
Edgar mengemudikan mobilnya cukup kencang bersama dengan Marel, sementara Elkan bersama dengan Nando mengemudikan motor mereka dengan kecepatan tinggi.
setelah menempuh perjalanan satu jam lebih, mereka akhirnya sampai di titik dimana Floella berada.
saat itu Elkan dan Nando sampai lebih dulu. mereka melihat keberadaan geng Omorfos tanpa adanya ketua dari mereka. saat itulah Elkan dan Nando mulai menduga sesuatu yang tidak baik. Elkan dan Nando hendak menghampiri geng Omorfos, namun Edgar lebih dulu menghentikan dengan menghadangnya dengan mobil yang ia naiki.
Edgar bersama dengan Marel turun dari mobil,dan mesin motor Nando dan juga Elkan dimatikan kemudian kunci motor dilepas begitu saja.
"kenapa si bang kok motor kita di ambil kuncinya? " Elkan memprotes tentang apa yang dilakukan oleh Edgar saat ini.
"kalian jangan gausah grusuh. inget,kalo sampek Floella didalam, kalian bisa nyebabin Floella dalam bahaya kalo anak-anak itu tidak terima."
"iya El, apa yang diomongin sama bang Edgar itu bener" Marel menimpali ucapan Edgar.
"oke, lebih baik kita periksa apa Floella benar-benar ada disini"
setelah mendengar perkataan Edgar, kini mereka mulai menyelinap dan mencari keberadaan Floella. dan benar saja, saat itu Garvan tengah bersama dengan Floella disebuah ruangan. disana terlihat Floella yang risih ketika Garvan mendekatinya.
"cantik, kenapa si lo sok jual mahal sama gue. ini gue Garvan, gue gak pernah loh ngajakin cewe ketempat ini selain lo. padahal lo bukan cewe dari keluarga yang berada, ya bisa dikatakan lo cewe miskin. tapi gue tetep sama pendirian gue. asal gue tertarik siapapun itu gak masalah buat gue! "
ya, Garvan memang tidak mengetahui latar belakang Floella. sehingga apa yang diucapkan oleh Mantan kekasihnya yaitu Agnes langsung ia telan begitu saja tanpa memyelidikinya.
"gue gak di jual, jadi gak ada yang sok jual mahal! "
"okey.. kalo gitu mulai detik ini lo jadi pacar gue!" tutur Garvan seraya menyentuh pipi Floella.
sontak hal itu membuat Elkan dan juga yang lain meradang. Elkan sudah bergegas hendak memberi bogeman untuk Garvan, namun lagi-lagi Edgar melarangnya untuk alasan keselamatan dari Floella.
"udah kalian tenang aja, sahabat gue juga gebetan gue itu jago bela diri. jadi kalo ketua geng itu kurang ajar, pasti langsung dilibas abis." ujar Nando.
"halah taik lo Ndo, yang tadi kaya cacing kepanasan itu siapa, pakek acara sok nenangin segala! " ucap Marel sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"kita awasi mereka dari sini" ucap Edgar
dan saat itu benar ucapan Nando, Floella langsung memiting tangan Garvan hingga Garvan kesakitan. mendengar Garvan yang menyerang kesakitan, Raka dan juga yang lainnya langsung masuk dan memeriksanya.
"hahaha.." Andrew dan juga Angga justru tertawa melihat keadaan temannya yang sedang tersiksa. dengan segera Floella melepas pitingannya dan bersedekap.
sementara Raka justru menatap Floella dengan alis yang bertaut.
"sshhh" Garvan mendesis dan,
__ADS_1
pletak
pletak
dua kepala menjadi sasarannya karena sudah berani menertawakannya di hadapan gadis yang ia incar.
"gue heran sama lo, lo masih gak sadar siapa gue sampai-sampai lo perlakuin gue kaya tadi?" Garvan mencekal pergelangan tangan Floella erat hingga saat itu Floella merasa kesakitan.
namun saat itu Raka segera menarik tangan Garvan. "ini anak orang, gak usah lo kerasin! " ujarnya sembari duduk disebuah sofa yang ada disebelah Floella.
"udahlah mending kita kedalem, ini udah hampir larut juga." tanpa menunggu persetujuan, Elkan langsung masuk dan membuat Semuanya terkejut melihat keberadaan Elkan yang ditemani oleh beberapa temannya.
