
Floella menatap nyalang Elkan yang saat itu berdiri di hadapannya dengan menyentuh pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Floella.
Dengan tubuh yang masih terasa dingin, mendadak darahnya mendidih akibat perkataan Elkan yang sangat melukai perasaan Floella saat ini.
Floella mendekat ke arah Elkan dengan menggelengkan kepalanya. "gue nggak nyangka lo bisa nganggep gue kayak gitu El"
"kenapa? lo pikir kali ini gue bakal ketipu lagi dan suka sama lo? gak bakal terjadi Floella. mungkin dulu lo berhasil bikin bang Edgar suka sama lo bahkan hampir nikah. dan gue pun juga hampir aja sama lo, untungnya itu nggak terjadi sama sekali! "
"kalo itu pandangan lo sama gue itu terserah lo. dan kenapa lo kesini nyamperin gue El? lebih baik lo pergi"
"oke, gue bakal pergi. lagian gue juga mau ngurusin urusan apapun tentang lo."
Namun saat Elkan dan Floella berbicara, Nando masuk dan memeriksa keadaan Floella.
"Flloella, kenapa si tadi lo nekat selametin Garvan? padahal dia udah jahatkan sama lo dan om Rama. dia udah ngerebut rumah kalian!"
"udahlah Nando, kita nggak perlu bahas itu sekarang"
"dan satu lagi Floe, lain kali kalo lo lihat apapun soal orang-orang yang nggak pernah hargain lo atau menyangkut keluarganya, lo abaikan aja. mereka semua nggak ada kan yang ngertiin lo, lebih baik nggak perlu urusin mereka kan? " Nando sengaja membicarakan hal itu agar Elkan mendengar semua ucapannya.
Namun Floella segera mencubit Nando untuk menghentikan ucapannya dan segera berlari keluar ruangan.
Dan Elkan pun segera menghentikan Nando yang saat itu ingin keluar.
"ada apa El? "
"lo tadi bilang masalah rumah Floella, dan lo bilang rumahnya di rebut oleh Garvan? "
"iya memang, terus kenapa?"
"bagaimana bisa? "
"gue nggak perlu cerita kan El, lo sendiri yang bilang nggak mau ngurusin apapun tentang Floella kan? "
Nando meninggalkan Elkan yang berdiri mematung di tempat itu. Nando mencari keberadaan Floella namun tidak ia temukan hingga ponselnya berdering dan tertera nama Zara yang ada di layar ponselnya.
"halo, ada apa Ra?"
"emm acaranya gimana Ndo? apa udah selesai uji coba nya? " tanya Zara dari seberang telefon.
"ada insiden Zara, bahkan ini gue mau cari Floella. tadi dia nolongin Garvan yang hampir di patok ular waktu di kolam. ya udah gue nyari Floella dulu Ra"
klik
Sambungan di akhiri begitu saja oleh Nando. sementara itu Zara yang sedang bersama dengan Indah mendadak diam setelah berbicara dengan Nando melalui telefon, sehingga membuat Indah mengerutkan dahinya.
ia masih belum tau kenapa sahabatnya yang tadinya begitu semangat ingin menghubungi Nando, justru setelah menelfonnya mendadak menjadi pendiam.
"ada apa Zara? "
"ini Ndah, Nando bilang tadi ada insiden.. bahkan Floella tadi nyelamatin Garvan dari ular waktu di kolam renang"
__ADS_1
"apa? ya udah kita langsung aja kesana Ra" ucapan Indah di angguki oleh Zara.
Karena memang waktu pulang sekolah yang sudah tiba, Indah dan Zara segera menuju ke SMA Neosantara.
Di sepanjang jalan Zara hanya diam, namun hal itu tidak di ambil pusing eh Indah. indah mengira diamnya Zara hanya karena Zara tengah mengkhawatirkan Floella.
Sesampainya di tempat tujuan, Indah dan Zara segera menuju gor akuatik. namun sebelum mereka sampai, seseorang menjegal kaki Zara hingga Zara tersungkur.
"astaga Zara, lo baik-baik aja kan? " tanya Indah sembari membantu Zara untuk bangkit.
Tatapan Indah berubah tajam setelah tau orang yang berbuat seperti itu terhadap Zara tidak lain adalah Siswi-siswi SMA Neosantara.
Beberapa anak dari sekolahan tersebut menghadang kedatangan dari Indah dan Zara. bahkan beberapa mengolok-olok tentang kebutaan yang dialami oleh Zara.
Mereka semua bahkan terang-terangan menghina Zara yang mengatakan jika Zara adalah seseorang yang sangat menyusahkan.
Dan karena tidak Terima, Indah ingin memakinya bahkan melepas satu sepatunya untuk menimpuk siswi-siswi tersebut. namun dengan segera para siswi tersebut berlari meninggalkan keduanya.
"lo jangan dengerin mereka ya Zara. mereka emang julid banget punya mulut"
"tapi yang mereka omongin emang bener kok Indah, gue emang nyusahin"
"sstt lo nggak boleh bilang kayak gitu okey?" Zara segera mengangguki ucapan Indah.
