Gadis Liar

Gadis Liar
15


__ADS_3

"Ingin menolak tapi hati ini menginginkanya, ingin tetap seperti ini, rasanya bisa mati aku dibuatnya. " ungkapnya dalam hati.


Tidak ada penolakan dari Adel. Membuat Kevin mencecap ranum bibir milik Adel. Adel memejamkan matanya kali ini dan tidak ada penolakan darinya.


*


"Hai adik kecil.... Nanti kamu gila senyum senyum sendiri. " Arion meledek Adel yang menatap layar ponselnya dan senyuman yang tak bisa diartikan.


"Kamu lagi jatuh cinta? " terka Arion yang memandang heran gadis disampingnya. Adel hanya menjawab dengan kedipan matanya. Adel merebahkan tubuhnya, memandang langit langit yang penuh dengan wajah Kevin.


Arion juga ikut menyandarkan tubuhnya disofa. "Siapa lelaki itu? " tanya Arion penasaran. Namun Adel tak berniat memberitahunya. Dengan cepat Adel mengganti topik pembicaraan diantara mereka.


"Bang, kak Zela pulang, abang gak tau? " Arion terdiam, mendadak Arion melamun mendengar kata Zela.


Flash Back On


"Setidaknya aku tau kalau Zela menyukaiku. " Arion berkaca di depan cermin, dan berlatih mengungkapkan perasaanya kepada Zela. "Oke perfect" Arion melajukan motor Ninjanya ke sebuah taman. Disana sudah ada Zela yang menunggunya.


"Sudah lama? " Arion duduk disamping Zela yang sudah terlebih dulu sampai disana. Zela mengangguki sebagai sebuah jawaban.


"Ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan Zel. " Ujar Arion. Arion dengan percaya diri ingin mengungkapkan perasaanya, pasalnya Zela memang mencintai Arion sejak dulu.


"Aku juga, ada sesuatu yang ingin aku ucapkan. " ungkap Zela.


"Katakanlah Zel! " pinta Arion mendahulukan apa yang ingin diungkapkan oleh Zela.


"Aku mencintainya Ar. " kalimat itu membuat Arion mengurungkan niatnya untuk mengutarakan perasaanya. Hatinya berdenyut, seketika rasa sakit muncul dalam hatinya, jantungnya sesak dan seperti ada tali yang menarik seluruh bagian organ di sekitarnya. Sesak dan sakit itu yang Arion rasakan ketika perasaanya ternyata bertepuk sebelah tangan.


"Awalnya aku pikir aku mencintaimu, tapi saat disamping Ken, jantung ini berdetak kencang Ar. Aku tidak tau, tapi disamping Ken aku selalu gugup. Meskipun aku tau Ken tidak pernah peduli padaku. " jelas Zela.


"Sampaikan perasaanmu padanya Zel! Ken pasti juga mencintaimu. " lidahnya kelu mengatakan itu. Dengan berat hati Arion mengurungkan niatnya menembak Zela.


Kevin yang tak sengaja mendengar percakapan mereka merasa iba, bahwasanya Kevin sangat tau kalau Arion sangat menyayangi Zela. Dan Zela malah mengungkapkan perasaanya bahwa ia tertarik pada Ken.


"Apa Ken akan membalas cintaku. " Arion menganggukan kepalanya. Dengan mantap menjawab kegundahan Zela.


"Pasti Zel. " Arion meletakkan tanganya di pundak Zela dan memberikanya suport padanya. "Tidak ada yang tidak menyukaimu Zel. Pergilah temui dia. " Zela berlari mencari Ken untuk mengungkapkan perasaanya.


"Ar.... Kenapa gak diungkapin perasaanmu padanya? " Kevin menepuk pundak sahabatnya.


"Sudahlah setidaknya kamu sudah berusaha. " Arion memang sangat dekat denga Kevin, sedangkan Ken dekat dengan Saka. Diantara mereka ada 2 gadis yang sangat bersahabat ia adalah Citra dan Zela.


"Sahabat jauh lebih penting Kev, apalah artinya cinta, cinta bisa berakhir dengan kalimat putus, tapi sahabat akan selalu berakhir manis. " jelasnya yang mungkin saat ini hatinya sangat kecewa mengingat dirinya dan Arion adalah sepasang couple yang sangat cocok.

__ADS_1


Flash Back Of


"Ada Saka didepan Ra. Katanya mau ketemu Ara. " Ken membuyarkan lamunan Arion sesaat ingatan itu sirna dari fikiranya.


"Ra jangan bilang kamu jadian sama Saka. " tebak Arion mengganti topik pembicaraan.


