
Floella berlari ke arah suara dimana ia mendengar sebuah tabrakan. bukan hanya Floella melainkan anggota Omorfos dan juga Nando bersama Marel pun berbondong-bondong untuk melihat apa yang terjadi.
kaki Floella terasa lemas ketika melihat banyak dar*h yang keluar dari keduanya. sirine ambulance membelah riuhnya orang yang berkerumun.
"Elkan, gue kan udah bilang jangan. tapi lo malah ngeyel, jadi kayak gini kan. hiks hiks.. " Floella menangis sejadinya melihat Elkan tidak sadarkan diri. saat itu pandangannya beralih ke sebuah motor yang ada disisi kiri jalan dengan Garvan yang terbaring dibawahnya yang juga mengeluarkan banyak dar*h.
setelah beberapa saat keduanya berhasil dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan dari dokter.
Floella berdiri didepan ruang penanganan sembari menggigiti kuku-kuku jarinya. Nando yang melihat itupun segera merengkuh Floella dan berusaha menenangkannya.
"tenang Floe, Elkan pasti akan baik-baik aja!" Nando mengusap lembut rambut Floella.
sementara Angga yang melihat hal itu segera Menghempaskan tangan Nando. seketika Nando meradang terhadap perlakuan dari Angga.
"lo apa-apaan si? "
"jangan karna Garvan lagi gak ada disini, lo main deketin Floella ya. disini ada gue yang bakal jagain apapun milik sahabat gue! "
Nando terkekeh mendengar ucapan dari Angga. Nando semakin mengeratkan rengkuhannya dan menatap penuh ejek ke arah Angga.
karena merasa disepelekan, Angga ingin memukul Nando. namun dengan segera Floella menghadang tangan Angga.
"stop. jangan berantem disini" pekik Floella
"kalian itu kenapa si selalu aja berantem. kalian gak inget kalo Elkan sama Garvan itu lagi ada didalam, lagi berjuang buat hidup mereka. kalian malah berantem mulu dari tadi"
"lagian Angga, gue bukan milik siapa-siapa. jadi lo gak berhak bilang kalo gue ini seolah-olah gue ini barang yang bisa dimilikin Garvan gitu aja asalkan dia mau!"
"udah-udah jangan bikin keributan, ini rumah sakit. dan didalam teman-teman kita sedang berjuang untuk hidupnya. apa pantes kita malah ribut kayak gini? " tutur Marel melerai keduanya
"apa yang diomongin sama dia bener, jangan bikin keributan! " Raka menimpali ucapan Marel untuk membuat semuanya lebih tenang. sementara itu Andrew justru memperhatikan Floella yang begitu mencemaskan Elkan. dan hal itu mengundang pertanyaan didalam benak Andrew.
setelah semuanya tenang, kini mereka kembali duduk dan menunggu dokter menangani Elkan dan juga Garvan.
ting
pintu ruangan terbuka, keduanya dipindahkan kedalam ruangan yang lebih besar. saat itu Floella segera menemani Elkan yang belum sadarkan diri yang ranjangnya terletak disebelah Garvan.
"ini kapan si mereka sadarnya? mana orang tua Garvan nggak datang-datang lagi" celotehan Andrew membuat Raka meliriknya dingin.
"kalo lo bosen lo bisa balik duluan Ndrew, biar gue disini yang nungguin Garvan! " ujar Raka.
"iya gue juga bakal disini nungguin Garvan. ganteng-ganteng gini gue temen yang setia, gak kayak yang ono noh pengennya langsung pulang aja mau nyamperin gebetannya tu pasti" celetukan Angga berhasil membuat Andrew menyengir sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"ssshhh"
__ADS_1
saat itu Elkan lebih dulu sadar. ia memegangi tangan sebelah kanannya yang harus memakai gips karena retak.
Floella yang melihat itu segera membuat Elkan agar tetap terbaring.
"lebih baik lo tiduran aja El, jangan bangun dulu"
"tangan gue kenapa Floe? "
"tangan lo retak El, jadi sementara lo gak bisa gerakin tangan lo kayak biasanya. harus menggunakan gips biar cepet pulih"
"gue haus, gua mau minum" Floella segera meraih segelas air putih yang ada di nakas. setelah itu ia membantu Elkan untuk duduk.
"sakit banget El? " tanya Floella dengan wajah yang tidak bisa berbohong bahwa ia begitu mencemaskan Elkan.
sementara itu diantara mereka belum ada yang tau bahwa sebenarnya saat ini Garvan sudah sadar. namun ia masih belum memanggil siapapun, ia justru memperhatikan Floella yang begitu perhatian terhadap Elkan.
berbeda dari Elkan yang terluka didibagian tangannya, Garvan justru terluka dibagian kepalanya yang terbentur dan meninggalkan beberapa luka di area wajahnya.
dan saat itu tiba-tiba kedua pasang orang tua Elkan dan juga Garvan datang dan begitu mencemaskan anak-anak mereka.
