Fool Love

Fool Love
Muncul Kecurigaan


__ADS_3

Ponsel milik Elkan tiba-tiba berdering, saat itulah seseorang memberitahunya jika saat ini Floella membutuhkan bantuannya.


Dengan segera Elkan melajukan motornya dalam kecepatan tinggi, hingga membuat Marel dan juga Nando terheran. Keduanya memberi isyarat untuk mengejar Elkan.


Setelah menempuh waktu beberapa menit, akhirnya Elkan sampai di sekolahan Neosantara.


"El, sini El" Secara tiba-tiba Elkan di tarik oleh Joana yang sudah ada di sekolah Neosantara lebih dulu. Karena seseorang yang menghubungi Elkan adalah Joana.


Joana membawa Elkan ke gor akuatik, dimana disana Elkan melihat Raka yang tengah melepas baju miliknya. Sementara Floella berasa dihadapannya dengan membelakangi Elkan.


Dengan langkah tergesa Elkan mendatangi Raka. Rahangnya yang mengeras dengan tangan yang mengepal siap memeberi sebuah bogeman.


Bug


"Elkan? " Pekik Floella yang bangkit dari duduknya.


"Elkan berhenti, jangan pukulin Raka"


Elkan tidak mengindahkan perkataan Floella dan terus menghujani Raka dengan pukulan di wajah dan juga tubuhnya hingga membuat Raka terkapar.


"Brengs*k lo Rak, gue bakal kasih lo pelajaran untuk semua ini. Biar lo berpikir dia kali kalo lo mau ngulangin kelakuan buruk lo itu"


Bug


Bug


"Terserah kalo lo mau pukulin gue, yang jelas gue gak seperti yang lo pikirin! " Ucap Raka di sisa tenaganya.


Tangan Elkan yang hampir mendarat di wajah Raka berhenti seketika ketika ketika Tangan Floella menahan ujung tinjuan dari Elkan.


Elkan terperangah melihat Floella yang menghalangi tinjuannya. Ia tidak menyangka gadis yang ia bela justru memebela seseorang yang kurang ajar terhadapnya.


"Floella, lo nolongin cowok kurang ajar ini? Dia udah gak sopan sama lo Floella"


"Denger El, apa yang lo pikirin itu gak sesuai sama apa yang terjadi! Gue bisa jelasin semuanya"


"Gue itu-"


"Kalo mereka saling suka lo bisa Apa? Mungkin aja tadi justru lo yang ganggu mereka yang lagi berduaan! " Sahut Agnes yang baru saja datang.


Agnes mulai melancarkan rencananya bersama dengan Joana. Dimana mereka sudah mengatur semuanya. Dari Joana yang menghubungi Elkan hingga membuat Elkan salah paham dengan mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


"Jaga omongan lo Nes" Sahut Raka


"Apa itu bener Floella? " Mulai muncul kecurigaan di hati Elkan dan membuat Elkan berpikir yang tidak-tidak mengenai Floella.


"Oke lo bisa nuduh gue karna lo sama gue emang gak kenal bauk. Tapi bukannya lo udah kenal Floella lama?"


"Lo gak perlu bilang kayak gitu sama Elkan Rak, gue udah sering kok diginiin bahkan gue juga diginiin sama temen lo. Jadi sekarang gue udah gak perduli sama mereka yang mau anggep gue kayak gitu. Yang jelas gue makasih walaupun lo gak kenal lama sama gue, tapi lo lebih tau gue Rak"


Floella melewati Raka dan Elkan begitu saja dengan mata yang memerah. Dalam keadaan basah Floella pergi begitu saja, namun di depan sekolahan Floella tidak menyadari bahwa saat itu Garvan sudah memeperhatikannya dengan amarah yang sama dengan Elkan.


"Kalian tunggu disini, gue mau nyamperin Floella"


"Lo mau ngapain lagi Van? Udah bener lo tadi pergi buat nenangin pikiran lo. Dan lo justru milih ke sini, dan lo mau ngapain lagi si Van" Tanya Angga.


"Gue mau ngasih pelajaran sama dia! dan lo kalo mau tau alasannya, lo lihat sendiri" Garvan melempar ponsel miliknya dan ditangkap oleh Angga.


Ketika Angga dan Andrew sibuk dengan ponsel Garvan, kini Garvan sudah menghentikan Floella dan menariknya ke tempat yang dulu Garvan juga membawa Floella.


"Lo mau ngapain si Van? " Floella berusaha melepas cekalan dari Garvan, namun tenaganya lebih besar sehingga membuat Floella kesusahan untuk melepaskannya.


