Gadis Liar

Gadis Liar
32


__ADS_3

"Khem.... " deheman bunda Kevin mengagetkan mereka berdua. Dengan spontan Adel melepaskan tautan bibirnya dibibir Kevin lalu mendorong Kevin keras. Rasanya saat ini Adel seperti seseorang yang ketahuan mencuri.


"Bisa bisanya kamu Ra, kenapa melakukan hal bodoh kaya gini sampai ketahuan bunda Kevin, mau ditaruh mana mukaku. " Rutuknya kesal kepada diri sendiri yang tak bisa mengontrol tekadnya, malah mengikuti hasrat Kevin yang seakan sedang menggebu.


Adel sudah kehilangan kata kata, bahkan tak mampu menatap wajah bunda Kevin yang entah berapa lama berada disana. Kevin menatap Adel dengan wajahnya yang seperti tak berdosa. "Bunda, ganggu aja deh. " dengan santainya Kevin mengatakan itu kepada bundanya seakan memberikan kesan jelek pada bundanya terhadap Adel.


"Kamu ini gak tau waktu dan tempat Kev, " rutuk bundanya yang merasa seperti obat nyamuk. Bunda Kevin berbalik meninggalkan mereka berdua dan menutup pintu kamar Kevin sambil berteriak "pintunya jangan lupa ditutup biar gak kelihatan orang. " ledek bundanya kepada mereka berdua yang sukses membuat Adel lebih salah tingkah.


"Mau dilanjut? " Tanya Kevin membuat Adel heran kepada Kevin. Mendengar penawaran Kevin Adel menganggukan kepalanya membuat Kevin tersenyum penuh fikiran licik. Adel menyentilkan jarinya ke kening Kevin " bisa - bisanya kamu, udah ketahuan bundamu masih ngajakin nglanjutin yang tadi. " Adel berjalan keluar meninggalkan Kevin sambil berlari.


Ruang makan tampak kaku, tidak ada cakap tidak ada tawa, hanya dentingan sendok yang berbunyi. Anes memperhatikan Adel yang wajahnya masih memerah dan tak mau menatapnya. "Adel lusa mau ikut ke Inggris buat nganter Kevin. " ada rasa kaget mengetahui Kevin akan berangkat lusa. Adel menggelengkan kepalanya sebagai sebuah jawabanya.


"Bilang sama bundamu untuk mengirimmu ke Inggris setelah kamu lulus kuliah. Biar nanti bisa belajar bersama dengan Kevin" ujar bunda Kevin kepada Adel. Alfa menyenggol lengan tangan istrinya dan menggelengkan kepalanya, dengan artian bahwa Alfa tidak setuju dengan idenya . Adel jelas melihat itu, entah seperti apa pendapat ayah Kevin pada Adel, sepertinya kurang suka terhadap Adel.


Setelah selesai makan malam Kevin mengantarkan Adel pulang, dijalan hanya musik yang diputar Kevin yang mengiringi pendengaran mereka. Tak lama mereka sampai di garasi rumah Kevin. Masih belum ada percakapan, bibir Adel masih tertutup rapat membuat Kevin menatap intens wajah kekasihnya. "Ra..... Kamu kenapa si, aku salah apa sama kamu. "


Dasar... Betapa tak pekanya Kevin, padahal dengan jelas bundanya mengatakan kalau lusa Kevin harus kembali ke Inggris. Tapi tidak ada titik terang untuknya. Adel menarik nafasnya dengan berat. "Aku masuk. " wajahnya berbalik menatap pintu dan hendak keluar, namun Kevin menariknya.


"Jangan seperti ini Ra, katakan apa salahku. Cobalah terbuka dengan pasangan, karna aku gak bisa tau apa alasanya kamu diam, dan aku gak bisa menebak ekspresimu itu. " Lelaki itu selalu kena getah wanita yang sukanya memberi kode tanpa menjelaskan titik masalahnya.


Dimana mana yang namanya makhluk perempuan adalah makhluk yang diciptakan tanpa celah kesalahan dan inilah salah satu watak perempuan yang selalu ingin benar, apapun yang terjadi. "Lusa berangkat ke Inggris, dan kamu tidak mau menjelaskan itu? " hampir saja Kevin lupa akan membahas hal tersebut.


