
"Oek... Oek... Oek... "15 menit berlalu, proses meneran akhirnya terdengar suara bayi. Hatinya bergetar hebat, air matanya ikut berderai, ia bersyukur diberikan nikmat ini, dimana nikmat ini tidak ada duanya, nikmat diberikan keturunan dan kebahagiaan.
Tak lain halnya Adel juga bergelinang air mata mendengar suara bayi. Nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan.
Bayi Adel dibawa ke ruang tindakan, untuk dilakukan perawatan bayi. Setelah dilakukan antropometri dengan BB 3750 gram, LK /LD 34/34, lila 10, apgar score 9/10/10. Kevin berjalan mendekati bayi tersebut, dilantunkanya adzan ditelinga kananya, dilanjut dengan iqamat di telinga kiri.
LK lingkar kepala
LD lingkar dada
Lila lingkar lengan atas
Tes Apgar score atau penilaian Apgar merupakan salah satu pemeriksaan fisik bayi yang dilakukan pada menit pertama dan kelima setelah bayi lahir.
Air matanya mengalir begitu saja, dia begitu jauh dari Sang Maha Pencipta. Namun dengan kedatangan buah hatinya yang lahir dengan selamat dan istrinya yang sehat, ia merasa malu, hatinya terpanggil dengan keajaiban ini. "Sayang terimakasih. " Kevin mengecup kening Adel dengan lembut, diusianya yang hampir 27 tahun ini dikaruniai seorang putri yang cantik.
"Sama sama sayang." ucapnya membuat seluruh kru VK terharu, dokter tampan yang menjadi pujaan hatinya sudah mempunyai malaikat kecil. Setelah selesai persalinan dengan hecting 7, lumayan banyak jahitanya membuatnya mengeluh nyeri, mereka dipindahkan ke ruang VVIP. Satu per satu rekan dokter dan perawat datang menjenguk mengucapkan selamat atas kehadiranya putri pertamanya.
Hecting atau jahitan
"Makanlah dulu Kev! "Pintanya kepada suaminya, mengingat sejak subuh ia belum memasukan sesuap makanan pun. Bahkan sedari tadi fikiran dan emosinya terkuras habis.
"Kamu juga harus makan Ra. Kamu ingin apa? " tanya Kevin kepada Adel yang dengan posisi duduknya. Bagian intinya terasa nyeri karna hectingan.
"Belikan aku buah. Aku ingin makan buah Kev "Pintanya kepada suaminya. Kevin beranjak dari duduknya lalu mengajak putrinya yang berada di samping Adel dengan box bayi berbicara.
"Hai peri kecil, ayah pergi dulu ya, jangan nakal sama bunda! Bunda kamu menginginkan buah buahan." ucapnya lembut lalu mengecup pipi cuby putrinya yang berpakaian dengan warna putih, dari topi, bedong, baju, popok, dan kaos kaki. "Ra, aku beli makanan sebentar. Pamitnya lalu mencium kening istrinya. Adel menjawab dengan menganggukan kepalanya.
Tak lama dr. Arkan dan neneknya datang berkunjung, dr. Arkan tipikal laki laki yang ramah, meskipun ia mengetahui bahwa Adel sudah bersuami, namun kedekatanya dengan neneknya membuat dr. Arkan memang sering datang hanya sekedar bertegur sapa dengan Adel. "Ra.... Selamat ya atas kelahiran putrimu" ucapnya menyerahkan sebuah bungkusan Kado yang lumayan besar.
"Cah Ayu, selamat ya atas kelahiranya, putrinya sangat cantik." Pujinya kepada putri Adel yang memang sangat putih, cantik dan berambut lebat.
"Ia Ra, putrimu sangat cantik, kelak akan secantik bundanya." timpal Arkan, lagi lagi Arkan tak bosan bosanya memuji kecantikan Adel. Sayangnya Adel tidak pernah melihat lelaki lain dimatanya. Bahkan Saka yang kalem, tidak pernah memujinya, tidak pernah pamrih kepada Adel, Adel tidak membukakan pintu hatinya.
