
Ra..... " Adel menatap wajah abangnya yang entah dengan ekspresi apa, antara bahagia dan sedih bercampur menjadi satu. Seolah takdir Tuhan memang direncanakan seunik ini. "Kamu hamil. "
"Deg" ada rasa kaget, ada rasa senang, ada rasa sedih yang bercampur menjadi satu. "Ara hamil bang? " Adel mencoba memastikan kembali kebenaran yang baru saja diungkapkan oleh abangnya.
"Ya Ra....ada janin di rahim kamu. " jelas Arion kepada Adel, air mata Adel perlahan turun membasahi pipi. Arion memeluk adiknya itu dengan pelan, disusul oleh Ayra yang juga memeluk sahabatnya. Rasa iba, senang, sedih, haru, menjadi satu. Seharusnya ada Kevin yang pasti sangat bahagia dengan kabar ini.
"Apa artinya ini Ya Alloh, satu pintu Engkau tutup dan satu jendela Engkau buka, apakah ini demi aku bertahan dengan semua masalah ini ya Alloh. " batinya, perlahan matanya ia pejamkan, saat ini ada 2 alasan baginya untuk tetap berjuang demi mereka yang sedarah namun dipisahkan.
Setelah mendapatkan terapi obat dan cairan, Adel bertemu dengan seorang dokter cantik yang akan melakukan USG transvaginal kepada Adel, dokter Obsgin tersebut sangat ramah. Yaaa bagaimana tidak ramah, mereka sejawat dan sama sama menggandrungi dunia medis.
dr. Obsgin adalah dokter spesialis kandungan
Setelah dilakukan pemeriksaan kandunganya, janinya masih 4 minggu dan itulah kenapa hasil tes peck masih samar, dan dibuktikan dengan USG transvaginal. Sebelum dipindah ke ruangan VVIP dr tersebut banyak bercerita tentang keajaiban seseorang yang sedang hamil dengan komorbid, mereka bisa melewati semua dengan baik. Yah dokter tersebut seorang muslimah, masih muda dan sangat cantik. Ada hal lain yang Adel tidak temukan dari dr. Obsgin lainya, dia begitu agamawis, lembut dan banyak memotivasi hidupnya.
USG transvaginal adalah pemeriksaan USG yang dilakukan melalui ******, tindakan ini dilakukan jika usia kandungan masih sangat muda.
Komorbid atau penyakit penyerta
"Apa rencanamu Ra, apa kamu berniat pulang ke rumah? " Tanya Arion, Adel dengan cepat menggelengkan kepalanya, Adel masih belum siap dengan kejadian kejadian ini, fikirnya masih kacau, memikirkan Kevin yang sampai detik ini tiada kabar saja membuatnya frustasi.
"Baiklah kalau itu maumu, kamu butuh istirahat, sebaiknya abang pulang dulu Ra. " Adel menganggukan kepalanya kepada Arion yang berpamitan untuk pulang karna Derrick tidak akan nyaman tidur di rumah sakit.
"Ay pulanglah, aku disini baik baik saja. "Pinta Adel kepada Ayra. Ia ingin sendiri rasanya saat ini, bukan karna apa apa, memikirkan keajaiban keajaiban yang silih berganti, otaknya begitu lelah.
"Baiklah aku pulang Ra, obat kamu aku sita, cobalah kendalikan rasa nyeri kamu dengan hal lain, karna obat itu membahayakan janin kamu. " Adel menganggukan kepalanya pelan. Ia tau adanya janin di tubuhnya adalah suatu keajaiban yang luar biasa dari Alloh.
"Abang pulang ya. Assalamualaikum. " pamit Arion kepada Adel dengan ngusapkan kepalanya. Begitu juga Ayra yang menepukkan tanganya di bahu dengan pelan.
"Waalaikum salam. "Sepeninggalan mereka berdua Adel terus menangis, menangis antara bahagia atau menangis sedih. Hatinya sangat bahagia mendengar ada sebuah janin di rahimnya, tapi ia juga sedih karna ia sangat merindukan Kevin dan ingin memberitahukan kabar gembira tersebut.