"Apaan si abang, bukan.... Bukan Saka tau. " Adel berlari menuju ruang tamu, benar saja, Saka ada disana. Adel menjatuhkan tubuhnya tepat didepan Saka.


"Gue nungguin loe sampai jam 3 tapi loe gak pulang pulang? Kemana aja? " Adel membulatkan matanya mendengar Saka menunggunya sampai jam 15.00.


"Main... " jelasnya singkat. Saka menatap wajah Adel, mencari sebuah kebohongan di wajahnya.


"Sak.... Gue bukan patung ya, jangan dilihatin gitu. " protes Adel pada Saka.


"Ada lalatnya soalnya wajah kamu. " Adel mengusap wajahnya, mencari lalat yang menempel pada wajah.


"Mana ada.... ngeles aja loe. Ada apa tumben malam malam begini kesini? " Adel berjalan memutari Saka bolak balik seakan ia enggan menerima kedatangan Saka. "Sak, gue jadi kacungnya 1/2 bulan aja ya, kan sekarang semua orang udah tau kalau gue adeknya Ken dan Arion. " pintanya penuh harap.


"Jangan harap, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Sekarang temenin gue ngerjain PR. Buatin gue makanan dan minuman. " Adel memanyunkan bibirnya malas, mendengar permintaan Saka.


"Gue kan gak bisa masak Sak. " keluh Adel. "Gue buatin minum aja sama cemilan ya. " tawar Adel pada Saka


"Okelah, terserah loe. " jawab Saka asal, dia membuka tasnya lalu mengeluarkan catatanya. Adel kembali menenteng cemilan satu kresek beserta minumanya.


"Gue bilangin abang, loe ya, noyor noyor kepala gue..... Abang..... " Saka membekap mulut Adel yang sudah mulai berteriak.


"Udah sekarang rangkumin nih semua. Dari halaman ini sampai ini. Yang rapi jangan ada coretan. Soalnya besok mau dikumpulin. " perintah Saka pada Adel.


"Ishh..... nasib nasib jadi kacung. " Adel meratapi nasibnya yang dikerjai abis abisan oleh Saka. Sesaat ia melihat layar ponselnya yang sudah ada 5 pesan dari Kevin.


"Abang..... Ara cape. " teriaknya yang sudah lelah menulis rangkuman bahasa Indonesia. Membuat Saka membulatkan matanya. Lalu melempar cikinya kekepala Adel.


"Brisik banget loe Ra. " keluh Saka, Adel menekuk wajahnya, ia tampak lelah dan menguap berkali kali. Lalu Saka menutup bukunya.


"Kenapa ditutup? " Adel heran melihat Saka memberesi bukunya "Alhamdulillah gue bebas dari PR yang memuakkan. " ungkapnya bahagia


"Bawa bukunya, selesein.... besok pagi harus udah selesai..... " Saka melempar bukunya lalu berdiri manjinjing tasnya dan mengusap lembut kepala Adel. "Tidur yang nyenyak ya.... Besok pagi lanjutin kerjaanya. " tawa Saka menggelegar melihat ekspresi aneh yang ditampilkan Adel.


"****** emang Saka. Kirain dia bakalan lanjutin sendiri. " keluhnya berjalan membawa buku ke kamar. Ia lihat 7 pesan di layar gawainya. "Astaga.... Kevin nelfon 2 kali. " Adel berjalan menuju balkon kamarnya, lalu menghubunginya dengan semangat. Sayangnya tidak ada jawaban dari Kevin. "Ahhh mungkin sudah tidur. "


* Maaf Kev tadi lagi ngerjain PR. * pesan singkat dari Adel


Adel menanti sebuah jawaban namun tidak ada jawaban dari Kevin. "Ah sudahlah, mungkin Kevin udah tidur. " Adel merebahkan tubuhnya sesaat ia tertidur pulas.

__ADS_1


*


Adel berangkat bersama Saka, pagi tadi ia sudah menyelesaikan tugasnya. Mereka berjalan beriringan sampai dikelas Adel. "Nih buku loe. "Adel menyerahkan buku Saka dengan cara melempar. " Ken dan Arion sudah sampai kelasnya.


"Sopan dikit Ra. " keluh Saka. "Selesai belum ini? " Saka meneliti catatanya, tulisanya sangat cantik membuat Saka tersenyum memandangnya.


"Enak aja, gue bangun pagi buat ngerjain tugas loe. " Saka terkekeh dengan senyumnya mendengar Adel yang sedang marah. Saka mengacak rambut Adel lalu hendak pergi meninggalkanya. Namun langkahnya terhenti, pandangan mereka terfokus pada seorang gadis yang turun dari mobil berplat B0001KM.