"Oma dan opa mendesakku, bahkan namaku sudah terdaftat di universitas disana. " jelas Kevin kepada Adel. "Maaf Ra, aku lupa ingin menjelaskan hal ini, dan aku saja baru tahu setelah menelfon oma dan opa tadi. "Adel menganggukan kepalanya, seolah mengerti letak masalahnya, tapi tetap saja masih ada rasa kesal padanya.


"Baiklah, aku mengerti. " sudah seharusnya Adel mengerti bahwa hubunganya memang harus berjalan seperti ini. Kevin langsung memeluk Adel dengan erat. "Maaf Ra, karena hubungan kita harus seperti ini, katakan sekarang kalau kamu tidak sanggup menjalaninya. " Adel menggelengkan kepalanya dengan cepat. Memang Adel tidak bisa melepaskan Kevin, entah apa yang terjadi, sudah terlanjur cinta atau terlalu cinta.

__ADS_1


"Hanya hubungan jarak jauh, aku bisa mengatasinya Kev. " jelasnya dengan mantap membuat Kevin tersenyum. "Trimakasih banyak Ra. " Adel menganggukan kepalanya. "ayo masuk. " ajak Adel kepada Kevin.


Ternyata suasana disana sedang ramai. Ada acara makan besar setelah kelulusan. Semua teman sekelas Arion, Saka dan Kenan berkumpul disana. Keadaanya seperti party kecil - kecilan. "Ra..... " teriak Zela kepada Adel, membuat Adel dan Kevin berjalan mendekatinya.


"Lengket banget kaya permen karet kamu Kev. " ledek Zela kepada Kevin. Kevin menanggapinya dengan wajah biasa saja. "Syirik aja loe Zel. " Kevin menjatuhkan tubuhnya dikursi lalu Adel berpamitan untuk mengganti seragamnya terlebih dulu karna ia masih mengenakan seragam sekolahnya.


Mereka tampak asik berbincang bincang dan berpesta ria. Saka, Ken dan Asha juga ada disana. "Sepertinya mereka akan menghabiskan malamnya disini. " ungkap Adel yang sebenarnya sangat malas melihat keramaian seperti ini.


Tapi berhubung ini adalah party abang abangnya, ia akan dengan senang hati ikut serta dalam party tersebut. "Ra.... " teriak Arion kepada Adel. Adel memainkan matanya menanyakan apa yang bisa dibantu. "Letta.... Bawa kesini. " ungkapnya membuat Adel tersenyum melihat adik kecilnya yang sangat cantik. Carletta Jasmine Attala. Adik kecil Attala yang seperti barbie dan masih berumur 3 tahun 6 bulan.


Bayangin diusia Arion yang menginjak SMP dirinya diberikan adik. Sangat membosankan tutur Arion. Awalnya menolak punya adik karna usia Arion sudah menginjak remaja. Namun pada akhirnya paras cantik si Carletta itu membuat gemas seseorang yang memandangnya, dan Arion sekarang sangat menyayangi Carletta. Namanya adalah gabungan dari Lea dan Attala.


"Letta... Ya ampun kamu, makan terus nanti gemuk loh. " ledek Adel kepada adik kecilnya itu. Lalu memapahnya ke tempat duduk disamping Kevin, Arion dan Zela.


"No mba Ara, Letta Seksi. " kalimatnya membuat Adel gemas lalu mendaratkan ciumanya berkali kali kepada Carletta. "Gue mau donk dicium kaya gitu Ra. " seru Kevin menghentikan aktivitas mencium Adel kepada Carletta bertubi tubi.


"Kalau Adel mau, aku juga siap. " Kevin menyanggupi permintaan Arion, dengan cepat Kenan menoyor Kevin dan berucap "mau dikasih makan apa adekku Vin sama kamu? Daun.... " ledekan Kenan lagi lagi memecah keheningan.


"Abang Ken jangan kasal, noyol noyol kepala. " Kenan menarik tanganya. Karna tidak melihat situasi dimana ada anak yang sedang dalam fase meniru semua yang dilihatnya, ucapan perilaku bahkan tren tren saat ini Letta paling jago menirukanya.


"Apa aja, yang penting halal Ken, wanita seperti adikmu layak diperlakukan spesial, dan aku akan berjuang demi dia "Jelasnya melirik Adel, dan memperhatikan Saka yang mulai cemburu.


