
Elkan berlari menemui Floella yang keluar dari toilet. Garvan mencekal kedua tangannya dan menatapnya lekat.
Mendapati sikap seperti itu dari Elkan, membuat darah Floella berdesir begitu cepat dan memompa jantung semakin kerab berdegub. kenyataan nya saat ini Floella memang masih memiliki perasaan dengan seorang Elkan yang sejak dulu menjadi cinta pertamanya.
Sebelum perasaannya menjadi tidak karuan, Floella melepas cekalan tangan dari Elkan.
"ada apa El? kalo lo mau maki-maki gue lagi, please jangan sekarang. gue-"
grep
Tak ayal, Floella yang mendapat pelukan dari Elkan tanpa aba-aba seperti saat ini. membuat tubuhnya panas dingin. Perasaan yang sudah lama ingin ia kubur, kini mulai bangkit kembali.
Namun tidak ingin terbawa suasana, Floella segera melepas pelukan dari Elkan. saat itulah Elkan kembali meraih pergelangan tangan Floella.
"Floella maafin gue"
Floella tidak tau apa yang harus ia katakan, pasalnya ia sendiri tidak tau Elkan meminta maaf karena apa. biasanya Elkan selalu bersikap tidak baik, bahkan ia selalu mengatai Floella. apakah Elkan meminta maaf karena itu? itu juga yang membuat Floella bingung dengan sikap baik Elkan saat ini.
"tunggu El, lo kenapa lo mendadak aneh kayak gini? "
Floella bingung dengan perubahan sikap Elkan. seperti mimpi, tetapi memang ini yang terjadi.
"gue tau sekarang lo bingung sama sikap gue Floe, tapi gue tulus minta maaf sama lo"
Kedua matanya bergantian menatap kedua manik mata Floella yang saat itu lekat menatapnya. dan lagi-lagi Floella hanya terdiam dan tidak menanggapi ucapan Elkan yang sudah panjang lebar.
"selama ini sikap gue emang keterlaluan sama lo Floella. bahkan gue udah ngatain lo yang nggak-nggak, dan gue malu banget Floella. please maafin gue Floella"
"gu-gu-gue harus balik kesana El"
Floella berlari meninggalkan Elkan yang berdiri mematung melihat kepergian Floella tanpa menjawab pertanyaannya ketika meminta maaf. dan ketika Elkan hendak mengejar Floella, saat itu Garvan tiba-tiba berdiri di hadapannya dan menghentikan laju kakinya untuk mengejar Floella.
"lo mau ngejar Floella? "
"bukan urusan lo! " Elkan pergi begitu saja meninggalkan Garvan.
Garvan merasa kesal karena ia melihat semua yang dilakukan oleh Elkan. bahkan Garvan merasa tidak suka ketika Elkan menyentuh Floella dan memeluknya cukup lama.
__ADS_1
"lihat aja Floella, lo nggak akan bisa bahagia karena lo pernah bikin gue kecewa dengan sikap mur*han lo itu"
Garvan mungkin menganggap jika dirinya berbuat seperti itu karena kebenciannya, tetapi ia tidak menyadari jika semua itu timbul karena rasa cemburu yang ada di lubuk hatinya yang terdalam.
Garvan pun bergabung dengan teman-temannya kembali.
Canda tawa terlihat jelas di kumpulan Floella dan teman-temannya. hal itu membuat Garvan tidak suka. dan kedua sahabatnya melihat jelas semua sikap Garvan saat itu.
"Van, apa nggak lebih baik lo balik aja. lo butuh istirahat" ucap Angga
"mana mungkin Garvan mau balik Ngga, orang banyak cewek cantik di sini dari SMA Perkasa" celetukan Andrew membuat Garvan melirik tajam ke arahnya. namun Andrew tidak perduli dan justru terkekeh.
Tanpa memperdulikan kekesalan Garvan, Andrew justru melenggang pergi dan bergabung dengan anak-anak dari SMA Perkasa. orang pertama yang ia sapa adalah Zara. ia merasa Zara adalah tipenya. selain cantik, Zara juga sangat berani mengutarakan pendapatnya. meskipun saat ini Zara tidak bisa melihat, namun Andrew tidak memperdulikan hal itu.
