus bertanggung jawab."


Elkan yang saat itu masih memikirkan Floella tersistraksi oleh ucapan dari Edgar.


"kamu nuduh Floella hamil, dan karena itulah dia pergi! padahal abang sama Floella hanya berpura-pura supaya tante sekar tidak memaksa Floella untuk terus di awasin abang. tapi ternyata apa yang terjadi itu berdeda dengan dugaan kami, tante Sekar justru menyetujuinya sehingga kami kemarin masih mencari cara untuk menggagalkannya."


'apa yang udah gue tuduhin ke floella itu ternyata salah besar?' semburat penyesalan terlihat jelas di wajah Elkan yang kini sendu menatap Floella yang tengah terbaring.


"dan Floella dalam waktu dekat ini tidak akan bisa berjalan, ia harus mengenakan kursi roda karena ada benturan di lutut sebelah kanannya" sambung Nando.

__ADS_1


"apa?" ucap Elkan dan juga Edgar bersamaan.


-


Fleolla kembali masuk sekolah dengan kursi roda yang ia kenakan. saat itu Elkan menghampirinya yang tengah di dorong oleh Indah dan Zara yang ada di sebelahnya.


"kalian bisa tinggalin kami berdua?"


Indah dan Zara pun menatap Floella seakan meminta persetujuan.


"katakan yang mau lo omongin, mereka gak perlu pergi!" ucap Floella dengan wajah dinginnya, entah kenapa mata yang dulu berbinar setiap melihat Elkan, kini hanya tatapan hampa yang selalu tersuguh di hadapan teman-temannya.


"baiklah" elkan lali berlutut hingga kini posisinya sama dengan Floella, hanya sesikit tinggi Floella yang berada di kursi roda. "gue minta maaf karena tempo hari gue udah berkata kasar yang bikin hati lo terluka Floe, bahkan gue dan temen-temen kita sampai nyelidikin lo sama bang Edgar tentang dugaan kami Floe."


Floella menghela nafas panjang seraya melepas tangan Indah dari kursi roda yang ia kenakan. "setelah lo ngerendahin harga diri gua, dengan seenaknya lo kinta maaf El? gue tau mungkin lo fikir gue sangat suka sama lo sehingga jika lo berbuat salah, dengan mudah gue bakal maafin lo el?"


"gak akan! gue mungkin di butakan oleh cinta gue ke elo, tapi mulai sekarang gue janji gak akan bodoh kaya dulu. yang rela di rendahin cuman gara-gara cinta!" sambung Floella.


"gue tau, gue emang gak pantes lo maafin Floe. tapi gue bener-bener tulus minta maaf!"


"iya Floe, kita juga minta maaf karna sempet curiga sama lo dan pak Edgar." sahut Indah ," iya Floe, maafin kita ya" kini Zara menimpali ucapan Indah.


Floella memutar kursi rodanya dan kini ia melanjutkan untuk kekelasnya.


"Floella, tunggu! kita bener-bener gak bermaksud" ujar Indah yang kini berlari menyusulnya. namun karena mendapat penolakan, akhirnya Indah dan Zara berhenti sembari menatap kepergian Floella.


dan ketika ia sampai di tangga ia mencari seseorang, dan untungnya saat itu Edgar datang menghampirinya. "kamu mau ke atas Floe? biar saya bantu!"


"jangan pak" saat itu Floella menolak ketika Edgar hendak menggendongnya.


"bapak bisa antar saya ke ruang kepala sekolah?"


"baiklah"


saat Floella berada di dalam ruang kepala sekolah, semua teman-temannya ternyata diam-diam menguping daei pintu yang sedikit terbuka.


sedangkan kini Floella mulai membuka pembicaraan.

__ADS_1


"apa yang ingin kamu sampaikan Floella?"


"begini pak, saya ingin bapak memindahkan saya ke kelas lain!" Floella sedikit melirik ke arah Edgar yang saat itu mengerutkan dahinya.


"kenapa kami meminta untuk di pidah kelas Floella? boleh bapak tau alasannya?"


"bapak taukan, saya memakai kursi roda. saya akan kesulitan ke atas dan lebih baik jika bapak memindahkan saya ke kelas yang ada di lantai dasar."


Kepala sekolahpun kini memperhatilan kondisi Floella, yang memang saat ini sangat sulit jika harus di lantai atas.


"saya yang akan membantu Floella ke atas pak" ucap Elkan yang baru saja masuk "maaf sebelumnya karena saya kirang sopan pak, tapi saya ingin Floella tetap di kelasnya. masalah untuk ke lantai dua , saya yang akan membantu Floella!"


"tidak pak, saya tidak ingin merepotkan siapapun!" tegas Floella.


"baik Floella, karna Elkan mai membantu kamu, kamu tidak perlu pindah. kamu akan tetap di kelas kamu!"


seusai keluar dari ruangan kepala sekolah, Floella shendak pergi dari teman-temannya. namun saat itu Elkan menghentikannya.


Elkan saat itu memeluk Floella yang tengah duduk di kursi roda.


"izinin gue nebus kesalahan gue Floe, lo kaya gini itu gara-gara gue! jadi, gue yang harus bertanggung jawab. gue yang akan memenuhi semua yang lo perluin termasuk bantu lo turun dan naik lantai dua.


Floella ingin mendorong Elkan, namun Elkan semakin mengeratkan pelukannya. dan saat itu tiba-tiba joana datang dan menarik Elkan.


"gak usah perduliin cewek cacat kaya dia El!"ujar joana yang saat itu di temani oleh Giselle.


"lo gak perlu ngatur-ngatur gue joan, dan lo gak pantes hina Floella!" dan saat itu Elkan mengangkat tubuh Floella menaiki tangga. di sepanjang jalan menuju kelas, Elkan tak lekang memperhatikan wajah Floella yang saat ini sangat dekat dengan wajahnya.


"lo seharusnya gak perlu bantuin gue El. dan bener kata joana, lo gak perlu perduliin cewe cacat kaya gue!"


mendemgar ucapan Floella, Elkan menghentikan langkah kakinya dan kini menatap tegas Floella. "dengar Dloella, gue gak perduli dengan kata-kata mereka. gue cuma pengen bantu lo, dan mereka gak berhak ngatur-ngatur gue!"


adegan Elkan dan Floella menjadi pusat perhatian saat ini. bahkan banyak yang menganggap ini sangat romantis, tapi juga ada yang menganggap Fleolla memanfaatkan kondisinya untuk menarik perhatian Elkan yang notabene nya idola para siswi di sekolahan Perkasa.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2