
Keyla mengusap kepala putrinya, agar berhenti dari mood manjanya. "Ara sudah, abangmu mau masuk. " pinta Keyla kepada putrinya. Adel mengecup pipi Kenan, lalu mengibaskan ke lima jarinya. "Dadah abang, jangan lupa, kirimin Ara coklat ya. " ucapnya nakal. Lalu Kenan berpamitan dengan mama dan papanya dengan memeluk dan mencium pucuk jari kedua orang tuanya.
"Sampai sana kabarin ya bang. " ucap Axel kepada putranya. Kenan menganggukan kepalanya, lalu berpisah dengan putranya. Ada rasa sedih melepaskan putranya. Tapi mau bagaimana lagi, anak hanya titipan dan suatu saat nanti mereka akan menjadi milik pasanganya masing masing.
*
Satu tahun berlalu, hubungan mereka masih LDR, namun Kevin juga belum pulang ke Indonesia. Memaklumi bisa saja, tapi apakah tidak pernah berfikir untuk kembali hanya sekedar melepaskan rindu.
Telvon berdering, menampakkan sang abang Kenan, Saka, dan Arion yang sedang santai di balkon apartemenya masing masing. Besok adalah hari kelulusanya.
π"Abang dalam perjalanan pulang Ra" jelasnya dengan menggombal. Adel memanyunkan bibirnya.
π"pulang apaan, masih di balkon kamar juga. " Arion tersenyum tipis memandang adik kecilnya yang murung karna abangnya yang tak bisa pulang
π" aku pulang malam ini Ra" jelas Saka membuat matanya sesaat berbinar, ia sungguh rindu sosok Saka yang bisa mengembalikan moodnya.
π"benarkah.... Hmmm akan kunanti Sak.
π"apa kabar pangeran hatimu apakah bisa pulang ke Indo Ra? " Arion menanyakan Kevin yang setahun ini tidak ada kabarnya
π"jangan ditanya, dia pasti sibuk. " ucapnya jutek, sebenarnya ia sangat berharap nanti dia bisa datang, memberi kejutan, tapi sayangnya itu hanya mimpi.
π " Gimana kabar Ayra Ar? " Arion mengulum senyumnya mendapatkan pertanyaan dari Kenan.
π "Masih mesra, tiap hari aja antar jemput. " jelas Adel.
π" wah wah, ada yang sebentar lagi bakalan ke tahap yang serius ini. " jelas Saka menyindir Arion.
Canda tawa mereka belum usai namun Arion memutuskan sambunganya terlebih dulu, setelah membahas hubunganya dengan Ayra.
π" kenapa Arion Ra? " Adel menggelengkan kepalanya, ia juga kurang paham hubungan diantara mereka berdua, yang Adel tau, Ayra dan Arion masih baik baik saja.
π"lagi ada masalah kali sama Ayra. Tak lama kemudian Saka mematikan sambungan VC nya, sehingga tinggalah Kenan dan Adel.
π" mereka gak asik" Keluh Adel
__ADS_1
π"Kevin beneran gak bisa pulang Ra? " lagi pertanyaan itu membuat Adel membungkam mulutnya, rasanya seperti sesak yang datang tiba tiba.
π"entah lah bang, Kevin sibuk banget, bahkan VC sangat jarang. " wajahnya sangat sedih mengingat Kevin jarang punya waktu untuknya. "Apa abang pernah berjumpa denganya. " tanya Adel penasaran.
π"Enggak Ra, abang kan anak baik, jadi gak pernah keluyuran, mampirlah kesini sebelum kamu terbang ke Amerika. " pinta Kenan kepada Adel.
π"sama aja, gak bisa ketemu juga sama Kevin kalau Ara kesitu. " Wajahnya mulai murung mengingat sudah setahun hubunganya dengan Kevin digantung.
LDR benar benar menyiksa, hatinya menjadi rapuh, belum lagi kabar lalu lalang wanita wanita yang selalu menggoda Kevin. Kepalanya ingin meledak mengingat itu. Rasanya juga ingin menyerah, tapi hatinya benar benar masih mencintainya.
Waktu menunjukan pukul 19.00, ponsel Adel berbunyi menampilkan nama Saka diponselnya. Dengan sigap Adel menggeser tombol hijau di ponselnya. "Ra turunlah. " pinta Saka yang kemudian menutup panggilanya.
Adel berlari menuruni anak tangga, ia melihat Saka yang sudah berada di bawah. Adel berlari dan berdiri didepan Saka. "Saka............. " dengan sigap Saka memeluk Adel.
