
Floella terlihat sangat cemas. perasaannya carut marut ketika melihat Zara yang tidak sadarkan diri dengan banyaknya darah yang mengalir dari pelipisnya.
"tolong bantuin gue, kenapa kalian semuanya diem si?" pekik Floella.
mendengar ucapan dari Floella membuat Nando dan Marel tersadar dan segera membawa Zara ke unit kesehatan sekolah. ketika dokter menangani Zara, Floella tak henti terus melihat keadaan Zara dari balik pintu kaca.
"ini semua gara-gara lo Floe, lo itu emang pembawa sial!" ucap joana.
"joan please, jangan bikin keributan dong!" lirih Giselle yang menarik lengannya agar membuat sahabatnya tidak membuat keributan.
"gue cuman ngoming apa adanya kok Sell. lagian kalo dia ngomong jujur sama Zara, walaupun sakit, Zara pasti gak sesyik ini kan? seenggaknya dia dulu pernah ngerasaain jadi cewek yang di abaikan sama cowok yamg dia suka, dan hal itu juga terjadi sama Zara. tapi bukannya Floella berusaha bikin Zara lapang dada, dia malah nutupin semuanya. dan akhirnya jadi kaya ginikan!" ucap Joana panjang lebar.
"udah kalian diem, jangan ribut disini!" hardik Nando. "Giselle, lebih baik lo ajak Joan pergi dari sini. gue gak mau dengan dia terus disini akan semakin memperkeruh suasana!" sambungnya lagi.
"lo tega banget si Nando usir gue, kita ini sahabatan udah lama. dan lo lebih belain cewe gat*l itu dibanding belain gue?"
"gue gak belain siapa-siapa, tapi yang lo ucaoin itu udah diluar batas Joan. jadi lebih baik lo gak disini, giselle!" Nando memberi isyarat untuk Giselle membawa Joana pergi dari UKS.
dengan segera Giselle menarik Joana menjauh dari tempat itu.
"ini yang gue takutin, gue takut Zara kecewa kalo tau dengan cara kaya gini. dan apa yang gue khawatirin kejadian juga kan?" Floella begitu cemas dengan keadaan Zara. bagaimana tidak? siapapun akam cemas mengetahui sahabatnya terluka seperti itu.
Joana yang pergi dengan keadaan kesal, ia mengeluarkan sumpah serapah kepada Floella. ia bahkan bersumpah untuk melakukan hal yang lebih buruk, jika Floella terus membuatnya tidak nyaman seperti saat ini.
"lo lihat kan Sell, sahabat-sahabat kita lebih pilih belain adik kelas bau kencur itu dibanding kita yang sahabatan udah lama."
"tapi Joana, apa yang lo lakuin barusan itu juga gak tepat. lo sengaja bikin persahabatan mereka retak, dan lo berusaha membuat Zara nyalahin Floella. itu semuan gak bener!" ucap Giselle berusaha memperingatkan Joana.
Elkan yang saat itu berjalan melintasi koridor, Joana segera menghentikan langkah kaki Elkan. Joana menarik Elkan hingga mereka cukup dekat. Elkan mengernyit, ia heran dengan tingkah Joana yang seeikit aneh.
"lo kenapa si Joan, ada yang mau lo omongin sama gue?" tanya Elkan.
"gue kangen kita yang dulu El, kita berlima tanpa adik-adik kelas yang reseh itu!"
__ADS_1
"maksud lo gimana, adik-adik kelas?"
"ya gue ngerasa setelah lo pernah deket sama Floella dan temen-temennya, lo Nando sama Marel jadi gak pernah perduliin gie sama Giselle. yakan Sell?" Joana melirik Giselle yang saat itu berdiri disampingnya.
namun Giselle hanya tersenyum tipis. ia tau Joana mengatakan hal ini hanya mencegah Elkan untuk ke arah UKS. Giselle sangat tau jika Joana sangat tidak mementingkan siapapun, kecuali dirinya sendiri.
***eh, ternyata Zara cukup parah lo. kayaknya mau di rujuk kerumah sakit.
iya kasihan banget ya, setelah dikhianatin masalah cinta, sauabatnya juga khuanatin dia. pasti dia ancut banget*** .
itulah yang terdengar dari beberapa siswa yang melintas dikoridor sekolah. Elkan yang mendengar hal itu menjadi penasaran.
