
Keesokan paginya, Floella berangkat ke sekolah dengan menaiki angkot yang biasa ia tumpangi. Namun ketika ia baru beberapa saat menaiki angkot tersebut, seseorang menghentikan laju angkot hingga membuat para penumpangnya terkejut.
"Kenapa pak? Kenapa tiba-tiba bapak berhenti?" Tanya Floella.
"Maaf neng, di depan ada anak muda yang tiba-tiba berhenti didepan angkot. Untung aja nggak ketabrak"
Floella melihat ke arah depan. Dan saat itu ia melihat Elkan lah yang turun dari motor yang membuat Angkot mendadak berhenti.
"Elkan? Kenapa lo tiba-tiba disini? "
"Gue mau nganterin lo berangkat floella"
"Ya udah neng, sana berangkat sama pacarnya yang ganteng" Goda salah satu penumpang.
"Hee.. Maaf ya bu, teman saya sudah menganggu" Floella menyengir kuda.
Setelah angkot tersebut berlalu, Floella menatap Elkan dengan tajam dengan tangan bersedekap di depan dada.
Melihat wajah Floella, Elkan tau jika saat ini Floekla sedikit kesal dengan perbuatannya yang sudah secara tiba-tiba menghentikan Angkot yang Floella tumpangi.
"Maaf" Elkan memegangi telinganya untuk meminta maaf.
Melihat hal itu membuat Floella terkekeh. Ia lalu meraih kedua tangan Elkan dan melepaskannya dari telinga Elkan.
"Ya udah ayok, katanya mau nganterin berangkat sekolah" Ujar Floella.
Dengan senyum yang mengembang, Elkan dengan senang hati melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang. Selain agar aman dalam berkendara, Elkan juga akan senang jika bisa mempunyai waktu lebih lama berdua dengan Floella.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Elkan tengah sampai di depan SMA Neosantara.
"Makasih ya El, tapi lain kalo lo jangan berhentiin angkot kayak tadi"
__ADS_1
"Sorry Floella, gue cuman mau nganterin lo"
"Ya udah gue masuk, bye"
Ketika Floella hendak masuk ke halaman sekolahnya, saat itu Elkan mencekal pergelangan tangan Floella hingga membuat Floella berhenti.
"Ada apa El? "
"Gini Floe, walaupun lo belum jawab pertanyaan gue semalem, gue harap nanti malem lo mau diner sama gue"
"Kita omongin itu setelah pulang sekolah ya El, bye" Fleolla melenggang pergi dengan senyum di wajahnya.
Elkan pun tersenyum dan berlalu meninggalkan sekolahan Neosantara, ia harus segera pergi. Jika tidak ia akan terlambat.
Sementara itu, di sisi lain Garvan yang tengah berkumpul dengan teman-temannya merasa gemuruh didalam sana.
"Kayaknya mereka deket lagi sekarang" Celetukan Andrew berhasil membuat Garvan menatapnya tajam sehingga Andrew segera menutup mulutnya.
Dengan perasaannya yang tidak baik-baik saja, Garvan pun bergegas ke kelas karena setengah jam lagi pelajaran akan di mulai.
Ketika Garvan sampai di dalam kelas, ia melihat Floella yang sedang berbicara melalui ponsel. Saat itulah Garvan bertambah geram dan segera merebut ponsel tersebut dari tangan Floella.
Mendapat perlakuan seperti itu Floella merasa tidak Terima dan bangkit dari tempat duduknya.
"Balikin HP gue"
"Coba aja kalo lo bisa"
"Balikin gue bilang Garvan"
Bukannya memberikan ponsel milik Floella, Garvan justru berjalan semakin dekat ke arah Fleolla dan menghimpit Floella dengan dinding. Sementara itu, Agnes merasa kesal karena Garvan begitu dekat dengan Floella.
__ADS_1
"Gue nggak akan biarin lo pacaran dengan mudah di kelas ini"
Sontaj kedua alis Floella saling menaut, ia bahkan tidak mengerti dengan ucapan Garvan saat ini. Entah darimana Garvan bisa menuduhnua seperti itu, tetapi Floella tidak memperdulikannya dan terus berusaha merebut ponsel miliknya dari tangan Garvan.
"Lo pikir bisa semudah itu ngerebut HP jelek lo ini dari gue? "
"Denger Garvan, gue nggak perduli hao itu jelek atau bagus. Tapi balikin HP gue, gue butuh itu sekarang."
"Gak akan"
Dengan marah Floella mendorong Garvan hingga Garvan menyingkir dari hadapannya. Dengan wajah cemas Floella berlari keluar kelas.
Melihat hal itu semua yang ada di kelas bertanya-tanya, tidak biasanya Floella akan bersikap seperti itu. Bahkan Floella akan melawan siapapun yang salah, bukannya pergi seperti itu.
"Ada yang gak beres"
Raka merebut Ponsel dari tangan Garvan. Saat itu nama yang tertera adalah nama yang Raka tidak kenali. Raka kemudian mencoba berbicara dengan seseorang di balik telefon.
Setelah ia berbicara dengan sang penelepon, kedua bola mata Raka membulat sempurna. Ia pun mengakhiri panggilan tersebut.
"Lo gila ya Van, cuman gara-gara lo nggak suka sama Floella lo malah bahaya ini keselamatan orang lain"
Garvan terperangah mendengar ucapan Raka yang saat ini ikut berlari keluar Kelas.
"Ada apa sebenarnya Van? " Tanya Angga
"Iya Van, kenapa Raka bilang lo ngebahayain nyawa orang? " Timpal Andrew.
Sementara itu, Garvan yang belum tau siapa yang dimaksud oleh Raka, ia justru hanya berdiri mematung dengan wajahnya yang bingung dan terlihat penyesalan.
"Siapa yang Raka maksud?"
__ADS_1
Bersambung