
Elkan melajukan motornya cukup kencang. saat pulang sekolah ia berencana untuk menjemput Floella di sekolahan, namun ia melihat Garvan yang melajukan motornya pelan di belakang Floella yang tengah berjalan kaki.
Saat itu Elkan mencoba mengamati apa yang akan dilakukan oleh Garvan dengan mengikuti Floella seperti itu.
"Berhenti, lo ikut gue sekarang" Garvan mendadak. menghentikan motornya didepan Floella sehingga membuat Floella hampir saja menabraknya.
"apaan si lo Van, hampir aja gue nabrak motor lo kan? " protes Floella.
"gue mau lo naik sekarang" Garvan mencekal pergelangan tangan Floella dengan erat.
"nggak, gue nggak mau ikut sama lo. udah cukup kemaren lo bikin gue pingsan, dan gue gak mau lo semena-mena sama gue! "
Vroomm...
Kedatangan Elkan me. buat Garvan melepas cekalannya. saat itu suasana menjadi tegang, terlebih Elkan mengetahui bahwa Garvan lah yang menyebabkan Floella pingsan.
"lebih baik lo jauh-jauh dari Floella! " ucap Elkan dengan suara nya yang dingin.
"emang lo siapa ngelarang-ngelarang gue buat deketin Floella. lo pacarnya? "
Sontak hal itu membuat Elkan tidak bisa menjawab ucapan Garvan. karena memang saat ini hubungannya dengan Floella hanya sebatas teman, jadi dia tidak berhak melarang siapapun untuk mendekati Floella.
"El, anterin gue pulang." Elkan mengangguk ucapan Floella. saat itu Elkan memakaikan helm untuk Floella sehingga membuat Garvan semakin kesal.
"awas aja lo El, lain kali lo gak akan sombong kayak gini! " ucap Garvan penuh penekanan.
Dan saat itulah Angga dan Andrew menyusul Garvan. dimana saat itu Angga menghentikan Garvan untuk melajukan motornya.
"lo kenapa si Van, gue lihat lo lagi uring-uringan? "
"gue mau introgasi Floella. gue yakin dia ada hubungannya dengan siapa yang nyerang nyokap gue. gimana bisa coba dia tau kalo ada orang yang mau nyerang nyikap gue padahal dia baru sadar dari pingsannya.
" lo lupa yang pernah lo bilang Van?" Angga kembali membuat Garvan diam.
"lo pernah bilang kalo dia punya sixth sense kan? dia bisa tau apa yang akan terjadi, dan kemungkinan dia melihat kejadian itu di penglihatannya kan?"
"bener ucapan lo Angga, kenapa gue baru inget kalo Floella punya keahlian kayak gitu?!"
Akhirnya kini Garvan dan teman-temannya memutuskan untuk langsung pulang Kerumah. sementara itu Elkan kini mengantar Floella kembali kerumahnya.
seperti biasa Elkan langsung pergi dari rumah Floella, namun saat itu terdengar suara jeritan dari dalam rumah Floella hingga Elkan dan Floella berlari bersama melihat ke dalam rumah.
sesampainya di dalam rumah, mereka mendapati ibu Floella yang sudah pingsan. sementara itu ayah Floella terluka parah dengan luka tusukan diperutnya.
__ADS_1
"kita bawa mereka ke rumah sakit Floella"
"ma, mama bangun ma. papa, papa bangun" Floella menangis sesenggukan melihat kedua orang tuanya tidak sadarkan diri.
_
"El, gimana sama papa dan mama aku El? tadi perut papa, perutnya-" Floella tidak sanggup untuk meneruskan ucapannya. dan saat itu dokter keluar dari ruang penanganan orangtuanya.
"keluarga pasien"
"saya dok, gimana keadan papa dan mama saya dok? "
"iya bagaimana keadaannya dok?" timpal Elkan
"operasi pak Rama berjalan lancar, tapi.. "
"tapi apa dok? "
"kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa ibu Sekar, karena beliau mengalami serangan jantung. saat beliau dalam perjalanan kesini. jadi kamu harus tabah ya dek, ikhlaskan mamamu, semoga Tuhan mebempatkannya di tempat terbaik"
"mama" pelik Floella dan jatuh pingsan.
