Gadis Liar

Gadis Liar
Kantin Di Sekolah Baru


__ADS_3

Setelah berhasil menemukan kantin Vio dan kedua sahabatnya langsung saja memasuki kantin yang masih terlihat sepi karena *** masih berlangsung.


"Permisi Bu kita mau pesan nasi gorengnya tiga sama es teh manisnya juga tiga!" ujar Vio sambil menyodorkan selembar uang 100rb.


"Eh non,disini kita tidak membayar menggunakan uang secara langsung tapi ada kartu khusus untuk izin makan!" jelas ibu-ibu kantin itu yang membuat Vio dan kedua sahabatnya melongo tak percaya karna mau makan saja perlu kartu izin😦.


"Hah beneran Bu?" tanya Vee sedikit tak percaya.


"Iyh bener non!" ujar ibu kantin tersenyum "Non bisa pergi ke ruang OSIS untuk mengambil kartu itu!Ngomong-ngomong non bertiga ini murid baru yah disini?" lanjutnya menjelaskan dan bertanya.


"Iyh Bu kita murid baru!" balas Lily diangguki juga oleh Vee sementara Vio hanya menatap malas pembicaraan mereka karna dia sudah lapar sedari tadi.


"Pantasan atuh saya baru liat!" ujar Bu kantin.


"Iyh Bu!" sahut Lily tersenyum kemudian menatap Vio yang masih terlihat malas dan Lily langsung tau kalau Vio sedang bad mood karna lapar "Kalau gitu kami permisi mau ke ruang Osis dulu ya Bu!" lanjutnya berpamitan ke Bu kantin.


"Iyh non!" balas Bu kantin.


"Ayok kita pergi!" ajak Lily pada Vio dan Vee yang langsung diangguki mereka.


Setelah itu merekapun langsung ke luar kantin dan berjalan menuju ruang OSIS yang tadi sempat mereka lihat saat sedang berkeliling.


Saat mereka sampai depan pintu ruang OSIS saat itu pula bel istirahat berbunyi yang semakin membuat Vio bad mood karna nanti pas dikantin pasti sudah banyak orang.


"Huff bel istirahatnya cepet banget sih!" gerutu Vio menekuk wajahnya cemberut "Aiss lu aja yang ketuk pintanya Ve gue udah males banget!" lanjutnya kesal.


"Oke!" sahut Vee lalu mengetuk pintu ruang OSIS.


"Masuk!" sahut orang yang berada di ruang Osis karna mendengar ketukan pintu dari luar.


Vio dan kedua sahabatnya langsung saja memasuki ruang OSIS yang didalamnya terlihat 5 orang anggota OSIS yang tengah duduk seperti sedang membicarakan sesuatu.


Ada tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan,saat Vio dan kedua sahabatnya masuk mereka langsung menatap Vio dan kedua sahabatnya.


"Ada perlu apa ya kesini?" tanya salah satu anggota OSIS perempuan yang bernama tag Alda Pratiwi.


"Kami kesini ingin meminta kartu khusus biar bisa makan di kantin!" jawab Vee langsung to the poin.


"Hm?" sahut Alda menatap mereka bertiga heran karna mereka langsung berbicara ke intinya tanpa basa-basi dulu "Oh baiklah,kalian murid baru?" lanjutnya bertanya.


"Iyh!" ujar Vee.


"Fira lu catat nama mereka!" pinta Alda pada seorang perempuan lainnya disampingnya.


"Baiklah!" jawab Fira "Nama kalian?" lanjutnya Fira bertanya pada Vio,Vee,dan Lily.


"Nama gue Veelina!" ujar Vee yang langsung saja namanya ditulis oleh Fira lalu kemudian Fira menatap Lily dan Vio.


"Nama gue lilyana!" sahut Lily juga langsung ditulis namanya oleh Fira.

__ADS_1


"Viola!" ujar Vio singkat yang membuat semua mata tertuju padanya "Ngapain kalian liatin gue kayak gitu?Mau gue colok hah mata kalian!" lanjutnya ketus.


"Eh neng ketus amat sih nanti cantiknya ilang loh!" sahut Delon salah satu anggota Osis yang juga berada di sana.


