
Floella mengedarkan pandangannya, pasalnya rumah nando terlihat sangat indah, meskipun rumahnya sendiri pun tak kalah indah.
"duduk floe biar gue panggilin nyokap gue."
"oh iya ndo.."
selang beberapa menit nando turun sembari mencari keberadaan ibunya. ia mengisyaratkan bahwa ia tidak menemukan ibunya.
'apa jangan-jangan perampok itu udah nyandra nyokapnya nando?! astaga ini gak bisa di biarin'
"nando, gudang lo dimana?"
"ngapain lo nanya gudang floe, mending kita disini aja bersih. kalo di gudang kan kotor floella"
"udah buruan nando gue gak becanda!" floella mengguncang-guncangkan tubuh nando.
"oke..oke.. jangan bilang lo mau-"
"alah kelamaan nando, buru dimana gudang lo!" floella menarik nando, dan saat itu nando segera mengajak floella ke arah gudang miliknya.
karena sudah tau arah gudang, floella berlari meninggalkan nando. dan tepat di depan pintu gudang floella mencari sebuah balok kayu.
sedangkan dari belakang nando tak habis pikir melihat floella membawa sebuah balok kayu. "untuk apa si floella bawa-bawa gituan. mau ngajak seneng kok pakek bawa senjata, padahal gue gak pernah kasar sama cewek-cewek gue sebelumnya." nnando pun tersenyum menyeringai
prank...
bagh..bugh...
bunyi dari dalam gudang setelah floella memasuki gudang tersebut, karena cemas nando berlari dan menyusul floella di dalam gudang.
"mami...floella... dan kalian, kalian siapa?"
"oh jadi ini putra dari Arya wiguna" ketua dari perampok itu mengisyaratkan anak buahnya untuk memukuli nando, nando sempat terpukul beberapa kali hingga wajahnya terluka.
"lepaskan anak saya..."
"kalau kau tidak diam aku akan menyuruh anak buahku untuk menghabisimu"
ancam ketua perampok membuat floella semakin cemas.
saar itu floella di pegangi oleh seseorang ia berusaha mencari sesuatu untuk membantu dirinya melepaskan diri.
"sebenarnya kalian siapa, kenapa kalian mengganggu keluarga kami?"
beberapa perampok mulai mencari barang berharga, sedang yang lainnya memukuli nando hingga terkapar.
"dasar bajing*n, lepaskan anak saya"
__ADS_1
plak...
"Savita berhentilah melawan atau kau akan ku habisi di depan putra kesayanganmu ini, dan setelah aku mengirim video kalian. entah apa yang akan di alami oleh arya"
saat itu ketua perampok itu ingin menggoreskan sebuah senjata tajam ke wajah bu savita, namun floella yang berhasil lepas ia segera memukul ketua perampok itu dengan stik bisbol. dan beruntungnya orang itu langsung terjatuh dan pingsan.
saat itu nando segera mengambil stik dari tangan floella dan mulai menghajar perampok itu satu persatu.
saat itu floella pun membantu nando dengan balok kayu yang ia bawa dari luar hingga beberapa petugas polisi tiba dan meringkus kawanan perampok. setelah usut punya usut, rencana perampokan itu di lakukan oleh pesaing bisnis orang tua nando yang kalah tender.
_
"ndo nyokap lo udah tidur, gue pamit pulang ya.."
"biar gue anter ya floe, ini udah malem. pasti nyokap lo khawatir sama lo"
"gak perlu nando, lo temenin nyokap lo. oh iya tadi gue udah siapin makanan lebih baik lo makan, itu satpam sama tukang kebun lo sama si bibi juga di suruh makan. pasti mereka capek plus syok karna perampok tadi"
"astaga floe, lo mikirin mereka? padahal lo sendiri tadi juga sempet di sandera
sama mereka!"
"ya gue kan baik-baik aja, mereka pasti kan panik jadi syok. ya udah gue balik" nando saat itu hanya bisa melihat floella pulang hingga mobilnya tidak terlihat.
nando pun tiba-tiba teringat saat floella bersikeras ingin ikut pulang ke rumahnya. "apa jangan-jangan floella emang tau soal ini? tapi gimana dia bisa tau?" terbesit tanda tanya besar di kepala nando, saat itu nando mengacak rambutnya kasar.
▪▪▪▪▪
Seperti biasa elkan, nando, marel, giselle dan joana bergerumun di depan sekolahan. namun saat itu nando langsung menghampiri floella yang baru datang.
"zara, indah gue pinjem floella bentar okey.." nando pun segera menarik floella sedikit menjauh dari teman-temannya.
sedangkan yang lain menatap heran dengan tingkah nando, pasalnya jika nando ingin merayu para siswi ia tidak pernah mengajak siswi itu menjauh, ia akan terang-terangan menggoda siswi tersebut.
