
Floella berlari meninggalkan ruang ganti, dan hal itu diketahui oleh Elkan yang keluar dari ruang ganti laki-laki. Dengan segera Elkan mengejarnya.
Sesampai di area parkir banyak sekali siswi yang histeris karena melihat Elkan yang hanya mengenakan celananya. Untung saja ia sudah mengganti celana renangnya dengan seragam sekolahnya. Hanya saja ia masih bertelanjang dada.
"Dimana Floella? " Pandangannya terus mencari keberadaan Floella, hingga saat itu ia melihat Floella yang berdiri di tepi jalan untuk mencari kendaraan umum.
"Astaga, Floella mau kemana dengan keadaan kayak gitu?"
Dan apa yang ditakutkan Elkan pun terjadi. Beberapa siswa laki-laki mulai menyadari akan seragam Floella yang basah sehingga banyak siswa laki-laki yang mulai mendekat ke arah Floella. Dengan segera Elkan berlari dan menarik Floella kedalam pelukannya.
"El, lepasin gue. Lo kenapa peluk-peluk gue? Lo gak lihat disini banyak anak-anak. Nanti mereka mikir apaan soal kita" Floella berusaha berontak, namun Elkan menahannya dan matanya terus mengawasi sekitarnya agar tidak ada yang bisa melihat bagian depan Floella.
"Kenapa Floella, dulu lo ngejar-ngejar gue. Bukannya itu berarti lo dulu suka banget sama gue? Harusnya lo seneng dong gue peluk kaya gini. Terlebih lo bisa ngerasain langsung otot perut gue"
Memang benar apa yang diucapkan Elkan. Secara tidak disengaja Floella bisa menyentuh langsung kotakan yang ada di diperut Elkan.
"Itukan dulu El, sekarang lo lepasin gue! Malu dilihat anak-anak"
"Udah lo ikut gue"
Elkan segera menarik Floella keatas motornya dan memakaikan jaket miliknya. Setelah itu ia bergegas untuk mengambil tas miliknya dan juga seragamnya yang ada diruang ganti. Dengan segera Elkan melajukan motornya dan berhenti di sebuah butik yang ada didekat sekolahan Neosantara.
Saat itu Elkan segera menemani Floella untuk memilih pakaian untuknya. Dan tanpa sengaja Floella berdiri didepan cermin. Floella yang hendak melepas Jaketnya segera menangkupkan kembali.
Floella menoleh ke arah Elkan yang bersedekah dibelakangnya.
"Udah tau sekarang kenapa gue meluk lo tadi? "
Floella kemudian berdiri membelakangi Elkan dan merutukki dirinya atas apa yang ia ucapkan kepada Elkan.
'Aduh malu banget gue, ternyata tadi daleman gue kelihatan gitu? Tapi Elkan kurang ajar si. Kenapa dia gak bilang dari awal'
setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang kering, Floella segera keluar dari ruang ganti dengan bibir yang mengerucut.
dan saat itu pula Elkan sudah mengenakan pakaian lain.
"ayok.. "
__ADS_1
Elkan menarik Floella keluar dari butik. ia lalu memakaikan helm kepada Floella. pandangan mereka saling bertaut, namun Floella masih saja mengerucutkan bibirnya.
"apa apa Floe? "
"kenapa? "
Elkan mengisyaratkan menunjuk bibirnya dengan tatapan matanya. dan Floella memutar bola matanya malas.
"kenapa lo gak bilang kalo itu..."
Elkan menyipitkan kedua matanya dengan dahi yang berkerut. ia tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan Floella. dan ketidak pahaman itu membuat Floella menjadi kesal. ia ingin menjelaskan namun ia malu untuk mengatakan hal itu kepada Elkan.
"itu apa Floe? "
"kenapa lo gak bilang kalo kelihatan Elkan? "
"apa yang kelihatan Floella? "
Elkan menahan tawanya ketika Floella mengatakan tentang kata-kata kelihatan. Dan saat itulah sebenarnya Elkan sudah memahami apa yang di maksudkan oleh Floella.
