Gadis Liar

Gadis Liar
36


__ADS_3

📞"perasanan apa maksud kam.... " kalimatnya terputus karna mengingat ucapan Kenan bahwa Saka mencintai Adel


📞"Ra..."


📞"Apa kamu tau sesuatu tentang perasaan Saka Kev? "


📞"apa kamu tidak sadar bahwa selama ini Saka menyukaimu"


📞" sudahlah jangan bahas orang lain, kamu sedang apa? " tanya Ara mengalihkan pembicaraan Kevin tentang Saka. Adel tidak mau, moodnya berubah ketika tau Saka mencium keningnya.


📞 "lagi mikirin kamu. Kangen banget sama kamu Ra, andai punya kantong doraemon. "


📞" ishh dasar kamu. Ditanyain bang Ar, katanya suruh nelvon kamu. "


📞" mau ngapain? "


📞" gag tau. "


Hubungan jarak jauh, seperti ini harus kuat mental, kuat hati, dan jangan mudah cemburu, karna kita akan sering salah paham dan endingnya putus. Apalagi harus bertahun tahun gak ketemu.


"Ay dari mana aja si? " tanya Adel penasaran. Ayra tampak kesal wajahnya ditekuk. "Tanya aja ama abang kamu, nyebelin banget dia. " jelasnya membuat Adel melototkan matanya.


"Kenapa si? " Adel heran, pasalnya bang Ar itu cowo paling ramah tapi kenapa sama Ayra seakan menjadi musuh bebuyutan.


"Tau ah, sebel gue. Gue mau makan, laper. " ungkapnya, lalu Adel mengajak Ayra makan dibawah. Tampak Arion yang memasang wajah sengak kepada Ayra. "Abang Ar kenapa sih? "


"Temen loe nyebelin banget. " keluh Arion spontan didepan Ayra, Ayra melototkan matanya kepada Arion. Tiba tiba Kenan turun dari tangga dan meledek "awas nyebelin nanti demen. "


"Ihhh ogah" ucap mereka berdua kompak. Adel dan Ken tersenyum bahagia melihat Arion yang tak ramah dengan Ayra. Biasanya aja Arion gak pernah segitunya sama cewe. Tapi kali ini lain.


*


2 jam sebelum keberangkatan Kenan, Arion mengajak Kenan bertemu disuatu tempat. Begitu juga Zela, Adel meminta Zela menjemputnya ditempat yang sama. Zela sampai terlebih dulu ditempat tersebut, disusul oleh Kenan yang datang mencari Arion.


" Zela.... " sapanya membuat Zela memandang wajah seseorang yang memanggilnya.


"Kenan.... " sapa balik Zela, dengan raut wajah penuh tanya. Kali ini mereka berdua sadar bahwa Arion dan Adel lah yang merencanakan ini.


Zela berdiri dari duduknya, lalu menarik tasnya. Ia hendak pergi dari hadapan Kenan. "Maaf sepertinya saya salah tempat. " Kenan melihat tekad Zela yang memang benar benar menjaga jarak darinya.


"Zel..... " Air mata Zela hampir tumpah. Zela berhenti dari langkahnya, namun tidak berbalik menatap Kenan. Sesak jika harus menatap wajah yang sudah menolaknya 3 kali.


"Gue mau pamit. " Kenan menyela langkah Zela yang berjalan menjauhi Kenan, keduanya saat ini menahan rasa sakit yang sama. Terluka adalah jalan yang Kenan pilih untuk hubunganya.

__ADS_1


"Ya. " Zela kembali melangkahkan kakinya. Tidak ingin repot repot mengobrol panjang kali lebar. Sekalipun akan lebih sakit jika tidak bertemu pangeran hatinya, tapi ini lebih baik, daripada harus terluka untuk kesekian kalinya.


Zela berjalan lagi menjauh dari hadapan Kenan, air matanya tak terbendung lagi, bibirnya mulai bergetar, merasakan sakit yang berulang dan semakin menggores hatinya.


Flash Back On


"Ken... "


"Hmmm... "


"Gue mau pergi. " pamit Arion pada Kenan. "Kemana Ar? " tanyanya kepo.


"Kencan lah " jelasnya, dengan wajah yang lebih sumringah. "Jangan tunggu gue pulang, gue larut pulangnya. " jelasnya agar Kenan tak mencarinya.


"Sama siapa? " Kenan begitu kepo dengan kepribadian Arion. Yang akhir akhir ini memang sedikit berubah.


"Kepo ah, gue cabut ya. " Arion menyambar jaketnya lalu menarik kunci mobilnya. Tak lama terdengar suara deru mobil dari area parkir.