__ADS_1
Sudah 2 hari ia di rumah sakit, setelah mendapatkan perawatan, dan ketenangan ia akhirnya diperbolehkan pulang. Yah... dr. Geandra Aisyah Rastafara adalah dr. Obsgin yang selalu memotivasinya, mendampinginya dan banyak mengajarkan ilmu agama, sehingga Adel sangat tertarik bercerita denganya.
Usianya cukup muda untuk sampai dengan gelar obsginya, sepertinya gadis ini memang pandai, dia masih muda dan kemungkinan studinya melalui akselerasi. Sehingga di usianya yang bisa ditebak kemungkinan 24 tahun itu sudah menyandang gelar spesialisnya.
Adel berencana pulang ke apartemen Arion dengan tidak memberitahukan kepada Arion dan Ayra. Ia ingin memberikan surprice nya, sayangnya baru ia sampai di lobi rumah sakit ada seseorang yang membuatnya ketakutan. Ia berjalan menghindari orang tersebut hingga sebuah mobil kencang menginjakkan remnya kuat kuat di depan Adel.
"Aaaaaahhhh.... " teriaknya dengan kuat, wajahnya pucat pasi, seseorang menarik lenganya dan memeluknya, perlahan ia buka matanya, ia bersandar pada pundak dengan jilbabnya, wajahnya begitu cantik. "dr. Gean " pekiknya, bagaimana bisa dr. Gea membantunya,
"Mba tidak apa apa? " sebuah sebutan yang sangat halus itu menyapanya. Adel hampir saja lupa bahwa dirinya sejak tadi menghindari Agni. "Ayo saya antar " tawar dr. Gea kepada Adel. "Mba kenapa lari lari? " Adel mengingat kembali bahwa dirinya tadi sempat bertemu dengan Agni.
Adel menceritakan semuanya kepada dr. Gean, saking asiknya bercerita tak terasa mereka sampai di rumah Arion. Keadaan rumah begitu sepi, dan karna dr. Gean khawatir terhadap Adel, ia menemaninya hingga Ayra dan Arion pulang. "Ara.... Kamu sudah pulang? " Ayra memeluk dan mombolak balikan tubun Adel, hingga Adel kesal kepada Ayra.
"Ay aku baik baik saja. dr. Gean yang mengantarkanku sampai rumah dengan selamat. " senyumnya mengembang, Ayra akui dokter disampingnya begitu lembut dan care terhadap pasien, pantas saja Adel nyaman bersamanya.
*
Malam ini begitu dingin, membuat Adel seketika terbangun dari tidurnya, ia sangat haus, dan beranjak dari tidurnya mengambil gelas dan minuman yang berada di nakas samping tempat tidur. Ia memeriksa ponselnya. Terdapat sebuah pesan singkat dari seseorang, seseorang yang sangat ia takutkan.
Sebuah teror yang membuat ia melepaskan ponselnya. "Prank... " Hatinya mulai khawatir, bukan hanya Kevin yang menjadi titik lemahnya saat ini, bahkan ia mau tidak mau harus bertekuk lutut jika ia menyayangi anaknya.
Adel tau pasti siapa seseorang yang mengirimkanya pesan, siapa lagi kalau bukan Agni, ia selalu saja seperti ini, mengancam mengancam dan mengancam. Belum puaskah ia mengambil Kevin, dan kali ini harus janinya yang menjadi titik lemahnya.
Malam demi malam ia lalui, rasa takut menghantuinya. Bahkan setidaknya ia harus menjauh dari Kevin jika ingin anaknya selamat. Rasanya ia ingin membunuh Agni jika itu dibolehkan, wanita ular sepertinya akan membuat masalah demi masalah, dan tidak akan puas jika apa yang ia inginkan tidak terpenuhi.
" Ra..... Kamu yakin akan pulang ke rumah? " Arion menanyakan keputusan Adel yang mengatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalahnya dirumah. Ia takut semua masalah ini karna ia tidak mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.
"Ia bang, Ara gak mau jadi anak yang durhaka, karna saat ini Ara punya janin yang harus dijaga juga. " tidak dipungkirk bahwa dirinya sangat merindukan kedua orang tuanya.
