Gadis Liar

Gadis Liar
30


__ADS_3

"Siapa nama panjangnya Kev? Ayah sepertinya sangat familiar dengan gadis itu " Kevin menatap ayahnya yang seakan masih penasaran dengan kekasih anaknya itu.


"Dia putrinya Keyla dan Axel Fa. " ucap oma dan opanya. Sejenak Alfa membulatkan matanya, ada rasa yang sedikit menyesakkan, mengingat percintaan yang dilalui 2 keluarga secara turun temurun ini, juga harus dilalui Kevin dan Adel.


"Biarkan mereka menjalani apa yang menjadi takdir mereka. " pinta opa dan oma Kevin, yang seakan melihat Alfa gusar dengan hubungan anaknya itu. Ayah Kevin hanya mengangguk mengiyakan ucapan oma dan opa Kevin. Namun wajahnya tak dipungkuri ada rasa khawatir terhadap hubungan mereka.


Setelah berbincang lama, Kevin berpamitan untuk mengantar Adel kembali ke rumahnya. "Ingin jalan atau pulang? " Inginya menerima tawaran Kevin untuk jalan, tapi Adel sadar, bahwa akhir akhir ini, Kevin sedang serius dengan ujianya, tidak etis rasanya mengajak jalan Kevin walau sebenarnya Adel sangat ingin berduaan bersama Kevin.


"Pulang saja Kev. " Memang belum sepenuhnya Adel memaafkan Kevin. Walaupun ia sudah memaafkan Kevin, tapi sifat Adel masih kaku kepadanya. Tak lama mereka sampai di garasi rumah Adel. Ada mobil Arion dan Saka disana, ada rasa tidak suka pada Saka mengingat Saka lah yang selalu bersama Adel.


Bahkan Saka secara terang terangan mengakui kalau dia akan melindungi Adel, dan akan membahagiakanya jika Kevin tidak bisa memprioritaskan Adel. Hatinya sesaat tidak terima mengingat kedekatan mereka berdua.


Saka yang sedari tadi menyadari bahwa mobil Kevin sudah berada di garasi. Sayangnya penghuni mobilnya belum juga turun, Saka mulai memperhatikan kaca mobil Kevin yang gelap tanpa adanya bayangan pemilik mobil tersebut. Untung saja mobil Kevin dilapisi kaca two way, yang tidak terlihat dari luar namun terang dari dalam.


"Saka.... Saka.... Emang loe siapanya Adel si, mau protes apa yang mereka lakukan di dalam mobil. " batinya yang seakan meronta melihat Adel bersama Kevin kembali. Namun apalah daya, Adel dan Kevin saling mencintai. Saka kemudian kembali memasuki ruang santai yang diisi Arion dan Kenan yang sedang asik bermain PS.


Arion memperhatikan wajah Saka yang murung, " kenapa muka loe Sak? " Saka tidak menjawab, lalu memainkan PS yang ada ditangan Arion. Membuat Arion heran dengan mood yang Saka. "PMS loe Sak? " godanya membuat bola matanya mendelik kepada Arion. Namun gawainya kembali kepada PS nya.


"Kenapa tu muka? " Kenan ikut menanyakan perubahan wajah Saka yang murung. Arion mengidikkan bahunya tanda ia tak mengerti. "ah sudahlah lupakan, biarkan saja Saka seperti itu, ayo lanjutkan main. " ajak Kenan, kemudian mereka kembali fokus pada PS yang sedang dimainkan.


Kembali kepada dua pasangan yang masih terdiam. "Aku turun " Adel membuka suaranya, lalu membuka pintu, dengan cepat Kevin mendekat kepada Adel dan menutup pintu mobil kembali. Membuat posisi Kevin sangat dekat denganya. Mata mereka sesaat menyatu. Detakan jantung mulai tak beraturan. Kevin langsung memeluk Adel. "Ra aku rindu kamu. " ungkap Kevin dengan penuh rasa kasih sayang, kemudian mempererat pelukanya.


"Tubuhmu lebih berisi sekarang Ra. " ledeknya dengan tertawa jahat. Adel langsung melepaskan pelukanya. "Jangan nakal Kev. " Kevin lagi lagi tertawa. "Aku turun. " namun sebelum turun Adel mendaratkan ciumanya di pipi Kevin.


