
Floella menoleh dan melihat kedatangan Garvan yang ada di ambang pintu. perlahan Garvan mendekat ke arah Floella yang duduk sementara Elkan masih berjongkok di samping Floella.
"boleh gue ngomong berdua sama Floella? " Garvan menatap Elkan yang kini bangkit dari posisinya.
Elkan mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti kenapa Garvan datang dan meminta untuk berbicara berdua dengan Floella. mau tidak mau akhirnya Elkan keluar dari ruang rawat ayah Floella dan menunggu di luar.
"Floe" panggil Garvan.
"kalo lo mau bilang gue sengaja nyelamatin nyokap lo karena kalian orang kaya, gue gak perduli. lebih baik. lo pergi sekarang"
"gue cuman mau bilang makasih karena lo nyokap gue terhindar dari celaka Floe. dan sekarang gue tau, lo nyelamatin nyokap gue karena lo pasti lihat kejadian itu di penglihatan lo kan?"
Floella membulatkan kedua matanya. ia tidak menyangka jika Garvan mengetahui tentang kelebihan yang ia miliki. padahal selama ini hanya Nando dan Elkan yang tau tentang kelebihannya tersebut.
"lo ngomong apa si? "
"lo gak perlu nutupin itu dari gue Floe, gue udah tau kalo lo punya sixth sense. dan gue percaya itu sejak lo nyelametin nyokap gue, dan maafin gue yang udah nuduh lo waktu itu Floe! "
"lo gak usah ngada-ngada deh Van"
Floella berkilah, ia tidak ingin banyak yang mengetahui apa yang ia miliki. dan sebisa mungkin Floella menyangkalnya dari Garvan agar Garvan mulai ragu dengan apa yang ia ketahui.
"lo gak bisa nutupin itu dari gue Floella, udah lo jujur aja sama gue. gue gak bisa dibohongin. apalagi gue tau kalo lo itu gak pandai berbohong! "
"dari mana lo tau, jelas-jelas kita kenal baru beberapa minggu. dari mana lo tau kalo gue gak pinter bo'ong? "
"karena lo itu orang baik. gue tau lo baik, karena lo peduli sama orang lain tanpa mikirin diri lo sendiri! "
"sekarang terserah lo, gue gak perduli. yang jelas gue gak punya kelebihan yang lo bilang sixth sense tadi! " Fleolla menolak apa yang diungkapkan oleh Garvan.
__ADS_1
Garvan yang melihat penolakan dari Floella justru semakin gencar ingin Floella mengakui hal itu.
"benarkah?" Garvan menyunggingkan senyumnya dan semakin membuat Floella terhimpit dengan dinding.
"kalo lo cuman mau bilang hal yang gak penting lebih baik lo pergi, karena gue mau nungguin bokap gue! " Floella hendak berjalan menuju ayahnya, namun karena tersandung kami Garvan, ia terjatuh. tetapi ia jatuh tepat di tangkapan Garvan yang sangat cepat menyadari Floella hampir terjatuh.
pandangan keduanya saling bertaut. dan saat itu Garvan justru mendekatkan wajahnya dan membuat Floella sempat bingung.
"fuh"
Garvan justru meniup mata Floella hingga Floella mengerjap-erjapkan matanya hingga membuat Garvan menyunggingkan senyumnya.
brugh
Floella terjatuh ke lantai karena bersikeras lepas dari tangkapan Garvan. mendengar suara jatuh, Elkan yang berada di luar segera berlari ke dalam.
"berani-beraninya lo bikin Floella jatuh." Elkan segera membantu Floella bangkit.
"gue kesini mau jenguk om Rama. kalo lo mau pulang, ya udah pulang aja. gak usah nyuruh-nyuruh gue! "
Sementara itu di tempat lain Indah, zara, Nando dan Marel berada di rumah Floella untuk menyiapkan acara tahlilan untuk mendiang ibu Floella.
"Nando, lo anterin Zara ke kamar Floella gih. kasian Floea kayaknya kecapean deh" ucap Indah, dan hal itu di turuti oleh Nando.
Sesampai di dalam kamar, Nando tidak langsung pergi. saat itu ia melihat foto Floella yang terlihat begitu menggemaskan.
"huh, apa ini? " Nando membalik bingkai foto dan menemukan sebuah tulisan dimana disana Floella menulis nama Elkan dengan gambar hati.
'apa ini artinya Floella masih suka sama El? tapi ini tulisannya dulu atau sekarang?'
__ADS_1
Dan saat itu Nando melihat laci yang terbuka sedikit dimana ia menemukan banyak sekali foto Elkan yang berukuran kecil. dan saat itulah Nando teringat foto yang di unggah eh Zara dimana foto-foto tersebut di tempel pada dinding dan menghiasi kamar Floella.
dan saat itupun Nando menemukan sebuah buku diary.
'ini kayaknya buku diary milik Floella. Nando, lo gak boleh buka! tapi gue kepo' batin Nando. 'tapi ngintip dikit gak papalah ya'
Awalnya Nando hanya ingin mengintip halaman depan buku diary milik Floella, namun saat itu ia terlalu penasaran dan membukanya. dimana ia mendapati fakta bahwa ia bertunangan dengan Edgar bukan karena cinta, melainkan balas budi. tetapi setelah ia bertunangan, ternyata Edgar mengancam bunur diri kepada ayahnya sehingga membuat ayahnya menyetujui jika Floella bertunangan dengan Edgar.
bahkan saat itu tertulis jika perasaan Floella terhadap Edgar tidak berubah. namun disitu tertulis jika Floella tidak ingin memaksa Elkan dan berusaha untuk tidak menjalin hubungan meskipun pertunangannya sudah dibatalkan. ia tidak ingin Elkan menjauhinya kembali jika Elka tau Floea masih menyukainya.
"gue harus foto ini dan gue tunjukin sama Elkan"
"lo masih disini Nando? dan apa yang mau lo tunjukkin sama Elkan? " Meskipun tidak bisa melihat, Zara mendengar apa ya g di ucapkan oleh Nando.
"t-t-tidak ada Zara, gue cuman mau nunjukin foto orang yang datang sama Floella sama Elkan. mereka pasti bakalan seneng kalo lihat banyak orang yang datang"
"ooh gitu"
"iya gitu" Nando bernafas lega lalu kuar dari kamar Floella.
"untung aja Zara gak tau! "
"apanya yang tau Nando? "
selorohan Idah berhasil membuat Nando terhenyak.
"itu... gue.. "
.
__ADS_1
. bersambung