Gadis Liar

Gadis Liar
69


__ADS_3

"Udah ngomong aja Kev, ada apa si? " tanya Adel antusian. Kevin menelan ludahnya sendiri, istrinya ini lebih keras kepala ketika sudah menikah fikirnya.


"Saka menikah hari ini. " kalimat Kevin menghentikan langkah Adel yang sedang mencicipi makanan Kevin. Dilumatnya bibir Adel yang menyisakan rasa masakanya, bibirnya tertutup rapat. "Kamu cemburu? " Terka Kevin kepada Adel.


"Pertanyaan macam apa itu? " Adel segera menepis kecurigaan Kevin kepada Adel. Lalu membuka media sosialnya, memastikan apakah benar bahwa Gean adalah calon istri Saka. Kalau ia Adel benar benar merasa bahagia.


Setelah melihat media sosialnya melalui akun baru yang dibuatnya baru baru ini yang ia buat agar tidak membuat orang curiga kalau media sosial Adel masih aktif adel tersenyum bahagia. Lelaki yang baik pantas mendapatkan wanita sebaik Gean. "Kenapa tersenyum? " Kevin mendekati Adel yang masih mengschrol video ijab milik Saka dan Gean.


"Syukurlah, aku lega melihatnya, setidaknya ia akan melupakan masa lalu yang pahit tentang perasaanya. " jelasnya kepada Kevin, Kevin mencoba meneliti wajah Adel, apakah ada rasa cemburu atau tidak yang menghiasi wajahnya.


"Dasar kamu, sedekat apapun aku bersama Saka tidak akan meninggalkan butir butir cinta." jelasnya ketika Kevin menatap wajah Adel. Kevin terkekeh dengan jawaban Adel yang mengetahui Kevin sedang mencurigainya.


"Baiklah aku percaya padamu, aku pamit berangkat. " ungkapnya yang menatap jam ditanganya sudah menunjukan pukul 06.15, ada jadwal operasi cito di rumah sakitnya.


Adel menyalimi suaminya dan disambut hangat oleh Kevin, dengan cepat Kevin menjatuhkan lututnya lalu menciumi perut Adel yang masih rata. "Ayah kerja dulu ya sayang, nanti malem ayah tengokin kamu lagi. " ucapnya sambil melirik ekspresi wajah Adel yang menyemu merah.


"Ishhh mesum kamu Kev." ucapnya dengan nada malu, lalu berjalan keluar mengantarkan Kevin untuk berangkat kerja.


Sepeninggalan Kevin, Adel berjalan menuju belakang rumah, dilihatnya baju yang sudah terjereng di halaman belakang rumah. Pemandangan ini membuat wajahnya berseri, ujung bibirnya tertarik sempurna.


📞 "Assalamualaikum Ra, aku saja belum keluar dari kompleks, apa kamu sudah merindukanku? " godanya kepada istrinya yang baru ditinggal sekitar 5 menit.


📞 "Waalaikumsalam, Kev terimakasih. " ucapnya singkat.


📞 " terimakasih untuk? " tanyanya ingin tau reaksi istrinya yang mungkin saat ini sedang bahagia karna semua pekerjaan rumah sudah terselesaikan olehnya.


📞 "lain kali biarkan aku saja yang mencuci dan mensetrika baju. "


📞 "aku melakukan demi anaku, bukan untukmu." Jawabnya kepada istrinya." Ra... Bagiku kamu adalah hal terindah yang aku miliki saat ini, jadi kamu akan aku jaga dengan segenap hatiku dan aku jadikan ratu dalam hidupku. Terimakasih Ra atas hadirmu dalam hidupku"


📞" sama saja pokoknya aku yang terimakasih Kev. "


Adel bingung, sudah hampir 5 hari ia disini, tapi tidak ada kerjaan yang harus dilakukanya. Ia berencana pergi keluar hanya sekedar untuk berjalan jalan. Daerahnya sangat dingin, dan jalanya begitu menanjak, disisi kiri dan kanan banyak pohon buah naga, bunga dan banyak lainya.


Langkah kakinya memelan, melihat pemandangan gunung berapi yang begitu mempesona. Ia tatap langit yang mendung, tak terasa air matanya mengalir begitu saja, ia rindu sosok mommy nya. Ia rindu daddy, rindu abang Kenan, abang Arion, Ayra, terlebih Derrick. Ingin rasanya ia memberitahu mereka bahwa Adel disini merindukan mereka.