"El... "
dan saat itu akhirnya Floella mendekatkan mulutnya kedekat telinga Elkan yang saat ini hanya berharap sekitar dua senti "kenapa kamu gak bilang kalo pakaian dalamku kelihatan Elkan? "
Floella menekankan nama Elkan untuk mempertegas kekesalannya. Dan yang lebih parah Elkan justru tertawa renyah, padahal saat itu Floella sudah menahan rasa malu mengatakan hal tersebut.
"terserah aja, ayo antar gue pulang El"Floella terus mengumpat didalam pikirannya.
"eits jangan mengumpat di belakang gue Floe, nanti lo bisa jatuh cinta lagi sama gue!"
Floella mendengus kesal dan mencubit pinggang Elkan sehingga membuat Elkan terjingkat.
"aakkk.. Oke.. oke.. jangan marah Floella. gue gak bilang karna emang gak keburu. kalo gue harus jelasin saat itu juga, yang ada lo jadi tontontan Cowok-cowok SMA Neosantara"
'ternyata El perduli sama gue.. eh nggak-nggak, gue nggak boleh mleyot cuman gara-gara ini. gue harus fokus sama sekolah gue!' Floella meyakinkan dirinya.
"oh gitu, ya udah gue makasih ya El"
__ADS_1
"sama-sama mantan fans gue!"
Floella menyengir kuda ketika Elkan menyebutnya sebagai mantan fans nya.
'sebenernya gue itu masih tetep ngidolain lo El, cuman gue sekarang tau diri aja biar gak terlalu berharap sama lo. lagian kalo lo punya perasaan sama gue, gue juga bakal sulit karna dulu kak Edgar pernah punya perasaan sama gue! ah dah lah ngapain juga mikirin itu, mending sekarang gue fokus sama sekolah gue biar nanti kalo gue berhasil, bukan gue yang ngejar-ngejar cowok. tapi cowok itu yang ngejar gue'
Elkan mengernyit ketika melihat Floella yang tiba-tiba terdiam. 'eh itupun kalo gue nggak Khilaf terus ngejar El lagi' tanpa ia sadari Floella cengengesan dan membuat Elkan ikut terkekeh.
'ini cewe emang beda. dari dulu selalu aja ajaib yang dia lakukan.'
"jadi nggak ni nganterin pulang? "
"iya jadi, tapi berhubung ini udah siang, jadi lo temenin gue makan siang"
"tapi El"
"gak ada penolakan" Elkan melajukan motornya, setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit ia berhenti di sebuah rumah makan dimana disana menyediakan makanan khas dari jogja. ada satu yang tidak pernah tertinggal yaitu Gudek, makanan favorite Elkan. sementara Floella yang seleranya bertolak belakang dengan Elkan pun hanya mengerucutkan bibirnya.
saat itu Elkan sadar dengan raut wajah Floella yang tidak terlalu senang. dan ia teringat bahwa Floella lebih menyukai masakan padang karena Floella lebih menyukai makanan pedas. dan untungnya tempat yang ia datangi tidak hanya menyiapkan makanan khas dari jogja, disana juga ada makanan khas padang.
"gak usah monyong kek gitu Floella, disini juga ada masakan padangnya kok kalo lo mau makan makanan yang pedes"
"beneran?"
"emm" Elkan mengangguk Floella.
"jadi mau jogja atau padang El?"
"dua-duanya sekalian, biar gak ada yang keberatan makannya okey"
dan seketika rona wajah Floella berubah berseri dan segera memanggil pelayan untuk memesan beberapa hidangan dan yang pasti yang tidak pernah tertinggal adalah sambal.
dan hal itu membuat Elkan menggeleng.
'bagaimana bisa gue sekarang lebih suka sama cewek bar-bar kaya Floella? tapi dia ini unik si, gue jadi ragu apa gue bisa mendem perasaan gue lebih lama. andai aja dari waktu lo ngejar gue, gue udah suka sama lo, pasti bakal lebih gampang urusannya, gak rumit kayak sekarang!"
.
__ADS_1
.
. bersambung