"Gue kangen sama loe Ra. " ungkap Saka pada Adel. Adel menganggukan kepalanya di pundak Saka, lalu Saka melepaskan pelukanya. "Buat loe. " Saka memberikan bingkisan kepada Adel. Sudah bisa ditebak isinya coklat kesukaanya. "Ayo jalan. " Saka menarik Adel keluar dari rumahnya, dan berpamitan kepada mommy dan daddy nya.
"Kemana? " tanya Adel kepada Saka. Saka tidak menjawab, lalu membawanya ke sirkuit. Setahun ini hanya Saka yang sering pulang menjenguk Adel, dia yang selalu menemaninya, bahkan disaat saat tersedihnya, hanya Saka yang menguatkanya.
Setelah memutari sirkuit, Saka keluar dari mobilnya, dan duduk dikursi yang tersedia di area sirkuit. Mereka sama sama terdiam, melihat Adel yang termenung membuatnya ikut merasakan kesedihanya. "Menangislah, jika memang sangat berat Ra. "
Sepuluh menit, tangisnya mulai reda, matanya memerah dan bengkak. Saka masih mengusap rambut Adel dengan lembut. Bajunya basah, sudah biasa, seperti ini ketika bertemu gadis kesayanganya. Butuh waktu setengah jam membiarkanya meluapkan sedihnya, dan butuh waktu berjam jam untuk mengembalikan moodnya sebagai Adel yang ceria lagi.
"Gue mesti gimana Sak? " Putus asa itu yang Adel rasakan, untuk mempertahankanya butuh tenaga ekstra dan mental yang kuat. Saka menangkupkan kedua tanganya lalu mengusapkan ibu jari di pipinya dengan penuh kasih sayang. "Ra, kamu berjanji akan menemaninya walau dalam jarak yang tidak bisa kamu jangkau. Kamu berjanji bersamanya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. " Adel mengiyakan ucapan Saka.
"Bertahanlah Ra, didalam kesulitan akan ada kemudahan dan kebahagiaan, anggap ini cobaan yang akan menguatkan hubunganmu. " jelasnya membuat Adel merasa lega dengan nasihat Saka.
"Tapi sakit Sak. " air matanya kembali mengalir. Mereka tidak sadar ketika seorang pemuda memotret keduanya dalam posisi mesra, dan mengirimkanya ke Kevin. Bahkan saat ini Saka memeluk erat Adel.
"Ingat dia juga berjuang denganmu Ra, mungkin perasaan Kevin sama seperti perasaanmu, tidak akan lama, pasti akan ada hari indah kalian. " jelas Saka didalam pelukanya. Membuat Adel menjadi semakin kuat.
*
Pagi ini semua murid kelas 3 harap harap cemas untuk kelulusanya. Ujian nasional yang begitu menantang, membuat mereka ragu antara lulus dan tidak. Bagaimana tidak, soal Fisika saja satu soal bisa dikerjakan 30 menit apalagi matamatika tentang limit aljabar, sin cos, rumus rumus kimia. Materinya sangat luas, mengingat pelajaranya tidak akan selesai dengan satu malam belajar.
Orang tua mereka diberikan amplop satu persatu, membuat degupan jantung berdisko. Kedua orang tua Adel sudah stand by di kursinya masing masing bersama wali muridnya. Setelah membuka amplop Axel melebarkan senyumnya kepada gadis kecilnya. Pasalnya nilai Adel sangat sempurna.
__ADS_1
Pembawa acara memanggil satu persatu wali dari murid yang berprestasi. Salah satunya ada Adel yang meraih peringkat pertama dari kelas IPA. Senyumnya mengembang dengan puas mendapatkan nilai terbaik disekolah. Axel dan Keyla naik ke atas podium dan disusul oleh Adellaura. Peringkat 1 sampai tiga dari kelas IPA dan IPS berada diatas panggung untuk mendapatkan penghargaan.
Kepala sekolah memindahkan tali toga dari sebelah kanan ke sebelah kiri dan memberikan penghargaan tersebut, Sesaat setelah acara pemberian penghargaan selesai mata hazel Adel menangkap sosok yang sangat ia rindui. Air matanya hampir saja terjatuh melihat Kevin disusul oleh Kenan, Saka dan Arion.
Setelah acara tersebut selesai, Adel menuruni podium lalu berjalan ke arah paling belakang aula. Sosok lelaki yang sangat ia rindui membawa buket bunga dan boneka berukuran sedang mendekati Adel. Suasana riuh setelah pemindahan tali toga membuat mereka tidak memperhatikan Adel dan Kevin.