"Floella... " Elkan begitu cemas melihat keadaan Floella yang tidak sadarkan diri. dan saat itu Dokter menyuruh Elkan untuk membawa Floella keruangan untuk diberi pertolongan.
dengan mata memerah Floella berjalan menghampiri jenazah ibunya yang sudah terbujur kamu dengan kain putih menutupi tubuhnya. tangisnya pecah ketika ia melihat wajah ibunya yang pucat pasi.
"Mama... "
Acara pemakaman pun sudah selesai, hingga saat ini Rama belum juga sadarkan diri pasca operasi.
sejak kemarin Elkan selalu menemani Floella yang tidak henti menangis.
'baru kali ini gue lihat lo selemah ini Floella. rasanya gue pengen ambil semua kesedihan lo.' sorot mata sedih terpancar dari kedua mata Elkan.
_
Garvan berjalan menyusuri kantin. pandangannya mengedar keseluruh area kantin. namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari.
"Garvan lo cari siapa si, gue disini lo Van" Ucap Agnes namun tidak diperdulikan oleh Garvan.
Garvan justru meninggalkan area kantin dan mencari seseorang di tempat lain.
"lo cari siapa Van? dari tadi kita lihat lo celingukan? " ucap Angga.
__ADS_1
"ya siapa lagi kalo bukan Floella lah Ngga" Sahut Andrew cengengesan.
"kalian gak akan nemuin Floella disini, karena dia sedang berkabum" sahut Raka yang berdiri dibelakang Garvan.
"maksud lo?" tanya Garvan penasaran.
"nyokapnya meninggal, dan bokapnya dirawat di rumah sakit. kemarin rumahnya di perampok, karena panik melihat suaminya tertusuk, nyokap Floella pingsan terkena serangan jantung dan meninggal dunia"
Tanpa menunggu Raka menyelesaikan ucapannya, Garvan langsung pergi kerumah Floella.
"maaf den, non Floella tidak ada di rumah"
"terus Floella dimana bik? "
"non Floella di rumah sakit untuk menemani tuan Rama yang masih belum sadarkan diri den"
"gitu ya bik? kalo boleh tau di rumah sakit mana om Rama dirawat ya bik? "
"ada di rumah sakit xxx den"
Setelah menempuh perjalan sekitar tigapuluh menit, Garvan sampai di rumah sakit. saat itu ia langsung menuju ke ruangan Rama yang sudah ia tanyakan pada pihak resepsionis.
Garvan hendak mengetuk pintu ruangan Rama, namun Ia menghentikan langkahnya dan memperhatikan Floella yang berada di dalam bersama dengan Elkan.
"Floella, lo makan ya. dari kemaren lo belum makan sama sekali Floe" Elkan membujuk Floella untuk makan, namun berulang kali Floella menggeleng.
"lo nyuruh gue makan El? apa lo gak tau, papa sama mama dari kemaren juga gak makan El. papa masih kesakitan, sementara mama, mama pasti sekarang kedinginan didalam sana kan El? " Floella tidak memperdulikan kondisinya saat ini yang semakin kurus dengan mata sembabnya. hal itu semakin membuat Elkan cemas.
"iya gue tau Floella, tapi lo harus tetep makan biar lo bisa jagain om Rama buat tante Sekar Floe"
"kenapa si El, kenapa disaat keluarga gue dalam bahaya sixth sense gue gak muncul? tapi ketika keluarga orang lain, selalu muncul. kayak waktu Raka hampir kesengat listrik, bahkan nyokapnya Garvan aja gue lihat kejadian yang akan nimpa mereka. tapi kenapa waktu mama sama papa gak ada sixth sense yang muncul sama sekali El, kenapa? hiks hiks hiks kenapa gue gak guna sama sekali buat keluarga gue"
Hati Garvan terenyuh mendengar keluh kesah yang dirasakan oleh Floella saat ini. bahkan hatinya merasa sakit melihat air mata Floella yang terus menganak sungai.
"semenderita itu lo sekarang Floe! " Garvan kini memberanikan diri untuk memutar kenop pintu ruangan Rama dirawat.
ceklek
Sontak Floella dan Elkan menoleh ke arah suara pintu yang terbuka.
.
. bersambung
__ADS_1