"Bagus gue gak salah ngrestuin loe sama adek gue. Loe jadi kuliah di Inggris. " Kevin menganggukan kepalanya. "Lusa berangkat, loe jadi kuliah diluar negeri? "


"Jadilah, gue bakalan ninggalin soulmate gue. " Kenan merangkulkan tanganya pada Arion. Lalu menampilkan wajah sedihnya. Arion melepaskan rangkulan Kevin. "Alay loe Ken, kaya gue pacar loe aja. " ucapnya, karna memang Arion melanjutkan kuliahnya di Jakarta.

__ADS_1


"Haha, loe kan belahan jiwa gue. " Kenan memeluk Arion dengan erat. Membuat Arion bergidig ngeri. "Loe salah minum obat. " tanya Arion meledek. "Kagak, kesambet setan gue. Setanya demen cowo, jadi ikut ikutan kan gue. " jelas Kenan membuat mereka menatap heran Arion dan Kenan.


Sesaat Arion memperhatikan Letta yang sedari tadi menguap "Letta, sudah malam, ayo kita pulang. " ajak Arion kepada Letta, karna waktu sudah menunjukan pukul 21.20 malam. Letta dengan cepat mengulurkan tanganya, meminta gendong pada Arion.


"Gak asik loe Ar, bukanya begadang disini bareng gue, kan sebentar lagi gue sama Saka pergi. " Ucapan Kenan tidak dihiraukan oleh Arion. Arion lebih memilih mengantarkan Letta, karna waktu sudah malam, "Little princes selamat malam, selamat tidur. " ucap Adel sambil memgecup Carletta.


"Aku juga mau dicium dong Ra, mau ikutan pamit pulang nie" ucapnya memiringkan pipinya. Adel hanya mengelus pipinya dengan lembut " ciumnya didouble besok ya, disini ada Carletta. " ucapnya lirih di telinga Kevin membuat Kevin menatap wajah imut milik Letta yang mulai cemberut.


" Ra jangan lupa besok kita jalan. Gue jemput pagi pagi" pesan Kevin kepada Adel. Adel menganggukinya, dengan singkat Kevin mencium pipi Adel sehingga mereka yang melihatnya menyoraki mereka. "Ishhh dasar mesum kamu Kev. " umpat Adel pada Kevin. Lagi lagi Saka terbakar asmara melihat kedekatan mereka.


"Ken, nitip Zela ya, gue langsung cabut, kasian Letta udah malem tar gue dimarahin bunda. " Kenan hanya menganggukan kepalanya. Lalu berjalan mengikuti langkah mereka semua yang berpamitan, memandangi satu persatu mobil dan motor yang menghilang.


"Ayo" ajak Kenan kepada Zela. Zela hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti Kenan dibelakangnya. 15 menit jarak yang ditempuhnya untuk sampai di garasi rumahnya. Kenan turun dari mobil disusul oleh Zela. Sejenak mereka terdiam saling memandang.


"Ken.... "


"Hmmmm" Kenan menatap wajah Zela


Zela menarik nafasnya dengan berat, lalu menghembuskanya secara perlahan. "Aku masih mencintaimu Ken, Arion bilang kamu juga mencintaiku. Jadi bisakah... kita... bersama? "


"Aku mencintaimu Zel, dari dulu aku mencintaimu dan sampai detik ini aku masih mencintaimu. Tapi aku tidak bisa melakukan ini. Karna Arion..... " kalimatnya terputus oleh Zela


"Arion tidak keberatan kalau kita bersama Ken. "


"Maaf..... Maafkan aku Zel, aku tidak bisa bersama denganmu." Air mata Zela lolos begitu saja diwajah cantiknya. Kenan mengedarkan pandanganya ke atas langit, berharap air mata yang menumpuk dipelupuk matanya tidak menetes di wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan menanyakan alasanya untuk yang ke tiga kalinya Ken. " Zela berbalik masuk dan berlari kedalam rumahnya, dan kedua tanganya yang diusapkan dipipinya. Bahkan air mata Kenan sudah mengalir dari sudut matanya.


"Lebih baik kita bertiga sama sama terluka, daripada aku dan kamu bahagia diatas rasa sakit Arion. Arion bukan laki laki yang bisa dengan mudah mencintai orang lain, maka dari itu, sebelum Arion mencintai orang lain, aku tidak akan bisa bersamu Zel"


__ADS_2