"Abang mau kemana Ra? " Keyla menanyakan kepergian Arion kepada Adel yang sedang sibuk memakan coklat kesukaanya. Memang Arion tinggal dirumah Adel tapi Attala dan Lea sangat protektif dan selalu on time mengabsen keadaan Arion.


"Kencan mom, Kan baru jadian sama Ayra. " jelas Adel disela sela sendok yang dimasukkan kedalam mulut. Kenan tersedak ketika sedang memakan ciki kesukaanya.


"Apah.... Ayra... Serius Ra? " Adel hanya menganggukan kepalanya pertanda ini memang kabar bahagia. "Bagaimana critanya Ra? " Adel menghentikan langkahnya memasukan eskrim kesukaanya.


"Ra, hentikan makan coklatnya, nanti kamu diabetes. " Adel merapatkan bibirnya, kesal karna Adel tidak diperbolehkan makan coklat terlalu banyak. Ia bereskan semua sisa coklat lalu meyimpanya kembali ke kulkasnya. Kulkas khusus coklat miliknya.


"Syukurin kamu Ra, makanya perut dikondisikan, makan terus tapi gak gemuk gemuk. " Adel lagi lagi merapatkan bibirnya kesal kepada dua lelaki yang sedang menyantap makan malamnya.


"Ahhh Ara sebel sama daddy dan bang Ken. " Ara berjalan menaiki tangga, Keyla yang melihat putrinya seperti badut karna baju yang kedodoran, dan sendal bulu hello kitty nya menutul rapat kakinya hanya mengulum senyumnya dan menggelengkan kepalanya.


Flash Back Of


Kenan berlari mengejar Zela, lalu menangkupkan kedua tanganya di dada Zela. Kepalanya ia dudukkan di pundak Zela. "Bisakah kamu menungguku Zel. " Zela masih diam, air matanya masih menetes dilengan Kenan yang melingkar didadanya.


"Zel... " Kenan membalikkan tubuh Zela, lalu menatap mata keemasan milik Zela. Ditangkupakanya kedua tangan Kenan di pipi Zela, air matanya terseka oleh ibu jari Kenan.


Zela saja masih membuang muka kepada Kenan. "Bisakah kita mulai hubungan ini dari awal Zel? " kalimat yang selama hampir 6 tahun ini Zela ingin dengar. Akhirnya Kenan mengungkapkanya.


Kenan menautkan bibirnya, merasakan getaran yang sedari tadi membuat Zela terisak. Dicecapnya ranum bibir Zela. Seakan menghapus luka yang begitu menggores hatinya selama ini, sembuh dengan mudahnya.


Setelah sekian lama, perasaan ini akhirnya terbalas. Betapa bahagianya hingga tetes air mata membasahi bibir keduanya. Kenan melepaskan pagutan bibirnya. "Aku belum mengatakan ya untuk hubungan kita. " ungkap Zela yang masih ragu untuk menerima atau menolak, mengingat Kenan memang sering menyakitinya.


"Maaf Zel, selama ini aku menyakitimu. " jelasnya yang merasa bersalah terhadap Zela. "Kamu juga menyakiti hatimu sendiri Ken. " jelas Zela. Kenan menganggukan kepalanya. "Ya memang ini semua salahku. Bisakah kamu menungguku, kita mulai semuanya dari awal. " dengan bahagia Zela menganggukan kepalanya meski harus LDR, tapi ini jauh lebih baik.

__ADS_1


Arion membalikkan tubuhnya, lemas, sakit dan terluka yang ia rasakan melihat Zela dan Kenan bersama. Tapi syukurlah Kenan tidak keras kepala lagi. Memang ini yang Arion harapkan "Ar loe gak papa? " tanya Ayra yang saat ini bersama Arion menyaksikan Kenan dan Zela bersama.


Arion meneteskan air matanya, tidak ada jawaban dari Arion. Sesaat Ayra merasa iba padanya, pengorbananya begitu besar kepada saudara dan sahabatnya. Ayra menyeka air mata Arion. "Apa keputusanku sudah benar Ay? " Ayra menganggukan kepalanya.


Masih sangat jelas bahwa Arion yang ia ingat lelaki bebal, namun hari ini terlihat sisi lemahnya karna seorang wanita, dan seorang sahabat. Pengorbananya tak sia sia selama ini, bahkan status palsunya mampu mengubah tekan Kenan untuk menerima Zela.


Ayra mulai tertarik kepada Arion, meski status hubunganga saat ini hanyalah sebuah status palsu. Namun Ayra benar benar terpikat oleh sifat Arion.


