
Deru mesin mobil membelah hiruk pikuk jalanan kota yang ramai pejalan kaki dan kendaran.
hari ini floella memutuskan untuk pergi ke sekolah lebih awal. di tengah perjalanan ia melihat seorang laki-laki yang terjatuh di jalanan.
"kamu gak papa kak?" floella membantu laki-laki tersebut bangkit dan membawanya ke tepi jalan.
"tangannya kayaknya agak parah ni, biar aku anter ke rumah sakit ya kak..."
"makasih kamu nolongin saya, tapi gak perlu ke rumah sakit kok. ini hari pertama aku ngajar, aku gak mau telat"
"oh jadi kakak ini guru? di sekolah mana kak?" floella saat itu tengah mengobati luka laki-laki tersebut.
"lebih tepatnya guru olahraga, di SMA PERKASA"
"ya udah bareng aja kak, kebetulan aku sekolah disana"
setelah menempuh perjalanan beberapa menit, floella sampai di halaman sekolah. semua mata tertuju kepada floella yang saat itu berjalan dengan seorang laki-laki yang lebih dewasa darinya, namun terlihat tampan
"oh iya kak, aku antar ke uks ya biar dokter yang menangani luka kak-"
"panggil aja edgar, dan tolong panggil pak karna saya disini guru"
"oke... pak edgar"
beberapa siswi berteriak histeris melihat guru baru mereka yang ketampanannya di atas rata-rata. saat mereka melihat floella yang ada di samping guru baru tersebut, beberapa dari mereka mencela floella yang mencari mangsa lain setelah memacari elkan dan nando.
setelah floella mengantar guru baru tersebut, kini floella menuju kelasnya. namun saat ia masih di koridor sekolah tiba-tiba zara dan indah datang menghampirinya.
"floe.. lo sama siapa tadi cakep bener?" tanya zara
"iya floe lo sama siapa si?"
indah pun tak kalah kepo dari zara.
"oh itu, itu guru baru di sekolah kita. dan kebetulan tadi pak edgar jatuh dan gue tolongin."
"oh jadi itu pak edgar, guru baru sekolah kita.."
"astaga girls, denger-denger ni yang namanya pak edgar itu galak banget tau gak si..." zara bergidik ngeri.
"masa si.. kayaknya gak segalak itu deh" sahut floella yang sambil berjalan.
tring...
ketika ketiga sahabat itu sedang asik berbincang, bell masuk sekolah telah berdering. dan saat ini mereka langsung pergi ke lapangan hijau karena mata pelajaran pertama adalah pelajaran olah raga, begitupun dengan beberapa kelas lainnya.
tap tap tap
langkah kaki yang tegas dengan pesona wajah baru, membuat para siswi sangat antusias dengan adanya guru baru.
"selamat pagi.." itulah sapaan pertama yang di ucapkan oleh sang guru baru
"pagi pak.." ucap siswa serempak. lagi-lagi kelas floella berbarengan dengan kelas elkan.
"perkenalkan nama saya edgar arvyando, saya guru baru disini."
__ADS_1
pelajaran pun di mulai, seperti biasa para siswa harus warm up terlebih dulu untuk melakukan aktifitas agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
kali ini edgar sengaja mengacak antara kelas A dan B untuk menjadi tim saat harus bermain lari estafet.
Tim A terdiri dari elkan, joana, marel dan giselle. dan tim B terdiri dari nando, floella, zara dan juga indah. dan seterusnya dengan pemain pemain lainya.
masing-masing tim sudah menjalani lari estafet, dan kini tersisa tim A dan tim B yang memenangi dari lari sebelumnya. saat ini persaingan antara joana dan floella semakin terlihat ketika mereka sama-sama menjadi pelari ke empat untuk memastikan kemenangan tim mereka.
aba-aba di mulai dan kini di mulai dari zara dan giselle pelari pertama, dilanjutkan oleh marel dan indah pelari ke dua, di saat pelari kedua tim masih berjalan imbang hingga kini nando dan elkan sebagai pelari ke empat. mereka begitu semangat hingga hasilnya pun masih berjarak sedikit. saat ini tongkat sudah berada di tangan pelari ke empat, yaitu floella dan joana.
mata joana fokus ke depan, sedangkan floella sedikit tak fokus hingga teriakan dari edgar yang membuatnya tersadar. namun sayang kemengan ada pada tim A dan sekali lagi floella harus di kalahkan oleh joana.
melihat gelagat yang tak biasa, nando pun menghampiri floella.
"ada apa floe, kayaknya lo lagi gak fokus"
floella pun mendekatkan dirinya untuk mengatakn sesuatu kepada nando. sedangkan elkan sejak tadi terus memperhatikan kedekatan antara floella dan juga nando.
"apa bener kata mama, mereka bener-bener jadian?" karena tidak ingin terlalu lama penasaran akhirnya elkan memutuskan untuk menanyakannya langsung dengan floella. namun saat ia mendekat, joana lebih dulu menghampiri floella.
