
"Nando, lo tadi bilang apa yang gak tau? "
Nando menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia mencoba mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Indah. karena Nando tau, Indah bukanlah orang yang mudah untuk dibohingi.
"gue tadi kan habis kekamar kecil, terus gue lupa gak benerin resleting gue Ndah. untung aja Zara kan gak liat, kalo dia liat bisa tengsin abis gue! " Nando menyengir dan kemudian meninggalkan Indah yang segera menemui Zara.
ketika sampai di bawah Nando berniat untuk mengirim foto yang ada di ponselnya, namun saat itu Marel memanggilnya sehingga Nando menunda untuk mengirimkan foto tersebut.
"ada apa lo manggil gue Rel? "
"lo dari mana aja Nando? tu liat diluar" Marel menunjuk beberapa orang yang datang, dan seketika Nando mengerutkan dahinya dan bergegas menemui orang yang baru saja memarkirkan kendaraannya di depan rumah Floella.
Marel pun mengikuti Nando untuk menemui orang-orang tersebut.
"kalian ngapain kesini? "
"kita gak mau cari ribut, kita cuman mau ikut tahlilan buat nyokapnya Floella! " ujar Angga yang saat itu datang bersama dengan Andrew dan di susul oleh Raka.
Awalnya Nando tidak ingin mengizinkan Angga dan Andrew untuk memasuki rumah Floella, namun karena saat itu kedua anak itu datang bersama dengan Raka, sehingga Nando akhirnya mengizinkan keduanya untuk masuk mengikuti tahlilan yanga akan segera dimulai.
Sesampainya didalam Andrew dan Angga tertegun melihat kedatangan Indah bersama dengan Zara. hingga sampai acara berakhir keduanya terus melihat kearah Zara dan Indah.
"kalian ngapain gak pergi? " Nando pun mulai curiga karena melihat Andrew dan Angga tidak bergegas pergi.
"kita disini mau bantuin kalian beres-beres, bolehkan? "
__ADS_1
"Indah, sini gue bantu" tawar Raka yang melihat Indah kesusahan membawa beberapa tempat snake. dan segera diangguki oleh Indah yang memang merasa kesusahan.
Sementara itu Zara yang mendengar ucapan Raka terlihat sedih dan segera mencari keberadaan Indah.
"Indah, sorry ya gue gak bisa bantu. gue cuman bisa ngerepotin lo"
"apaan si Zara, lo gak ngerepotin gue sama sekali kok. sekarang lo duduk, nanti kalo udah selesai kita balik bareng oke? " Zara mengangguki ucapan Indah dengan raut wajah yang masih sedih.
"Nando, biarin aja kali mereka mau bantu kita. lebih banyak orang bakalan lebih ringan kan kerjaan kita? " sahut Marel yang mulai menggulung karpet untuk merapikannya.
"Ternyata cewek cantik itu buta, tapi itu semua gak nutup kemungkinan si buat jadi daftar cewek gue. sekali-kali gitu gue macarin cewek buta, pasti asik" bisik Andrew.
"lo jangan macem-macem Drew, jangan mainin perasaan cewek. jangan lo manfaatin kekurangannya buat kesenangan lo! "balas Angga.
"kalopun gue naksir, gue gak bakal mainin perasaan cewek buta"
"kalian jadi bantuin nggak? " suara Nando mengangetkan Angga dan juga Andrew, dan saat itu mereka langsung membantu untuk memberikan rumah Floella.
Usai selesai dengan merapikan rumah Lesya, kini semuanya bergegas pergi. saat itu Marel yang membawa motor segera menghampiri Indah. Sementara Nando, Nando justru harus pulang lebih dulu karena ada urusan yang harus ia urus segera.
"Rel, kayaknya aku gak bisa pulang dari kamu deh. aku pulang bareng Zara ya naik taksi"
"ehh gak usah Indah, gue bisa balik sendiri kok. lo tinggal cariin gue taksi aja"
"Zara, mending lo pulang bareng Indah. buat nanti gue ikutin kalian dari belakang" ujar Marel. mau tidak mau Marel harus merelakan untuk tidak berboncengan dengan kekasihnya. selain itu ia juga merasa bersalah karena bagaimanapun penyebab Zara seperti saat ini adalah dirinya.
__ADS_1
"kalian pulang aja berdua, biar gue yang anter temen lo ini" tawar Andrew
'wih gila ni anak, dia bener-bener serius sama ucapannya tadi? ' batin Angga
"nggak bisa, lo itu kan terkenal playboy, gue gak mau ya kalo lo jadiin temen gue salah satu korban lo"
ucapan Indah membuat Andrew terkejut, pasalnya ia tidak tau jika kabarnya menjadi seorang playboy bisa tersebar sangat luas.
"gak bakalan lah, playboy juga bisa tobat kali. udah kalian pergi, jarang-jarang gue baik sama orang"
"iya kalian pulang aja berdua, biar gue ikut nganterin.. " Angga menghentikan ucapannya karena lupa dengan nama Zara. seolah tau penyebab berhentinya kalimat Angga, Indah segera menyebut nama Zara Agar Ngga bisa menyebut namanya.
5
"Zara"
"oh iya Zara maksud gue"
Akhirnya karena hri semakin larut dan kemungkinan mereka akan sulit untuk menemukan taksi, akhrinya Zara di antar oleh Andrew.
dan ketika mereka berada di perjalanan mereka justru hanya terdiam.
"oh ya Zara, maaf ya sebelumnya gue lihat tadi lo kayak kurang suka waktu denger Marel mau pulang sama Indah, emang hubungan mereka apa? "
. bersambung
__ADS_1