
Didalam kamarnya yang seukuran rumah, membuat Garvan dan sahabat-sahabatnya leluasa melakukan apa saja. apalagi kamar Garvan dilengkapi dengan banyak alat musik. selain hobi bermain basket, Garvan. juga sangat gemar memainkan beberapa alat musik.
namun apa yang membuat Garvan saat ini gusar, ia mendadak meraih jaket dan mengambil kunci motornya.
"eh Van, lo mau kemana?" Garvan pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Andrew. merasa ada yang tidak biasa, Andrew, Angga dan juga Raka mengikuti Garvan yang saat ini melakukan motor sport nya dengan kecepatan tinggi.
setelah duapuluh menit menyusuri jalanan, Garvan menghentikan laju kendaraannya. saat itu ia melihat Floella yang berdiri di pinggir jalan ditemani oleh Nando.
Garvan yang melihat kedekatan Floella dan juga Nando tidak tinggal diam. ia menghampiri Floella yang tengah berbincang dengan Nando.
Nando memicingkan kedua matanya ketika melihat kedatangan Geng Omorfos. ia lalu menarik Floella hingga Floella berdiri dibalik badannya.
satu persatu helm yang mereka kenakan kini mereka lepas. bisa dikatakan saat ini bagai masuk kedalam dongeng yang berisikan laki-laki tampan. Floella dikelilingi banyak pria yang memiliki ketampanan diatas rata-rata. namun jangan tanya seperti apa keadaan Floella saat ini. tentu saja Floella hanya merasa biasa saja. karena satu-satunya lelaki yang bisa membuat degup jantungnya terpacu sepuluh kali lipat hanyalah Elkan. siswa most wanted di SMA Perkasa yang dulu selalu ia kejar sebelum Elkan melakukan kesalahan.
"gue pinjem temen lo" seperti biasa, Garvan selalu melakukan apa yang dia mau. meskipun ia mendapat penolakan, ia pasti akan memaksa. tetapi selama ini baru Floella lah yang menolak ia ajak pergi. dan hal itulah yang membuat Garvan bersemangat.
"naik"
"no! "
"ayo dong Floella naik" bujuk Garvan sembari melihat ke arah Nando yang berusaha mendekat, namun Angga dan Andrew menghadangnya. berbeda dengan Raka yang hanya terduduk diatas motornya dengan tangannya yang bertumpu dia atas helm nya.
"oke, kayaknya lo suka gue paksa! " dengan senyum smirknya Garvan mengangkat Floella dan mendudukannya diatas jok motor kesayangannya. yang bahkan belum seorang gadis pun bisa menaikinya.
__ADS_1
dengan segera Garvan melakukan motornya sehingga Nando tidak bisa mengejarnya. ditengah perjalanan, Floella ingin verontak namun ia berpikir kembali karena masih dalam keadaan melaju dengan kecepatan tinggi.
"lo itu selain maksa gue, lo juga bertindak asusila tau. enak aja lo nyentuh-nyentuh pinggang gue" Floella terus menggerutu dibelakang Garvan yang fokus menyetir.
bukannya menjawab Floella, Garvan justru memainkan pedal gas motornya. ia sengaja menariknya dalam dan menginjak rem sehingga membuat Floella berulang kali memeluknya.
"berhenti! gue bilang berhenti cowok reseh! " pekik Floella dibelakang telinga Garvan.
"gimana, enakkan meluk gue? gue lagi baik lo izinin cewe buat megang otot perut gue! " lagi-lagi Garvan menarik ujung bibirnya dan membentuk sebuah senyuman.
tidak bisa dipungkiri, apa yang dikatakan oleh Garvan memang benar. kotak-kotak di dalam kaosnya sampai terasa meskipun tangan Floella hanya menyentuh bagian luar kaos yang ia kenakan. karena jaketnya yang menyibak, Floella bisa merasakannya bahwa memang Garvan memiliki badan atletis.
setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, Garvan menghentikan motornya di sebuah vila milik keluarganya yang berada cukup jauh dari tempat tinggalnya.
Floella segera turun dan hendak pergi,
"Floela, lo ikut gue" Garvan terus menarik Floela hingga masuk kedalam vila keluarganya.
ketika melihat keindahan yang ada didalamnya, Floella membuka mulutnya sekejap. namun ia segera mengingat bahwa ini bukan saat nya untuk terlena dengan keindahan interior vila. saat itu gerakan Garvan yang mendadak meraih pinggang tampingnya membuat Floella berontak. namun tenaga Garvan lebih kuat sehingga Garvan semakin mengikis jaraknya dengan Floella.
sementara itu Angga dan Andrew yang sudah sampai justru merekam semua tingkah Garvan yang mendekati Floella.
"lo kurang ajar banget ya Garvan! " karena sudah tidak bisa menahannya, Floella terpaksa menggunakan jurus taekwondo yang ia kuasai untuk membuat Garvan menjauh. dan benar saja, saat itu Garvan tidak bisa menahan tenaga Floella.
__ADS_1
"jangan kurang ajar sama gue Garvan! "
"akhirnya lo nyebut nama gue Floella! " senyum kembali tersungging diwajah Garvan.
begitupun dengan kedua sahabatnya yang ikut terkekeh. sementara Raka justru hanya diam memperhatikan dan tangan yang ia masukkan kedalam saku.
sementara itu saat ini Nando datang ke basecam tempat biasa ia dan temannya berkumpul. saat itu ia langsung mengatakan tentang Floella kepada Elkan dan juga Marel. namun ada yang berbeda, kali ini anggota mereka bertambah satu lagi, yaitu Edgar yang saat itu ikut bergabung.
"dan lo justru kesini bukannya ngikutin Floella Nando? " Elkan terlihat khawatir. seketika saat itu ia hendak mencari keberadaan Floella, namun Edgar mengehentikannya.
"jangan langsung pergi dan nyari keberadaan Floella tanpa petunjuk El" ujar Edgar.
"tapi gue takut Floella diapa-apain sama Garvan bang, jadi gue harus cariin dia. "
"gue tau, tapi lebih baik saat ini lo cek dimana lokasi terakhirnya, baru kita nyusul kesana"
apa yang dikatakan oleh Edgar memang benar. saat ini mereka semua mengecek dimana lokasi terakhir Floella.
"gila, Floella ada disini guys.. " Nando memperlihatkan maps di ponselnya dan saat itu juga membuat semuanya terperangah.
"ini mah jauh dari sini. ayo kita cepat kesana dari pada ketua geng itu nyakitin Floella"
.
__ADS_1
.
. bersambung