Flash Back On


Semenjak Ayla punya pacar, Ayra sering mengiap dirumah Ara, dan itu membuat Arion sering berdebat denganya. Hampir sebulan ini, Arion dan Ayra saling ribut, namun akhir akhir ini Arion baik padanya, sampai pada waktu itu, Arion sengaja menjemput Ayra, bukan Adel. Lalu mengutarakan niatnya menjadikan Ayra pacar pura puranya, demi Kenan dan Zela bersama.


"Tumben banget loe, njemput gue, bukan Ara. " Arion melajukan mobilnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Ayra. Lalu membawanya ke cafe dekat sekolah Rajawali.


Setelah memesan makanan dan minuman, Arion mengatakan niatnya menjadikan Ayra pacar palsunya. "Gue pengin loe jadi pacar pura pura gue. " jelasnya langsung to the poin.


"Hah.... Gue gak salah denger? " Ayra memiringkan kepalanya dan menempelkan tanganya di kepala Arion, memastikan ucapan yang keluar dari bibir Arion memang tidak salah.


"Gue serius Ay. " wajah Arion sengak sepertinya memang tidak ada kebohongan di wajahnya. Ayra menatap langit langit berharap ada sebuah jawaban dari atas.


"Jangan kelamaan mikirnya, cuma pura pura juga. " pinta Arion kepada Ayra. "Gue butuh penjelasan dan alasan. " Ayra menanyakan alasan yang logis kepada Arion.


"Gag perlu. " jelas Arion dengan nada meremehkan. "Gag perlu gimana, ini masalah hubungan, kalaupun ini hanya sandiwara, gue yang merasa dirugikan donk kalau gue gak tau alasanya. " keluh Ayra, sesaat ia ingin menolak jika Arion memang kekeh tidak mau menjelaskan alasanya.


"Loe gak bakalan rugi ko. " lagi, Arion meyakinkan Ayra. Ayra memanyunkan bibirnya. Lalu berjalan meninggalkan Arion. Arion dengan cepat menghadang Ayra.


"Gak ada penjelasan ya gag ada namanya kesepakatan buat jadi pacaran sandiwara. "Jelas Ayra dengan memaksa. Akhirnya Arion menjelaskanya, dan Ayra menyetujuinya.


*


Mereka semua sudah berada dibandara, namun tidak dengan Zela, Kenan tidak mau terlalu mencolok memperlihatkan hubunganya dengan Zela. Arion datang bersama Ayra, jelas sudah Arion memperlihatkan hubunganya, walaupun didepan Adel, karna gak mungkin Ayra mengatakan kalau hubunganya adalah status palsu pada Adel.


Arion memeluk erat Kenan, disusul oleh Adel yang juga ikut berhambur kepelukan Kenan. "Selamat jalan bro, kunanti kepulanganmu. " jelas Arion.


"Abang... " dengan manja Adel memperlihatkan wajah imutnya. Kenan hampir saja tertipu dengan wajah manjanya. "Jangan gitu Ra, jelek banget kamu ih. " keluh Kenan pada Adel.


"ihh.... abang jahat, Ara nanti bakalan kangen banget sama abang, gak ada yang gendong, gak ada yang crewed, gak ada yang rese nyolong coklat Ara, gak ada yang ngiler di bantal Ara, gak ada yang noyor noyor kepala Ara..... " kalimatnya berhenti, mereka yang mendengarkan menertawakan kemanjaan Ara kepada abangnya.


"Udah Ra? " tanya Kenan sambil menatap wajah ayu adiknya itu. Adel menopangkan bibir bawahnya membuat kesan manjanya kembali. "Belum..... " lagi, mereka tergelak oleh kelakuan Adel.


"Jangan lupa pulang tengokin Ara. " air matanya hampir terjatuh. Kenan dengan semangat mengecup kening adiknya. "Kan ada bang Ar. " jelas Kenan. Ara menopangkan lagi bibir bawahnya membuat kesan manjanya lagi. "Heh... Abang Ar semenjak punya pacar, Ara aja ditinggalin pulangnya. " Arion dan Ayra tertawa bersama.


Keyla mengusap kepala putrinya, agar berhenti dari mood manjanya. "Ara sudah, abangmu mau masuk. " pinta Keyla kepada putrinya. Adel mengecup pipi Kenan, lalu mengibaskan ke lima jarinya. "Dadah abang, jangan lupa, kirimin Ara coklat ya. " ucapnya nakal. Lalu Kenan berpamitan dengan mama dan papanya dengan memeluk dan mencium pucuk jari kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Sampai sana kabarin ya bang. " ucap Axel kepada putranya. Kenan menganggukan kepalanya, lalu berpisah dengan putranya. Ada rasa sedih melepaskan putranya. Tapi mau bagaimana lagi, anak hanya titipan dan suatu saat nanti mereka akan menjadi milik pasanganya masing masing.


__ADS_2