"Cup" dengan senyun tipis Adel berlari meninggalkan mobil Kevin. Kevin melebarkan senyumnya melihat Adel yang berinisiatif, dibukanya pintu mobil Kevin sehingga membuat Adel berbalik dan menatap Kevin yang sedang berjalan menuju arahnya. "Ada yang tertinggal." jelas Kevin kemudian menyambar kening Adel dan mengecupnya. " Cupp... Selamat malam gadisku yang nakal. "


Adel melebarkan senyumnya, dan menganggukan kepalanya. "selamat malam juga sayang. " panggilan sayang itu membuat Kevin menatap Adel dan mendekatkan telinganya kepada Adel. "Sayang" kembali Adel menyerukan panggilan mesranya membuat Kevin lagi lagi merekahkan bibirnya.

__ADS_1


"Masuklah.... Jangan lupa mimpiin aku. "Adel menganggukan kepalanya lalu berjalan masuk ke rumahnya. Rasanya memang berat untuk berpisah, apalagi sebentar lagi mereka akan benar benar menjalani LDR.


Adel melangkahkan kakinya masuk ke ruang tengah yang dipenuhi sorak sorak abang abangnya itu, "Ara pulang. " teriaknya membuat ketiga lelaki itu melihat Adel secara saksama. "Seger bener mukanya yang udah baikan sama ayang beb. " Adel melebarkan senyumnya diledek abangnya tanpa memperlihatkan gigi putihnya.


"Ditungguin Saka tuh dari tadi. " celetuk Saka pada Adel, yang melihat wajah Saka ditekuk menjadi 180 derajat dengan mood juteknya. Adel mendekati Saka lalu duduk disampingnya. "Ada apa Sak? "


"Gak papa cuma pengin ngobrol bentar. " jelas Saka yang kemudian menarik Adel menjauh dari kedua abangnya. Membuat Arion dan Kenan memperhatikan keduanya. "Gue kasian sama Saka. " Seru Kenan yang membuat Arion memandangnya dengan teliti.


"Kasian kenapa Ken? " Arion menanyakan alasanya kenapa Kenan mengatakan hal demikian. Bukan Arion tak tau perasaan Kenan, melainkan ia ingin Kenan mengaku padanya bahwa dia mencintai Zela. Arion tau, Kenan akan menyamakan dengan perasaanya yang bertepuk sebelah tangan, fikirnya. Sebenarnya bukan bertepuk sebelah tangan, hanya saja Kenan tidak mau membuka matanya bahwa cinta mereka satu, Arionlah yang bertepuk sebelah tangan dan bernasib sama dengan Saka.


"Kasian karna adek gue lebih dulu suka sama Kevin. " wajahnya mulai mengikuti mood hatinya yang sedih. Arion ingin membalikkan kata kata Kenan saat ini, rasanya Arion juga kasian sama Kenan, sama sama mencintai tapi tak bisa bersmaa.


"Gue juga kasian sama loe Ken. " Ungkapan Arion membuat Kenan menatap Arion dengan penuh tanda tanya.


"Kenapa dengan gue? " bahkan saat ini Kenan masih pura pura tidak menyadari inti masalah antara dirinya Arion dan Zela." Kejujuran hatimu terlalu mahal Ken" batinya dalam hati. Kenan berpura pura tidak mengerti ucapan Arion.


"Tidak apa, hanya saja mengingat ucapanmu tadi gue lebih kasian sama seseorang yang sebenarnya bisa saling bahagia bersama seseorang yang saling mencintai, namun tidak bisa bersama, karna terlalu memikirkan perasaan orang lain. "Sindirnya membuat Kenan menelan ludahnya sendiri.


*


"Ada apa Sak? " Adel menghentikan langkah Saka yang sedari tadi berjalan menuju taman belakang rumahnya. Saka berbalik menghadap kepada Adel. "Gue mau minta maaf karna gue, loe kemarin jadi kena.... " kalimatnya terhenti ketika telunjuk Adel menutup bibir Saka. Seketika wajah Saka seperti tersiram air dingin, namun terasa panas, sehingga membuat wajahnya merona karna jarak Adel yang terlalu dekat.


"Loe itu udah kaya abang gue Sak, kalau gak ada loe, gue juga tetep ada di arena balap. Jadi loe itu gak salah, dan jangan merasa bersalah. " jelas Adel kepada Saka.


".... " Saka masih terdiam melihat Adel yang begitu dekat baginya. Menurut Saka wajah Adel sangat mempesona, hingga mampu menghipnotis Saka.


"Ra, apa kamu bahagia bersama Kevin? " Sesaat pertanyaan itu membuat Adel membulatkan matanya. Kenapa tiba tiba Saka membahas perasaanya kepada Kevin. Adel menjawab pertanyaanya dengan sebuah anggukan kepala.