"Indah, gue mau ke toilet"
Indah pun mengantarkan Zara untuk ke toilet. disana Indah memilih untuk menunggu di depan toilet.
Zara yang sudah berada di dalam segera menitikkan air mata. ia tidak tau jika seseorang berada didalam sana.
Zara menyeka air matanya kasar dan menoleh. ia meraba apakah seseorang tersebut berada di dekatnya.
"apa lo Joana?"
"iya gue"
"lo nggak bisa ngomong gitu soal sahabat-sahabat gue Joana! lo bahkan liat sendiri kan kalo mereka selalu baik di sekolahan dan diluar sekolahan"
"Zara.. Zara.. lo itu lugu apa bodoh si? " Joana berjalan menghitari Zara.
Joana lalu merapikan rambut Zara dan sedikit mendekatkan mulutnya ke dekat telinga Zara untuk membisikan sesuatu.
"jangan lo pikir mereka itu baik Zara. mereka itu cuman ngerasa bersalah karena apa? satu, Indah udah ngerebut Marel dari lo. dan Floella? Floella udah menyembunyikan pengkhianatan mereka dari lo sampek akhirnya bikin lo buta kayak gini. dan Nando dan juga yang lainnya itu cuman kasian sama lo karena lo BUTA"
"STOP JOANA"
Zara tidak ingin mendengar ucapan Joana lagi. ia segera keluar dari dalam toilet. sesampainya di luar toilet, Zara tidak mendapati Indah.
"kemana Indah? biasanya kalo dia nungguin gue, dia langsung gandeng tangan gue! Tapi kenapa ini dia nggak ada? "
Karena tidak mendapati Indah berada di sekitar toilet, Zara segera mengambil tongkatnya yang ada di tasnya. ia menggunakannya untuk berjalan untuk menuju ke gor akuatik. hingga akhirnya Zara sampai di area teori kolam.
__ADS_1
"awas.." seseorang menarik pinggang Zara yang hampir terjatuh kedalam kolam.
Kepanikan terlihat jelas di wajah Zara yang terkejut. ia berpegangan begitu erat kepada orang yang menolongnya.
"Hati-hati Zara. lo kesini sama siapa? "
"Andrew? "
"iya ini gue"
tap tap tap
Suara orang berlari datang mendekat dan orang itu adalah Indah yang datang bersama dengan Marel dari arah luar.
"Zara lo disini? "
"iya Indah, tadi gue nunggu lo di depan toilet nggak ada. jadi gue mutusin buat langsung kesini"
"sorry Zara, tadi gue lagi ngomongin sesuatu sama Marel"
Saat mendengar alasan dari Indah, Zara teringat dengan ucapan yang sempat terlontar dari mulut Joana ketika menemuinya di dalam toilet.
"lain kali lo harus lebih jagain Zara. tadi dia hampir aja jatuh ke kolam, untung gue lihat" Andrew terdengar sangat memperdulikan Zara.
Dan tanpa sadar sikapnya yang seperti itu membuat Zara sedikit senyum di dalam hatinya.
"lain kali kalian kalo pacaran inget temen juga, jangan ditinggal sendiri di toilet" ucap Andrew dan kembali bergabung dengan Garvan yang ditemani oleh Angga dan juga Agnes.
Garvan melihat kedatangan Andrew yang sempat berbicara dengan kedua sahabat Floella.
"Kenapa sama mereka Ndrew? "
"mungkin mau ketemu Floella, tapi tadi Zara hampir jatuh ke kolam karna nggak ada yang nemenin, jadi gue tolongin"
"tapi dimana Floella?"
"gue belum lihat" balas Andrew
"iya gue juga belum lihat dari tadi" sahut Angga.
"gue harus cari dia"
Garvan segera mencari keberadaan Floella ke ruang ganti. namun ia tidak menemukan siapapun dan memutuskan untuk mencari ke tempat lain. ketika Garvan melintas ke arah lapangan basket, di sana ia hanya melihat Nando bersama dengan Elkan tengah berdebat. awalnya Garvan ingin pergi dan mencari Floella, namun Ia urungkan dan memutuskan untuk memperhatikan keduanya.
"jelasin ke gue Nando, kenapa lo hang Garvan ngerebut rumah Floella? "
"lo tanya aja sama Floella, yang jelas gue mau cari dia sekarang. dia baru aja nyelametin orang, tapi nggak ada satupun orang yang perduli sama kebaikannya. bahkan dia sendiri bilang dirinya nggak guna karena dia selalu nyelamatin orang yang ada di penglihatannya, tetapi nggak bisa nyelamatin orangtuanya."
Nando meninggalkan Elkan sendiri tetapi Elkan lagi-lagi mengejar Nando yang sudah pergi mencari keberadaan Floella.
'jadi lo bahkan nyalahin lo sendiri karena lo nggak bisa nyelamatin nyokap lo Floella? dan kelebihan itu? kelebihan itu emang ada!' batin Garvan yang berdiri tidak jauh dari lapangan basket.
__ADS_1
.
. bersambung