Fool Love

Fool Love
Masker Dan Kacamata


__ADS_3

Garvan memilih untuk segera melajukan mobilnya. namun Garam tidak benar-benar pulang melainkan ia justru mencari tempat untuk menghentikan mobilnya dan kembali dengan mengendap-endap untuk mengawasi Elkan yang masih terus melihat ke arah kontrakan Floella.


Hingga Floella hendak mendorong sang ayah, namun karena lengannya sakit, ia tidak bisa mengangkat kursi roda ke pantai yang lebih tinggi.


"biar gue bantu"


Floella menoleh kearah seseorang yang hendak membantunya untuk mendorong sang ayah ke dalam rumah.


"Elkan, kenapa lo kesini? "


"selamat malam om Rama" Sapa Elkan sembari mendorong kursi roda Rama.


"malam Elkan, duduk nak Elkan"


"terimakasih om, om Rama gimana keadaannya sekarang?"


"ya beginilah El, semoga aja Floella ngga bosen ngerawat om"


"papa"


"papa bercanda sayang. oh ya, lama om nggak liat kamu main El?"


"emm.. iya El lumayan sibuk om "


"Floella, kamu temani Elkan. papa mau ke kamar, rasanya papa letih sekali"


"iya pa"


Setelah beberapa saat, karena Rama sudah tidak ada Floella hendak menyuruh Elkan untuk pergi.


"lebih baik lo pergi sekarang El. kalo lo disini kelamaan takutnya orang-orang salah paham, ini udah larut"


tatapan yang ramah dari Elkan berubah menjadi tatapan remeh sehingga membuat Floella mengerutkan dahinya.


"bukannya lo emang kayak gitu Floe? "


deg


Floella tidak menyangka jika Elkan benar-benar menganggapnya perempuan seperti itu.


"gue kira lo kesini karna lo udah tau gue kayak apa El, ternyata gue salah"


"gue kesini cuman mau nengokin om Rama, gue gak ada urusan sama lo"

__ADS_1


Setelah mengucapkan hal itu, Elkan segera meninggalkan rumah Floella. dan setelah berbicara dengan Elkan, Floella hati Floella semakin hancur.


'sabar Floe, Tuhan nggak akan ngasih ujian di luar kemampuan umatnya. dan sekarang gue nggak perduli pandangan apa yang mereka tujukan sama gue, karena papa dan pendidikan adalah prioritas gue. bukan yang lain!'


Kepergian Elkan membuat Garvan segera melihat keadaan Floella saat ini. Garvan begitu terkejut ketika melihat Floella yang tidak menangis atau hal sedih lainnya. karena yang Garvan tau Elkan adalah laki-laki yang di taksir oleh Floella sejak dulu hingga sekarang.


"aneh, seharusnya Floella menangis kalo cowok yang di taksir sama dia ngatain dia kayak tadi. atau emang Floella terbiasa seperti ini karena memang dia orang seperti yang dikatakan oleh Elkan, atau justru sebaliknya. "


Namun saat itu ketika melohat Floella yang berjalan menuju pintu keluar, Garvan memutuskan untuk pergi.


Floella termenung di sebuah bangku di bawah pohon yang ada di depan rumahnya. Air matanya tidak berhenti semenjak ia memutuskan untuk keluar.


"kadang Floella pengen ikut mama, tapi.. " Floella menoleh melihat jendela kamar ayahnya dengan penerangan temenan karena sudah tertidur. "tapi Floella janji buat jagain papa buat mama. jadi Floella gak boleh selemah itu kan ma?"


Floella menepuk dadanya yang terasa sesak. ucapan Elkan terus memenuhi pendengarannya.


"dulu lo walaupun lo nggak suka sama gue lo nggak pernah ngatain gue serendah itu El. tapi sekarang, sekarang lo bahkan udah nggak mikir panjang buat ngerendahin gue. apa semua ini karena gue udah jatuh miskin? jadi gue selalu di kandang rendah" Floella menyeka air matanya yang menganak sungai di wajahnya.