"Selamat atas peringkat pertama yang kamu raih. " Adel tidak mendengarkan ucapan Kevin, namun langkahnya ia perlambat, dan matanya ia bulatkan, "apakah ini mimpi Kev? " Kevin menggeleng. Lalu memeluknya dengan erat. Tanpa sadar air matanya sama sama mengalir.
Memperhatikan keduanya berpelukan, membuat hatinya berdenyut, seakan jantungnya susah untuk memompa. Sakit.... Jelas, tapi inilah resiko cinta bertepuk sebelah tangan.
"Ra, ini ada abang abang kamu, jangan dicuekin dong. " ucap Kenan dan Arion disusul oleh Saka membuat Kevin melepaskan pelukanya. Lalu bergabung dengan mereka yang dulunya biasa disebut F4.
"Selamat ya adik kecilku, sudah menjadi yang terbaik. " ucap Arion yang kemudian memberikan buket bunga dan boneka berwarna, disusul Kenan yang memeluk Adel dengan erat, lalu menggoyang goyangakan kekanan dan kekiri.
"Abang kangen banget sama kamu Ra" ucapnya dengan nada gemas, lalu mengacak rambutnya. Adel melepaskan pelukan sang abang. "Katanya gak pulang.... Abang suka boong. " gerutu Adel kepada abangnya.
Setelah Kenan ada Saka yang memberikan buket bunga putih kepada Adel dan boneka berwarna putih juga. "Selamat Ra. " Tak banyak kata yang Saka ucapkan, tapi bibirnya merekah, mengingat perkataan Saka yang selalu mendukungnya, menemaninya, dan rela mengorbankan apapun untuknya.
"Sak makasih banyak. " Saka menganggukan kepalanya dan mengusap lembut pundak Adel. Tampak jelas Kevin tidak suka dengan kedekatan Saka. Tapi apalah daya, dia adalah lelaki yang selalu ada buat Adel, seharusnya Kevin berterimakasih kepadanya. Karna hanya Saka yang mampu mengubah mood Adel kembali bersemangat dan berjuang demi hubunganya dengan Kevin.
Arion berjalan mendekati Ayra, yah hubungan mereka dibuat sesimpel mungkin agar tidak terlalu mencolok, dan seminggu sekali Arion dan Ayra jalan, untuk menghindari Adel yang akan bertanya macam macam tentang hubungan pura puranya.
Arion memberikan bunga mawar merah kepada Ayra dan boneka berwarna merah juga. Tampak ketiganya memperhatikan Arion dengan Ayra. "Dipeluk dong Ar. " pinta Kenan kepada Arion. Kali ini bukan peluk namun Arion mendaratkan ciumanya dipipi Ayra. Membuat Ayra membulatkan pupil matanya secara maximal.
"Arion. " Ayra tampak malu karna dicium didepan umum. Tapi demi Kenan dan Adel percaya bahwa hubungan mereka tidak main main. Arion melakukan itu.
Kevin memegang tangan Adel lalu menariknya pergi ke sebuah tempat yang indah. Adel mengikuti langkahnya sampai di dalam mobil. Adel masih diam, hatinya menghangat melihat kekasihnya pulang. "Ra kenapa diam. " tanya Kevin.
"Gag papa Kev. "Kevin sangat takut Adel berpaling darinya, menurut mata mata yang Kevin utus untuk mengawasi Adel, bahwa kedekatan hubungan Adel dan Saka tidak biasa. Namun mengingat kembali bahwa Sakalah yang selalu memotivasi Adel untuk menunggu dan setia kepada Kevin.
Mobilnya berhenti di sebuah arena sirkuit. Adel saja kaget kenapa Kevin membawanya kesini. Tempatnya sangat sepi, ada dua kursi yang didesain indah membuat Adel tersenyum takjub kepada Kevin. Adel berlari menuju tempat tersebut.
"Aku ingin memberikan ini Ra" jelasnya sambil memberikan kotak kecil. " Adel membukanya, terpampang jelas 1 pasang cincin didalamnya.
"Maukah kamu menikah denganku dipertemuan kedua nanti Ra? "
__ADS_1
NB: Maaf untuk sesi pemindahan tali toga author tidak tahu apakah kelulusan SMA sekarang terdapat acara pindahan tali toga, soalnya Author lulusnya sudah sangat lama. Mohon jangan dibuliππ