"Na, mau diberi nama siapa putrinya?" celetuk nenek Arkan. Adel hanya menggelengkan kepalanya. Mendengar ada suara dari kamar rawat inap istrinya, Kevin berjalan masuk ke dalam ruang perawatan istrinya.
"Bagaimana kalau Arcila apa kamu suka Ra? " ucapnya mengagetkan mereka. Arkan dan neneknya menatap kedatangan Kevin yang tiba tiba. "Maaf saya tidak tau ada tamu disini." Yah lagi lagi Arkan dan Kevin memang tampak sengit jika bertemu.
__ADS_1
"Kami baru datang na Kevin." Kevin hanya menjawab dengan ooh, lalu menyalami nenek Arkan yang memang sangat dekat dengan istrinya.
"Bagaimana Ra?" Kevin memainkan matanya kepada Adel meminta pendapat tentang nama yang ia tawarkan kepada Adel, dengan semangat Adel menganggukan kepalanya.
"Nama belakangnya siapa? "Celetuk Arkan kepada keduanya. Kevin dan Adel saling tatap, keduanya mungkin sudah tidak dianggap oleh keluarganya. Sehingga mereka enggan menamai dengan marga Markle ataupun Arettha.
"Arettha saja, aku sebatangkara didunia ini." ungkapnya sedih, mengingat kedua orang tuanya telah pergi sejak ia kecil dan keluarga dengan marga Markle hanya sebuah sebutan yang bagi Kevin asing karna terlalu memaksakanya. Sedangkan Arettha jelas bahwa Adel dinantikan kepulanganya oleh mereka.
"Tunggu... Arettha? "Arkan seakan mengenal nama itu, tapi dimana, ia berfikir dengan keras mengingat nama tersebut. Tapi sayangnya ia tidak dapat mengingat nama tersebut. Kevin dengan saksama mencoba mendengarkan Arkan yang menyebut nama Arettha. Sayangnya tidak ada kelanjutan.
Setelah beberapa menit berlalu, Arkan dan neneknya undur diri, tidak enak jika harus menggelayuti Adel, bahkan Kevin saja sudah mulai risih kepada Arkan, dibuktikan dengan Kevin yang menempel seperti permen karet pada Adel, memamerkan kemesraanya kepada khalayak.
*
40 hari sudah Adel dengan kesibukanya. Mengurus bayi sangatlah melelahkan, bahkan lebih melelahkan dari pada operasi yang memerlukan waktu 7 jam. Namun senyum si kecil dapat menghilangkan rasa lelah. Itulah lelah yang membahagiakan. "Assalamualaikum Ra.... " Bahkan saat ini Kevin menuju kamar mandi yang ada di ruang tamu. Mengingat ada anak kecil yang sangat riskan dengan penyakit yang dibawa dari luar.
Sudah biasa, setelah kelahiran putrinya, sepulang kerja Adel bahkan tidak mendapat sambutan dari suaminya atau sebaliknya. Hal ini untuk mengurangi resiko tertularnya penyakit. "Mas udah cuci tangan" sapanya dengan menjaga jarak dari suaminya.
"Sudah dong, five moment cuci tangan." jelasnya meledek istrinya. Adel hanya menganggukan kepalanya, lalu masuk ke dalam kamar mempersiapkan piyama milik suaminya.
Sebelum kontak dengan pasien
2.Sebelum melakukan tindakan medis (aseptif)
3.Sesudak kontak dengan pasien
4.Sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien
5.Sesudah kontak dengan lingkungan pasien
Setelah selesai dengan aktivitas membersihkan diri, Kevin mendekati putrinya yang sudah terlelap dalam tidurnya. "Ya ampun, dede Cila anteng banget bobonya, ayah kangen nie. " ucapnya sambil mengecup kening Arcila. Nama lengkap putri pertama Adel dan Kevin adalah Arcila Queenara Merkle. Dengan segala keputusan Kevin mengambil marga Markle untuk anak pertamanya.
"Cila nakal ga Ra? " Adel menjatuhkan tubuhnya di kasur berukuran king zize itu, lalu menggelengkan kepalanya. Kevin menatap Adel yang saat ini duduk bersandar, baju yang sedikit terbuka, membuat fikiran Kevin berkelana liar, sepertinya Adel sedang melepaskan lelah yang menyiksa keseharianya.