Pandangan mata Garvan yang melihat ke arah dada membuat Floella sadar jika saat itu bajunya yang berwarna putih dan basah segera menyilangkan tangannya untuk menutupinya.


Plak


"Gue bilang alihin pandangan mata lo! " Dengan mata yang semakin memerah dan suara yang bergetar Floella berusaha untuk tidak menangis dihadapan Garvan.


"Huh, kenapa Floella? Bukannya ini emang hobi lo buat menggoda banyak cowok hmm?"


"Udah Van, jangan kayak gini" Ucao Angga yang menarik Garvan, sementara Raka yang saat itu berlari menyusul Floella segera memberikan jaket untuk Floella.


"Masalah lo sama gue Van, jangan lihatin Floella" Ujarnya sembari menarik tangan Floella.


"Dan masalah lo sama gue itu gara-gara dia! "


"Kenapa? Karna lo suka sama dia dan lo ngira gue mau ngerebut Floella dari lo?huh" Rska terkekeh dan kemudian menajamkan tatapannya kedua Garvan.


"Disini gue heran sama kalian berdua yang katanya suka sama Floella, jadi hanya sebatas itu kalian menghargai seseorang yang kalian suka dan percaya gitu aja sama pemikiran kalian yang sempit"


Raka menghidupkan motornya dan menyuruh Floella untuk naik. Tanpa memikirkan apapun Floella menuruti ucapan Raka.


Disepanjang jalan Floella menangis tanpa bersuara. Tetapi Raka tidaklah mengabaikan keadaan Floella, dari kaca spion Raka tahu jika Floella diam-diam menangis di balik punggungnya. Dan ia sengaja melajukan motornya dengan lambat agar Floella bisa menikmati udara segar.

__ADS_1


Setelah sekitar tiga puluh menit, Raka memutuskan untuk menanyakan tujuan Floella.


Dan saat itu Floella meminta untuk di antarkan ke rumah Indah yang kebetulan tidak jauh dari tempatnya saat ini.


Floella turun dari motor dengan lemah hingga Indah langsung memeluknya. "Makasih ya Raka, lo udah nganterin Floella"


"Sama-sama, oh ya saran gue Floella harus buruan ganti baju. Kalo enggak dia bisa masuk angin" Setelah mengucapkan hal itu Raka segera pergi meninggalkan rumah Indah.


Sesampainya didalam kamar Indah, Floella langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur dan menangis.


"Ada apa Floella, kenapa lo nangis? " Tanya Zara yang sudah menunggu didalam kamar sebelum Floella datang.


"Apa gue serendah itu, sampek Elkan sama Garvan nuduh gue kalo gue mau berbuat yang enggak-enggak sama Raka..heu.. heu.. "


Indah dan Zara hanya bisa berusaha menenangkan Floella tanpa tau apa yang harus mereka katakan karena Fla memang belum bercerita apapun dengan kedua sahabatnya itu.


"Floella, sebenarnya apa yang terjadi? " Kini Zara angkat bicara dan di bantu oleh Indah untuk duduk disebelah Floella yang tengah menangis.


"Iya Floella, cerita sama kita. Jangan angin terus, kita kan juga bingung jadinya" Tambahnya lagi.


Saat itu dengan tangis yang mengiringi, Floella menceritakan dari Garvan yang membuatnya jatuh kedalam kolam hingga kedatangan Elkan dan juga Garvan yang menghadangnya di depan sekolahan.


"Astaga, mereka bener-bener keterlaluan. Kalo aja gue bisa ngeliat, udah pasti mereka gue bejek-bejek" Ucao Zara yang menggebu dengan memgepalkan kedua tangannya.


"Eh eh.. Sabar atuh Ra, jangan emosian dong. Kalo gue langsung gue sant*t"


"Astaga Indah, lo mah lebih sadis tau"


"Ya abisnya mereka nyebelin tau, masak iya sahabat kita kayak gitu. Ya kalo itu oppa Solomon mah gue juga mau! "


"Indah..." Floella menagus sejadinya setelah Indah berusaha membuatnya tertawa.


"Tapi gue heran sama Elkan, kenapa dia bisa nuduh Floella kayak gitu si? Awas aja, bakalan gue aduin sama pak Edgar" Selorohan Zara justru membuat tangusan Floella berhenti dan membuat kedua sahabatnya itu menatapnya penuh selidik.


"Ada hubungan apao sama pak Edgar Ra? " Tanya Indah yang menatapnya penuh selidik.


Zara justru hanya terdiam dan melihat Indah bergantian ke arah Floella dengan menyengir


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2