"Elkan? kak Edgar, Nando, Marel! kalian kesini? "
dengan segera Elkan meraih tangan Floella dan membuat badannya melindungi Floella.
"alah kalian kenapa si pakek kesini, ngajak ribut hmmm? " ucap Angga.
"iya, kalian ngapain si kesini? " sahut Andrew.
"lo gak pa-pa kan Floella? apa ada yang nyakitin lo? "
"gak usah Pegang-pegang cewe gue. karna mulai hari ini gue udah mutusin Floella jadi cewe gue! " seru Garvan sembari menarik Floella ke lantai atas.
Floella berusaha berontak, namun tenaga Garvan lebih besar darinya sehingga Floella mengikuti kemana langkah kaki Garvan berjalan.
"woe lepasin Floella" teriak Nando yang berlari mengejar. namun Angga dan Andrew menutup jalan ke arah tangga sehingga membuat Nando tidak bisa menyusulnya.
"kalian gak usah gila deh, Atau kalian mau kita laporin atas tuduhan penyanderaan! " mendengar ucapan dari Marel, Andrew dan Angga menciut dan membuka jalan.
dengan segera Elkan dan juga Edgar berlari untuk menyusul Floella. sementara Nando dan juga Marel mengurusi Andrew dan juga Angga.
"Rak, lebih baik lo bantuin Garvanlah dari pada rebahan aja lo dari tadi" pekik Angga.
akhirnya Raka pun segera menuju Floella yang dibawa oleh Garvan
saat itu Raka sudah berada ditempat yang sama dengan Floella dan juga Garvan.
disana Raka melihat Floella yang kesakitan karena dipegangi terlalu erat oleh Garvan.
"woe lepasin tangan Floella! "
__ADS_1
"apa hak lo nglarang-nglarang gue? gue tegesin sekali lagi, Floella itu cewe gue, kalian gak ada hak buat ngambil
dia dari gue! "
"nggak! gue bukan cewe siapa-siapa! " tukas Floella sembari menatap kearah Elkan yang saat itu berdiri di samping Garvan.
"udahlah Floe, gue tau sebenernya lo itu suka sama gue. cuman lo gak mau terlihat murah kan makanya lo jual mahal kaya gini ke gue! "
"jaga omong kosong lo" ujar Elkan. "asal lo tau, Floella itu suka sama gue dari dulu. jadi lo gak perlu gangguin dia! "sambungnya lagi.
"gue juga gak suka sama lo El! " pekik Floella.
"lo gak bisa bohong sama gue Floe, karna Indah udah bilang semuanya. dan itu berarti lo itu masih cinta sama gue! " Elkan bersikeras mengungkit masalalunya dengan Floella yang saat itu masih menggilainya dengan cara yang terkesan bar-bar.
"tunggu, emang kalian ada apa? " saat ini Angga yang bertanya kepada Floella dan juga Elkan.
"Floella itu dulu ngidolain Elkan. makanya lo gak usah sok godain dia! " sahut Nando.
"terserah kalo kalian mau berdebat. yang jelas gue udah nyerah kalo ngurusin kalian debat ini itu. "
Floella lalu meraih tangan Raka dan mengajaknya berlari keluar.
ditengah larinya, Raka tidak mengerti kenapa Floella mengajaknya berlari seperti itu meninggalkan teman-teman nya.
setelah berlari beberapa menit, kini mereka sampai ditempat parkir. Floella segera mengenakan helm dan naik ke jok belakang milik Raka.
"cewe aneh, turun dari motor gue! " titah Raka.
"gak akan, gue mau lo ngajak gue pergi dari tempat ini atau.. "
"atau apa? "
"atau motor kesayangan lo bakalan gue operasi!" Floella memegang sebuah gunting yang siap memotong kabel-kabel yang ada dimotor milik Raka.
"oke-oke.. jauhin gunting lo dari motor gue" dan akhirnya Raka melajukan motornya dalam kecepatan tinggi.
"woe.. lo mau bawa Floella kemana? " dengan gelisah, Elkan segera melakukan motornya untuk mengejar Floella.
.
. bersambung
__ADS_1