__ADS_1
Untungnya Kevin dengan tlaten mencucikan baju Adel dan Cila, dan tak lupa memasakan makanan demi Adel, ia benar benar membuat Adel sebagai Ratu. Kegiatan Adel hanya merawat Cila, beberes rumah dan menyetrika baju.
Kevin berjalan menuju arah Adel yang duduk dengan posisi semi fowler (setengah duduk). "Ra..... " Adel hanya menjawab dengan deheman. "Apa masa nifas kamu sudah selesai. "Kevin memainkan matanya kepada Adel, yah, sudah begitu lama ia berpuasa, terakhir kali itu malam sebelum melahirkan. Aktivitas hubungan suami istri dapat dilakukan sebagai pacu alami agar mempercepat kelahiran.
"Kamu minta jatah? " tanya Adel to the poin. Kevin memainkan matanya kepada Adel. Lalu bergelayut manja di pundak Adel.
"Ayolah Ra! " Rayu Kevin kepada Adel yang sudah membanjiri pipi Adel dengan kecupan, disusul dengan pagutan bibir yang menghangatkan memberikan sensasi yang menuntut lebih dari sekedar mencium.
*
📞"Hallo Assalamualaikum Ar..... " Sapa seseorang yang menelvon Arkan.
📞 "Waalaikumsalam broo, gimana kabar loe? gue mau main ke Jogja nih. " tanya Arkan balik.
📞 " wah yang bener kapan? Jangan lupa mampir Sak, kita semua disini baik, loe... ? "
📞"gue sehat, cuma masih jomblo aja nie, katanya loe mau nikah jadi belum? " tanya Arkan penasaran kepada sahabatnya yang satu fakultas ketika di Singapure.
📞" gue udah nikah si, tapi sama Gean. " jelasnya membuat Arkan terkejut.
📞" Gean...... Loe balikan sama Gean, bukanya...? " kalimatnya terpotong oleh jawaban
📞"cewe yang gue critain ke elo, kabur sama cowo lain. "Arkan membelalakan matanya, tampak video call yang menampilkan mata bulat milik Arkan.
📞" kabur.....? Emangnya apa si yang kurang dari loe sampai calon istri kabur dengan cowo lain? " heran Arkan kepada sahabatnya itu."Sak loe itu keren, tajir, kalem, cool, baik, macho dan keturunan darah biru juga. Apanya yang kurang coba" puji Arkan kepada Saka. Yah sahabat Arkan itu adalah Saka dan Gean. Gean junior Arkan dan Saka teman sewaktu kuliah di Singapure.
📞"loe tau mantan pacar calon istri gue yang gagal nikah itu juga keturunan darah biru dari Inggris dengan marga Markle dan berasal dari keluarga berada" jelasnya membuat Arkan lagi lagi mengingat nama Markle yang pernah disebutkan oleh Kevin.
📞"Markle.....? Sebentar sebentar gue punya kenalan yang bernama Markle disini, seorang dr. BTKV. " jelas Arkan mengingat nama Kevin yang berakhiran dengan marga Markle. Saka sesaat mencerna kalimat Arkan, lalu menatapkan matanya serius pada layar ponsel.
📞"Kevin maksud kamu? " tebak Saka spontan setelah mengingat dokter dengan gelar Bedah Thorax Kardiovaskuler tersebut.
📞"Loe kenal? " tanya Arkan yang belum bisa menyambungkan nama Markle dan mantan calon istri Saka yang kabur. Saka selalu menceritakan wanita yang ia sukai kepada Arkan. Sayangnya dengan nama Ara, tidak dengan nama asli.
📞"apa dia bersama dengan seorang gadis cantik bernama Adellaura Shava Arettha? " tanya Saka menebak nebak yanh sedang dibicarakan oleh Arkan.
📞" ia bener Sak.... Tunggu.... Tunggu, tadi loe bilang laki laki yang kabur dengan mantan tunangan loe adalah Kevin berarti mantan calon istri loe itu.... "Kalimatnya menggantung, dan hampir saja Arkan tidak percaya bahwa wanita yang sempat ia puja, dan ingin dijadikan kekasih ternyata Adel.
__ADS_1