Mata Adel tertuju pada taman bunga yang begitu indah, mungkin bayi dalam kandunganya berjenis kelamin perempuan hingga matanya begitu sejuk menatap mawar berderet. Ia berjalan menuju taman bunga tersebut, sepi.... Sangat sepi, tidak ada pengunjung. Seorang ibu yang sudah tua mendatangi Adel.


"Mau beli bungan neng? " Ia teringat dengan omanya yang selalu aktif dengan taman dibelakang rumahnya. Air matanya mengalir begitu saja, ia rindu oma dan opanya. "Neng, kenapa menangis? " tanya ibu tersebut, Adel mengusap air matanya, lalu mendekati bunga mawar yang bermekaran.

__ADS_1


"Ne aku ambil yang ini. " ucapnya mengambil warna mawar berwarna putih. Ibu tersebut mengambilkan semua bunga yang berwarna merah dan memberikan kepada Adel. "loh nek, ini kenapa diberikan kepada Ara semua? " ucapnya heran.


"Nenek lihat ada kesedihan dimatamu, ada apa na? " Adel terdiam air matanya lagi terjatuh, lalu ia ceritakan inti kehidupanya. Nenek itu mengusap kepala Adel perlahan. "Datanglah kesini nak jika kamu bosan. " matanya berbinar mendengar penuturanya, sudut bibirnya merekah sempurna.


"Nenek disini bersama siapa? " Adel menyisir taman tersebut, sayangnya tidak ada seorangpun disini. Nenek tersebut ikut menjatuhkan badanya dikursi yang Adel duduki.


"Sebenarnya nenek ingin menjual taman ini, karna anak nenek sangat sibuk, dan ia hanya akan menjemput nenek disore hari. " ucapnya, mendengar kata taman tersebut akan dijual ia tertarik membelinya.


"Bolehkah nek, taman ini saya yang beli? " mengingat ia masih mempunyai tabungan dan tidak ada kesibukan dikeseharianya.


"Tunggu anak saya sebentar lagi kesini, dia selalu membawakan makan siang untukku. " ucapnya kepada Adel, benar saja, Adel baru mengelilingi taman tersebut, seorang lelaki dengan snelli putihnya, bertuliskan gelar Sp. Syaraf turun dari mobil Expandernya, membawa bingkisan makanan untuk neneknya.


"Na, ini cucu saya namanya Arkan, dia seorang dokter muda disebuah rumah sakit " lelaki tersebut mengulurkan tanganya kepada Adel, tampan, ramah, berkacamata, usianya mungkin sama dengan Adel.


Setelah berbincang lama, akhirnya Arkan dan Adel menyetujui surat pembelian taman tersebut. Memang tidak kontan, Adel baru membayar DP nya, itu permintaan Arkan, mengingat neneknya masih suka mengoleksi bunga bunga disitu.


Kesepakatan ini juga meringankan Adel, karna tabunganya menipis semenjak ia keluar dari rumah. Ia hanya menyisakan uang untuk cadangan kesehatan dan hidupnya.


"Senang berkenalan denganmu" ucapnya mengulurkan tanganya kepada Adel, genggaman tanganya mengandung arti, memang Adel tidak menceritakan bahwa dirinya sudah menikah, bahkan kepada neneknya hanya menceritakan bahwa ia terpisah dari keluarganya.


*


Suara gemericik air membuat Adel menggeliat dan menegakkan tubuhnya, ia mencoba membangunkan tubuhnya, lalu membereskan baju Kevin yang berserakan, ia tatap kemejanya yang ada bercak lipstik di bajunya. Tak lama Kevin keluar dari kamar mandi.


"Loh sudah bangun Ra." sapanya kepada istrinya. Adel memanyunkan bibirnya kepada Kevin lalu menjabarkan kemeja Kevin yang ada bekas tanda merah di bagian belakang kemeja.


"Siapa yang berani mendekatimu Kev? " Kevin memeluk Adel dari belakang, lalu menatap wajahnya yang mulai tak bersahabat.


"Ikut kerumah sakit besok, agar aku tidak dikira dokter bujangan yang mengaku sudah mempunyai istri. Aku ingin perkenalkan kepada mereka bahwa istriku jauh lebih cantik dibanding siapapun." ucap Kevin menggoda istrinya.


Ada bekas lipstik di kemeja belakang Kevin tapi tidak ada rasa cemburu sedikitpun kepada gadis tersebut. Yah apa yang mau di cemburuin, Agni yang bahkan menurut Adel lebih perfec darinya saja Kevin tidak tergiur apalagi wanita jadi jadian yang mengganggunya.


