
Raka berbaring menatap langit-langit kamarnya. entah kenapa ia mendadak memikirkan Floella.
"gue heran sama tu cewe, kenapa dia bisa nolak Garvan? padahal selama ini yang gue tau banyak banget cewe-cewe yang ngejar Garvan! dan kenapa, kenapa Elkan juga suka smaa cewek kayak Floella? yang gue tau banyak banget yang bilang kalo Elkan itu sangat cuek dengan lawan jenisnya! " Raka lalu menggelengkan kepalanya.
"ini kenapa si gue malah mikirin cewek galak itu? bikin sakit kepala aja"
.
karena merasa suntuk Raka akhirnya memilih untuk keluar rumah. ia mentusuri jalanan yang lumayan ramai lalu lalang pengendara roda empat dan juga roda dua. saat itu Raka melihat Agnes yang datang menghampirinya.
"Raka, gue mau ngomong sama lo"
"ada apa, lo mau tanya soal Garvan? "
"itu lo tau, Garvan sama lo nggak? "
"lo bisa lihat sendiri kan? gue jalan sama siapa? "
"ya lo jalan sendiri si! "
"itu artinya gue lagi gak sama Garvan, lebih baik lo cari kerumahnya?! "
"lo kan sahabatnya Raka, masak iya si lo gak tau Garvan dimana? "
Raka tersenyum smirk dan menatap tajam Agnes. "yang katakan benar gue sahabatnya, tapi gue bukan babysitter nya yang harus menemani Garvan kemanapun dia pergi! " pungkas Raka dan segera melenggang pergi meninggalkan Agnes yang masih berdiri ditempatnya.
"ihh Raka lo nyebelin banget si.." pekik Agnes sembari menghentak-hentakkan kakinya.
"ah sial, gue harus berjalan sejauh ini gegara ceweknya Garvan. mana mau pulang jauh banget. "
Raka yang melihat taksi ia segera meminta taksi tersebut untuk pergi ke rumah sakit dimana Garvan dan juga Elkan tengah dirawat.
__ADS_1
sesampainya Raka dirumah sakit, ia melihat Floella mendorong kursi roda Garvan yang masih lemas karena kehilangan banyak darah. sementara Elkan, ia berjalan disamping Floella sembari berpegangan dengan tiang Infusnya.
"kalian ini Bener-bener ya, ini udah malem. kenapa kalian nyuruh gie kesini? "
"gue cuman mau lo pilih salah satu dari kita Floella. ya walaupun gue tau lo pasti pilih gue kan? " Garvan begitu percaya diri. ia terus tersenyum miring. namun Elkan tidak pernah memperdulikan kesombongan Garvan. ia yakin saat ini Floella masih sangat menyukainya. ia tau Floella tidak pernah benar-benar melupakannya meskipun Floella sering mengatakan akan melupakan Elkan.
"denger ya Garvan, gue gak mau pacaran sama cowok sombong kayak lo! "
sontak hal itu membuat Elkan terkekeh, Garvan yang melihat Elkan mengejeknya meradang, namun ia harus menahannya karena merasa lemas.
"gue juga gak milih lo El, gue mau fokus smaa sekolah gue."
"haha.. tadi lo ngetawain gue! nggak taunya Floella juga nolak lo!"
dan ketika mereka bertiga berbincang, saat itu Raka datang sendirian tanpa Angga maupun Andrew. dan hal itu membuat Garvan mengerutkan dahinya.
"lo sendiri Rak? Angga sama Andrew mana? "
"gue gak tau, gue nak taksi dari rumah karena gue tadi pas jalan gue malah ditemuin sama nenek lampir pacar lo! "
mendengar ucapan Garvan membuat Floella terkekeh. dan hal itu pun membuat Elkan dan Garvan menyunggingkan senyum karena jarang sekali melihat Floella terkekeh seperti itu.
"kenapa Floe? " tanya Garvan.
" ya nggak pa-pa, gue baru tau kalo pacar lo semuanya horor Van"
Garvan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"mmmm lebih baik kita balik ke kamar kalian, gue harus segera balik, orang tua gue pasti khawatir kalo gue keluar malem"
"ya udah biar gue yang dorong Garvan Floe" tawar Raka dan dengan segera Garvan menyerahkan Floella"
__ADS_1
setelah beberapa saat mereka telah sampai dimana ruangan mereka. saat itu Raka segera berpamitan.
tak
"huh, gue harus segera pergi El. ada sesuatu yang mau gue urus."
saat itu Floella melihat di mata batinnya bahwa Raka dalam bahaya karena seseorang yang membenci orangtuanya. orang tersebut ingin melukai Raka untuk membuat orang tua Raka menyesal karena berurusan dengannya.
"kalian cepet sembuh ya, gue harus balik sekarang" ucap Floella yang bergegas mengikuti Raka pergi. namun saat itu ia tidak menemukan Raka. hingga akhirnya Floella memilih untuk menaiki taksi. dan benar saja saat itu Raka tengah berjalan kaki
"Raka, lo kok disini? ini jauh dari rumah lo"
Floela lalu turun dari taksi dan berjalan bersama dengan Raka.
"lo ngapain si ikutin gue terus"
'gue cuman mau pastiin kalo lo pulang dengan selamat tanpa bantuan Polisi saat itu'
dan apa yang ditakutkan Floella benar-benar terjadi. penjahat yang ia lihat dimata batinnya besar benar menghadang Raka.
"kalian ngapain nyegat kita, kita disini gak ada urusan sama kalian"
"kita disini cuman mau pulang dan kalo lo mau ngerampok kalian bisa lihat bukanya kita gak punya apa-apa! " ucap Raka hingga salah satu penjahat mengeluarkan pis*u
"kita disni mau habisin lo, dan buat lo cewe cantik, kita bisa bersenang-senang malam ini sayang"
bug
Raka meninju mereka lebih dulu karena melihat orang tersebut mempunyai banyak senjata. dan setelah itu Floella menarik Raka untuk berlari dan menghindar.
sementara para penjahat itu masih terus mengejarnya hingga detik ini.
__ADS_1
.
. bersambung