"lo itu emang bukan saingan gue floe.. "
"sorry jo, gue gak punya waktu berdebat sama lo. gue harus pergi." floella pun segera pergi dan di temani oleh nando. mereka sudah mendapat izin dari guru pembimbing mereka.
semuanya pun menjadi heran, termasuk dengan zara dan juga indah. pasalnya indah tak mengatakan apapun kepada mereka perihal alasan kepergiannya dengan nando.
_
"lo yakin floe sama penglihatan lo?"
"ya jelas ada elkan lah floe, tante mariska itu nyokapnya elkan"
"yang bener ndo?" nando pun mengangguki ucapan floella, dan saat ini iya menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi.
nando dan floella saat itu berhenti dan mencari keberadaan bu mariska, namun di sayangkan kedatangan mereka sedikit terlambat. saat itu sudah terjadi kecelakaan yang menimpa bu mariska.
"astaga nando, kita telat"
floella begitu terlihat cemas dan memangku bu mariska dengan darah yang terus keluar.
"floella, mending kita langsung ke rumah sakit"
setelah sampai di rumah sakit, dokter langsung menangani bu mariska, namun selang beberapa saat dokterpun keluar dengan raut wajah yang cemas menemui suster.
"sus bagaimana?"
"maaf dok darah B+ saat ini kosong dok"
dokterpun menghampiri floella dan nando menanyakan siapa yang memiliki golongan darah yang sama. saat itu kebetulan darah floella lah yang cocok dengan darah bu mariska. dokter pun tak ingin terlambat dan langsung menjalani transfusi darah.
selang beberapa saat di depan ruangan bu mariska sudah ada elkan, dan beberapa temannya hingga pak edgar.
ketika floella keluar, wajahnya terlihat sangat pucat.
"kok lo dari dalem ruangan nyokap gue floe?" tanya elkan penuh selidik.
__ADS_1
"ya iyalah orang yang nolongin nyokap lo itu gue sama floella el, dan tadi nyokap lo sempet kekurangan darah. dan kebetulan golongan darah nyokap lo sama kaya punya floella."
setelah penjelasan dari nando tiba-tiba dokter keluar dan mengizinkan keluarganya untuk masuk.
belum sempat elkan mengucapkan apapun elkan sudah masuk dan di ikuti joana di belakangnya. namun sebelum memasuki ruangan joana sempat berhenti di samping floella.
"dengan lo nyumbangin darah lo, lo gak bisa nyaingin gue floe" floella hanya terdiam tanpa membalas perkataan joana. joana pun berlalu ke dalam ruangan.
"hu..dasar nenek lampir" seru indah
"sabar ya floe.. gak usah dengerin omongan joana" sahut zara menenangkan floella.
"iya floe sorry ya, joana emang kadang sedikit keterlaluan" giselle pun merasa tidak enak dengan perlakuan joana terhadap floella.
"emm kalian gimana bisa nolongin tante mariska" marel pun angkat bicara.
"kita kebetulan aja lewat situ rel" dan saat nando sibuk menjelaskan, saat itu guru yang bernama edgar menghampiri floella.
"apa benar kamu suka dengan elkan floella?" edgar menatap lekat netra floella
"iya bener pak.."
"sejauh apa hubungan kalian"
"kami sih udah sempet pacaran pak, tapi putus. ternyata elkan nembak saya itu cuman gara-gara buat nyenengis saya aja pak, itupun saran dari temen-temennya" ucap polos floella
"dan sekarang kamu masih tetep suka sama dia?"
"ya gimana namanya juga cinta pak. walaupun elkan gak pernah suka sama saya, tapi saya bakalan suport dia terus pak. tapi sebenernya tante mariska itu sedikit nyebelin si pak, masa ya pak padahal saya gak ada hubungan sama nando, tau-tau saya di omelin katanya untung bukan elkan yang sama saya kalo elkan bisa terpengaruh buruk sama saya, gitu pak. dan satu lagi ya pak.."
"satu lagi apa floella?"
"kenapa bapak kepo sama hubungan saya dan elkan?"
"emm saya tidak kepo, hanya saja kamu terlihat begitu perhatian dengan elkan hingga kamu rela nolongin ibunya dan justru elkan sebaliknya yang terlihat tidak perduli"
"sudahlah pak jangan di perjelas, bapak mau saya frustasi terus bunuh diri abis itu gentayangin bapak.."
edgar pun bangkit meninggalkam floella yang mengomel dengan senyum yang menyungging.
"loh bapak mau kemana?"
"mau lihat keadaan ibu saya di dalam, dan terimakasih kamu sudah menolongnya." ucap edgar dan berlalu kedalam dengan senyum yang tersungging.
"hah jadi pak edgar itu anak tante mariska? itu berarti dia abangnya elkan dong?" floella mengacak rambutnya frustasi.
"lo kenapa floe?" zara dan indah sangat cemas melihat keadaan floella saat ini, dan floella pun hanya menggeleng saat di tanyai oleh zara dan indah.
sedangkan marel dan nando pun masih setia menemani mereka di luar ruangan.
.
.bersambung
.
__ADS_1