"Baiklah, aku ingin berjumpa dengan dokter obsgin, agar kamu bisa memamerkan istrimu yang cantik ini kepada wanita yang ingin menggodamu. " ucapnya jelas kepada Kevin.


*


Pesta telah usai bahkan semua tamu undangan sudah kembali ke rumah masing masing. Saka yang seharian ini mendapat perlakuan dingin dari Gean, dan Gean yang menutupkan selimutnya ke tubuhnya setelah usai membersihkan diri.


Mereka sejak kecil sudah bersama, meskipun tidak ada rasa cinta, tapi mengingat Gean yang diam membisu semenjak bertemu dengan Arion dan Saka, Gean tidak pernah mengucapkan satu patah katapun padanya. "Ge.... Jangan seperti ini. " Saka membuka selimut yang menutup wajah dan tubuh Gean dengan kasar.

__ADS_1


Wajahnya penuh dengan air mata, membuat Saka ikut merasakan sakit di hatinya. "Ge.... " Saka menyapukan ibu jarinya di pipi Gean, seolah air mata yang jatuh bagi Saka adalah kesalahanya.


"Apa yang kamu butuhkan? " masam wajahnya, dan ucapanya judes bahkan Gean tidak mau menatap Saka. Hatinya seperti teriris, sebegitu bejatnyakah Saka sampai Gean tidak mau menatapnya.


"Aku minta maaf Ge.... Maaf karna selama ini menyakitimu. " jelasnya kepada Gean. Gean masih terisak dengan tangisnya.


"Aku menyesal menikah denganmu. " kalimatnya membuat Saka terbelalak, apa maksudnya, ijab baru saja diucapkan dan Gean mengatakan menyesal menikah dengan Saka.


"Apa maksud kamu Ge? "


"Seharusnya kamu tidak menikah denganku, jika hanya untuk kamu sakiti, lebih baik kamu pulangkan saja aku pada keluargaku " jelas Gean, ia mengutarakan penyesalanya, seharian ini tubuh Saka ada disampingnya, tapi fikiranya entah kemana, Gean yakin hanya Ara lah yang ada difikiranya.


"Ge.... Aku sudah berjanji membahagiakanmu, menjagamu dan membimbingmu menjadi istriku. "


"Tapi hatimu bukan untukku Ka. " ucapnya jelas kepada Saka. Saka berlutut dihadapan Gean, ia bahkan tidak tau lagi menjelaskan kepada Gean, bahwa hubunganya dengan Ara sudah tidak mungkin terjalin.


"Dengarkan aku, setelah ini aku tidak akan pernah menyebut nama Ara, dan aku akan membahagiakanmu Ge, aku janji, sekarang aku suamimu, jadi tolong percayakan hatimu kepadaku, dan aku akan menjadi imammu yang baik dan belajar menjalani hidup bersamamu. "


*


Kevin berjalan menuju lobi, ia menjemput istrinya yang berjanji akan mengunjungi rumah sakitnya. "Ra.... " Kevin mengecup kening Adel dengan mesra, membuat semua mata tertuju kepada dr. Spesialis BTKV yang sedang menjadi trending topik rumah sakit tersebut.


Dokter muda kelulusan luar negeri berparas tampan, pandai dan cekatan itu beberapa hari ini selalu menjadi topik terhangat dikalangan muda mudi di RS S.


"Siapa itu yang digandeng dr. Kevin? " seorang residen memperhatikan detail wajah gadis tersebut, terpasang masker, menggunakan kaca mata hitam, dan menggunakan jilbab panjang yang hanya menyampir di kepalanya.


"Buka maskernya, kamu bilang ingin memamerkan kecantikanmu. " pinta Kevin yang kemudian membuka satu persatu dari kaca mata, masker dan jilbab yang dipakai Adel. Yah benar saja, wajahnya sangat cantik hingga membuat mereka kaum lelaki terpana kepadanya. Mereka berjalan menuju ruang obsgin, berniat untuk memeriksakan kandunganya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk! " pinta dr. Obsgin tersebut. "Hei Kev silahkan masuk. Adel masih mengumpat di belakang Kevin. Membuat kedua dokter tersebut memperhatikan siapa gerangan yang ada dibelakang Kevin.


"Wah siapa ini Kev? Kenalin donk! " tanya salah satu dari dua dokter tersebut. Kevin menggeser tubuhnya hingga tubuh dan wajah Adel terpampang jelas didepan dua dokter tersebut.


"Kenalkan dia istriku. " ucap Kevin. Mata Adel menatap seorang dokter yang berada didepanya.

__ADS_1


"Adel..... " ucap salah satu dari kedua dokter tersebut.


__ADS_2