"eh tunggu.." panggil Elkan kepada salah seorang siswa. "ada apa si, gue denger banyak yang ngomongin Zara dari tadi?"
"itu El, Zara jatuh dari tangga. dan sekarang kayaknya mau dibawa ke rumah sakit."
"oh makasih ya infonya." Elkan segera bergegas menuju ke UKS untuk melihat keadaan Zara. dan ketika ia sampai, ia melihat Floella yang terduduk dilantai di sudut UKS. dan dengan segera Elkan berlari ke arah Floella yang terlihat kacau.
"Floe, lo kenapa?" Elkan memegang kedua pundak Floella.
"lo tenang, Zara pasti baik-baik aja karna bentar lagi dia bakalan dirujuk kerumah sakit Floe." Elkan berusaha menenangkan Floella. semnatara Marel berusaha menenangkan Indah yang sama kacaunya demgan Floella. saat itu Nando hanya terdiam, ia kembali mengingat tentang apa yang diucapkan oleh Zara tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Indah dan Marel.
"udah, sekarang lo duduk. gue cariin minum ya?" ujar Elkan.
"gak perlu, saya sudah bawa minuman untuk Floella!" sahut Edgar yang baru saja tiba dengan air mineral yang ia bawa.
tanpa mengucapkan apapun lagi, Edgar segera mengambil alih posisi Elkan. ia mengusap air mata yang ada di wajah Floella dengan lembut.
"tenang, ada aku. kamu tidak perlu takut!" Edgar menarik Floella kedalam pelukannya, saat itu Elkan yang melihat merasa terbakar. perasaannya carut marut melihat gadis yang dulu melakukan apapun untuknya, namun sekarang gadis tersebut akan menjadi istri dari kakaknya sendiri.
namun saat itu tiba-tiba Floella berlari, ia meninggalkan Edgar. Edgar segera megejar Floella, namun pihak sekolah memanggilnya untuk membantu membawa Zara kerumah sakit.
"biar saya yang kejar pak!" ucap Nando dan aegera berlari mengejar Floella. Elkan pun tak ingin tinggal diam, ia juga menyusul Nando yang kini mencari Floella.
__ADS_1
ketika sampai di severang jalan, Elkan melihat Nando menangkup wajah Floella. ia menatap Floella dalam-dalam. melihat lagi-lagi Floella ditenangkan oleh laki-laki lain, akhirnya membuat Elkan menguringkan niatnya untuk tidak mengejar Floella.
"gue tau lo lihat sesuatu kan Floe?" ucap Nando.
seketika Floella menatap Nando. nanar matanya mengatakan seolah Floella sangat bersedih dengan apa yang ia lihat.
"gue.. gue lihat.."
"udah..udah sekarang lo duduk, lo minum ini! tenangin diri lo, baru setelah itu lo cerita sama gue!"
Nando memang seseorang yang kekanakan dan jarang sekali serius. namun jika dalam keadaan seperti ini, Nando memang bisa du andalkan. apalagi jika hal itu menyangkut dengan Floella.
Floella meletakkan bitol air mineral, ia menarik nafas dalam dan membuangnya kasar. ia kemudian menatap Nando yang sedari tadi memperhatikannnya.
"Nando, ini salah gue. gue yang bikin Zara kaya gitu. karena dia kecewa, dia jadi gak perduli sama keselamatannya sendiri!"
"ini bukan salah lo Floe, jadi jangan ngerasa bersalah kaya gini. yang oenting sekarang kita berdoa buat kesembuhan Zara!" Nando mengusap lembut punggung tangan Floella.
"tapi, Zara bakalan buta Nando. itu yang ada di pemglihatan gue, dan itu semua salah gue yang udah gak ngasih tau tentang Marel sama Indah. kalo aja gue jujur, mungkin kejadiannya gak bakal kaya gini!"
"apa, buta?"
Nando mendadak kehilangan kata-kata, kali ini masalah Zara benar-benar serius. karena ini akan mempengaruhi kehidupannya kelak. kehilangan penglihatan bukanlah hal yang mudah.
"sudah, tenanglah Floella!" Nando mengusap puncuk kepala Floella.
'seharusnya gue sedih lihat lo kaya gini Floe, tapi gue juga seneng. disaat lo sedang down kaya gini gue bisa bikin lo tenang dan deket sama lo!'
.
.
.bersambung
__ADS_1
.