"Yakin Ra...? " Adel hanya menganggukan kepalanya lagi dengan pasti. Arion bisa apa, adiknya sendiri yang memintanya, masalah nanti mereka pikirkan nanti, mudah mudahan orang tuanya tidak akan memarahinya, dan sebaliknya mereka berdua dengan lapang dada menerima Adel kembali.
__ADS_1
Tak lama seorang kurir datang menghentikan diskusi kepulangan Adel, Adel masuk membawa pesanan makananya, Adel memesan makanan dari jasa grab yang biasa ia pesan yaitu ayam pepes kampung. Setelah sampai ia ingin menikmati makananya sebelum pulang ke rumah.
Makananya terlihat sangat menggoda, Adel sudah bersiap menyantapnya, namun kucing milik Derrick menyambat ayam tersebut hingga Adel berjingkrak kaget karna kelakuan kucing milik Derrick.
Adel menghela nafasnya berat, mengingat makanan yang sangat ia inginkan jatuh disambar kucing. Tidak lama baru beberapa potong ayam yang dimakan oleh kucing tersebut, tak lama kucing itu terkulai lemas, dan mengeluarkan busa dari bibirnya.
Kata orang jawa kalau kucing yang mau meninggal itu lama, hingga beberapa jam kucing itu baru menutupkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya. ''Siapa yang dengan berani ingin mencelakaimu Ra? " Adel ketakutan ia ingat teroran Agni yang semakin sering mengganggunya, bahkan bukan hanya mengganggunya, tapi berniat membunuhnya.
"Kita pulang malam ini bang. " pinta Adel yang kemudian berjalan mengambil kopernya. Ia gemetaran melihat kucing tersebut mati didepanya. Ancaman Agni tidak main main, sepertinya ia sangat terobsesi kepada Kevin, hingga ia ingin melenyapkan siapa saja yang merasa akan mengganggu hubunganya dengan Kevin.
"Ra jelaskan kepada Abang Ra. " Adel membuka suaranya, ia menceritakan kelakuan Agni yang meneror dirinya beberapa hari ini. "Lalu kenapa kamu ingin pulang Ra? "
"Disana ada banyak orang yang menjaga Ara bang. " mengingat Adel bukan hanya sekali diteror seperti ini, sepertinya tinggal dirumah adalah hal yang paling penting, ada oma opa, mommy mba Zela dan Kenan abangnya yang menjaganya. Serta maid disana adalah orang kepercayaan omanya semua.
Mobil Arion telah sampai dipekarangan rumahnya yang sangat megah ini, hatinya bergetar hebat, ia takut daddy nya marah ketika Adel pulang. "Masuk Ra, kamu yang meminta pulang, dan abang ada dibelakangmu akan menemanimu. "
Untunglah - untunglah ada bang Ar, yang sangat baik kepadanya. "Abang selalu ada disampingkamu Ra jadi jangan panik jangan tegang hadapilah, karna mau selama apapun kamu bersembunyi, suatu saat nanti akan ada hari seperti ini. " Adel mengangguk mengiyakan penuturan abangnya, dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum.... " tak lama Keyla membukakan pintunya, dan betapa kagetnya ketika melihat siapa yang ada dihadapanya. Air matanya berjatuhan, sepertinya mommynya sangat khawatir kepada Adel.
"Ara.... " pelukan hangat Keyla kepada putrinya, bahagia itulah rasnaya seorang anak yang hilang dan hampir frustasi mencarinya. Kini datang didepan matanya.
"mommy Ara kangen banget. " Adel kembali menghamburkna peluk dan ciumnya kepada mommynya itu.
__ADS_1
"Ya sayang mommy juga sangat rindu. " Keyla begitu bahagia melihat putrinya kembali, sampai ia enggan untuk melepaskan pelukanya.
"Masih berani pulang kamu Ra? " suara berat itu, ya itu milik daddy nya yang turun perlahan menuruni anak tangganya, begitu menyeramkan, wajahnya yang masih tersulut emosi membuat Adel bergetar.