
"Sangat bahagia. Bahkan kebahagiaan ini benar benar lebih berlipat, karena kita telah melewati semua masalah yang mungkin untuk orang lain tidak akan bertahan sejauh ini." jelasnya, Kevin mencium leher Adel dengan nakal, ia letakan dagunya di pundak Adel, sambil menikmati aroma tubuhnya yang sangat wangi dan selalu ia rindukan.
"Ra.... I love you, jangan pergi tinggalkan aku lagi. "
"love you tu." jawabnya dengan menatap mata hazel yang selalu menenangkan. Kevin mencium ranum bibir Adel dengan lembut, menikmati malam yang sangat romantis.
* *
6 tahun kemudian
"Brak"
Sebuah mobil sport mewah menabrak pengguna motor hingga terpental dan berputar dua kali. Ia adalah seorang wanita dan laki laki kira kira berusia 40 tahunan itu berguling membentur mobil dan kembali terhempas ke trotoar hingga wajahnya bersimbah darah.
"Key..... loe nabrak." Kean yang seketika itu tampak syok tidak menghiraukan ucapan temanya.
"Key.... Kean....." panggil Langit yang berusaha menyadarkan Kean.
"Key.... loe gak papa kan?" kembali Bintang menyadarkan Kean yang masih bergetar tanpa respon.
"Kita kabur..... " ucap Kean yang memutar stir bundarnya, ia benar benar buntu, usianya masih 16 tahun. Rencana liburanya ke pantai Pengandaran kacau karna kecelakaan. Belum lagi Kenan dan Zara yang akan mengamuknya, karna ia belum punya sim.
'Andai saja tadi mendengarkan pak Sono agar tidak membawa mobil sendiri di jalanan ini'
Flash Back On
"Udah deh pa, bapak kan cape, mending istirahat aja disini, saya mau keliling daerah sini sebentar." ucap Kean dengan nada memohon. Bapak paruh baya tersebut tampak bingung, ia takut kalau kalau majikanya ini memarahinya lantaran memberikan ijin tuan mudanya membawa mobil tanpa seijin ayah bundanya.
"Nanti ayah tuan, marah besar, kalau tahu tuan bawa mobil." jelasnya dengan memilin tanganya.
__ADS_1
"Percaya sama Kean, Kean tidak akan kenapa kenapa." Kean beranjak memasuki mobil, pak Sono membuntuti pintu mobil dan meminta kepada Kean agar tidak menyetir mobil sendirian.
Sayangnya body mobil sport tersebut meninggalkanya di sebuah rumah yang ia sewa untuk beberapa hari oleh Kean dan teman temanya berlibur semester kenaikannya dari kelas X ke kelas XI.
Pak Sono mulai bimbang, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kenan, ayah Kean. Berharap ayahnya akan menghubungi putra semata wayangnya agar menghentikan kegilaanya.
Flash Back Of
Kean menyalakan mesin mobilnya, ia akan kabur dari masalah yang dibuatnya." Loe gila ya Key... " seru Langit. Namun Kean tetap memundurkan mobilnya hingga sebuah deringan menyadarkanya. Tertera nama sang ayah disana, membuatnya memberhentikan mobilnya.
📞 "hallo yah? " panggil Kean pada ayahnya dengan suara bergetar.
📞"Kean, ada apa denganmu? "
📞"..... " Bibir yang mulai bergetar dan tangan yang terlepas dari stir bundar.
📞"Key..... Kean.... " teriak sang ayah kepada putranya
Panggilan terputus seketika mendengar kabar tersebut membut Kenan dan Zara orang tua Kean frustasi. Suasana tampak menegangkan lebih ramai dan banyak orang berlalu lalang menolong korban kecelakaan.
Kean membuka pintu mobil, berjalan menghampiri kerumunan. Suasana gaduh, bahkan bayak orang yang membantu mereka. Dengan melepas helm dan memindahkan korban Kll.
KLL atau kecelakaan lalu lintas
"Biyung....... Rama....." Seorang gadis seusia Kean menangis tersedu berhambur dalam pelukan sang ayah yang kepalanya sudah retak karna helmnya dipakai oleh sang istri. Korban meninggal ditempat akibat benturan trotoar.
*
Beberap jam kemudian
__ADS_1
"Plak"
Wajah Kean yang mulus berasa seperti kebas akibat tamparan sang ayah. Zela menahan Kenan yang hampir membabi buta memukul anaknya.
"Mas.... jaga emosi kamu. " Kenan mengusap wajahnya kasar, lalu menarik nafas dalam beberapa kali. Zela lagi lagi membela putranya, membuat Kenan geram. Karna terlalu memanjakanya, inilah yang dituai mereka.
"Dasar anak tidak tahu diri. " Makinya kesal dan murka." kamu tahu kamu telah membunuh hampir 2 orang dalam sehari? " tudingnya di depan wajah Kean. Kean yang mengaku salah hanya menunduk, ia ingin menangis tapi jiwa kelaki-lakianya gengsi jika menitikan satu tetes air mata.
"Ngapunten pa, pasien meminta bertemu dengan kalian." ucap salah satu orang perawat, membuat Zela bernafas lega karna Kenan akan berhenti memarahi putranya. Zela mengelus pundak putranya dengan lembuy dan penuh kasih sayang.
Setelah proses pemakaman selesai Kenan dan Zela kembali ke rumah sakit, disinilah mereka saat ini, di IGD khususnya ruang tindakan. Seorang gadis yang masih setia memeluk sang ibunya.
"Biyung..... huhuhu... hiks.... hikss biyung, ramane uis ninggal yung. "
Ibu... huhuhu... hiks... hikss... ibu, ayah sudah meninggal bu
Sang ibu hanya tersenyum kaku, nafasnya yang mulai tersenggal mendadak berhenti karna melihat orang tua sang penabrak memasuki ruangan. Suasana mendadak hening kala mereka duduk disamping ibu Nada.
"Bu ..... kami minta maaf atas..... " Ibu Nada menggeleng, ia masih bisa tersenyum.
"Sampun takdir pa, bu"
sudah takdir pa bu
"Nada biyung.... pengin nyusul rama."
Nada ibu mau nyusul bapak
Seketika suasana menjadi keruh, hening dan sedih. Bagaimana mungkin dalam sekejap putranya merenggut 2 nyawa. Kenan dan Zela frustasi mendengar interaksi mereka berdua.
__ADS_1
"Nad, saurunge biyung nyusul ramamu, Ibu pengin weruh koe mbojo Nad"
Nad sebelum ibu nyusul bapakmu, ibu pengin lihat kamu nikah Nad