__ADS_1


"Bahagia Sak, entahlah seberapa sering dia menyakitiku, aku selalu bisa memaafkannya. " ungkapnya membuat Saka sangat ingin berada di posisi Kevin untuk membahagiakan Adel sepenuhnya.


"Syukurlah, gue bisa tenang jika loe bahagia. Setidaknya gue akan tenang kalau gue ninggalin loe nanti. Jangan sedih lagi, jangan sakit lagi, dan jangan cari teman untuk datang ke arena balap meskipun dengan Ayla dan Ayra. " pintanya dengan penuh harap.


"Loe kaya mau pergi jauh aja. " sahut Adel pada Saka. Saka menganggukan kepalanya. Pertanda bahwa dia memang akan pergi meninggalkanya. "Setelah lulus aku akan kuliah di luar negeri Ra. " wajah Adel sesaat berubah yang tadinya senyum menjadi cemberut.


"Kenapa semuanya pergi. Kevin juga pergi, abang juga " jelasnya membuat wajahnya menjadi cemberut. Saka mencubit pipi Adel dengan lembut, lalu tersenyum melihat Adel yang masih cemberut.


"Karena semua punya mimpi Ra, dan aku yakin kamu juga akan pergi suatu saat nanti untuk mengejar mimpimu " Jelas Saka kepada Adel. Adel menganggukan kepalanya tanda ia mengerti. Baginya Saka adalah kado terindah setelah Kevin di sekolah barunya. Karna ia begitu pengertian kepadanya


*


Arion berdiam di dalam mobil didepan rumah Zela. Tak lama Zela keluar dari rumah menuju mobil Arion. Ya... Arion mengajak Zela pergi. "Kemana? " Zela menanyakan tujuan Arion mengajaknya. Namun tidak ada jawaban darinya. Tak lama kemudinya diperlambat, Arion menepikan mobilnya di tempat yang bisa dibilang cukup sepi.


"Ar.... " Panggilnya kepada Arion, yang saat ini menyandang kekasihnya. Arion menatap wajah Zela dengan tatapan aneh. Itu menurut Zela. "Atmosfirnya sedikit tak bersahabat. " pekiknya dalam hati.


Arion mendekatkan wajahnya kepada Zela, membuat Zela memundurkan tubuhnya hingga tubuh Zela mentok di pintu. Sesaat wajah mereka sangat dekat hingga desiran nafasnya mulai terasa hangat menyisir anak rambut yang tumbuh dikulit. Jarak mereka sangat dekat hanya dengan hitungan inci. Sayangnya Zela memalingkan wajahnya. "Maaf Ar.... " tolakan secara halus itu membuat Arion kembali ke posisi semula.


Arion tersenyum tipis menahan sedikit gejolak amarah dihati, lalu menginjak pedal gas mobil dan memutarkan kemudinya, berbelok menuju arah kembalinya rumah Zela. "Ar... " tidak dihiraukan oleh Arion, membuat Zela merasa bersalah kepada Arion.


Mobil mereka sampai didepan rumah Zela kembali. " Ar.... Kamu marah? " tanya Zela penuh sesal. Arion menarik ujung bibirnya paksa. Lalu kembali menatap Zela. "Zel, kita akhiri saja hubungan ini. " sesaat kalimat Arion membuat Zela membelalakan matanya. Hanya karena Zela menolak, Arion memutuskanya.


"Apa karna...... " kalimatnya terpotong begitu saja oleh Arion. "Tidak Zel.... Jangan memaksakan hatimu lagi, sudah cukup kamu dan Kenan menderita karena memikirkan perasaanku. Padahal aku saja tidak pernah keberatan, kalau kalian bersama. "


Zela menatap wajah Arion dengan penuh tanda tanya, " apa maksudnya? Apakah selama ini mereka seperti kucing yang sembunyi sembunyi, Arion tahu isi hati Zela dan Kenan, sedangkan Kenan memungkiri perasaanya dan bersikeras memintaku bersama Arion. " bisiknya dalam hati


"Jadi kamu tau semua Ar? " Arion menganggukan kepalanya, baginya kepergian Zela waktu itu jelaslah karna Kenan menolaknya. "Kembalilah pada Kenan Zel, aku tidak keberatan. " pintanya tulus kepada Zela.

__ADS_1


"Tapi kamu Ar"


"Aku baik baik saja, dan aku sudah terbiasa hidup tanpa kamu Zel. Jadi kumohon kembalilah pada Kenan, dia masih sangat mencintaimu. " jelas Arion.


__ADS_2