
Sore itu hari mulai petang, Floella memutuskan untuk segera pulang. Ia teringat jika hari ini ia harus mampir ke sebuah apotik untuk membelikan obat ayahnya yang sudah habis. Pasca di serang oleh perampok, Rama memang harus mengkonsumsi beberapa obat agar ia bisa pulih dari cidera yang dideritanya.
Obatnya pun harganya tidaklah murah, Floella harus mengeluarkan sebagian tabungannya untuk membeli obat tersebut.
Dipeluknya obat tersebut. Floella berdoa agar esok ia bisa mendapatkan pekerjaan, agar ia bisa membelikan obat untuk ayahnya dan melihat ayahnya seperti semula.
"Duit yang gue bawa cuman tinggal segini, lebih baik gue jalan kaki dan duitnya buat beli makan buat makan malem sama papa"
Karena pergi ke beberapa tempat yang cukup jauh, Floella berhenti untuk beristirahat. Kakinya yang sudah lelah memaksanya untuk berhenti.
"Fiuh.." Diusapnya keringat di dahinya. Hingga setelah mengambil beberapa nafas, Floella kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang.
Sebelum masuk kegang rumahnya, Floella memesan dia bungkus nasi padang untuknya dan juga ayahnya. Setelah mendapat pesanannya, Floella kembali berjalan kaki. Namun ketika sampai di depan rumahnya, seseorang juga sampai di hadapannya.
"Gimana Floella, sama pelajaran yang udah gue kasih sama lo"
"Apa maksud lo Joana? "
"Lo itu sok polos atau emang tol*l Floella? Gue yang udah edit video lo waktu ganti biar orang-orang jijik sama lo. Gue juga yang udah bikin lo di pecat, dan itu pantes buat lo yang udah ngerebut El dari gue!"
Floella menahan nafasnya sejenak. Ia tidak menyangka jika Joana setega itu dengannya. Dengan sengaja Joana membuat Floella dipecat dan dihujat banyak orang. Jika seperti itu terjadi terus menerus, maka tidak akan ada yang mau mempekerjakannya.
"Lo tega banget sama gue Jo. Lagi pula siapa yang rebut Elkan dari lo. Lo sama El gak ada hubungan, begitupun gue yang gak punya hubungan apapun sama dia"
"Terserah lo, tapi yang penting gue happy. Bye, selamat menikmati kesengsaraan" Joana pun melenggang pergi meninggalkan Floella yang masih tertegun.
__ADS_1
Sebelum masuk kerumahnya, Floella menyeka keringat dan segera masuk.
"Pa, Floella pulang"
Saat itu Rama yang masih didalam kamar tidak mendapati keberadaan Floella. Dan sesaat ia mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.
Setelah membersihkan diri, Floella menemui ayahnya yang sudah menunggunya di ruang tengah sekaligus ruang makan dan televisi. Rumah yang ia tempati memang kecil, tetapi Floella tidak pernah mengeluhkannya sama sekali.
"Pa, Floella kan nggak sempet masak, jadi Floella beli ini buat makan malam kita"
"Sayang, bagaimana degan pekerjaanmu nak. Apa pekerjaanmu berat? "
Floella sempat terdiam sesaat, "enggak kok pa, pekerjaanmu tidak terlalu berat."
"Tapi Kau terlihat sangat letih dan kurus Floella"
Mereka berduapun segera menyantap makan malam dengan sembari bercengkrama, meskipun hanya menu sederhana yang Floella beli.
-
Tring
Bel sekolah berdering, semua murid sudah masuk kedalam kelasnya kecuali Floella.
"Permisi pak, maaf saya terlambat" Ucap Floella yang berdiri didepan pintu kelasnya.
__ADS_1
"Ya sudah masuk"
Untung saja saat itu gurunya tidak memberikan hukuman, sehingga Floella bisa langsung beristirahat setelah berjalan kaki dari rumahnya yang berjarak dia kilo dari sekolahannya saat ini.
Kehidupan Floella memang berbanding terbalik dari sebelumnya. Namun semangat Floella tidak pernah kendur untuk meraih cita-citanya untuk membuat bangga keluarganya.
Waktu istirahat pun tiba. Siang ini Floella tidak pergi ke kantin karena ia memilih untuk membawa bekal ke sekolahan.
"Hai Floe"
Floella melihat seseorang yang baru saja duduk dihadapannya.
"Raka, ada apa?"
"Ikut gue sekarang"
"Tapi gue masih makan Rak"
"Ya udah gue tungguin"
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Floella mengikuti Raka. Saat itu Raka juga memanggil semua teman-temannya untuk berkumpul di aula sekolahan. saat itu Raka memperlihatkan sebuah Video yang berhasil membuat semuanya terperangah.
"Raka" Ucap Floella menatap Raka penuh arti.
.
__ADS_1
. Bersambung