"Halah banyak bacot lo!Gue dari tadi sudah laper banget eh malah nih sekolah pake kartu-kartu segala buat makan!" jelas Vio kesal.


"Ya sabar atuh neng!" balas Delon saat melihat muka cantik Vio kesal.


"Ck" desis Vio memutar bola matanya malas.


"Nih Drian lu tanda tangan!" ujar Fira sambil memberikan tiga kartu milik Vio, Vee,dan Lily pada ketua OSIS yang bernama tag Adrian Wijaya.


"Hm" sahut Adrian datar lalu menandatangani kartu yang diberikan Fira.


"WOY sudah belum!Lama amat sih Lo!" ujar Vio pada Adrian dengan kesal.


Mendengar nada kesal yang Vio tunjukkan pada Adrian membuat Alda,Delon,Fira,dan juga Vito menatap kearah Vio.


"Heh yang sabar Napa!Lu pikir tangan si Adrian bisa secara ajaib bergerak cepat apa hah!" sahut Vito menatap Vio tajam.


"Apa loh jangan ikut campur anjir!Mau gue gibeng lu hah!" balas Vio menatap tajam balik kearah Vito yang membuat Vito merinding.


"Ah hahaha gak kok gue bercanda hehehe!" seru Vito tertawa garing membuat Vio memutar bola matanya malas karna Vito cuman ditatap tajam saja sudah menciut kayak gitu hadehh.


"Hm ini sudah selesai!" ujar Adrian datar yang sudah menandatangani ketiga kartu itu lalu memberikannya kepada Alda.


"Oke ini kartu kalian!" pinta Alda kepada Vio,Vee,dan Lily.


"Sama-sama,dan oh iyh kartu sangat terbatas karna setiap bulannya kalian harus memperpanjangnya dengan membayar uang 1jt setiap bulannya!" jelas Alda menambah.


"Ok,kalau begitu kami permisi!" ujar Vee lalu berjalan keluar bersama Vio dan Lily.


"Iyh" jawab anggota OSIS serempak kecuali Adrian yang hanya menatap datar punggung mereka.


Setelah keluar dari ruang Osis,Vio,Vee, dan Lily langsung cepat-cepat bergegas ke kantin karna mereka sudah sangat lapar terutama Vio.


Belum sempat sampai kantin mereka sudah melihat siswa-siswi HISA tengah berkerumunan didepan pintu kantin seperti tengah menonton pertunjukan tapi bedanya wajah mereka sangat tegang.


"Permisi itu ada apa yah?!Kok berkerumunan kayak gitu?" tanya Lily pada salah satu siswi yang ada didekatnya membuat murid itu menoleh menatap Lily.


"Oh itu ada satu orang gadis yang hampir saja menyentuh pakain milik kak Bara!Karna kak bara gak suka makanya gadis itu bakal dihajar habis-habisan sama teman-teman kak bara!" jelas siswi itu.


"Hah?Cuman karna hampir menyentuh?!Bukan menyentuh kan?!" tanya Vee yang melongo mendengar penjelasan siswi disamping Lily


"Iyh!" jawab siswi itu.


"Wah-wah keterlaluan sekali!!Ayo kita liat mereka!" ajak Vee pada Vio dan Lily.


"Sudahlah ngapain mentingin mereka,lebih baik kita masuk ke kantin saja karna gue sudah laper dari tadi!" ujar Vio tidak setuju.

__ADS_1


"Haiss gimana mau masuk kantin kalau banyak orang berkerumun kayak gini?!Lebih baik kita masuk kesana biar bisa ke kantin!" jelas Vee yang membuat Vio berpikir kembali.


"Hm bener juga yaudah ayok kesana!" pinta Vio sambil melangkah dengan berhimpitan bersama siswa-siswi lain diikuti Vee dan Lily dibelakangnya.


Setelah sampai di paling depan barisan kerumunan,Vio dapat melihat seorang gadis yang sudah babak belur dan seluruh wajahnya bersimbah darah lalu Vio beralih ke seorang laki-laki yang terlihat memegang tongkat bisbol ditangannya bahkan menggunakan sarung tangan.