"floe gue mau tanya sama lo" nando menatap lekat floella, sedangkan floella melihat ke arah teman-temannya yang saat ini memperhatikannya.
"iya tanya aja ndo"
"lo tau kan soal perampokan di rumah gue?" pertanyaan nando berhasil membuat floella sesikit gugup.
"gue gak tau nando, itu cuman kebetulan!" floella berusaha tenang menjawab pertanyaan nando.
"jujur sama gue floe, kalo lo gak jujur sekarang juga gue bakal bilang ke anak-anak kalo semalem lo ke rumah gue dan ngajak gue jadian" sontak floella pun menatap tajam nando.
floella pun menarik nafas panjang "terserah lo" floella pun meninggalkan nando, dan saat itu juga nando mengatakan apa yang ia katakan kepada floella.
"guys.. semalem floella ke rumah gue, dan saat itu juga gue jadian sama floella. floella ternyata agresif juga ya, iya kan el" nando melempar senyum smirknya sembari menatap wajah floella yang terlihat kesal.
__ADS_1
nando pun mendekat ke arah floella. "gimana floe, lo gak mau jujur ya otomatis sekarang lo jadi pacar gue!"
"bodo amat pacaran aja lo sama cewe-cewe yang berhasil lo kibulin. gue kira lo cuman playboy ya ndo, ternyata selain playboy lo juga nyebelin." floella pun pergi meninggalkan nando dengan kedua sahabatnya.
"astaga floe, lo matahin hati gue. tapi gak papa si kalo lo sama nando, seenggaknya nando udah terkenal buaya. kalopun dia selingkuh itu gak bakal bikin lo kecewa."
brugh..
"akh..sakit tau zara.." indah memekik karena zara sengaja menginjak kakinya.
"gue gak jadian sama nando ndah.. gak tau kenapa tu anak tiba-tiba bilang jadian sama gue. kena sawan kali tu anak"
"tapi benerkan lo kemaren ke rumah nando.. iyakan?" indah semakin menggoda floella. "tenang aja floe, kalo buat ngikhlasin nando gue siap kok. lagian capek tau kalo kita ngarep tapi gak di anggep. iyakan ra" zara pun mengangguki ucapan indah dengan mimik muka yang di buat sememelas mungkin. pasalnya zara mengingat ia pun menyukai marel tapi tak pernah di anggap oleh marel.
"oh ya girls gue harus ke perpus buat balikin buku, mana tinggal hari ini lagi" floella pun berlari ke perpustakan, selain mengembalikan buku, floella juga ingin menghindari teman temannya yang terus menggodanya.
namun saat ia baru keluar perpustakaan seseorang mencekal pergelangan tangannya.
"elkan..."
floella sempat terkejut ketika seseorang menarik dirinya ke dalam lorong. namun ketika mengetahui orang itu elkan, floella pun bisa bernafas lega.
"floe, lo bener jadian sama nando?" elkan menatap lekat manik mata floella.
floella pun melihat ke arah lain untuk mengatur nafasnya karena detak jantungnya mulai tak stabil saat di dekat elkan.
"emang kenapa si el?"
"lo boleh mau move on dari gue, tapi lo harus pintar dong floe. nando itu playboy dan lo, lo dengan gampangnya dateng ke rumahnya sendirian dan ngajak dia jadian?"
floella mengerutkan dahinya, dari mana elkan mengetahui ia saat itu pergi ke rumah nando.
"darimana lo tau gue ke rumah nando el, dan satu lagi harusnya lo dukung dong sahabat lo. ini lo malah ngejatuhin sahabat lo sendiri!"
"ya gue tau aja floe.. gue bilang kaya tadi bukannya gue cemburu, cuman gue gak mau nanti lo dateng ke gue nangis-nangis gara-gara di selingkuhin nando"
"gue gak bilang lo cemburu kok el, lo tenang aja. walaupun gue suka sama lo, tapi gue sadar gue bukan siapa-siapa lo. dan nando, gue sama nando cuma temen gak lebih"
floella pun menghempaskan tangan elkan yang sedari tadi memeganginya. saat ia ingin keluar dari lorong, saat itu juga floella berpapasan dengan marel. floella pun memutuskan untuk berhenti di hadapan marel.
"dan lo marel, gak usah lo ikut-ikut elkan buat ngejatuhin nando" sejenak marel terdiam dan hanya menyaksikan kepergian floella yang terlihat kesal.
"ada apa el, kenapa floella bilang kaya tadi sama gue?" marel bertanya penuh selidik. sedangkan elka masih terdiam dengan wajahnya yang terlihat kesal.
.
.bersambung
__ADS_1
.