"Zela..... " Saka menatap kedatanganya. Begitu juga dengan Adel melihat kak Zela ia pun bahagia. " Kak Zela.... " wajahnya kembali murung, menatap siapa yang datang bersamanya. "Kevin...... " dadanya sedikit sesak, meski tidak tau apa hubungan mereka, tapi ia kecewa karna Kevin berangkat bersamanya, namun mengabaikan pesanya semalam.


"Ara masuk ya... " pamitnya pada Saka. Saka menganggukinya ia berpindah menatap gadisnya yang mengubah ekspresinya dengan wajah murung. "Ra.... Pulang sekolah mau bareng gak? Mampir ke sirkuit. " tawarnya penuh Arti. Mendengar kata sirkuit wajahnya berseri.


"Siap.... " Dengan ceria ia memasuki kelasnya. Setidaknya ada mobil yang bisa ia lampiaskan saat ia sedih. Saka berbalik berjalan menuju kelasnya. Ia hendak memberitahu Arion dan Ken bahwa Zela kembali ke Indonesia.


"Ka, loe bawa Ara kemana dulu, jam segini baru nyampe. " Arion menatap jam tanganya, pasalnya mereka berangkat bersama namun Adel dan Saka baru sampai.


"Tenang gak akan lecet. " jawabnya asal. Saka menjatuhkan tubuhnya di kursi. Lalu ia dekatkan kursinya kepada Ken dan Arion.


"Awas aja loe demen adek gue. Gak akan gue restuin. " Ken memberikan ultimatum kepada Saka. Saka terkekeh mendengar ancaman sahabatnya.


"Gue bawa kabar penting. " Jelas Saka mengganti topik pembicaraan. Ken dan Arion dengan saksama mendengarkan cerita Saka.


"Ken.... Ada Asha didepan. " salah seorang temanya mengalihkan pembicaraan mereka. Ken berdiri lalu berjalan keluar untuk menemui Asha.


Arion berjalan keluar memastikan kabar yang dikatakan Saka, disusul Saka yang juga ikut keluar, mereka memastikan kebenaran ucapan Saka bahwa Zela kembali.


Ken sedang menemui Asha didepan kelasnya. "Ada apa... " Sepertinya Ken sudah bosan dengan Asha, raut wajahnya menampakkan wajah tak bersahabat.


"Kita balikan lagi Ken, gue gak bisa putus dari loe. "Asha menggandeng tangan Ken tepat didepan Zela dan Kevin. Ada Saka dan Arion juga yang sudah stand by didepan kelas menanti Zela yang katanya sudah balik ke Indonesia.


Langkah Zela memberat melihat Ken digandeng oleh seorang wanita. Matanya mulai berkaca kaca. Bahkan Zela tidak melihat ada Arion dan Saka disitu.


"Kenapa masih sakit... Bukanya selama ini gue berhasil lupain Zela. " batin Arion yang merasa sesak melihat Zela yang sama sekali tak memandangnya.


"Zel... Ayo. "Kevin memecah keheningan, Zela menghentikan langkahnya tepat disamping Arion dan Saka. Kevin menatap haru Arion yang bahkan sama sekali tidak dilihat oleh Zela. Ingin rasanya Kevin menepuk nepukan tanganya dipundak Arion. Namun apalah daya, mereka bukan F4 yang dulu.


"Zela.... Ayo " Kevin menarik Zela yang masih diam ditempat. Membuat Ken membalikan tubuhnya mendengar nama Zela.


"Deg" Ken merasakan sesak dan nyeri didadanya melihat Zela didepan matanya. Sesaat pandangan mata mereka bersatu. Namun Zela alihkan karna Ken masih digelayuti seorang wanita.


Kevin menarik tangan Zela untuk mengikuti langkahnya menuju ruang kepala sekolah. Bahkan pemandangan Kevin menggandeng Zela terlihat jelas dari kelas Adel.


Arion, Ken, dan Saka tak lepas dari pandanganya kepada Zela, Zela berlalu dari hadapanya. Bahkan Zela tak ingin repot-repot menyapa mereka. Bukan mereka melainkan Arion yang sangat terasingkan disana. Bahkan perasaan cintanya yang sampai saat ini tidak diketahui oleh Zela.

__ADS_1


"Kenapa sakit. " ucap Adel dalam hati. Ia berlari menuju toilet, lalu ia membasuh wajahnya dengan air mengalir. Menetralkan amarah yang merasuki jiwanya.


__ADS_2