"Floella, ini kenapa Elkan bisa kayak gini? "
ucap bu Mariska sembari memeriksa anaknya yang mengalami tangah retak.
"Elkan cuman kecelakaan aja kok ma, mama jangan terlalu cemas okey? "
belum sempat Floella menjawab pertanyaan dari ibu Elkan, saat ini ibu Garvam sangat heboh mengkhawatirkan anaknya. sementara itu kedua ayah dari Elkan dan Garvan justru saling berbincang. dan ternyata mereka juga rekan kerja seperti halnya dengan ayah dari Floella yang sudah mengenal orang tua Garvan.
"sayang bangun ini bunda sayang" ucap Ibu Garvan
"bunda, Garvan gak papa kok. cuman Garvan agak lemes. Garvan pengen ditemenin sama pacar Garvan! "
saat itu mendadak perasaan Floella mulai tidak enak. ia melirik Garvan dengan tajam begitupun dengan Elkan dan juga Nando.
"siapa yang kamu maksud sayang? "
"coba bunda liat berita yang sedang trending"
"astaga tu anak, masih aja cewek pikirannya. padahal abis kecelakaan! " ucap Andrew yang berbisik kepada Angga dan juga Raka.
"udah diem" tukas Raka datar.
saat itu ibu dari Garvan benar membuka berita di salah satu media sosial dimana disana terdapat caption ini adalah foto dari kekasih seorang pewaris dari keluarga Bagaskara
dan disitu terdapat Video dimana Garvan tengah membawa banyak bunga dan menyatakan perasaan nya terhadap Floella. namun saat itu Floella menolaknya dan Garvan tetap menegaskan bahwa Floella adalah miliknya.
__ADS_1
kemudian ibu Garvan menoleh dan melihat seseorang yang ada didalam video yang saat itu disukai oleh anaknya. dengan Segera Ibu Garvan mendekat dan memegang kedua tangan Floella.
"nama kamu siapa sayang? "
"emm.. aku Floella tante"
saat itu ibunda dari Garvan Tiba-tiba memeluk Floella dengan lembut. ia mengusap lembut rambut Floella.
"jadi kamu yang udah bikin Garvan selalu semangat akhir-akhir ini sayang? padahal biasanya Garvan paling susah bangun pagi, tapi akhir-akhir ini tanpa dibangunin, Garvan sudah bangun lebih pagi dan berangkat kesekolah"
"maaf tante. tapi Floella gak ngapa-ngapain Tante. bahkan Floella baru satu minggu mengenal Garvan."
"dan sejak seminggu terakhir Garvan sangat berbeda sayang. dan Tante yakin itu karena kamu sayang"
"yah.. sini yah" dengan sumringah Ibunda Garvan memanggil suaminya yang tengah berbincang bersama dengan Ayah dari Elkan.
"ada apa bun? "
"ini calon mantu kita yah"
dengan puas Garvan tersenyum sembari menatap ke arah Elkan yang saat itu menekuk wajahnya dan menatap tajam kearah Garvan.
"gue menang" itulah yang diucapkan oleh Garvan tanpa bersuara.
"maaf Tante, Floella bukan pacar Garvan. karena Floella adalah kekasih saya" sahut Elkan.
"dia bohong bunda, Floella memang pacar Garvan" seakan tak mau kalah Garvan pun membalas ucapan Elkan. Garvan memang terkenal galak, namun ia akan berubah menjadi manja ketika bersama dengan ibundanya.
kini semuanya menjadi bingung melihat tingkah Garvan dan juga Elkan yang merebutkan Floella seperti anak kecil.
"stop... " teriak Floella.
"maaf semunya, aku bukan pacar siapapun! " pungkasnya. dan saat itu melihat Raka yang berjalan keluar Floella segera meraih Tangan Raka dan mengajaknya pergi.
"anterin gue Raka"
Floella lagi-lagi mengajak Raka pergi dengan motornya. sementara yang lain tertegun melihat Floella pergi bersama dengan Raka.
ketika Floella dan Raka berada diatas motor, saat itulah Raka protes.
"kenapa si Lagi-lagi lo libatin gue ke urusan lo? " ucap Raka sembari menoleh kearah Floella yang ada dibelakangnya dan tanpa ia sadari wajahnya terlalu dekat dengan Floella sehingga membuatnya tercekat.
"gue cuman gak mau terlibat sama mereka Raka. gue mau fokus sama sekolah gue! "
saat itu Raka justru hanya memperhatikan mata Floella dan membuatnya tidak mendengar ucapan Floella.
__ADS_1
.
. bersambung