Fool Love

Fool Love
Mempercepat Pernikahan


__ADS_3

Kini Elkan dan kedua sahabatnya berkumpul dibasecam mereka. Saat itu Marel tengah berada dalam dilema diantara ia harus memberitau tentang apa yang dilakukan Edgar, atau justru ia mementingkan nuraninya. Atau bahkan mementingkan urusan hatinya.


Marel menarik nafas dalam, dan membuangnya kasar. Sontak hal itu membuat Nando dan juga Elkan saling bertaut pandang dengan isyarat melalui gerak alis masing-masing.


"Lo kenapa si Rel, semenjak lo pulang dari ngikutin bang Edgar lo kelihatan mikirin sesuatu" ucap Nando


"Iya Rel, lo tau sesuatu dari pengintaian lo tadi?" Elkan menimpali ucapan Nando dan menatap Marel penuh selidik.


"Gak ada apapun yang mencurigakan, Gue cuman kepikiran sama Indah. Tadi itu seharusnya gue ngejar Indah, dan sekarang gue gak tau keadaan Indah gimana!" Marel menatap Elkan dan Nando bergantian. "Dan satu lagi, bang Edgar minta sama om Rama kalo.." Marel sempat menjeda ucapannya dan seperti memikirkan sesuatu.


"Apa yang bang Edgar minta dari om Rama Rel?" Tanya Nando penasaran. Elkan pun tak kalah penasaran, namun Elkan tetap bersikap tenang untuk menutupi perasaannya dengan Floella. Yang entah dirinya maengakui atau tidak kalu dirinua memang mempunyai perasaan terhadap Floella.


"Bang Edgar meminta om Rama untuk mempercepat pernikahannya sama Floella!" Sambung Marel.


"Apa?" Pekik Nando. Sementara itu Elkan justru menyembunyikan kekesalannya dengan tangannya yang mengepal.


"Sebenarnya bang Edgar itu ngapain si El? Bisa-bisanya dia minta nikah cepet. Apa dia mau ngancurin masa depan Floella, jelas-jelas dia tau Floella belum lulus SMA. Dan padahal dulu katanya anti banget yang namanya pacaran, eh ini giliran sama Floella dia langsung minta dinikahin cepet!"Nando terus mengerutu. Pasalnya ia memang belum rela melepas Floella untuk laki-laki lain.


"Lo kenapa si Nando? Lo masih berharap Fleolla terima cinta lo?" Kali ini Marel yang angkat bicara.

__ADS_1


"Iyalah, yakali gue kaya Elkan!"


Celetukan Nando berhasil membuat Elkan terpancing.


"Gue? Kenapa sama gue Ndo?"


"Iya kalo gue itu ngakuin gue suka sama Floella. Beda sama lo yang sok-sokan gak ada apa-apa, padahal gue tau kalo lo pasti suka sama Floella kan El?"


"bac*t lo Ndo, gua gak ada rasa apa-apa sekarang sama Floella. Ya mungkin gue pernah jadian karna gue kasihan sama Floella. Dan mungkin gue juga pernah hampir jatuh cinta sama dia. Tapi sekarang gue bener-bener gak ada apa-apa sama dia selain gue nganggep dia temen gue!" itulah yang diucapkan oleh Elkan yang berbanding terbalik dari dalam hatinya.


Sementara itu saat ini Floella hanya berbaring diatas ranjangnya dan menatap langit-langit kamarnya.


"tadi kak Edgar maeah enggak ya lihat gue deket sama El. Tapi jujur waktu gue deket sama El, detak jantung gue masih sama kaya dulu. Apa artinya gue emang masih secinta itu sama El?"


"tapi kenapa, kenapa sampek detik ini gue gak bisa lupain El? Dan wallpaper dinding gue juga masih dipenuhi sama El? Ya meskipun cuman gue yang tau karna gue yang nutupin pakek walpaper yang lain."


Tok tok


"masuk"

__ADS_1


"kamu belum tidur sayang?" ucap bu sekar seraya duduk disamping Floella. Seketika Floella merepahkan kepalanya dipangkuan ibunya.


"sayang.. Gimana sama hari-hari kamu disekolah, apa kamu bahagia sayang?"


"Floella bahagia kok ma, cuman saat ini Floella sedih karna Zara gak mau ketemu sama Floella lagi ma"


"sabar sayang, lambat laun Zara pasti akan mengerti dengan apa yang kamu lakukan!"


"mama gak kaget kenapa Zara gak mau ketemu sama Floella?"


Bu sekar membuang nafas kasar. "papa kami sudah cerita semua sayang!"


"papa? papa udah pulang ya ma? Dan darimana papa tau soal Zara ma?"


"papamu baru daja pulang, dan dia tau itu dsri Edgar. Dan karena itu papa smaa mama mau kamu segera menikah sama Edgar. Mama tau disini banyak yang gak baik sama kami sayang!"


"apa? Nikah?" kedua mata Floella membulat sempurna mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh ibunya.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2