Melihat laki-laki itu membuat Vio mematung bahkan mulutnya menganga tak percaya karna laki-laki itu sangat dikenalnya bahkan Vee dan Lily disampinya hanya menatap Vio bingung karna melihat ekspresi Vio yang tidak biasa.


Karna kesal melihat Vio yang tak kunjung menutup mulutnya yang menganga,Vee kemudian menyenggol lengan Vio yang membuat Vio kaget dan memekik.


"ASTAGHFIRULLAH COGAN BUTA GUE!" pekik Vio kaget menatap laki-laki didepannya yang hampir ingin memukul kembali memukul gadis di depannya.


Mendengar pekikan Vio yang sangat keras membuat semua mata yang ada disana menatapnya membuat Vio menutup mulutnya dengan cepat karna sadar semua orang tengah menatapnya.


Sementara itu pria yang tidak lain bara yang hampir memukul gadis didepannya dengan cepat menatap pemilik suara yang dikenalnya.


"Vi Lo kenapa keliatan kaget gitu njir!Dan ngapain juga Lo pake memekik segala?!" tanya Vee berbisik disamping Vio yang membuat Vio yang tadinya menatap bara langsung melihat ke arah Vee disampingnya.


"Aisss itu cogan buta gue ah maksud gue cuman umm gimana yah jelasinnya aduh tau ah!" ujar Vio gugup bercampur bingung.


"Kenapa?" tanya Bara tiba-tiba dengan wajah datarnya sambil menatap kearah Vio yang membuat video yang ditanya tiba-tiba oleh Bara tersentak.


Vio dengan gugup menoleh ke arah Bara dengan wajah cengengesan untuk menutupi kegugupannya "Ah hehehe itu bukan apa-apa!Hanya salah kenal orang saja iyh salah kenal orang!!" ujar Vio sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatel.


"Hm?!" sahut Bara masih dengan menatap Vio yang terlihat gugup didepannya membuat bara gemas hanya saja tertutupi oleh wajah datarnya.


"Itu umm aku eh" kaget Vio karna baru saja menggunakan kosakata Aku padahal biasanya dia menggunakan Lo gue kalau berhadapan dengan siapapun termasuk Abangnya sendiri.


Kedua sahabat Vio juga kaget melihat pengucapan Vio pada pria didepan mereka,Bahkan lebih kagetnya lagi karna mereka baru pertama kalinya melihat wajah gugup Vio selain didepan kedua orang tuanya.


"Woy lu kenapa sih?!" tanya Vee bingung menatap kearah Vio yang terlihat gelisah.


"Bukan apa-apa!" jawab Vio lalu beralih berbicara dengan Bara "Emm aku aiss maksud nya gue sama sahabat gue mau masuk ke kantin soalnya kita sudah laper banget!" lanjutnya menatap ke arah Bara yang tengah menatapnya dengan alis yang terangkat sebelah penuh minat.


"Hm" sahut Bara memberi jalan pada Vio dan kedua sahabatnya.


Vio yang melihat bara memberi jalan langsung saja mengajak sahabatnya untuk masuk ke dalam "Ayok kita cepat masuk ke kantin!" ajaknya sambil melangkah diikuti kedua sahabatnya.


Saat Vio hampir masuk kedalam kantin,Bara terlebih dahulu menghentikannya.


"Tunggu!" ujar Bara singkat sambil melangkah mendekati Vio yang terlihat berhenti.


Vio kemudian berbalik menatap bara yang tengah berjalan kearahnya "Ada apa?" tanyanya pada Bara.


Bukannya menjawab, Bara malah mencondongkan tubuhnya kearah Vio yang membuat Vio mematung lalu kemudian bara mendekatkan mulutnya ke telinga Vio dan berbisik "MINE" ditelinga Vio lalu kembali menegakkan badannya sambil tersenyum smirk pada Vio yang tengah mematung.


Setelah itu Bara langsung berbalik dan menatap teman-temannya "Balik!" perintah Bara lalu melangkah meninggalkan kantin diikuti teman-temannya meninggalkan Vio yang masih mematung sambil menatap punggung Bara dengan tatapan sulit diartikan.


🌹**Bersambung🌹

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAAA 😌


TERIMAKASIH 😌**


__ADS_2