"Zara, ikut gue yuk" ajak Andrew
"nggak" itulah ucapan pertama yang keluar dari mulut Nando ketika Andrew mengajak Zara.
"emang lo siapanya Zara?" dengan tidak perduli, Andrew meraih tangan Zara dan mengajaknya.
"siapa bilang? gue mau kok"
"buat apa Zara, lagian lo kan gak bakal liat sekolahan ini"
Ketika Nando secara reflek mengucapkan hal itu, suasana berubah menjadi hening. sementara Andrew menatap Nando tidak suka dan berdecak sembari menggelengkan kepalanya sekilas.
"ayok Zara, nggak usah perduliin omongan orang reseh. gue bakal ceritain semuanya biar lo tau, okey? "
Zara mengangguki ucapan Andrew dan mengikuti Andrew kemanapun Andrew menuntunnya.
'gue nggak nyangka Nando, ternyata seperti itu gue dimata lo. gue ini cewek buta yang bakal percuma diajakin kemana aja karna gue nggak bisa lihat' terasa nyeri di ulu hati. dan hal itu bisa dilihat dari raut wajah Zara.
Meskipun Zara tidak mengatakannya langsung, tetapi Andrew tau jika saat ini Zara tengah memikirkan ucapan Nando terakhir kali yang menyebut dirinya tidak akan melihat apapun, meski Andrew mengajaknya berkeliling sekolahannya.
"lo tau Zara, kayaknya gue mulai suka sama lo"
"huh? "
__ADS_1
Zara masih tidak bisa mencerna ucapan Andrew karena terlalu memikirkan ucapan dari Nando.
"iya, gue mulai suka sama lo" ucap Andrew lagi.
Seketika Zara menghentikan langkahnya. Zara tidak percaya jika seorang Andrew menyukai dirinya, seorang gadis buta.
"ya gue tau lo pasti ngiranya gue mau mainin lo karena gue ini playboy, ya kan? tapi nggak papa lo berhak berasumsi kayak gitu. tapi gue juga berharap kalo rasa suka gue ini bakal jadi cinta. dan gue berharap lagi, jika ini berubah jadi cinta, gue harap lo pelabuhan terakhir gue Zara"
"hahaha.. makasih lo Ndrew, lo udah mau hibur gue. tapi lo nggak perlu becanda sama gue segitunya, gue jggak pa-pa kok. gue bakal jadiin ini pengalaman, biar kedepannya kalo ada yang becanda kayak Nando, gue nggak kebawa perasaan"
Alih-alih menanggapi ucapan Andrew dengan serius, Zara justru menganggapnya jika Andrew mengatakan hal tersebut sebagai penghibur untuknya.
Dan karena tidak ingin merusak suasana, akhirnya Andrew tidak menjelaskan maksudnya dan ikut terkekeh bersama dengan Zara.
Disisi lain meninggalkan Andrew yang membawa Zara berkeliling sekolahnya, saat ini Garvan hanya bisa menahan emosinya ketika melihat Floella tertawa dengan teman-temannya dari sekolahnya terdahulu.
Dan Agnes yang melihat kekesalan di wajah Garvan, ia merasa sangat senang karena rencananya membuat Garvan membenci Floella berhasil. namun berbanding terbalik dengan raut wajah Joana yang melihat Elkan kembali dekat dengan Floella.
"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa El bisa akrab lagi sama Floella? " ucap Joana dari sudut yang lain.
Tetapi bukan Joana jika tidak memiliki rencana untuk menjatuhkan Floella dihadapan Elkan. dan saat ini ia tengah menyuruh seseorang untuk menyebarkan sesuatu tentang Floella melalui jejaring sosial.
ting
ting
ting
Secara bersamaan sebuah notifikasi masuk di ponsel para siswa-siswi yang ada di tempat itu. dan tanpa disadari semua tatapan yang menerima notifikasi tersebut mengarah kepada Floella
"guys, kenapa mereka semua ngeliat ke arah kita? " ucap Marel dan menyadarkan semua teman-temannya akan hal itu.
"entahlah? pasti ada yang tidak beres" ucap Nando
.
. bersambung
__ADS_1