
Setelah pergi ke kantin, kini Floella kembali ke kelas. Dimana saat ini ia sudah ditunggu kedatangannya oleh siswi-siswi yang sempat menghadangnya.
Tatapan nyalang langsung ia dapatkam ketika memasuki kelasnya. Namun Floella tidak memikirkan hal itu, ia memilih untuk langsung duduk dikursinya. Selang beberapa saat guru tiba dan memulai pelajarannya.
Setelah beberapa jam Floella menjalani kegiatan belajar, kini bel pulang sekolah sudah dibunyikan.
Krek..
"Hahaha"
Suara tawa pecah begitu saja karena rok Floella yang robek akibat menduduki lem. Karena hal itu Floella kembali duduk dengan menahan rasa malunya.
'Siapa si yang lakuin ini ke gue, jahat banget!'
"Lo mau ngapain Rak? Lo gak perlu bantuin dia"
Raka bangkit dari duduknya dengan membawa jaket ditangannya. Namun bukannya memberikan jaketnya untuk Floella, Raka justru melewatinya begitu saja.
'Pantes aja banyak yang gak suka, nyebelin banget! Gue kirain dia mau bantuin gue'
"Selamat disini sampek nanti malem ya cewe caper, kita-kita mau balik..dah" beberapa siswi tersenyum mengejek melihat Floella yang tetap terduduk di atas kursinya.
Siswi-siswi yang berkerumun di koridor sekolah tiba-tiba berteriak histeris, sementara siswanya hanya berdiri melihat kedatangan beberapa siswa dari sekolahan yang notabene nya adalah musuh bebuyutan disegala sektor.
"Wah.. ganteng banget.."
"Woe kalo cakep jangan kelewatan dong"
"Anjir cowo gua cakepnya gak ada obat"
Itulah suara-suara yang terdengar. Walaupun mereka saling bersaing saat pertandingan, namun pesona yang dimiliki mampu menghipnotis para siswi SMA Neosantara.
"Gue mau tanya, dimana kelas XII IPS?"
"Emm ada di atas" balas Agnes ketua geng dari siswi-siswi yang membuli Floella.
__ADS_1
"Makasih ya udah ngasih tau kelasnya" ucap Nando dengan mengerlingkan matanya dan berlalu pergi.
Seketika sekelompok siswi itu histeris melihat pesona dari Nando.
Ya,inilah keahlian dari Nando. Membuat siapapun gadis yang melihatnya terpesona dan mempermainkannya.
Setelah mengetahui dimana kelas Floella, Nando Marel dan juga Elkan bergegas ke atas untuk menemui Floella.
Saat Elkan membuka pintu kelas, ia mendapati Floella yang masih terduduk di bangkunya. Saat itu ia mengisyaratkan Nando dan juga Marel untuk keluar.
"Kenapa si El kita disuruh keluar?"tanya Nando.
Kemudian saat itu Marel mendekat dan berbisik "lo lupa alasan kita kesini apa?"
Nando teringat bahwa mereka datang ke SMA Neosantara karena Floella meminta bantuan kepada Indah, namun karena Indah harus pergi dengan keluarganya untuk keluar kota, ia meminta tolong kepada Nando yang saat itu tengah bersama Elkan dan juga Marel.
Tanpa menunggu lama, Marel dan Nando keluar dan berdiri didekat pintu kelas.
"Kenapa lo kesini El?"
"Gak mau El, rok gue-"
"Iya gue tau makanya gue nyuruh lo berdiri. Tenang aja gue gak bakal lihat, lo kan berdirinya ngadep gue, jadi gak bakal kelihatan"
Perlahan Floella berdiri dan dengan cepat Elkan melilutkan jaketnya di pinggang Floella untuk menutupi rok Floella yang koyak.
Dan sesaat setelah itu mereka berempat menuruni tangga dan berjalan dikoridor sekolah bersamaan.
"Wah cewe itu ternyata gak boleh diremehin Nes!" Ucap sahabat Agnes. Dan tentu saja hal itu tidak disukai oleh Agnes.
Karisma Floella begitu terpancar ketika berjalan dengan ketiga cowo terpopuler disekolahnya, tidak hanya itu Elkan Marel dan juga Nando memang sudah terkenal diberbagai sekolah lainnya karena prestasi dan visual yang mereka miliki.
"Kalian liyat aja, besok gue bakal ngasih kejutan buat cewe caper itu."
_
__ADS_1
Pukul empat sore Zara duduk diteras rumahnya dengan tongkat ditangannya. Saat itu Nando mendatangai Zara yang masih termenung.
"Sore Ra.."
Zara menautkan kedua alisnya, ia menelisik siapa seseorang yang baru menyapanya.
"Nando ya?"
Zara ragu, namun ia memilih untuk bertanya langsung.
"Iya ini gue"
"ada apa Nando, kenapa lo datang kesini?"
"Ini gue cuman mau main aja, kali aja lo kangen sama gue kan beberapa hari lo gak masuk sekolah"
"Ye.. GeEr banget si lo Nando" senyum tipis tercetak diwajah Zara.
"Kayaknya gue gak bakal kesekolah lagi Nando, lo tau kan keadaa gue gimana?"
"Yah cemen banget si lo Zara, gitu aja udah gak mau masuk sekolah. Bilang aja lo dirumah itu mau ngehaluin para oppa-oppa lo kan?"
"Nando.."
"Ya abisnya lo gitu aja udah gak mau sekolah. Disekolah itu temen lo banyak Zara. Dan lo jangan lupa, sekolah kita itu salah satu sekolah unggulan, dimana disana juga mendukung buat siswa yang gak bisa liyat Zara. Nanti gue bantuin deh!"
Zara terlihat berpikir, namun ia enggan untuk menjawab perkataan Nando.
'Nando bener, kalo gue nyerah sama keadaan gue! Gimana sama impian gue? Gimana gue buktiin sama Marel kalo gue itu juga bisa kaya yang lain'
"Gimana kalo besok lo gue jemput berangkat sekolah?"
Dengan ragu Zara mengangguki ucapan Nando. Dengan senyum diwajahnya, Nando mengangkat jempolnya kearah Marel, Elkan dan juga Floella yang sebenarnya mengamati mereka dari luar gerbang. Mereka sengaja tidak ikut menemui Zara karena mereka tau, perasaan Zara dan mentalnya belum stabil jika harus bertemu dengan para sahabatnya yang menurutnya mengkhianatinya.
.
__ADS_1
.bersambung