Keesokan harinya Floella berangkat ke sekolahan dengan memakai masker dan juga kacamata agar tidak ada yang melihat mata sebabnya.


dan kebetulan hari ini adalah jadwal perwakilan dari SMA Perkasa untuk uji coba dengan SMA Neosantara bertanding renang seperti biasanya. dan perwakilan dari SMA Perkasa adalah Elkan, Marel dan juga Nando.


Floella berjalan menyusuri koridor sekolahan tanpa melihat sekelilingnya, dan tanpa ia sadari seseorang berdiri di hadapannya hingga tertabrak oleh Floella dan membuat kacamatanya terlepas.


"akk.. "


"Nando, gue udah baikan jadi gue nggak selemah itu Nando"


Namun ketika keduanya berbincang, Nando melihat mata Floella yang tidak seperti biasa.


"ini kacamata lo Floe" Nando mengulurkan kacamata Floella, namun sebelum Floella mengenakan kacamata itu kembali, Nando lalu menarik Floella ke sudut sekolahan.


Nando menatap Floella dengan lekat hingga membuat Floella terus membenarkan Masker yang ia kenakan. ia merasa takut jika Nando mengetahui keadaannya yang tidak baik-baik saja.


"siapa yang lakuin ini Floe? "


"lakuin apa Nando? " seperti biasa, Floella akan berpura-pura tidak tau tentang apa yang di maksudkan Nando.


"jangan bohong sama sahabat lo ini Floe"


"gue gak tau apa yang lo maksud Nando"


"oke, kalo lo nggak mau bilang. gue bakal cari tau sendiri meskipun nantinya gue bakal bikin keributan"

__ADS_1


Nando beranjak pergi dan segera mencari Garvan.


"sshh lo mau kemana si Nando"


Karena langkah kaki Nando yang jenjang dan cepat membuat Floella tertinggal dan kehilangan jejak dari Nando.


Dan saat itu Nando menghampiri Garvan yang sudah berada di pinggir kolam untuk melihat


pertandingan.


bug


Sontak apa yang di lakukan oleh Nando membuat Garvan tersulut dan siap untuk membalas perbuatan dari Nando. namun wajah mungil menghadang tangan Nando.


Kedua mata Nando dan Garvan membulat melihat Floella menghadang tangan Garvan. "minggir gue bakal bales dia, setelah itu baru lo! "


"stop"


"sahabat sekaligus cowok lo ini udah kurang ajar, dia udah berani nonjok gue" pekik Garvan sehingga membuat Floella tersentak.


"beraninya lo bentak Floella, kalo lo berani lo hadaoin gue"


"Nando please, lo kenapa si malah bikin ribut? bentar lagi uji coba kalian mulai."


"iya lebih baik kita segera mulai" sahut Raka.


"tunggu, gue harus kasih pelajaran buat dia"


"udah.. udah.. lebih baik kalian ikut gue sekarang"


Raka mengajak Garvan dan Nado untuk berbicara di Rooftop. saat itu Raka tidak mengizinkan siapapun ikut tidak terkecuali Floella.


"sebaiknya kalian selesaiin baik-baik"


"gue nggak Terima kalo cowok ini bikin adek gue nangis sampe sembab kayak tadi. gue yakin lo yang bikin Floella nangis karna semalem lo yang nganter Floella kan? "


Ketika mendengar ucapan dari Nando, Garvan pun terkejut. 'apa itu artinya Floella nangis karena ucapan Elkan semalem? bahkan dia sampek sembab? "


"apa itu benar Garvan? " saat ini Raka mulai terlihat bijaksana.


"huh, sebelum lo nuduh sebaiknya lo nanya sama yang bersangkutan"jawaban Garvan yang justru membuat semakin bingung. Dan saat itu Garvan memutuskan untuk menarik Floella kedalam ruangan.


Tanpa meminta izin, Garvan membuka masker dan kacamata yang di kenakan oleh Floella. sehingga terlihat jelas wajah Floella yang pucat dengan mata sembab.

__ADS_1


Garvan tertegun ketika melihat wajah Floella saat ini. 'itu artinya semalem lo nangisin dia Floella? ’


. bersambung


__ADS_2